Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 161


__ADS_3

"Bagaimana Dion,apa ada kabar?" ucap Erland menghubungi dion yang masih setia mencari Revin di Turki


"Belum ada kabar,tapi kami masih tetap mencari bos Revin ," lapor Dion


"Baiklah,jika begitu apapun yang kamu temukan laporkan pada saya" ucap Erland


"baik bos Erland " jawab Dion


memang semanjak Erland di percaya menggantikan Revin , Erland semakin di segani layaknya segan sama revin.


Erland memiliki kuasa untuk membuat keputusan apapun,bahkan Erland yang selama ini mengurus semua urusan kantor juga organisasi mafia mereka,


di tangan Erland semua bisnis Revin berjalan lancar,kecuali perusahaan Revin yang di Turki sudah di ambil alih oleh rekan kerjanya di sana,untuk itu mereka masih mencurigai Rekan kerjanya itu namun belum mendapatkan informasi apapun


Hingga suatu hari,Dion yang sudah frustasi memilih untuk menenangkan dirinya dengan mendatangi sebuah club di kota itu,Lama di sana dia hanya sedikit minum,karena ia tak mau kesadaran hilang ,itu akan sangat mengganggu pekerjaan nya


Jauh dari tempat Dion duduk,terlihat seorang wanita yang sangat di kenali Dion sedang bertengkar dengan seorang ajudan yang Dion sendiri juga cukup kenal.


"Ada apa mereka di sini?" gumam Dion


Jiwa detektif Dion membara melihat pemandangan itu,terlebih dia sebenarnya mulai menyukai wanita itu sejak bertemu pertama kali dengannya,hanya saja jiwa gengsinya lebih tinggi dari ingin memilikinya," kalau jodoh pasti akan bertemu" ujarnya saat itu.


Dion segera mengambil jaket dan topi serta kacamata juga kumis palsunya da berusaha mendekat dengan menyuruh seorang pelayan untuk meletakkan alat penyadap suara yang di tempelkan di baju wanita itu,meski Dion bayar mahal tapi itu tidak masalah bagi Dion.


"aduh maaf mbak," ucap pelayan itu sengaja menabrak wanita itu.


"Iih hati hati dong mas kalau jalan" kesal wanita itu. dan penyadap suara itu langsung berfungsi


Dion bersyukur kemana mana dia selalu sedia dalam situasi apapun, sepetu saat ini dia selalu membawa alat alat yang akan membantunya dalam menyelidiki apapun yang membuatnya curiga .


Dion dengan duduk santai mulai mendengarkan apa yang wanita itu bicarakan.


"Cepat anda pergi dari sini" ucap adjudan itu


"Gak,saya gak mau,saya mau bertemu dengan bos kalian di dalam" teriak nya


"Apa hak mu yang hanya seorang assisten mau seenaknya menemui bos kami"


"Jangan banyak bicara kalian,cepat kasi aku jalan " ucap wanita itu lagi dengan mendorong tubu adjudan itu.


Dengan sudah payah wanita itu berhasil menerobos masuk ke dalam .


Brak


"Jadi begini kelakuan kalian di belakang ku hah?" teriakny


"brengsek,apa apan kamu !" terdengar suara seorang laki laki yang bisa di tebak Dion adalah bos wanita itu.


"Hei wanita ******,pergi dari sini atau ku bunuh kamu" ancam wanita itu


wanita yang bersama lelaki itu terlihat keluar,sambil memperbaiki pakaiannya yang terlihat sedikit berantakan.


"Kenapa dia bisa di sini?" tanya lelaki itu pada adjudan nya


"Maaf bos ,dia berhasil mengelabui kami" ucap nya


"Kalian keluar" ucapnya lagi

__ADS_1


kreeekkk


terdengar suara pintu tertutup dan benar saja dua adjudan itu kembali berdiri di ambang pintu ruangan itu .


Dion nampak tersenyum penuh arti sembari mendengar percakapan antara wanita itu dan bosnya.


"Ada apa kamu menghampiri ku di sini? " tanya bosnya


"Tega kamu ya,bisa bisanya kamu di luar bersama wanita lain, sedangkan aku hamil anak kamu" teriaknya


BRAKK


"Jangan asal bicara kamu" ucapnya


"Aku gak asal bicara, ini hasilnya " teriak wanita itu.


"Gugurkan !!!" ujar bosnya.


"APPA?" kaget wanita itu


sementara Dion kembali tersenyum penuh makna " Menarik..!" gumamnya kembali fokus pada pendengaran nya


"Tega kamu menyuruh aku menggugurkan anak ini,ini anak kamu mas Zein" teriak wanita itu dengan menyebut nama Mr.zein


Dion kembali tersenyum " Sudah ku duga" gumamnya kembali dengan mengelus pelan dagunya sambil mengangguk.


"Gugurkan aku bilang!" teriaknya lagi


"Gak ,aku gak akan gugurkan kandungan ini," teriaknya lagi


"Kalau sampai kamu tidak menggugurkan anak itu,jangan salahkan aku kalau hidup kamu akan berakhir menderita" ancamnya.


"Jangan kamu coba macam macam dengan ku wanita ******" teriaknya lagi.


"Aku tidak akan nekat kalau kamu mau menikahi ku dan mengakui anak ini" ucapnya masih dengan berteriak


brak


suara bantingan pintu terdengar,dan bosnya pun keluar, seperti nya die menyuruh adjudan nya menangkap wanita itu,


"Aaammmmmmppppp"


"Sssttt, , diam kalau mau selamat" Dion berhasil membekap dan bersembunyi dari para adjudan itu


Dion menyelamatkan wanita itu,dengan pelan tangannya mengambil kembali alat penyadap suara itu dan kembali memasukannya ke kantongnya.


"Kau, ,ngapain kau di sini" ucap pelan wanita itu pada Dion


"harusnya kamu bersyukur padaku,aku menyelamatkan kamu Tamara" ujar Dion


Yah dia adalah assisten Mr.zain yang sempat bertemu dion saat penandatanganan kontrak kerja dengan perusahaan Revin.


"Apa maumu?" terlihat Tamara sedikit takut dengan Dion


" ikut aku" ucapnya


"Tidak ,aku tidak mau! " ucap Tamara.

__ADS_1


"Jadi kamu mau di tangkap oleh bos mu dan berhasil membunuhmu dan juga anakmu?" seringai Dion


Deg


"Dari mana pak Dion tau kalau gue hamil?" ucap Tamara dalam hati.


seolah paham akan arti diam Tamara,Dion langsung menimpali


" Kau tidak perlu aku tahu dari mana,aku punya tawaran menarik buatmu? " ucap Dion berusaha berbasa basi


"Gak aku gak tertarik" tolak tamara


"Sepertinya setelah melihat ini kamu akan tertarik" ucap Dion


dia membuka ponsel dan mendengar percakapan mama Tamara yang sakit keras yang sedang membutuhkan biaya operasi besar namun belum mendapat biaya dan Mr, Zein juga tak mau membantunya.


"Aku bisaa membiayai operasi mama kamu kalau kamu mau bekerja sama dengan ku,bahkan aku bisa kasi kamu hidup mewah sampai anak kamu lahir,aku juga akan menjamin keselamatan keluarga kalian dari bayang-bayang Mr.zein" ucap Dion panjang lebar


Tamara sedikit berfikir dan terlihat tertarik,ia melihat Dion dan berkata.


"Apa yang bisa kamu buktikan agar aku percaya denganmu" ucap Tamara


"Haha, seperti nya kamu sangat perhitungan tentang itu ya nona Tamara " ucap Dion lagi


"Ya sudah kalau kamu tidak punya bukti untuk memenuhi apa yang kau janjikan, jangan harap aku bisa bekerjasama dengan mu" ucap Tamara seakan mengerti kemana arah pembicaraan mereka.


"Seperti tak perlu menjelaskan semuanya kamu sudah tahu tujuan ku bukan? terlebih ucapanmu itu secara tidak langsung sudah memberi tahuku jika kamu punya banyak informasi yang aku butuhkan sampai saat ini" ucap Dion


prok prok prok


"apakah ini cukup buatmu?" ucap Dion memberikan sebuah koper seukuran tas laptop.


Tamara membukanya dan di sana terdapat beberapa kunci mobil,kunci apartemen beserta surat kepemilikan dan juga sebuah kartu kredit tanpa batas di sana.Tamara sedikit tergiur dengan semua itu.


"Berikan padaku" ucapnya


"eits,tunggu dulu nona,semua ini aku kasi ke kamu sesuai informasi yang aku dapatkan," ucapnya


Tamara tersenyum.


"Aku memiliki semua informasi yang kau inginkan" ucap Tamara


"Cepat katakan!"


"Mengenai Tuan Revin , , !"


Deg


next


bertemu di bab selanjutnya


happy reading


jangan lupa mampir di chat story ku ya berjudul " Perfect love" dan juga novel up yang berjudul " suamiku milik mama mertuaku"


__ADS_1



__ADS_2