
pagi menjelang...
"Hhuuaaaaaaaaaaaaa" teriaknya
Zelda berteriak sekuat kuatnya karena mendapatkan dirinya tidur dalam keadaan telanj4ng bul4t,hanya di tutupi selimut saja.
"no..no.. no...." ucapnya lagi sambil menggeleng
ia mencoba mengingat ingat kejadian sebelum dia tertidur.
"haisssshh...siapa yang bawa gue ke kamar sih,bukanya gue harusnya ada di kamar mandi" monolognya pelan
Cklek
pintupun terbuka
"huaaaaaaaaaaa" teriaknya untuk kesekian kalinya
kali ini dia berteriak melihat keberadaan Revin yang tiba tiba memasuki kamarnya namun dirinya masih telanj4ng.
"Brisik..."" ketus Revin
"keluar gak kak!!!" teriaknya
"gak mau" jawabnnya
Zelda semakin panik dan menarik erat selimutnya kala Revin semakin mendekat
( sungguh vitamin pagi mengerjai Zelda ,๐๐๐) gumam revin dalam hati.
"mau apa" ketus Zelda saat Revin mengulurkan tangannya tepat di depanya segera ia tepis tangan Revin agar tak menyentuh nya
"diammm...." ucapnya sambil menarik tangan Zelda menahannya agar tak menghalanginya
"syukurlah ..gak demam" sambungnya
"haaahh" sahut Zelda dengan mengerut kan dahinya tak mengerti
"iya ..gak demam ..untung Kakak masuk tapat waktu ,jika telat udah Peot si Zelmi jika di rendem terlalu lama" ucap Revin dengan nada mengejeknya
"Zelmi...apaan tu" tanyanya
"idih .gak tau Zelmi...tuh si Zelmi" ucapnya sambil melirik bagian b4w4h Zelda dengan kedipan matanya,
alhasil membuat Zelda seperti kepriting rebus,revin malah gemas melihat Zelda malu sampai memerah
"haiis..apaan sih kak...gak ngerti deh" jawabnya pura pura tidak paham
"udah gak usah di sembunyikan...kakak udah liat semuanya lho semalam" godanya lagi ketika melihat Zelda kembali mengeratkan selimutnya yang hampir melorot ke bagian 9unun9 k3mb4rnya.
"kamu gak inget....?" lanjutnya sambil menatap Zelda dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Zelda.
membuat Zelda gugup dah hasilnya..
bugh..bugh...bugh....
__ADS_1
Zelda memukul lengan Revin dan beralih ke dada bidang milik Revin,Zelda lupa jika dia sedang tidak memakai apapun saking kesalnya sama revin yang pagi pagi sudah mengerjainya.
Revin menangkap kedua tangan Zelda dengan menatapnya berbeda. Revin membola ketika tatapannya ke bawah yang mengarah ke dada Zelda membuatnya menelan kasar salivanya,tatapan Revin membuat Zelda mengikuti arahnya.
"huaaaaaaaaaa....mmmmmppp......mmmmmmmm" teriak Zelda di balas lum4t4n dari Revin yang tiba tiba menc1umnya.
Zelda membola ketika Revin tiba tiba menciumnya,namun ia tak menolak,bahkan ia mulai terbiasa dengan perilaku Revin yang tiba tiba menc1umnya.
Revin melepas c1um4nnya kala Zelda mulai tak bisa bernafas, Revin tersenyum melihat reaksi Zelda yang tak melawan.
Revin yang posisinya duduk menghadap Zelda di samping pembaringan Zelda,sedang Zelda duduk bersandar pada sandaran kasurnya,sedang tanganya berada di kedua bahu Zelda,Zelda sudah setengah tel4nj4ng.
Revin menatap Zelda sebentar
"Manis " ucapanya sambil tangan kirinya mengusap bekas air l1urnya di b1b1r milik Zelda,Zelda hanya diam menunduk,malu sangat malu ia rasakan saat ini berada di depan laki laki sedang dalam keadaan tak memakai apapun kecuali penutup sebagian tubuhnya.
"mandilah, dan berangkat ke sekolah,bukanya hari ini kamu ada ujian jam 9 pagi ? tanya Revin kemudian beranjak,ia melapas kedua bahu Zelda langsung berbalik,tak sengaja tangan kanannya menyenggol benda m0nt0k k3mb4r milik Zelda,membuat Zelda tanpa sadar mend3s4h Kecil
"sssshh" d3s4h4n kecil namun masih terdengar jelas di telinga Revin
Revin yang sadar telah menyentuh P4****** milik Zelda berbalik menatap Zelda yang mengeluarkan d3***** kecil sambil m3ngg3lยน4t,
Zelda sadar akan de**h**nya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Revin yang mendengar itu seakan terpancing n4f**,dia hanya manusia biasa yang normal,dia kini tidak bisa menahan gej0l4k dari dalam dirinya,hingga ia memutuskan untuk ...
Grepppp
tubuh mungil Zelda berada kini dalam gendongannya,Zelda yang kaget sepontan melingkarkan kedua tangannya pada leher Revin,Revin tanpa jeda langsung m3lum4t bi*** milik Zelda,Zelda kembali membola dengan Revin yang selalu tiba tiba,dia membawa tubuh mungil itu ke dalam kamar mandi.
Revin menurunkan Zelda di bawah shower,dia menyalakan shower dan mengaturnya dengan air hangat ,pelan namun pasti tubuh Zelda kini basah kuyup dalam guyuran air shower,zelda hanya terdiam tak bersuara
Revin kembali menc1um Zelda lembut,kini Zelda mula1 membalasnya dengan membuka sedikit mulutnya,memberikan ruang bagi l1d4h Revin menelusuri lebih d4l4m m**** dan l*d**nya.
tangan Zelda yang tadinya di dada Bidang milik Revin kini beralih ke punggung Revin,ia memeluk Revin ,Revin yang saat ini dalam keadaan juga basah membuat Zelda semakin mengagumi sosok laki laki yang di depanya ,
revin melepas p4gut4nnya sebentar memberi Zelda ruang untuk bernafas,sementara itu ia melepas kemejanya dan membuangnya kesembarang arah
"sempurna" gumamnya dalam hati melihat ketampanan Revin
Revin melihat tatapan Zelda yang tak biasa,
"tampan bukan" godanya membuat Zelda salah tingkah
"eeh...emmm..." ucapnya kebingungan tak tau mau apa,dia celingukan mencari sesuatu namun entah itu apa,
"cari ini....?" tanya Revin mengambil spons mandi di belakang Zelda ,Zelda tak bergerak membuat dadanya dan dada Revin bersentuhan.
Deg..
Deg...
degupan jantung keduanya seolah berlomba mengeluarkan suaranya.
Revin kembali fokus menumpahkan cairan ke spons itu dan memencet ya agar mendapatkan busa ,kemudia ia menatap Zelda dan menggosok gosokan spons itu ke punggung Zelda,
__ADS_1
"zel bisa sendiri kak " tolaknya dengan menggoyangkan bahunya menolak Revin
"Sini spons nya" ucapnya merebut spon itu ,
namun saat dia hendak menggosok ke tangan kirinya,tiba tiba Revin menahanya dan mendorongnya hingga membentur tembok,
Revin kembali m3nc1um bi*** zelda,namun tidak selembut sebelumnya
ia me****t b**s b1**r Zelda,puas dengan b1*** Zelda kini ia mulai ke bawah, di h1s**nya l3h3r Zelda kmudian tangannya kini ke arah benda k3ny4l yang k3mbar,
t4ngan k4n**nya mer4b4 sed4ng yang k1ri memeg4ng sert4 mul****a Mel**** p*******nya.
"ssshhh....aaach" kemb4li zeld4 mend3***
Revin semakin menjadi, b1birny4 semakin ke b4w** dan ke b*w** lagi tepat kini tanganya di pin99*** Zelda , sedang wajahnya menatap se**at* yang ber**l* itu,
ia menatap ke atas ke arah Zelda yang kini menunduk menatapnya.
Zelda menggelang pelan,
Revin sepertinya mengerti arti penolakan Zelda,ia beranjak dan berkata.
"maaf...." lirihnya sambil berjalan keluar mengambil handuk yang ada di sana ,
"kakak..." ucap Zelda mambuat Revin kembali menatapnya dan menghampiri nya
"kakak tau kamu pasti kaget dan belum siap,hanya kakak tidak akan melakukannya tanpa sebuah alasan" ucapnya menggantung.
"kakak tidak akan melakukannya jika kakak tidak mencintai orang itu" ucapnya tepat di hadapan Zelda membuat Zelda merasaa lega..
"mandilah dan kakak antar kesekolah" ucapnya pergi
"kakak..."teriak Zelda langsung memeluk Revin di balas pelukan hangat dan kecupan di pucuk kepala Zelda..
"aku juga tidak akan membiarkan siapapu menyentuhku jika aku tidak mencintai orang itu" balas Zelda
Revin juga merasa sangat lega perasaan kini tak bertepuk sebelah tangan.
"mau mandi sendiri atau di mandiin" goda Revin kembali
berhasil membuat Zelda seperti kepiting rebus
"iiiish...sana keluar...nanti gak selesai selesai mandinya klau sama kakaka" ucap Zelda mendorong Revin keluar kamar mandi,
Revin pun dengan patuh berjalan keluar dari kamar Zelda,ia tak perlu mengganti pakaianya,karena jarak antara kamar Zelda dan Revin bersebelahan membuatnya tak perlu mengendap endap takut yang lain melihat.
Revin dan Zelda pun kini berada dalam kamar mandi masing masing membersihkan diri mereka lalu mengganti pakaian mereka dan langsung keluar kamar untuk sarapan dan Revin mengantar Zelda ke sekolahnya,
CKIIIITTTTTTT....
Tiba tiba Revin mendadak mengerem membuat suara ban seakan mencekit telinga,
"aaaark..." teriak seseorang
( bersambung )
__ADS_1
semangat ๐ช ngehalu
salam kity-kity ๐ป