Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 96


__ADS_3

"Boy,apa kamu sudah mencari tahu tentang siapa bokap kamu yang sebenarnya?" seringai Zelda


"andai kamu tahu,papamu lebih busuk dari apa yang kamu lihat di luaran sana" jelas Zelda kembali


Plak


plak


"Jangan cakap sembarangan baby,papa saye tidak seperti yang kau cakap,dan jangan pernah menghine papa saye,tidakkah kau malu,kau datang kerumah saye di sambut baik papa mama saye,kau fitnah dan kau hina macem nie,ini balasan kau, hah" teriak boy dengan emosinya sambin menunjuk Zelda dengan tangan kirinya


cuih


Zelda meludah sembarangan melihat kelakuan boy saat ini,boy sungguh sudah di peralat oleh papanya agar membenci Zelda,orang yang boy cinta.


Hasutan papa boy,membuat cinta dalam diri boy seketika sirna di ganti dengan kebencian yang mendalam di hati boy,salahnya boy tidak menyelidiki kejadian sebenarnya dan lebih percaya papanya,meski hati begitu sulit menerima jika Zelda memang melakukan itu tanpa ada alasan.


Zelda berdiri dan berkata " jangan pernah menyesal dengan apa yang loe katakan sekarang boy" .


Zelda bahkan mengubah nada bicaranya ke boy saat ini,Zelda terdengar dingin ke boy,dan biasanya Zelda bicara aku atau kamu ke boy,tapi sekarang Zelda menggunakan kata loe/gue ,membuat boy sedikit merasa perih mendengar nya.


"Kenape sakit mendengar Nye!" gumam boy dalam hati


Baru saja Zelda mau melangkah,Johan menahan lengannya.


"Jangan kabur" ujar Johan sambil menahan lengan Zelda


"Cowok barumu kah?" sinis boy


"pure pure tak mau di sentuh, munafik" hina boy melihat Zelda berusaha melepaskan cengkraman tangan Johan


"Lepasin gak" bentak Zelda


Mau tak mau Johan melepaskan Zelda.


"Dan kau,Cukup hina gue,cukup caci maki gue dan cukup buat fitnah loe boy, mending loe cari tau sendiri kebenaran nya sebelum loe menghakimi gue,loe beruntung karena gue masih anggap loe teman gue" ujar Zelda dan kini beralih menatap Johan


"Dan buat loe,,Sampai kapanpun gue gak akan kasi tahu loe di mana Tiara" geramnya sambil menunjuk wajah Johan


Zelda melenggang pergi tanpa bersusah payah untuk meladeni mereka semua,

__ADS_1


beruntung Zelda masih menganggap boy temanya,jika tidak boy kini hanya tinggal nama saja,


"Honey" panggil Revin


Zelda menoleh dan langsung berhamburan kepelukan Revin.


"Mau aku basmi sekarang?" tawar Revin


Zelda menggeleng " no honey, ini akan menjadi urusanku,aku akan membayar semua yang telah mereka lakukan dengan caraku sendiri" jelas Zelda


Revin berusaha untuk mengerti Zelda kali ini,jika boy bukan temanya Zelda maka nama FIRMAN SANJAYA kini tertulis di batu nisan nya.


Revin membawa Zelda ke mobilnya dan membawa Zelda pulang. di perjalanan Revin bertanya kenapa dirinya tidak memberi ruang untuk anak buahnya menghabisi orang yang sudah mengganggu nya hari ini.


"Honey,kenapa kamu melarang merek untuk menghabisi orang yang sudah mengganggu mu heh?" tanya Revin sesekali menoleh ke Arah Zelda tapi tetap fokus pada kemudi mobil.


"Sudah ku katakan kan,aku akan mengurus masalah boy dengan cara ku sendiri" jelas Zelda


"jangan bilang kak Revin yang menyuruh mereka mengikuti aku!" tebak Zelda


Revin diam sebentar, kemudian berkata " apa aku akan tahu kamu di mana jika mereka tidak memberi tahu ku ?" ujar Revin lagi


"Tapi kan ada untungnya aku Dateng buat kamu, honey" gemas Revin melihat Zelda


Revin selalu mendapat kabar mulai dari Zelda di permalukan di cafe,lanjut di ganggu oleh Johan dan terakhir kejadian tadi yang membuat Revin terpaksa meninggalkan pekerjaan nya dan menyerahkan nya pada Dion,kemudian menyusul Zelda ke tempat yang sudah di kasi tahu anak buahnya ,dan benar saja Revin mendapatkan Zelda sedang di hina dan bahkan di tampar,hati Revin sangat Geram namun ia masih bisa menahan diri karena sejak awal memang Zelda tidak ingin memberi tahu siapa dia sebenarnya pada Johan dan boy,biarkan mereka mencari tahu sendiri siapa Zelda sebenarnya.


sementara itu,Jihan melihat semuanya dan mendengar semuanya,dengan perasaan kesal Jihan berbalik arah dan langsung ke apartemen Johan,bukan kerumahnya.


"Brengs3k kamu Tiara,kamu masih saja mengganggu kehidupan ku" geramnya sambil ******* ***** roknya.


ia tampak berfikir,bagaimana caranya memberi Tiara pelajaran lagi,ia mengambil ponselnya dan baru saja ingin menelpon seseorang, terdengar suara pintu di buka dari luar membuat dia mengurungkan niatnya.


"Jihan,ngapain kamu di sini?" kaget Johan


"Kok kaget gitu kak?" ujar Jihan Santi seperti tak tahu apa apa


"Enggak kok,kakak cuma heran saja kan kakak sudah mengantar kamu ke rumah" jelasnya


"Kak" panggil Jihan

__ADS_1


"iya!" jawab Johan sambil menuangkan air minum untuk ia minum


Jihan mendekati Johan dan mengelap sisa air di bibir Johan sambil berkata,


"Jika Tiara datang lagi,apa yang akan kamu lakukan?" tanya Jihan sambil meraba wajah Johan hingga lehernya dengan telunjuknya.bukan hanya itu Jihan juga sengaja menempelkan d4d4nya pada lengan Johan .


Johan susah menelan ludah saat ini, antara menikmati sentuhan jihan dan mencerna pertanyaan Jihan,karena dia belum menyiapkan alasan yang tepat untuk Jihan jika bertanya tentang Tiara.


"Jihan,kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Johan balik


"tidak apa apa,hanya Pengen tahu aja" jawab Jihan duduk di kursi meja makan sedang Johan masih berdiri memegang gelas bekas ia minum tadi.


"sudahlah Jihan,jangan bahas Tiara lagi" ucap Johan sambil duduk di dekat Jihan


Johan menyentuh pundak sang adik," Jihan jangan mengingat sesuatu yang membuatmu sakit"


kemudian Johan meninggalkan Jihan menuju kamarnya dan memasuki Kamar mandi.


saat ini Jihan perlahan masuk ke dalam kamar Johan,ia melihat segelas air putih di nakas dekat ranjang,ia mengambil sesuatu di tasnya berbentuk serbuk,kemudian mencampurkan serbuk itu ke dalam minuman johan,ia tak rela jika Johan mengingat Tiara lagi meski dalam sedetik saja.


"Aku gak akan biarkan Tiara berkeliaran di fikiran mu malam ini " gumamnya


setelah di rasa aman,Jihan kembali keluar untuk bersantai,


"Belum pulang kamu Han?" sapa Johan melihat Jihan yang masih belum beranjak


"Kamu mengusir aku?" Jihan memberikan tatapan tajam


"eeh bukan gitu, ya sudah kamu mau di Mana aja terserah kamu," Johan mengalah karena Jihan baru membaik sejak kejadian waktu penyiksaan dirinya itu.


Jihan dengan santai menikmati makanan ringannya dan minuman dinginnya sambil menonton Drakor kesukaan nya.


Johan bukanya istirahat dia malah pergi ke balkon,ia menumpu kedua tanganya pada pagar pembatas balkon itu,ia menatap ke atas,menatap gelapnya malam sendiri,mengenal Tiara memang baru kemarin,tapi rasa yang ada dalam diri Johan itu sudah sangat kuat,bahkan hatinya hanya di miliki oleh Tiara,dan Tiara membawa gembok hatinya bersama dirinya pergi menjauh,hanya kehampaan yang selalu menemani setiap malamnya,meski Jihan sudah kembali membaik dan ia bisa menyalurkan kebutuhan tubuhnya,tapi itu sangatlah tidak cukup bagi Johan,Jihan adalah adik nya adik kandung bahkan kembaran nya,meski sering nya berhubungan int*m membuat dirinya tak bisa jauh dari Jihan,tapi sampai sekarang rasa cinta tak bisa di berikan kepada Jihan,rasa cinta Johan sudah di bawa pergi oleh Tiara menyisakan segudang kerinduan dan kehampaan dalam dirinya.


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2