
"Ya tuhan,bantu aku keluar dari tempat ini " Juita berjalan tak tentu arah sambil meneteskan air matanya
Matanya menyapu setiap sesuatu di sekitarnya,berharap tak bertemu dengan orang orang om Darma dan anak buah Johan.Kakinya nyeker dan tangannya gemetaran,ia terus berjalan tujuannya saat ini adalah pulang,namun tas,hp, ia tak sempat membawanya,karena ia keburu kabur,jadi ia hanya mengandalkan jalan kaki dan berusaha agar tidak di temui para orang orang suruhan bosnya.
Saat tiba di sebuah jembatan yang lokasinya pinggiran jalan besar,jembatan itu berada di jalan kecil yang menuju tempat kerjanya,tempatnya memang sepi karena daerah sana jarang di masuki orang orang terkecuali orang orang yang memiliki urusan khusus yang melewati jalan itu.
"Mau ke mana kamu gadis munafik?" ucap seseorang yang berada di depan Juita.
Suaranya membuat Juita kaget dan gemetar, ia menatap orang itu dan Yah,anak buah Johan kini berada di depanya,
Jihan semakin gemetar dan berjalan mundur,
Satu langkah
Dua langkah
Tiga langkah
Bugh
punggungnya menabrak sesuatu,Juita menegang
"hahaha,mau ke mana lo j4l4ng " Tawa salah satu dari para anak buah Johan
"Tidak semudah itu loe bisa kabur dari sini" seringainya lagi membuat Juita kalang kabut tak tau harus kemana,ia pasrah
"Sini loe ikut gue " ucapnya sambil menarik tangan Juita
Juita meronta ronta ingin di lepas,namun tenaganya tak akan mungkin bisa ngalahin empat orang yang kini mengelilingi nya,
"Lepasin" ronta Juita
"Lo bikin kerjaan gue bertambah br3ngs3k" teriaknya lagi sambil menyeret paksa Juita ke pinggir jembatan
"Ampun, tolong,jangan bunuh saya,saya mohon " tangisnya di sela sela ia meronta
"elo sudah bikin bos Dady marah dan rugi besar,loe tau kan akibatnya jika sudah membuat Dady murka " ucapnya lagi sambil menekan kepala Juita membuatnya semakin terdorong ke arah sungai
"sudah lah bro,gak usah basa basi,terjunin aja kan beres" ucap salah satu temannya
"jangan, please,aku mohon jangan," tangis Juita meminta belas kasihan dari para anak buah Johan
"Jangan mimpi " ucapnya
Sebelum pria itu mendorong sepenuhnya tubuh Juita,Juita berhasil menendang ************ pria itu
Bugh
"arrkh,brengsek " erangnya kesakita
Juita menggunakan kesempatan itu untuk kabur,namun sayang Tiga orang di belakang berhasil kembali menangkapnya,
"Mau kemana loe," teriak yang lain sambil menarik paksa Juita
"Tolong,tolong,siapapun tolong " teriaknya namun sayang tak ada satu orangpun yang ada di sana
"brengsek,"
PLAK
PLAK
__ADS_1
Orang itu menampar Juita dua kali dan menariknya,lalu dengan satu kali ayun,dia melempar Juita ke sungai bawah jambatan
"Mampus Lo" ucapnya
"aaaaaaaaa" teriak Juita
BUSHH
Juita pun hanyut ke dalam sungai yang sangat deras dan dalam,Juita terlihat berusaha menyelamatkan dirinya,ia berusaha meraih apapun yang di dekatnya namun air sungai sangat deras membuat ia kualahan,sebelum ia kehilangan kesadaran dia berusaha ketepian,dengan susah payah ia berhasil menepi,dengan tenaga yang sudah sangat lemas,ia pasrah akan hidupnya saat ini
"Tuhan jika aku mati,jangan biarkan adikku berada di tangan orang yang salah" ucapnya dalam hati
Tak lama kemudia beberapa orangpun datang menghampiri.
"Dia masih hidup bos" ucap orang itu terlihat sedang menghubungi seseorang
"......"
"baik bos, laksanakan" jawabnya
"Habisi dia " printahnya pada temanya
"Ja-ngan " ucapnya di sela nafasnya yang tersengal
"ini akibat Lo membangkang " ucapnya lalu mengambil Balok lalu memukul Juita beberapa kali di kepalanya
Bugh
Bugh
Bugh
"aaarh,beres,nyusahin aja nih anak" ucapnya sambil membuang balok itu ke sungai
"beres bos" lapornya
"bagus,bonus kalian aku transfer sekarang " ucapnya merasa puas akan kerja anak buahnya
Jihan merebahkan tubuhnya sambil tersenyum penuh kemenangan,
"Dia sudah mati,dan tidak akan ada yang tau hubungan ku dengannya,karena dia sudah mati,hahaha" Jihan kegirangan dalam hati
"ia sekarang tidak akan bisa mengadu pada siapapun termasuk Johan,ia sudah membuat lubang kuburannya sendiri dengan dia menolak dan melukai om Darma itu," lanjutnya dalam hati sambil tersenyum
Jihan memanfaatkan kesalahan Juita untuk membunuhnya,karena hanya Juita yang tau rahasianya yang berselingkuh di belakang Johan dengan teman dekat Johan sendiri.
tok
tok
tok
"Masuk " ucapnya
"semua sudah beres bos, kemungkinan mayatnya tidak akan di temukan dalam waktu 1 atau 2 hari karena tidak ada yang melihat kejadian ini " laporanya
" bagus,kerja yang bagus,kalian boleh pergi " printah Jihan
Mereka semua pun keluar,Jihan kembali merebahkan dirinya sambil memejamkan matanya seakan beban terbesar di hidupnya kini sudah terangkat
"Kamu membunuh nya " suara itu menggema di dalam gendang telinga jihan
__ADS_1
Jihan membuka matanya namun masih tetap terlentang,
"Aku tidak akan membuat orang yang sudah membuatku rugi dan berani melawanku hidup" jawabnya enteng
"tapi dia primadona kita sayang " ucap Johan mendekati Jihan dan duduk di samping Jihan terlentang
"penghianat tetap saja penghianat,dan penghianat tidak akan aku biarkan hidup dalam lingkunganku " jawabnya lagi sambil mengedipkan matanya ke arah Johan
"Terserah padamu saja " ucap Johan
Johan ikut merebahkan tubuhnya di samping Jihan
"Kamu yakin semuanya aman " tanya Johan kini menghadap Jihan
"apa kamu meragukan orang bayaranku " jawab Jihan sedikit mengangkat tubuhnya menghadap Johan sambil jemarinya meraba bibir Johan.
Johan memejamkan matanya saat Jihan meraba bibirnya,
"aku percaya sayang " jawab Johan langsung membalik posisinya,kini ia berada di atas tubuh Jihan
"Apakah kesayanganku ini sedang kangen " goda Johan melihat tingkah Jihan yang seakan menggodanya
Jihan tersenyum sambil menatap Johan,Johan melihat senyuman itu seakan membenarkan ucapanya,ia pun Langsung mengecup singkat bibir Jihan
Cup
cup
Beberapa kecupan membuatnya tidak merasa puas
" Masih Manis " ucapnya
ia kembali menc1um Jihan ,kali ini lebih dalam menelusuri setiap setiap inci dari bibir Jihan
"eeeuummmmppp"
"eeeuummmphh"
puas dengan bibir Jihan,Johan kembali menelusuri leher jenjang milik adiknya itu,ia menggigit gigit pelan leher jihan membuat Jihan mengeluarkan d3s4h4n nya
"aah"
Johan menegang,ia kini mulai mer4b4 squisi kembar milik Jihan, m3r3m4s dan m3nj1l4tnya bergantian.
"aah"
"ah"
d3s4h4n kecil namun terdengar jelas di telinga Johan,
d3s4h4n Jihan seakan memancing ***** Johan,membuatnya semakin bergair4h
Johan merobek atasan dress Jihan yang tadinya di singkap sedikit,kemudian kembali me3lum4t bibir Jihan dengan g4ir4hnya.Di sela c1um4n panas mereka Jihan membantu Johan membuka kancing kemejanya satu persatu,Jihan memasukan kedua tangannya ke sela kemeja Johan yang sudah terbuka namun masih ia kenakan,Jihan m3r4b4 pinggang ke punggung Johan dengan sedikit remasan remasan kecil.
Johan kembali bermain main di squisi kembar kesenangannya, m3r3m4s,meng3cup, menj1l4t,dan mengh1s4pny4 bergantian,
puas di sana ia turun ke bawah,ia meng3cup setiap inci perut Jihan sampai ke perut bagian bawah Jihan,
Tangan mereka kini menyatu,Jihan menatap ke bawah ke arah Johan yang sedang menikmati tubuhnya,Jihan tersenyum,
(bersambung)
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻