
kurang ajar" geram mama revin berniat untuk melabrak Zelda
"REVIN !" teriak mama revin membuat beberapa orang yang sedang menikmati lantunan lagu sedikit menoleh
Cindy mengikuti arah kaki mama revin,dan mama revin melayangkan tanganya ke arah Zelda.
PLAK
PLAK
Niat hati ingin menampar Zelda tapi yang tertampar adalah putranya sendiri.
yang melihat kejadian itu sedikit kaget dan merasa akan mendapat gosip terbaru.
segera yang lain menyalakan ponsel mereka untuk siap merekam kejadian ini,di mana seorang Revin Aditya Pramuda CEO termuda dan terkaya sedang di tampar oleh seorang wanita berusia 49 tahun yaitu ibu kandungnya sendiri.
"wah ada tontonan menarik nih"
"Astaga kenapa dengan CEO itu,apa masalahnya hingga di tampar ibu itu?"
"aduh, si ganteng kena tampar,pasti gara gara wanita,biasa lah cowok ganteng pasti banyak cewek nya"
"Gak nyangka ibu itu berani sekali menampar tuan muda Revin"
"siapin kamera ah,siapa tau nanti beritanya viral dan gue bisa jual berita yang gue dapat"
Begitulah kira kira ucapan beberapa orang di sekitar kejadian.
"stop Tante" ucap Zelda
"apa,ha ,apa yang sudah kamu lakukan pada calon mantuku?" teriak mama revin dengan sengaja agar semua orang tahu jika Zelda adalah perusak hubungan orang.
"Ma,malu tau di liatin orang di tempat pesta orang" ujar papa Revin mendekati dan berusaha melerai.
"Tapi dia sudah keterlaluan pah,dia sudah mempermalukan Cindy di depan teman temanya" jelas mama revin.
"Pa please ajak mama pulang" ucap Revin
"ada apa ini?" tanya mama Selena dan papa Handoko.
"Eeh,mmmm,," gugup Revin sambil menggaruk tengkuknya
"Gak apa apa kok,cuma salah faham aja" jelas Zelda masih mencoba menutupi masalahnya pada orang tuanya.
Mama revin hanya melirik tak suka pada Zelda seolah enggan untuk menatapnya.
"ah pak,buk,saya mohon maaf atas nama istri saya atas keributan ini, sebaiknya saya bawa istri saya keluar dari tempat ini" ucap papa Revin mencoba menjelaskan
sedang mama revin memilih acuh.
"ayok ma" ajak papa Revin sambil menyeret paksa istrinya.
baru beberapa langkah mereka berjalan tiba tiba
__ADS_1
AWAAAAS
DOR
DOR
DOR
"aaarkkk"
"aaaaarrk"
"S*AL siapa lagi ini" geram Revin
Zelda dan Revin mencoba membawa papa dan mama mereka untuk bersembunyi di tempat aman,yang merdeka sudah siapkan jika terjadi sesuatu seperti sekarang ini.
"zui," ucap Zelda menggendong adiknya dan menggiring papa dan mamanya untuk segera bersembunyi
Revin pun sama ia menggiring orang tuanya dan Cindy ke tempat yang sama.
Sinta,Diwa dan Andi memulai aksi mereka untuk melawan
"Sebelah sini" ajal Zelda berjalan lebih dahulu
"kalian tinggal di sini jangan kemana mana," ucap Zelda dan menatap Revin kemudian mereka berdua mengangguk lalu pergi dari tempat itu.
Ting
pintu tertutup dan langsung terkunci.
"Sudahlah aku yakin mereka semua bisa mengatasi ini ! " jelas papa Zelda.
"Maksud nya apa?" tanya papa Revin lagi
mama dan papa Zelda saling menatap,tapi zui
"Kan kan Revin sama kak zel kuat,bisa main tembak tembakan kaya di game online itu om,Tante" jelas zuita membuat mama dan papa Revin serta Cindy mengerutkan keningnya bingung.
papa dan mama revin menatap orang tua Zelda untuk mendapatkan penjelasan.
"Kita duduk dulu" ajak nya
"Bagaimana bisa duduk tenang ,sedangkan anak saya dalam bahaya di luar" ujar papa Revin
"Apa maksud nya ini" gumam mama revin terlihat bingung
"percaya sama saya,mereka akan baik baik saja" jelas papa Handoko lagi namun di hati ia sangat takut dan khawatir anaknya kenapa kenapa.
zuita memilih untuk berjalan mengitari ruangan itu,ruangan yang tampak tidak asing baginya,seperti pernah ia masuki tapi bukan di sini tempatnya.
dan ketika zuita menemukan beberapa kejanggalan di ruangan itu dia mencoba menekan salah satu pot bunga yang ada di sana dan yah,pot bunga itu pun merubah sebagian ruangan menjadi sebuah layar besar di belakang mereka,
"Zui apa ini" tanya mama selena merasa takut
__ADS_1
"ini lho ma,persis kaya kamar kak zel,kan aku sering naik kesana kalau kak Zelda gak di rumah" jelas zuita
kemudian mereka semua menatap layar besar itu,
"Wow semuanya terlihat dari sini" ucap zuita takjub melihat semua kejadian di pesta dan tatapannya terkunci saat melihat seseorang yang sangat dia kenal.
"Pa,ma itu kak zel .keren banget" girang zuita seperti sedang menonton film kesukaannya
semua yang ada di sana pun melihat aksi Zelda yang kini sudah berganti pakaian menjadi serba hitam.
**
Revin dan Zelda kini sudah bergabung dengan yang lain,
Revin membuang jasnya dan mengeluarkan senjata nya dari saku celananya dan mulai melawan.
sedang Zelda ia merobek gaun nya hingga celana pendek hitam khusus untuk perang terlihat di tubuh mungilnya, seseorang melempar sebuah jubah ke arahnya dan Zelda langsung menangkap dan mengenakan jubahnya,dengan lincahnya ia mulai mengeluarkan satu persatu peluru yang di tangannya menembus tubuh lawan.
semua orang di giring keluar gedung untuk keselamatan mereka,sedang para mafia kini mulai mengeluarkan senjata merek untuk melawan semua orang yang sudah merusak pesta orang tua Zelda.
sedangkan erland,ia memutuskan untuk mencari Tiara,mendengar di sana ada keributan Erland dilema antara mencari Tiara atau membantu teman temanya,sesaat dirinya memutuskan untuk membantu teman temanya tapi,
"Jangan kembali sebelum Tiara ketemu,urusan di sini urus sama kita" ucap Zelda yang tiba tiba menghentikan langkahnya untuk kembali ke aula pesta, Erland pun memutuskan untuk mencari Tiara.
"S*AL awas kau Johan" geram Erland.
**
Sinta dan Diwa terlihat seperti kembaran yang melindungi satu sama lain,terlihat kompak untuk melawan musuh.
sedang Andi lebih suka menggunakan panah kecil miliknya untuk melawan,kaki untung melawan jarak dekat sedang tangan di pakai untuk memanah.
"Andi kiri" teriak Diwa
Andi pun menoleh dan hampir saja dirinya terkena peluru,untung Diwa teriak dan ia refleks untuk menghindar.
Zelda dan Revin masih berdampingan sementara mata mereka mengamati setiap gerakan lawan.
"Kak tetap di sana" ucap Zelda
"oke,siap siap" kode Revin
"menunduk " ucapnya kemudian Zelda langsung menunduk dan Revin mencondongkan tubuhnya ke belakang seperti orang kayang,kemudian dengan cepat menarik pelatuk pistol dan
Dooorrr
Satu tembakan menghabiskan 5 orang skali Gus,tapi itu tidak mudah karena lawan dan kawan sengaja menggunakan pakaian Sama,hanya cincin dan gelang TBW yang membuatnya berbeda.untuk itu semua harus jeli dalam menaklukan lawan.
"Zel awas" teriak Sinta yang melihat ke arah Zelda seseorang sedang melempar pisau jarak jauh dan memposisikan di tubuh Zelda,tapi dengan cepat Zelda menghindar dan pisau itu hancur Tal berbentuk lagi.
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
__ADS_1
salam kity-kity 😻