
Hari demi hari berlalu,bulan demi bulan pun terlewatkan dengan perasaan hampa,pasalnya meski Zelda mengandung anak dari Revin,tapi tetap saja semua akan terasa hampa karena Revin belum di temukan sampai sekarang,
"mengikhlaskan? sungguh aku belum mau berkata ikhlas ,sebab aku masih yakin suami aku masih hidup" gumam Zelda dalam hati
meski nama Revin terdaftar dalam salah satu korban bencana saat itu,namun semua keluarga baik dari Zelda maupun Revin bahkan anggota TBW pun tidak akan pernah mengatakan hal demikian,mereka tidak akan menganggap Revin mati,sebab mereka tidak melihat langsung jasad dari Revin
"Sayang ,pulanglah, , aku dan anak kita menunggu mu"
tik
setetes air mata mengalir dari kedua pipi seorang wanita hamil sekitar 8 bulan itu, perempuan yang kini memandang lurus kedepan di sebuah villa terpencil ,ia sengaja mengasingkan diri agar hatinya tenang dan juga menjaga kesehatan dirinya dan juga calon anak nya,Zelda sengaja memilih villa itu untuk nya,karena semua kenangan Revin masih terbayang jika dirinya terus tinggal di lingkungan tempat tinggal mereka.
dokter juga menyarankan agar dirinya tidak mengalami stres,karena ibu hamil tidak boleh stres.
"Aku yakin dia masih merindukan suaminya" gumam bik Mah yang ikut menemani Zelda tinggal di villa.
Bik mah memandang lurus menatap punggung Zelda yang selalu berdiri di tempat yang sama untuk menenangkan dirinya.
Bik mah memutuskan untuk ikut karena dia khawatir dengan keadaan zelda ,dan dia paling tahu apa yang di butuhkan zelda saat ini, Teman temanya akan tetap mengunjungi nya ke villa,begitu juga dengan orang tuanya,mereka akan tetap datang dengan bergiliran untuk menjenguk Zelda dan mencoba menghibur Zelda.
Bik mah mencoba mendekati" Non, makan yuk" ajaknya
Zelda hanya menggeleng.
"Kalau non gak makan,nanti bisa sakit,kasihan dedek nya" bujuk bik mah lagi
Zelda terdiam dan mengusap lembut perut buncitnya,kemudian ia memandang bik mah yang kini juga memandangnya dan mengangguk.
Zelda akan makan jika di ingatkan akan anaknya," nah begitu dong,kalau gak makan dedeknya lapar di dalam" ucap bik mah lagi dengan senang melihat Zelda memakan makanannya dengan lahap.
"Kasihan kamu non," gumam bik mah,tak terasa dia juga meneteskan air makanya,namun sebelum Zelda melihatnya menangis dia segera menghapus air mata itu.
"Sudah bik" ucap Zelda pelan mendorong piring nasinya yang sudah kosong.
"Nah, sekarang minum susunya ya" ucap bik mah lagi
Zelda hanya menurut dan meminum susu ibu hamil itu dengan habis.
"Zel mau istirahat" ucap Zelda berdiri dan langsung masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"huh, ,sampai kapan akan seperti ini,semoga nak Revin cepat di temukan" gumam bik mah menatap sedih melihat kondisi nona kecilnya itu.
Meski seluruh anggota TBW mencari ke seluruh penjuru Turki bahkan negara lain,tapi belum menemukan titik terang, begitupun dengan Erland,Andi dan juga Diwa ,mereka masih dengan pencarian namun hasil tetap sama, Erland berfikir keras bahwa ini benar benar aneh dan baru kali ini dia memecahkan masalah yang sangat sulit.
Zelda bukanya tidur malah melamun,dia berbaring namun pikiran melayang kemana mana, memori tentang Revin berputar putar layaknya kaset rusak di kepalanya,hingga air mata pun tak dapat di bendung lagi.
tik
entah berapa tetes air mata itu saat ini mengalir di pipi tirusnya,berbaring sambil memeluk perut buncit yang jadi penyemangat hidupnya.
"Sayang,mama yakin ,papa akan pulang tepat pada waktunya" ucap Zelda menyemangati dirinya.
di usapnya air mata itu dan ia pun memejamkan mata ,rasanya cukup lelah,namun apalah daya ,ia hanya manusia biasa yang memiliki perasaan sama seperti kebanyakan orang yang di tinggal pergi oleh orang terkasih, terlebih Zelda baru merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya,belum genap seminggu pernikahan nya dengan pangeran impiannya,sudah di terpa badai yang berkepanjangan.
"Bik,Zelda mana?" tanya seseorang perempuan yang kini sedang memasuki pelataran villa.
"Dia lagi istirahat,!" jawab bik mah
"masih belum ada perubahan?" tanya nya lagi
Bik mah menggeleng " masih sama,hanya mau makan kalau di ingetin dia lagi hamil " ucap bik mah sendu.
"Yang penting kita sabar,dan tetap optimis bahwa kak Revin akan kembali sama kita" ujar Erland.
"Iya Baby,entah mengapa kita sangat yakin kalau kak Revin masih ada dan dia sedang di sembunyikan " ujar Tiara.
"Gimana kandungan kamu Ra?" tanya bik mah
"Alhamdulillah baik bik, , si kecil gak cerewet " ujar Tiara mengelus perutnya yang masih rata.
Yach,Tiara dan Erland sudah menikah 4 bulan lalu,mereka awalnya ingin menunggu Revin kembali,namun atas bujukan Zelda yang terus menerus mendesak mereka,akhirnya Erland dan Tiara pun melangsungkan pernikahan nya ,meski keadaan masih tidak memungkinkan untuk mereka menyelenggarakan pernikahan.
Namun saat itu,sebelum Zelda menikah, Erland lebih dahulu merencanakan pernikahan nya dengan Tiara,itu yang membuat Zelda mempertimbangkan pernikahan Erland tidak boleh tertunda hanya demi dia,Zelda mau Erland tetap menikahi Tiara meski kenyataan nya memang pernikahan itu di undur beberapa bulan.
Hingga saat ini Tiara juga sedang hamil 2 bulan ,namun dia tetap sehat dan tidak mengidam yang berat berat,untuk itu dia paling sering berkunjung ke villa untuk memberikan semangat untuk Zelda.
"Ya sudah kalian ke dalam saja,bibik buatkan cemilan ya" ucap bik mah berlalu ke dapur.
"Aku bantu bik" ucap Tiara
__ADS_1
"Gak usah,kamu ke dalam saja temani suami mu ya"
"Baik bik"
mereka berdua menunggu Zelda di ruang tengah di villa itu,sambil menunggu Zelda bangun mereka hanya bercerita saja.
"kapan kalian datang?" sapa Zelda yang sudah bangun
" tadi siang" ucap erland
"loe apa kabar?" tanya Erland
"Hmm, , seperti yang loe lihat," ucap Zelda
"Zel," ucap Tiara menghampiri Zelda
"hm" jawab Zelda seadanya.
"Kita jalan jalan yuk, kok gue ngidam pengen jalan jalan sesama bumil" ajak Tiara
Zelda menyeritkan alisnya menatap Tiara curiga " Beneran? ngidam atau sengaja?" ucap Zelda
"Haish, iya gue ngidam,kalau gue gak ngidam mana mau gue nunggu loe selama ini buat bangun " ujar Tiara mengerucutkan bibirnya
Zelda memandang Erland, erland hanya mengangkat kedua tangan dan bahunya,dan tatapan Zelda beralih ke bik mah,bik mah mengangguk menyetujui nya.
"Huh,tadinya gue gak niat kemana-mana,tapi berhubung bumil muda ini lagi ngidam,oke deh ,ayok" ucap Zelda .
"Nah gitu dong, ayok, , kita belanja apapun yang kita inginkan " semangat Tiara.
"Iya iya,kita jalan jalan sekarang " ujar Zelda
senyum merekah di bibir mereka saat ini,ada rasa lega di hati ketiganya melihat Zelda tersenyum lebar seperti ini .
next
beberapa episode lagi benar benar tamat ya...!!!
jangan bosan
__ADS_1