
"Dan untuk kamu apa orang tua kamu mengajar kan kamu tata krama dan sopan santun ? atau kamu tidak pernah di beri uang jajan sama orang tua kamu sampai kamu nenjual diri kamu sama para lelaki di foto ini? dan dengan melihat foto ini kamu memang wanita murahan, ini sudah jelas Revin, Tante, ,dia adalah PELAC*R !" bentak Cindy menunjuk wajah Zelda
PLAK
"Aaaw" ringisnya
Tangan kecil Zelda berhasil mendarat di pipi putih milik Cindy,kata kata Cindy sudah sangat keterlaluan bagi Zelda,tangan mungil itu spontan bergerak terulur dengan keras,hingga membekas kemerahan bertanda telapak tangan.
"tutup mulut loe CINDY MEDINA ALANSKY,Loe boleh hina gue,Lo boleh caci maki gue, TAPI JANGAN PERNAH SEKALIPUN MULUT ROMBENG LOE MENGHINA ORANG TUA GUE" bentak Zelda geram dengan kata kata hina dari mulut Cindy.
"Tante sakit,hiks , , ,hiks, , , " sahut Cindy kesakitan sambil memegang pipinya dan mengeluarkan air mata buayanya.
"Revin,bawa dia pergi dari sini,mama tidak Sudi melihat wanita bar bar ada di rumah mama" bentak mama revin
"Aaark" kesal Revin
"Awas loe " tunjuknya pada Cindy kemudian mengajak Zelda pergi dari rumah itu
BUGh
di dalam mobil,Zelda masih menangis bukan karena hinaan dan cacian dari Cindy,
"Honey,are you oke?" tanya Revin.
Zelda hanya menoleh sebentar dan menoleh lurus ke depan lagi tak menghiraukan ucapan Revin.
"Maaf" lirih Revin
segera ia tarik tubuh Zelda ke dalam dekapan nya,ia tahu saat ini wanitanya sedang tidak baik baik saja,Revin mengelus punggung nya dan menghapus air mata nya .
setelah di rasa sedikit tenang,ia menjalankan mobilnya ke suatu tempat .
"Mau kemana?" tanya Zelda
" mau bikin princess kecil aku main di wahana permainan anak" ujar Revin
"hah? siapa? princess kecil? mana? kok aku gak pernah tahu kamu punya princess kecil!" ujar Zelda melirik kiri kanan dan belakang .
"Hahaha,nyari apa sih,kan princess kecil aku ada disini "
ujar Revin mencubit hidung merah Zelda bekas menangis.
Zelda tersipu malu," apaan sih " ucapnya membuang muka
"idiih malu, , ,gemes deh kalau mukanya gini" goda Revin
"Ah,males ah" kesel Zelda
"Ya sudah kita main sebentar ya,biar sedihnya ilang" ajak Revin.
"Terserah" jawab singkat Zelda.
***
Di tempat lain,berita tentang papa boy,pengusaha asal Malaysia mendekam di penjara sudah menjadi trending topik sejak kejadian itu,di karenakan sebuah akun selebgram memposting live streaming nya saat kejadian itu,begitu banyak komentar komentar negatif tentang keluarga SANJAYA,bukan hanya di dunia Maya bahkan di dunia nyata pun semua orang membicarakan Tentang keluarga itu,para tetangga mulai berbisik bisik tentang pak Firman seorang pengedar,hingga membuat mama boy drop.
"Boy,kenape jadi gini family kite boy hiks, , , hiks, , , " tangis mama boy dalam pelukannya anaknya
__ADS_1
"boy pun tak tau ma,boy tahu semua saat video itu di putar nyate di depan boy" tukas boy
"Sudah ma,boy janji akan jaga mama walau tanpa papa" ucap boy mengelus punggung sang mama.
"Siapa yang sebar berite tu ? " tanya mama boy
"Boy juga tak tahu ma,yang pasti saat kite presentasi tentang proyek besar tu,semua terputar begitu saje" jelas boy yang gak mau mamanya tahu jika Zelda lah yang membuka semuanya.
"sudah lah ma,mama istirahat saje,dan jangan pernah pikir papa lagi,boy tak suke" terang boy.
"Boy," lirih mamanya
"No ,ma , papa sudah jahat ke' mama,papa sudah selingkuh di belakang mama,boy tak terima" jelas boy lagi.
"Mau kemane boy? " tanya mama boy melihat boy mengambil jaket dan kunci motor nya .
"Boy mau cari udara segar ma" jawab boy.
Boy pergi ke arena balap di mana bisa dikatakan setiap hari boy balap motor.
Semua tampak sama seperti kemarin,ramai,riuh dan banyak orang,tapi yang bikin beda adalah tatapan para manusia yang di sana,seolah tahu Maslaah yang menimpa boy,dan perlakuan boy ke Zelda,
"kenape Mereke semue?" fikir boy menatap satu persatu orang yang ada di sana yang juga menatapnya dengan dengan tatapan meremehkan.
"iish,itu dia,itu dia" ucap salah seorang menunjuk ke Arah boy
"Eeh boy yang itu,ih gak nyangka ya anaknya baik orang tuanya kaya gitu"
"Eeh siapa tahu si boy juga ikutan sama Papanya,kan kita tidak ada yang tahu"
"jahat banget dia,kasihan baby yang di fitnah dan di hina sama dia, padahal baby sangat baik sama dia"
"orang kaya gitu gak pantas untuk di jadikan teman"
begitu banyak perkataan perkataan yang menyiksa telinga dan hati boy terlewat begitu saja dalam telinga,semakin ia mendengar cacian Dari semua orang,semakin pula dia merasa bersalah sama Zelda,
boy yang tadi ingin balap,akhirnya putar balik,dirinya tak sampai hati mendengar kan cacian yang di lontarkan padanya sendiri,ia takut emosinya akan meluap saat kata kata itu semakin banyak terngiang di telinga nya.
"S14L ,kenpe jadi begini? aaarkkk ****???" boy menancap gas nya ke jalanan.
boy berhenti di salah satu club malam ,memesan 1 gelas wine untuk ia nikmati,
Glug
sekali teguk wine itu habis olehnya
"One more " ucapnya pada pelayan bar itu,
glug
gelas kedua tanpa sisa,
"Eh itu bukanya si boy?" tunjuk Diwa
Diwa,Andi,dan Sinta kini sedang berada di bar yang sama dengan boy,ketajaman mata Diwa tak akan pernah salah meskipun itu di dalam ruangan gelap sekalipun.
"Eeh,mana?" sahut Sinta
__ADS_1
"Itu 4nj1ng,masak Lo gak liat" ujar Diwa
"Yang jaket hitam itu?" tanya sinta
"Iya,itu" sahutnya lagi
"Ngapain sih ngurus dia,mending kita have fun aja," ujar Andi menuang segelas anggur pada gelas sinta dan diwa.
"Tumben loe gak main ndi" sahut Sinta
"Mau tobat juga kali,sama kaya si bukit es itu" ujar Diwa melirik andi
"kok bukit es?" tanya Sinta lagi
"ia iya lah ,kan gunung esnya sama lembahnya sudah ada yang menyandang, noh big boss" ujar Diwa
"Hahah,aneh loe"
"bukan gitu,gue males aja,gak ada yang menarik" sahut Andi
"Sin,wa sama kalian aja yok" ajar Andi
"Dasar 4nj1ng loe,Lo aja sono sama b4b1 sekalian" sahut Sinta.
"Ia bercanda" sahut Andi .
"Gue kesana dulu ya" ucap Andi mengangkat bokongnya menuju tempat boy berada.
"Jangan macam macam b*g*" ucap Diwa.
"Terkadang apa yang kita anggap baik dari luar,belum tentu baik dari dalam,apa yang kita anggap kotor belum tentu dalamnya juga kotor,sama kaya manusia,bisa saja muka polos hati bin4tang, muka berandal berhati malaikat,"
ucapan Andi sedikit terjeda .
"sama kaya apa yang loe alami saat ini,orang terdekat bukan berarti orang terbaik, pak Firman memang papa loe,tapi tidak bisa menutup kemungkinan kalau dia jauh lebih hina, lebih jahat dari pada orang yang selama ini loe anggap kotor,hina,murahan atau apalah ostilah loe"
"Gue kesini cuma mau bilang, anggap semua yang terjadi Sama loe ,Lo jadikan pelajaran untuk tidak mengulangi hal yang sama, Dan pastikan dengan jelas terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kata kata tajam seperti apa yang loe ucapkan dan loe katakan pada Anggel" ungkap Andi panjang lebar
boy hanya menatap sebentar dan kembali mengetuk ketuk gelas wine di depannya ini.
ucapan Andi memang benar,ia sudah membuang teman terbaik nya hanya karena omong kosong dari sang papa yang mengatakan jika temanya itu bersalah tanpa bukti yang jelas dan bukti yang akurat,
itulah yang menjadikan pikiran boy kalut saat ini,rasa bersalah yang terlalu besar membuat dirinya seolah tak berguna di sini,padahal bisa saja ia mencari dan mencoba menjelaskan pada Zelda tentang semuanya dan meminta maaf lagi,
"Baby,maafin aku!" lirihnya lagi
(bersambung)
lanjut besok ya,
like kalian
vote kalian
komentar kalian
adalah penyemangat atuhor untuk berhalu lebih gila lagi .
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻