Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 111


__ADS_3

Tatapan mata mama revin semakin marah dan muak Dangan Zelda,


"Wanita itu, , , " gumam mama revin yang masih stand si tempatnya dengan kedua tangan terkepal kuat saling menghantam di depan dadanya.


"Awas kau, , " gumamnya lagi menatap hina Zelda.


keesokan harinya


sebuah benda pipih berdering kecil dengan sedikit getaran yang membuat meja tempatnya menempel ikut mengeluarkan suara


DRRRT


DRRTT


Beberapa kali getaran barulah pemilik ponsel itu mengulurkan tanganya untuk meraih benda pipih itu


"Iya!" Jawabnya singkat


" , , , "


"Apa apaan sih ma,mengambil keputusan tanpa sepengetahuan Revin" revin menjawab dengan penuh kemarahan


", , , "


"Stop Ma,jangan mengancam Revin seperti ini !"


", , , "


"Terserah mama saja" revin terdengar mengendus kemudian mematikan ponselnya


saat ini Revin sedang berada di ruang kerjanya,membahas beberapa pekerjaan penting dengan beberapa client,namun getaran ponsel membuat ya memisahkan diri dari client nya untuk sekedar menjawab telpon dari mamanya.


"Aku harus segera menyelesaikan semuanya" gumamnya kemudian kembali ke ruangan di mana dia mengadakan meeting kecil.


sementara itu,Zelda masih berbaring di kasur besar miliknya di rumahnya, sejak pertemuan kemarin dengan Revin ia menjadi murung,dan tidak mau bertemu dengan siapapun,


tok..tok...tok


"Zel,gue masuk ya" teriak Diwa yang memang masih tinggal di sana.


cklek


Diwa masuk dan menemukan kamar Zelda masih gelap seperti malam,segera ia membuka gorden dan jendela agar udara dan cahaya matahari bisa masuk ke kamar itu,


Diwa mendekat dan duduk di pinggiran kasur.


perlahan la membuka suaranya,


"zel, loe yakin gak mau cerita?" tegur Diwa sambil mengusap punggung Zelda yang masih memunggunginya dengan selimut masih membungkus tubuhnya .


Zelda hanya diam tak menjawab,dia malah memperbaiki selimutnya agar lebih mempererat tubuh nya.


"zel,jangan gini dong" ucap Diwa lagi


tok


tok


tok


terdengar suara ketukan pintu dari luar,Diwa bangun dan membuka pintu kamar itu.


cklek..


"Kalian, ayok masuk" ajak Diwa menyambut teman temannya.

__ADS_1


kini mereka berenam kini mengelilingi zelda yang sedang berbaring memunggungi mereka.


terlihat Andi berbisik,


satu


dua


tiga


"hhhaaaaa" teriak mereka berlima mengagetkan Zelda dengan menaiki kasur besar itu dan berloncatan layaknya anak kecil


aksi merekapun berhasil membuat Zelda keluar dari selimutnya dan mendengus kesal.


"Apa apaan sih,ganggu orang aja kalian" geram Zelda


tapi mereka semua tidak mendengar malah semakin berloncatan.


"STOOPPP!" teriak Zelda


mereka semua berhenti menatap Zelda,


"Mau cerita..? "tanya Diwa


Zelda memalingkan wajahnya ,mereka semua melanjutkan aksi mereka berloncatan di kasur itu lagi.


"Oke oke,gue cerita, , tapi stop dulu,nanti rusak kasir gue" kesal Zelda dengan kelima temannya.


mereka pun berhenti,Dan mencari posisi yang nyaman untuk mendengarkan cerita Zelda.


Andi dan Sinta duduk bersila, Tiara tiduran berbantalkan paha erland dan Diwa pun ikut berbaring sambil menatap langit langit kamar itu.


"huhh, " Zelda menghela nafas berat sembari melihat tatapan penasaran dari ke lima sahabat nya .


Zelda pun menceritakan apa yang ia bicarakan dengan Zelda kemarin sepulang mereka dari mall.


"jangan ngaco, , gue gak percaya " sahut Sinta


"loe yakin, kak Revin ngomong kaya gitu ke elo.?" balas Diwa


banyak pertanyaan yang membuat Zelda kembali menghembuskan nafas beratnya


"hmm, ,menurut kalian kalau bukan kak Revin yang ngomong gitu ke gue,gue bakal dapat cerita dari mana,kalian nuduh gue bohong?"


"Bukan gitu zel,tapi bagaimana mungkin kak Revin terima gitu aja perjodohan ini tanpa ada alasan yang kuat dan elo diem aja?'" marah Diwa


"Kalian saling cinta gak sih,kaya gini jangan di buat main main!" tambah Sinta


"Gue gak tau lah,gue udah pasrah" jawab Zelda


"Stop dulu, , , yang kemarin itu nyokap nya kak Revin? " tanya Sinta,Zelda mengangguk


"Jadi kalian pernah bertemu sebelum di mall kemarin?" tanya Sinta lagi.


"apa orang tua kak Revin gak setuju hubungan kalian sampai loe hanya bisa diem saja menerima kenyataan kak Revin menerima perjodohan ini hanya karena terpaksa dengan orang tuanya yang selalu mengancam akan bunuh diri jika kak Revin tidak mau menikah sama wanita ular itu????" Diwa menerka apa yang sahabat nya alami saat ini


pelan tapi jelas Zelda mengangguk pertanda ia mengiyakan ala yang di tebak diwa


"Br3ngs3k, , ," geram Andi


"Gue gak terima Lo si jadiin mainan kaya gini" geram Andi


"gue yakin ada alasan lain Yang membuat kak Revin menerima semua ini,? Erland membuka suara.


"maksud lain apa land, sudah jelas Revin mempermainkan Zelda, sahabat kita,"

__ADS_1


"Apapun posisinya dan siapapun dia gue bakalan bikin perhitungan sama dia" geram Andi terlihat mengepal tanganya .


"Terus apa maksud loe kak Revin bakal menyelesaikan semuanya sebelum acara pernikahan nya di mulai?" tanya Tiara


"apa kak Revin punya rencana lain?" tanya Diwa


"gue rasa ia" tebak Erland


"menurut loe?" tanya Andi pada Zelda


"entahlah,gue belum bisa menebak sampai sana, mendengar kak Revin akan menerima perjodohan itu aja udh buat gue kaya orang setengah gila,Apalagi itu semua terjadi, , ! sudah lah gue pusing males bahas ini!" ucap Zelda merebahkan tubuhnya lagi .


yang lain masih dalam posisi mereka, terlihat mereka mulai berfikir akan langkah apa yang akan mereka ambil dalam keadaan seperti ini, satu sisi Zelda sahabat nya satu sisi lagi Revin adalah pemimpin mereka,tapi jelas mereka akan lebih memilih Zelda , sahabatnya.


"kalian merasa ada yang aneh gak sama sikap kak Revin?" tanya Diwa


" gue ia sudah bilang gue yakin kak Revin pasti punya rencana buat kedepannya,gue tahu dia seperti apa orangnya." jelas Erland.


"Kalau gitu,ayok temani gue,gue mau nyamperin Revin br3ngs3k itu" geram Andi


"Ndi,belum tentu Revin bersalah dalam hal ini,!" jelas erland


"Ya udah ayok,kita samperin sekalian tanya alasan dia menerima perjodohan nya dah mencampakkan teman kita" kesal Andi melihat tak ada pergerakan dari teman temannya


"Ya sudah kalau gak mau,gue saja sendiri" ujar Andi bangun dan segera mengambil jaketnya kemudian pergi


"Oke kita ikut" final Erland mengikuti langkah Andi dan di ikuti temanya yang lain ,


nafas berat kembali terdengar dari mulut kecil Zelda melihat punggung temanya menghilang di balik pintunya.


tok tok tok


"Di luar pak ada , , , " belum kelar Dion melapor Andi dan yang lain mendesak masuk ke ruangan Revin .


"Ada apa rame rame kesini?" ujar Revin yang masih duduk di kursi kebesarannya.


BRAK


Dion terkejut,dia melihat revin menggerakkan kepalanya ke luar,pertanda ia di suruh keluar,ia pun dengan patuh keluar ruangan itu.


"Apa maksud loe menerima perjodohan loe dengan wanita ular itu,dan mencampakkan Zelda begitu saja ? jawab Revin" teriak Andi tak sabaran


"Aduh nie anak emosian banget,kan bisa pelan pelan,ini daerah orang bodoh" gumam Erland dalam hati melihat kekonyolan temanya sambil menepuk jidatnya pelan.


"Tega banget sih loe kak,gue gak nyangka Lo kaya gini ke kita" ujar Sinta dengan nada kecewa


"gue kira loe bakalan jadi pemimpin yang bisa kita contoh,tapi apa, , TAI LOE" Geram Diwa


"Jelaskan Vin!" pinta Erland


Tiara tidak ikut Karena dia mendapat telepon dari buk ananda untuk membantu nya membelikan perlengkapan bagus buat sekolah.


menatap wajah teman teman mereka satu persatu dengan serius,Revin hanya tersenyum,melihat itu Andi semakin muak


"Br3ngs3k loe ,4nj1ng " geram Andi mengepal tanganya mengarah ke Revin


BUGH


(BERSAMBUNG)


stor 1 bab ya..lanjut besok Karena ada pekerjaan yang memang gak bisa di tinggal beberapa hari ini,


jika waktu sudah senggang nanti author akan up sebanyak mungkin.


SEMANGAT 💪 ngehalu

__ADS_1


salam kity-kity 😻


__ADS_2