
Tangan mereka kini menyatu,Jihan menatap ke bawah ke arah Johan yang sedang menikmati tubuhnya,Jihan tersenyum.
"Kak,," ucapnya
Johan berhenti sejenak dan menengadahkan pandangan nya ke arah Jihan.
"Ada apa?" tanya Johan
Jihan tersenyum hangat
"Apa aku salah jika ingin memiliki anak darimu ? " tanya Jihan membuat Johan seketika terdiam seperti memikirkan sesuatu
"Kak ! " lanjut Jihan tak mendapat jawaban dari Johan
Johan seperti berfikir kebelakang,bagaimana nantinya dia dan Jihan sedang mereka adik dan kakak,bagaimana tanggapan orang jika tahu jika mereka memiliki anak,dan bagaimana pandangan orang jika keluarganya di cap tidak baik oleh orang orang,namun Johan hanyalah manusia biasa,jika di hadapkan dengan suatu kenikmatan yang sudah di depan mata,yang ia pikirkan saat ini hanyalah kesenangan dan kenikmatan yang mereka rasakan,
"iyakan saja lah ,tanggung,toh juga masukin sekali tidak akan membuat hamil,dia juga pakai AY**I" fikir johan
Johan tersenyum dan langsung melanjutkan aktivitasnya menikmati tubuh adiknya,yang seakan candu baginya saat ini.
Dia berbisik di telinga adiknya sambil m3nj1l4t dan sedikit menggigit nya
"Apapun untukmu sayang " ucap Johan berbisik langsung menjulurkan l1d4hny4 ke daun telinga jihan
"aaah kak" Jihan m3nd3s4h sambil tersenyum
"aku menyayangimu " ucapnya tersendat akan kenikmatan
"kakak juga " jawab Johan
Merekapun menikmati kebersamaan mereka sampai mereka mencapai puncaknya dan benar saja Johan menyemprotkan benihnya ke dalam rahim Jihan,
"aaah"
"aaa..aah"
D3s4h keduanya saat mencapai puncaknya.
" aku harap sekali semprot tidak akan berbuah " harap Johan dalam hati, berbeda dengan Jihan,di sela kenikmatan nya ia berharap jika benih Johan akan berbuah manis di rahimnya.
"Tumbuh di perut mama ya sayang " ucap Jihan dalam hati sambil menikmati semprotan dari Johan
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya tertidur dalam satu selimut,mereka kelelahan akibat perg3lutan mereka di kamar Jihan,mereka memang sering melakukannya namun sejak pertama Johan tidak pernah memasukan benihnya ke dalam,ia berfikir akan tidak baik jika memasukan ke dalam,bagaimana jika Jihan hamil anaknya yang akan mengakibatkan kehancuran hubungan mereka dengan kedua orang tuanya,meskipun Johan menganjurkan Jihan menggunakan AYU** Andalan,namun tak membuatnya memasukan benihnya ke dalam rahim Jihan.
Beda halnya dengan Jihan,semenjak dia menggunakan alat kontrasepsi itu,Johan masih tidak memasukkan ke dalam membuatnya sedikit kesal ,karena menurutnya puncak kenikmatan itu akan terasa jika di semprotkan,fikirnya.
Ia pernah membahas ini namun jawaban Johan hanyalah " kakak coba nanti ya " hanya itu saja yang Jihan dapatkan,meski kesal namun ia tak bisa marah pada kakaknya itu,tapi sekarang Jihan sudah tidak bisa menahan lagi,ia ingin menikmati kenikmatan bersama kakaknya seperti yang di rasakan bersama mantan pacarnya itu,buktinya ia tidak hamil saat pertama kali melakukan nya dengan Zacky-mantannya,ia memberanikan diri untuk berkata bahwa ia ingin memiliki anak dengan johan-sang kakak,dan berhasil Johan menyemprotkan benihnya ke dalam rahim Jihan membuat jihan merasakan kenikmatan dua kali lipat dengan sebelumnya,bahkan tak bisa di pungkiri Zacky kalah talak akan kejantanan dengan Johan ,fikir jihan
*****
"Bagaimana kelanjutan nya " tanya Zelda
Mereka kini berada di ruang rapat markas,Zelda,Revin, Erland, Andi, Diwa dan Sinta juga berada di sana,serta Bimo juga bersama mereka
"semua bukti sudah ada kita miliki,hanya tinggal mendapatkan bukti yang kuat jika mereka yang membunuh Juita( kakak dari temannya zui) " lapor Bimo
"baiklah jika begitu,kalian selesai kan ujian kalian terlebih dahulu lalu kita bahas,kakak tidak mau kalian banyak fikiran dan mempengaruhi hasil ujian kalian " tegas Revan
Mereka semua menoleh Zelda,Zelda menghembuskan nafas kasarnya sebagai jawaban,dan mereka pun paham akan jawaban Zelda
"baik prince " jawab mereka bersamaan terkecuali Zelda.
"Bagaimana sayang? " tanya Revin sambi menghadap ke Zelda
"udah mulai terang terangan nih " sergah Andi yang tak tau sedang berada di mana sekarang
Zelda melepas tatapannya dan langsung mengarah ke Revin,Revin yang di tatap tajam pun memalingkan pandangan memalingkan pandangannya dari Andi ke Zelda,
"Upss..kami permisi " ucap Sinta
Mereka semua mengendap keluar dari ruangan yang hawanya seakan mencekik leher mereka,
bugh
sesampainya mereka di luar,tawa mereka pecah melihat ekspresi Andi yang ketakutan,Andi yang di tertawai pun merasa kesal dengan sahabatnya,dia berjalan cepat mendahului temanya dengan kesal ke arah dapur,
"eeh..kalian kenapa?" tanya buk Maya
"ada yang hampir di Copot jantungnya bik" ejek Sinta
Mereka lagi lagi tertawa.
"diam loe be** ! sambar Andi
__ADS_1
"idih ngambek " lanjut Diwa sambil mencomot cemilan di meja makan yang tadi sempat di taruh buk Maya
"huh " kesal Andi
"sudah sudah,jangan di ledekin Mulu temanya, Diwa Sinta temani bibik kedapur yuk siapkan makann buat makan malam " ajak buk Maya
"Oke bik " jawab mereka serempak sambil mengangkat bokong mereka dan berjalan ke arah dapur.
Sedang Andi dan Erland memilih ke ruang tv untuk bermain PS.
Terlihat di sana juga di area latihanpara Mafioso berlalu lalang untuk berlatih setiap harinya,tanpa kenal lelah mereka terus berlatih demi meningkatkan keahlian mereka,di sana juga mereka di latih agar pendengaran dan penglihatan mereka setajam mungkin agar memudahkan mereka untuk bertarung nantinya.
**
Sedang di dalam ruang rapat,di sana Zelda dan Revin masih beradu tatapan,Zelda kesal dia ingin segera menuntaskan masalah ini,namun Revin dengan santainya dia berkata mereka harus menyediakan ujian mereka dahulu,Zelda ingin mereka segera mendapatkan hukuman,jika di tunda akan banyak korban dari kejahatan mereka,fikirnya
Namun bukan Revin namanya jika belum memikirkan semua tindakannya,anak buah Revin yang menghilang sebelumya nyatanya bergantian dengan yang lain agar tidak di ketahui dan di curigai,orang orang yang di suruh Johan mencari tau penyusup dalam organisasinya itupun tak lain ialah anak buah Revin,jadi jangan heran jika mereka tidak bisa mendapatkan informasi mengenai identitas kedua penyusup itu,lain halnya dengan kejadian yang menimpa Juita,mereka belum sempat masuk ke dalam penyamaran saat kejadian terjadi,
"kenapa?" tanya Revin memecahkan suasana,ia tersenyum sambil mengedipkan matanya membuat Zelda gemas namun menampilkan rasa kesalnya
"Pikir aja sendiri " ucapnya sambil mengangkat bokongnya dan berbalik menuju pintu keluar,
Sebelum itu Revin dengan cepat mengejar dan menghadang di pintu keluar,Zelda ke kanan Revin pun ke kanan,Zelda ke kiri Revin pun ke kiri,jika sedang berdua Revin seolah bukan dirinya yang di luaran sana,dia terlihat lembut dan lembek jika berhadapan dengan Zelda,namun tetap tegas pada apa yang harus di tegaskan dan harus di utamakan.
"Awas " kesal Zelda sambil mendorong tubuh Revin agar dirinya menghindar.
Revin kembali menarik tangan Zelda dan menariknya ke dalam pelukannya,
"Maafin kakak,kakak hanya ingin kamu lulus dengan nilai maksimal,untuk mereka serahkan sama kakak, semuanya akan aman kakak janji " bisik Revin
Zelda menghembuskan nafasnya kasar
"aku tahu" jawabnya singkat
"eeh" ucap Revin melepas pelukannya dan beralih menatap Zelda.
Zelda pun tersenyum
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
__ADS_1
salam kity-kity 😻