Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 152


__ADS_3

Pesta pernikahan telah usai,semua berjalan dengan aman terkendali,tidak adanya musuh yang menyelinap masuk,para tamu undangan juga sudah mulai berangsur pulang dengan bahagia,Hanya tinggal beberapa saja yang masih santai berbicara dengan sekawan mereka dengan hidangan yang paling di minati yaitu masakan dari Restauran boy.


"Honey,kamu lelah?" tanya Revin


"sangat " jawab lesu Zelda


"Eeeh," kaget Zelda saat Revin tiba tiba menggendongnya,dengan cepat Zelda mengalungkan tangannya di leher kokoh milik Revin yang saat ini sudah menjadi suaminya.


"kalian mau kemana?" tanya mama Selena


"istirahat ma" jawab Revin


"Biarlah mereka istirahat,mereka capek ma" ucap papa Handoko.


BUGH


Revin menutup pintu dengan kakinya dan membawa Zelda ke kamar pengantin mereka,


"terimakasih honey?" ucap Zelda


Revin tak menjawab,ia membantu Zelda melepas gaunnya, " mau mandi duluan?" tanya Revin


"Kamu saja duluan,aku mau menghapus make up dulu" balas zelda berjalan ke depan cermin riasnya,


"Baiklah ,aku mandi dulu" ucap Revin berdiri dan mengambil handuk kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Zelda Mulai mengambil kapas dan mengusap pelan wajahnya dari sisa sisa make up yang seharian menempel di wajahnya,


tak lama kemudian Revin keluar dengan handuk putih melilit pinggangnya, perut kotak kotak nya terlihat basah,Zelda menatap pemandangan itu dari pantulan cermin yang di depannya,seketika Zelda menelan ludah nya melihat roti sobek itu berjalan ke arahnya,terlebih butiran butiran air jatuh dari rambut basah Revin membuatnya semakin mempesona,Zelda melihat itu seakan terhipnotis dan tak bisa berkedip,


Revin duduk di pinggiran ranjang menatap Zelda dari pantulan cermin, " mandi sana,aku sudah siapkan air hangat untuk mu " ucap Revin


"Baiklah,aku akan mandi" ucap ya berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Revin masih dengan handuk kecil di tangan kirinya,ia menggosok rambutnya agar cepat kering,


Ting.


suara ponsel miliknya terdengar,ia bejalan ke samping nakas dan mengambil benda pilih itu, ia membuka beberapa email dari rekan kerjanya,


"Apa apaan ini" gumam Revin menggeser ke atas dan ke bawah melihat apa yang di kirim oleh rekan kerjanya,tak lama ia menekan tombol hijau dan mulai menghubungi orang yang mengirim email kepadanya.


"Apa yang terjadi" ucap Revin saat panggilan itu tersambung.


", , , , "


"Baiklah,aku akan menyuruh orang orangku kesana sekarang juga " ucap ya


", , , ,"


Revin kemudian menutup panggilan itu dan beralih menghubungi asistennya Dion, Revin berjalan ke arah balkon kamar untuk menelpon,deringan ke dua Dion mengangkat nya.


"segera berangkat ke Turki malam ini juga,bawa orang orang handal kamu buat mengurus masalah di sana sebelum saya ke sana" ucap Revin dari sambungan teleponnya.


"Baik pak"


"Saya akan kirim juga orang orang markas untuk menemani dan mengkawal kalian" ucap revin kembali


"Siap pak" jawab Dion

__ADS_1


Revin menghembuskan nafas beratnya saat ini,ia menumpu kedua tanganya pada pembatas balkon kamar itu,ia biarkan angin malam menyapu tubuh polosnya itu,


Saat ini Zelda telah keluar dari kamar mandi,ia mencari keberadaan Revin namun tak menemukannya,ia melihat siluet Revin dari kaca yang mengarah ke balkon,


"Honey," panggil Zelda menyusul Revin ke balkon .


"Kamu ngapain di sini," ucap Zelda kembali


"Tidak apa,aku hanya mengirim kabar pada rekan bisnis ku " ucapnya


"Masuk yuk,nanti kamu masuk angin " ajak Revin menarik pinggang istrinya itu,


Revin mendudukkan zelda di pinggiran ranjang,ia menarik handuk yang melilit tubuh istrinya itu,kemudian membantu mengeringkan nya dan juga menyisirnya,


Revin menarik rambut Zelda dan membawanya ke leher sebelah kanan,dengan begitu ia bisa melihat leher jenjang istrinya dengan leluasa di sebelah kiri,


Cup


Revin mencium sekilas leher panjang nan putih bersih itu,


"Honey," panggil revin


"Hm" jawab Zelda,


tangan Revin mulai bergerak liar kesana kemari membuat Zelda merasa geli sendiri dengan tingkah suaminya itu.


"Mau bulan madu kemana?" tanya Revin masih meraba seluruh tubuh istrinya.


"terserah kamu saja,aku ikut" ucap Zelda


"Baiklah kalau begitu,aku akan mengurus bulan madu kita besok " ucapnya


"Rahasia,kan katanya terserah aku " balas revin


"Iya,iya baik, , aku ikut saja" ucap Zelda gemas


"Honey" panggil Revin lagi,


"Iya " balas zelda


Revin mendekat " aku menginginkannya" bisiknya pada telinga Zelda.


Zelda memejamkan matanya saat bibir Revin menyentuh pendengaran nya,dengan nada berbisik serta hangatnya nafas Revin membuat Zelda merasa sekujur tubuhnya memanas,


Rasa yang beda dengan sebelumnya,mungkin mereka sering bermesraan sebelum menikah,tapi saat ini Zelda merasakan rassa yang teramat beda,


Zelda mengangguk,dan Revin mulai memutar tubuh Zelda agar menghadapnya, di raihnya wajah Zelda dengan kedua tanganya, Revin mulai menunduk dan mencium lembut bibir istrinya itu,


lama Revin menekan benda kenyal itu,sampai ciuman itu berubah menjadi ciuman penuh gairah,


Zelda sedikit membuka bibirnya dan membiarkan Revin masuk untuk menelusuri setiap inci dari dalam mulutnya,Zelda juga membalas ciuman itu dengan sama sama melilit, bertukar Saliva dengan sedikit ******* dan juga gigitan kecil di bibir istrinya itu,


puas di sana Revin turun ke leher jenjang milik istrinya,ia meninggalkan bekas kepemilikan di sana ,setelah itu turun lagi ke tulang selangka zelda, Zelda merasa dia buat mabuk kepayang oleh sentuhan Revin yang lembut namun sangat berada di tubuhnya,hingga suara serak dan basah terdengar lolos dari bibirnya membuat Revin semakin bergairah melakukan kewajiban nya sebagai suami,


Revin mulai Memasuki tubuh Zelda dengan pelan,


"Honey" panggi Revin memecahkan keheningan dalam kegiatan mereka


"iyaa h " jawab Zelda sedikit mendesah.

__ADS_1


"Aku mau keluar" ucap Revin mengerang mempercepat gerakannya.


"Rev-vin" panggil lirih zelda saat gerakan cepat itu di mulai


"terus honey,panggil namaku ,teriakan namaku " ucap Revin terengah .


"Reev-vin aku mencintaimu" ucap Zelda pada akhir kegiatan mereka.


"Aku juga sangat mencintaimu,Zelda" ucap Revin masih di atas tubuh istrinya..


Tubuh zelda lemas dengan kegiatan panas mereka,begitu juga dengan Revin ,ia terlentang di samping tubuh polos istrinya itu,


"Honey" panggil Revin


"Hm" balas Zelda masih memejamkan matanya.


"ke balkon yuk" ajak Revin


"Ngapain " balas Zelda dengan memandang suaminya di sebelah kirinya.


"Mau lagi" rengek revin


"Aku capek honey," ucap Zelda mengeluh


"Sekali saja!" ucap Revin mengatupkan kedua tanganya di depan


"jangan di balkon juga kali, honey" ucap Zelda


"Aku pengen sesuatu yang beda " ucapnya lagi


"Ya tapi kan di rumah masih banyak orang" ucap Zelda mengingatkan Revin bahwa pesta besar mereka memang di laksanakan di rumah pribadi papa dan mama Zelda.


"Ya sudah ke kamar mandi yuk" ucap Revin lagi masih dengan wajah memelas


mau tak mau zelda mengiyakan revin " Gendong" rengek Zelda


Revin dengan semangat menggendong tubuh mungil istrinya dan membawanya ke kamar mandi lagi dan melakukan kegiatan Mereka lagi,sampai Zelda benar benar lemas ,revin tak memberi ampun istrinya itu di malam pertama mereka,


revin melakukannya berkali kali sampai Zelda kelelahan dan hampir pingsan,


"Honey geli" ucap Zelda saat Revin mulai mengendus sambil menciumi ketiak Zelda.


"Mau lagi" ucap Revin


"Honey aku capek,besok lagi aja ya" ucap Zelda menunggu suaminya itu.


Mau tak mau Revin pun mengalah,mengingat Zelda hampir pingsan di buatnya.


Hi readers


maaf Baru up,kemarin dua hari selalu di tolak,akhirnya author revisi kembali


bab ini di loloskan Alhamdulillah tidak di loloskan harus revisi lagi dan lagi.


eeits jangan lupa mampir ke novel terbaru author ya



Yuk baca, , jangan lupa like, komentar,dan juga votenya

__ADS_1


happy reading


__ADS_2