
sesampai nya di mansion sean langsung berjalan menuju kamar nya untuk segera menemui naya.ia tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi dengan diri nya.sejak tadi siang pikiran nya selalu tertuju pada naya.
" ceklekk....." dengan pelan sean membuka pintu kamar nya dan ternyata secara bersamaan naya juga baru keluar dari kamar mandi.
" glekkkk......" sean menelan ludah nya saat melihat naya yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh nya.
begitu hal nya dengan naya ia sangat kaget saat melihat sean sudah ada di dalam kamar.
" tuan baru pulang..???" tanya naya.
" kenapa terlambat.???" tanya naya lagi.
sean tidak mendengar apa yang sedang di tanyakan oleh istrinya mata sean hanya tertuju pada tubuh naya yang sangat menggoda nya saat ini dan tiba tiba sean merasa kegerahan ia menarik dan melepas kan dasi dan kemejanya.
sean perlahan berjalan mendekati naya ia bisa merasakan jantung nya yang berdebar sangat kencang dan tidak beraturan.ini bukan lah hal yang pertama bagi nya dan naya tapi kenapa seperti hal baru bagi nya.
naya di buat bingung dengan tatapan sean pada diri nya.
sean terus menelan ludah nya ...
saat ada di hadapan naya sean tidak berkutik dan tidak bisa berucap apa apa bahkan untuk mengatakan kalau diri nya sedang sangat mengingin kan nya pun mulut sean seperti bungkam.
" tuan...." panggil naya tapi sean masih diam.
" tuan..." naya berteriak membuyarkan lamunan sean.
" iya..." ucap sean sadar dari lamunan nya.
" tuan...kenapa.???" tanya naya.
" aku...kenapa???" ucap sean bingung.
" iya...tuan kenapa dari tadi terus menatap saya seperti itu.'" tanya naya.
" tidak apa apa...." ucap sean.
" kenapa kamu mandi malam malam begini.gimana kalau kamu nanti sakit." ??? tanya sean.
"saya kegerahan..." ucap naya.
" kan ada AC..." ucap sean.
" iya tadi saya lupa menyalakan nya." ucap naya.
" ya sudah sekarang kamu cepat pakai baju.aku mau ke kamar mandi dulu." ucap sean masuk ke dalam kamar mandi.
naya tersenyum melihat tingkah sean.
"' ada apa dengan ku.." ??? ucap sean di depan cermin.
" kenapa tiba tiba mulut ku tidak bisa bilang kalau aku mengingin kan nya." ucap sean frustasi padahal yang di bawah sana sudah tegang saat pertama kali melihat naya keluar dari kamar mandi tadi.
ini memang bukan yang pertama bagi sean dan naya tapi mungkin karena 6 bulan berpisah membuat sean canggung dan malu.
sean juga berpikiran kalau kalau naya belum siap untuk melakukan nya ia tidak ingin memaksa naya untuk melayani nya apa lagi sekarang naya sedang hamil.
setelah selesai memakai baju naya langsung berbaring di tempat tidur dan memakai selimut.
__ADS_1
tampak sean keluar dari kamar mandi.
" sayang...kamu belum tidur???" tanya sean.
" iya..ini juga mau tidur." ucap naya.
sean segera memakai baju tidur nya dan ikut berbaring di samping naya
sean belum juga bisa memejam kan mata nya pikiran nya tertuju pada sesuatu yang panas sehingga membuat junior nya bangun.
di lihat nya sang istri di samping nya dan seperti nya sudah tidur.
"sayang...." panggil sean tapi tidak ada jawaban dari naya.
" apa kamu sudah tidur.???" tanya sean tapi tetap tidak ada jawaban.
sean semakin gelisah ia tidak ingin mengganggu tidur sang istri.sean bangun dan duduk sambil melihat ke arah naya.
akhir nya sean memutus kan untuk pergi ke ruang kerjanya untuk menjernih kan pikiran nya.
karena mendengar suara pintu di tutup naya terbangun.di lihat nya ke arah samping nya ternyata suami nya tidak ada.
" tuan kemana..????"batin naya.
naya bangun dan keluar kamar untuk mencari sean.
naya berjalan sambil melihat ke sana ke sini untuk mencari sean.saat akan turun tangga tidak sengaja naya melihat pintu di ruang kerja sean sedikit terbuka dan lampu yang menyala.
" apa tuan di ruang kerja nya???" batin naya.
" tapi ini kan sudah malam apa tuan masih bekerja." batin naya lagi.
" tuan sedang bicara sama siapa malam malam begini." ucap naya lirih.
karena penasaran naya mengintip dari balik pintu dan ia tidak melihat siapa siapa di sana selain sean.
tampak sean sedang berjalan mondar mandir sambil mengacak acak rambut nya frustasi.
" tuan kenapa....seperti sedang ada masalah." batin naya.
" ada apa dengan ku...kenapa aku tidak bisa mengatakan nya." ucap sean.
" malam ini aku sangat ingin melakukan nya." ucap sean.
" melakukan apa...sebenarnya ada apa dengan tuan.??? " batin naya penasaran.
" apa karena sudah lama kami berpisah aku jadi merasa canggung pada istri ku sendiri." ucap sean.
" sayang....aku sangat mengingan kan mu malam ini tapi aku takut kamu belum siap." ucap sean sambil menatap sebuah figura foto yang terpajang di atas meja.
" ya tuhan...ternyata tuan sedang mengingi kan ku.tapi kenapa tuan tidak bilang." batin naya.
naya merasa kasihan kepada suami nya mungkin hal itu sangat menyiksa nya.
" apa yang harus aku lakukan..???" batin naya bingung.
" apa mungkin aku harus...?????
__ADS_1
" biar lah tuan menganggap ku wanita murahan aku tidak tega melihat tuan seperti itu." batin naya.
naya menarik nafas dalam dalam dan masuk ke dalam.
" tuan..." panggi naya.
" sayang...kamu kok belum tidur.???" tanya sean.
" saya tidak bisa tidur karena tuan tidak ada." ucap naya manja.
" ya sudah mari..." ucap sean menggandeng naya untuk kembali ke kamar nya.
naya terus menatap sean yang berjalan di depan nya sambil menggenggam tangan nya.
" tidur lah....ini sudah malam." ucap sean mencium kening naya dan menyelimuti tubuh naya.
" tuan...." panggil naya sambil memegang tangan sean.
" ada apa...apa ada yang kamu ingin kan."??? tanya sean.
naya mengangguk....
" katakan lah." ucap sean.
naya diam....
" saya mengingin kan tuan." ucap naya tanpa ragu.
sean mengerut kan kening nya bingung maksud dari ucapan naya.
" kenapa tuan tidak bilang kalau tuan ingin itu." ucap naya.
" sayang...." ucap sean duduk di samping naya.
" saya siap kok..." ucap naya.
" sebenar nya saya juga mengingin kan nya." ucap naya.
" 6 bulan berpisah dengan tuan itu sangat menyiksa saya." ucap naya.
" saya tidak peduli tuan menganggap saya wanita murahan tapi saya benar benar mengingin kan tuan malam ini." ucap naya langsung mencium bibir sean lebih dulu.
sean terkejut dengan apa yang di lakukan naya.ia merasa naya sekarang menjadi lebih agresif tapi sean menyukai nya.
sean pun langsung mencium dan ******* dengan lembut bibir naya.perlahan sean membaringkan naya tanpa melepas ciuman nya.
" aku akan melakukan nya dengan pelan." ucap sean.
naya pun mengangguk....
akhir nya sean bisa melampias kan hasrat nya yang dari tadi di tahan nya.
karena naya sedang hamil sean harus melakukan nya dengan pelan dan hati hati agar tidak menyakiti istri dan anak nya.
setelah 20 menit akhir nya sean tumbang di samping naya.
" terima kasih sayang..." ucap sean sambil mengusap keringat di kening istrinya.
__ADS_1
" kamu pasti lelah...tidur lah." ucap sean memeluk tubuh polos istrinya...
bersambung......