Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 130


__ADS_3

alarm tentang bahaya yang sengaja di pasang Revin di cincin Zelda berbunyi,


Revin yang sedang mengerjakan pekerjaan di kamarnya pun dengan cepat menyambar ponselnya,"****, ,siapa yang berani macam macam denganku" geramnya menyambar jas nya kemudian menekan tombol dan memasang earphone nya


"Siapkan helikopter sekarang,kita balik detik ini juga" ujarnya pada Dion yang baru saja kembali ke kamarnya untuk istirahat,mendengar titah dari sang bos,Maka Dion pun tak kuasa melawan , terlebih mendengar nada kecemasan pada Revin membuat kantuk yang tadi menyerangnya menghilang dengan cepat, sesegera mungkin ia menghubungi bagian penerbangan.


"Siapkan helikopter sekarang juga, " ujarnya mengejar langkah sang bos


Di dalam bar, boy memasuki ruangan itu,ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang,dan pandanganya terkunci pada Sinta yang sedang menikmati minumanya dengan Diwa dan juga Erland,melihat Sinta mabuk seperti ini entah mengapa boy tidak menyukainya.


boy mendekat dan melihat Erland yang masih sadar ,dirinya merasa lebih tenang jika mereka ada yang menjaga,tapi tetap saja rasa tidak sukanya terlihat saat Sinta yang sudah mabuk berat ngelantur sana sini,


"hei!" sapa boy


mereka semua menoleh," elo? ada apa?" tanya Erland acuh


"elo,boy kan?" tebak Diwa


"Ya,saye boy" jawab boy


Sinta mendengar nama boy ikut mendongak kan kepalanya " Eeh ada cowok ganteng" sapa Sinta.


boy menatap tidak suka pada Sinta, Erland merasakan aura itu, terlihat dari tatapan boy ke Sinta terlihat berbeda,


tanpa aba aba boy menunduk dan menarik tangan Sinta " saye antar dia balik" ucap boy memberitahu Erland


"Eeh apa apan ini?" ucap Diwa


"Udah biarin saja" jawab Erland


"mau kemana ganteng,aku belum selesai minum" ujar Sinta yang kini bersandar pada dada bidang boy,namun berusaha tetap berdiri meski tak bisa.


boy tak menjawab,kemudian dia memerintahkan seseorang mengikuti boy untuk mengawasi Sinta.


"Erland,loe kok kasi dia bawa Sinta?" tanya Diwa


"Udah biarkan saja," ujar Erland.


"Tu anak masih lama??" tanya Erland lagi


"Gak tau," jawab Diwa yang memang tidak tahu


Mereka sedang menunggu Andi yang lagi bersenang senang dengan di kamar VVIP yang di pesannya.


Erland kembali mengecek jam di tangannya,sudah pukul 12 malam,namun Andi belum juga kembali


di kamar VVIP,Andi terlihat sedang duduk dengan kemeja yang masih terbuka,ia mengenakan jamnya,dan merasakan sebuah tangan yang bergelut manja meraba punggung lalu pindah ke dadanya.


"Sudah mau Balik?" tanya wanita itu

__ADS_1


"Hm, ," jawab singkat Andi


"Haish, ,tapi aku masih ingin" rengeknya sambil mengecup bahu dan juga leher Andi.


Andi berdiri dan berbalik badan," belum puas" tanya Andi menggoda wanita yang kini sedang bersamanya di ranjang,wanita itu masih setengah telanjang,hanya menutupi bagian pentingnya saja.


ia berlutut dan mendongak dan mengangguk" iya,masih mau" ucapnya membuat Andi gemas


"Besok aku hubungi lagi,aku ada urusan" jawab Andi membelai rambutnya dan mengecup singkat bibirnya.


"Haish, " kesalnya.


"ini cukup bukan?" ujar Andi memberikan segepok uang


melihat uang banyak membuat wanita itu tersenyum puas" jangan lupa hubungi aku lagi sayang" ujarnya membiarkan Andi pergi,


Andi menggunakan pakaian nya kembali,keluar dari ruangan itu Dan menemui temannya.


"Balik yok" ujar Andi yang tiba tiba datang dan mengajak mereka pulang.


"yang lain kemana? " sahut Andi melihat Zelda dan Sinta tidak ada


"mereka sudah pulang duluan " jawab Erland


" tuh bawa dia" ujar Erland melirik ke Diwa yang sudah tertidur menunggu Andi


"Oke" jawab Andi menggendong Diwa ala bridal style,


Erland melajukan mobilnya ke arah markas TBW,di perjalanan ponsel Erland berbunyi


drrrt


drrt


"kak Revin, tumben" gumam Erland


"Hallo kak!" ucap Erland


"Cepat ke jalan xx, ada yang berani macam macam dengan kita,Zelda ada sama mereka" ujar revin menginformasikan kepada Erland untuk segera ke arah di mana lokasi terakhir cincin nya berada.


"Oke kak," jawab erland mematikan ponselnya.


"Aarkh sial, , kita kecolongan" geram Erland memukul stang mobilnya


"Ada apa land" tanya andi yang duduk di samping erland,sedang Diwa di letakkan di belakang dengan masih tertidur.


"Kita kecolongan,Zelda di culik" ucap Erland


"APA, Kok bisa," kaget Andi segera menghubungi anak buah yang selalu mengikuti Zelda dan yang lainnya ,merekapun ikut ke arah tujuan.

__ADS_1


Di tempat lain,boy membawa Sinta ke rumahnya dengan mobil taksi,ia ke bar menggunakan motornya ,dan tak mungkin membawa Sinta dengan motor,untuk itu ia menggunakan taksi untuk membawa Sinta pulang,boy tidak tahu alamat rumah Sinta,untuk itu dia membawa sinta ke rumahnya,


setelah sampai,boy merebahkan tubuh Sinta di kasur miliknya,Sinta pun mencari posisi ternyaman untuk ya saat ini,


"eeeeuuum" lenguh Sinta membalik tubuhnya tengkurap .


"Haish, , tidur macem tu,ape gak sesak?" gumam boy


tok...tok...tok


bik Hanum mengetuk pintu," ada ape bik?" tanya boy


"di luar ada orang yang mencari non Sinta? apa benar non Sinta di sini?" tanya bik Hanum melirik ke dalam .


"Boy temui dia," ujar boy menutup kambali pintu kamarnya tak membiarkan bik Hanum melihat Sinta di dalam.


"Siapa kau?" tanya boy melihat laki laki berpakaian serba hitam sedang duduk di kursi tamunya


"Mohon maaf,saya di perintahkan untuk menjaga keamanan Nona Sinta!" ujarnya to the point.


"Kau boleh kembali,Sinta Aman dengan saye" jawab boy


"Tapi tuan, , , !" ujarnya belum selesai ia mendapatkan informasi dari earphone nya mengenai Zelda di culik .


boy mengamatinya,


"Baiklah tuan,saya percaya kan nona Sinta bersama anda,saya permisi" ucapnya Dangan tergesa gesa keluar dari ruangan itu


"Kenape die?" gumam boy yang merasaa aneh dengan orang itu.


boy tak mau ambil pusing,dia kembali menuju kamarnya,di depan kamar dia masih mendapati bik Hanum berdiri.


"Nona Sinta di dalam?" tanya bik Hanum


"Hanya mabuk " jawab boy singkat kemudian memasuki kamarnya dengan mengacuhkan bik Hanum


"Astaga,den boy sudah berani membawa perempuan ke kamarnya," geleng bik Hanum yang hanya bisa berdoa agar boy tidak macam macam dengan Sinta yang di kenalnya gadis baik baik.


boy berjalan ke arah ranjangnya,dia duduk dan menarik selimut untuk Sinta,di tatapnya wajah Sinta,entah mengapa hati boy tenang menatap Sinta dan melihatnya aman bersamanya.


"Cantek" gumam boy mengulurkan tanganya meraih helaian rambut Sinta yang menutupi wajahnya,kemudian di sematkan di telinga Sinta.


boy naik ke ranjang,niat ingin mengambil bantal dan tidur di sofa,tapi siapa sangka saat tanganya menarik bantal di sebelah Sinta,Sinta menarik tanganya hingga terjatuh di atas tubuh Sinta,ia menarik tangan boy dan memeluk pinggang boy untuk mencari posisi nyamannya,


"Agresif juga" fikir boy tersenyum dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Sinta.


**


BYUUR

__ADS_1


AAARK


Teriak Zelda di guyur air panas oleh seseorang yang menculiknya.


__ADS_2