Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 23


__ADS_3

ckleek


Pintu ruang rawat Adelia pun terbuka ,terlihat dokter dewa beserta rekanya keluar,


"dokter ..bagaimana keadaan anak saya dok" tanya sendu pak Haikal.


Dokter melirik anggel dan prince nya,di balas anggukan kecil mereka.


"nona Adelia tidak apa apa,dia hanya syok saja,tapi untuk pemulihan nya dia harus di rawat terlebih dahulu,silahkan bagi anda untuk boleh mengunjunginya" jelas dokter dewa


"Ahh ..syukurlah..." ucapnya lega sambil mengelus dada


"saya permisi masuk dulu" pamitnya pada yang lain langsung memasuki ruang rawat Adelia


Setelah di dalam sana,ia tertegun melihat peralatan layaknya rumah sakit besar dalam ruangan VVIP,


"mereka memang luar biasa" kagum pak Haikal sambil berjalan ke arah anaknya yang kini terbujur kaku di atas bangsal.


"terimakasih sudah bertahan sayang" usap pak haikal lembut pada kepala anaknya


*


"loe emang the best zel" kagum Andi pada Zelda akan keputusan yang tak pernah di bayangkan oleh mereka


"kalau gue jadi elo,tu anak udah gue cincang jadi perkedel " ucap Erland


"gue tau,kalian akan berfikir seperti itu,tapi gue yakin atas apa yang gue liat,Adelia masih memiliki rasa kemanusiaan,namun cara orang tuanya yang mendidiknya salah dengan memuaskan segala sesuatunya menggunakan uang," jelas Zelda mengingat kejadian itu


*Beberapa hari yang lalu saat di area latihan menembak.


Diwa yang kali ini melatih menembak jarak jauh pun sudah memulai aksinya .



DOR


DOR


Diwa berbalik.


"maksud loe apa zel,mau biarin Adelia tetap hidup, sedangkan prilakunya sudah melebihi batas sama loe dan nyokap loe" teriak Diwa yang sangat tidak terima sahabatnya di perlakukan kasar saat penyekapan.


" iya gue tau,gue juga udah geram sama dia,tapi entah kenapa gue merasa dia berada bukan pada tempat nya,satu sisi dia memiliki hati yang lembut,satu sisi lagi dia di didik untuk menjadi arogan dan sombong bahkan harus mendapatkan apa yang dia mau dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan" jelas Zelda panjang lebar membuat mereka semua semua terdiam.


"terus rencana loe selanjutnya apa,bukankah jika dia tetap hidup ,posisi loe akan terancam di hati kak Revin" ucap Andi membuat Zelda terdiam


"Gue rasa kak Revin akan bisa memilih mana yang terbaik buatnya ," jawabnya pasrah,karena selama ini Revin belum pernah mengungkapkan perasaanya pada Zelda.


"Apa loe gak mau perjuangin cinta loe Zel" tanya andi lagi


"menurut kalian.....? " ucapnya sambil berjalan meninggalkan mereka di area latihan


"gue gak ngerti sama jalan pikirnya di "ucap Erland

__ADS_1


"kaya loe gak tau Zelda aja land..dia ngomng kaya gitu bukan berarti dia akan melepaskan kak Revin gitu aja,kita udah tau prasaan kak Revin ke Zelda kaya gimana,begitupun sebaliknya,tapi kita liat saja nanti,biar mereka yang memutuskan " ucap Sinta


"Zelda juga bukan tipe orang yang langsung menyerah gitu saja,dia pasti akan memperjuangkan apa yang seharusnya jadi miliknya,meski nyawa taruhannya " lanjut Sinta di balas anggukan para teman temanya.


**


tok tok tok


suara ketukan membuyarkan lamunan Zelda dalam kamarnya di markas


"masuk" ucapnya tanpa merubah posisi rebahanya di atas kasurnya..


cklek.


pintu terbuka


Zelda hanya melirik dengan memiringkan kepalanya saja


"ada apa? " tanya Zelda


"apa sebaiknya nona Adelia di pindahkan ke rumah sakit umum saja,akan lebih leluasa bagi orang tuanya untuk menjenguknya" ucap dokter dewa


Zelda bangun namun tetap berada di ranjangnya,


"huuuh....kamu mengganggu tidurku hanya untuk ocehan gak bermutu itu? " jawab zelda membuat dokter dewa menelan ludah nya


melihat dokter dewa menunduk,dan ia memikirkan sesuatu.


"baik anggel" ucapnya pamit.


"huush..menyusahkan saja" ucapnya kesal Sambil beranjak ke kamar mandi untuk menenangkan fikirannya.


Seperti biasa di hanya nyaman berendam Berjam jam sampai tertidur di dalam bathtub nya.


tok tok tok


suara ketukan dari luar kamar Zelda terdengar


tok tok tok


"nak...nak Zelda ...." ucap buk Maya sambil membawakannya makanan


"kemana dia" gumam buk Maya


"kenapa bik,? " tanya Revin yang juga naik ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar milik Zelda.


"Zelda gak ada jawaban,,entah dia tertidur atau gak ada di kamarnya," sahut buk Maya.


"biar revin saja yang cek kedalam " ucap Revin


"di kunci nak" sahut buk maya lagi


"baiklah,Revin ada kunci cadangannya,revin akan mengambilnya dulu," balas Revin sambil berjalan ke arah kamarnya,

__ADS_1


"oh ya .nie skalian bawakan buat dia ,tadi gak turun makan malam pasti dia lapar,,bibik akan ke bawah nemenin anak anak" lanjutnya sambil memberi nampan berisi makanan untuk Zelda.


Revin pun dengan senang hati mengambil nampan tersebut,lalu masuk kamarnya dan membuka laci dekat kasurnya,kemudian dia mengambil apa yang dia cari,setelah itu dia kembali ke kamar Zelda.


klek


pintu terbuka,Revin mengedarkan pandanganya,terlihat kamar Zelda sudah gelap,Revin meraba saklar dan menyalakan Lampunya.


"dek....di mana " teriak Revin namun masih pelan


"zel...zel..." panggil nya lagi setelah melepas nampan itu di meja dekat kasur milik Zelda.


Di bukanya ruangan ganti milik Zelda namun tak menemukan nya,ia beralih ke balkon kamarnya,masih tak menemukan nya, terakhir dia kearah kamar mandi yang masih menyala.


"masih nyala,apakah dia mandi tapi tidak ada suara air menetes" monolog Revin sambil masuk ke kamar mandi,


"Astaga....Zelda...." kagetnya mendapati Zelda tertidur di dalam bathtub


Revin mendekatinya dan lagi lagi ia terkaget


"oh .**** ...dia telanjang lagi..." umpatnya


"aaach...bodohlah....dari pda dia sakit" ucapnya lagi dan memutuskan untuk mengangkat tubuh Zelda yang tanpa sehelai benang dari bathtub menuju kasur miliknya.terlebih dahulu dia memasangkan Zelda handuk yang ada di dekat bathtub nya


Di letakan nya pelan tubuh Zelda,dan ia selimuti dengan selimut tebal yang ada di kasur king size milik Zelda .


ia tertegun melihat Zelda yang sangat cantik saat tidur,


"cantik" pujinya tanpa sadar saat dirinya menatap intens wajah mungil zelda


Revin berjongkok menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil menatap setiap inci wajah Zelda,


"wanitaku tak boleh pergi dari sisiku,ia harus tetap bisa aku pandang dan sentuh kapan pun aku mau,"


"gadis kecil ku akan ku jadikan wanitaku selamanya," ucapnya sambil tersenyum memandang Zelda


wajah yang dari dulu sangat ia harapkan berada di dalam setiap ia membuka mata,wajah yang sangat ia idamkan berada di dekatnya kala ia belum terlelap bahkan baru membuka matanya.


Lama Revin dalam kamar itu,setelah akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari kamar Zelda dan berjalan ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


pagi menjelang...


"Hhuuaaaaaaaaaaaaa" teriaknya


(bersambung)


lanjut part selanjutnya


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻


dari dunia halu ( lombok_timur )

__ADS_1


__ADS_2