
Di saat hari bahagia bagi Zelda dan Revin saat itu juga di tempat lain Tiara baru membuka matanya setelah semalam tidak mengingat apapun,Tiara membuka matanya dan menatap dinding kamar itu yang tak asing baginya,tapi ia tak mengingat apapun kecuali saat Johan berusaha mencium nya.
ia menyingkap selimutnya melihat pakaiannya yang masih utuh,ia merasa lega tapi sedetik kemudian ia merasa terkejut mendapati sebuah tangan besar melingkar di pinggangnya.
seketika dia menoleh dan melihat seorang lelaki yang tertidur di samping nya dengan seluruh tubuh di tutupi selimut,hanya rambut pendeknya yang terlihat,Tiara seketika berteriak
"Aaaaaaa"
Erland yang masih tertidur pulas merasa terkejut dengan teriakan Tiara,
"Ada apa?" tanya Erland langsung terbangun tapi belum juga membuka selimutnya ia sudah mendapatkan pukulan dari Tiara
"aaark rasakan ini ,laki laki Jahat,laki laki mesum , b4jing4n, gue benci sama loe johan ,pergi loe dari hidup gue" teriak Tiara sambil memukul dan menendang Erland yang masih di bawah selimut yang enggan untuk membuka selimutnya meski di pukul habis habisan oleh Tiara.
"Br3ngsek loe,gue gak Sudi loe sentuh seujung kuku pun,gue bunuh loe bangs4t,. " Tiara tak hentinya mengeluarkan uneg unegnya sambil memukul Erland.
"Gue kasi tahu ya,gue sudah memiliki calon suami yang gue cinta,dan elo gue harap Lo pergi jauh jauh dari hidup gue,gue gak mau liat Lo lagi di hidup gue,pergi loe" teriaknya lagi
"atau gue BUNUH LOE SEKARANG JUGA" ucap Tiara mulai mencekik leher Erland.
BRAK
pintu terbuka dengan keras ,Diwa dan Sinta menghampiri saat mendengar Tiara berteriak,dengan cepat mereka berlari ke arah kamar Erland,tapi kamar itu di kunci dari luar,mau tak mau Sinta berlari ke arah kunci cadangan dan baru berhasil membuka pintu itu saat Tiara sudah mencekik leher Erland yang masih berselimut itu.
"Tiara,apa apan loe, , lepas!" ucap Diwa
"kalian?" ucap Tiara menghentikan tanganya yang mencekik keras leher Erland,
"syukurlah kalian datang,ayok bantu gue bunuh si pembuat onar ini,gue sudah muak dan mau dia mati sekalian" ucap Tiara yang semakin bersemangat untuk mencekik leher Erland.
"Astaga Tiara,Erland bisa bisa mati kalau loe cekik kaya gini" teriak Sinta
"Ukhuk, , , ukhuk" Erland terbatuk
Tiara dengan cepat melepas dan menyingkap selimut itu,
"Appa? bagaimana bisa? bukanya semalam gue di sekap Johan?" tanya tiara terkejut.
"Astaga Tiara,jadi loe ngamuk dan loe teriak teriak kaya gini karena mengira loe masih di tempat si Johan itu?" tebak Diwa
Tiara dengan bodohnya mengangguk begitu saja.
"Dasar bodoh,! loe gak mikir ini kamar punya siapa?" tanya Diwa lagi
__ADS_1
"Astaga,gue baru ingat" ucap Tiara dan kini ia menatap Erland yang terlihat sedikitnya pucat.
"Kak,maaf" lirihnya mendekati Erland
Sinta berjalan ke nakas dekat ranjang,di ambilnya segelas minuman yang masih tertutup rapat disana,."nih kasi Erland minum!" ucap Sinta
"thank" sahut Tiara
"kok bisa?" tanya Tiara lagi belum mengerti
"Sudah nanti kita bahas,gue mau mandi baru bangun karena teriakan loe yang membuat dunia mimpi gue berakhir dengan cepat" kesal Diwa sambil berjalan keluar kamar Erland
"Ya sudah gue juga mau mandi,kalian juga mandi,mmmhh..masih amis" goda Sinta sambil mengendus dan menutup mulutnya dengan tanganya
"yyeeeeee, , syirik aja loe pergi sana !" usir Erland sambil melempar bantal ke arah Sinta
sinta pun dengan cepat pergi dari ruangan itu menyisakan mereka berdua.
"Kak,maaf" ucapnya pelan menatap Erland yang masih terlihat kesakitan
"aaaw" teriak Erland merasakan sakit di tangannya.
"aah yang mana sakit,yang mana sini aku liat" panik Tiara dengan cepat erland menangkap tangan Tiara yang berusaha melihat bagain tubuh Erland yang terluka karenanya.
"Terimakasih" ucap Erland mencium tangan Tiara
tiara terlihat kebingungan," terimakasih calon istri ku" ucap Erland kembali barulah Tiara mengerti kemana arah pembicaraan Erland, seketika Tiara merasa malu dengan entengnya dia marah marah dan berkata sudah punya calon suami yang di cintainya.
"iiih , , apaan sih" ucap Tiara menarik tanganya
(Lihat itu,wajah Tiara seperti udang rebus )
Erland tersenyum dan menarik tubuhnya Tiara di bawanya ke dalam pelukannya,
"Jangan pernah pergi dariku lagi" gumam Erland
Tiara melepaskan pelukan itu " bagaiman bisa kak Erland tau aku di mana?" tanya tiara yang memang tak bisa menahan rasa ingin tahunya
Erland pun memberi tahu jika awalnya buk ananda menelpon dirinya untuk membantu nya mencari Tiara yang tak kunjung pulang,dan bercerita tentang pertemuan nya dengan Jihan dan juga bercerita bagaimana bisa sampai di sana tepat waktu,
"lho kok Jihan yang kasi tau kakak?" tanya Tiara
"Makanya dengar dulu" sahut erland mencubit hidung tiara yang tak mancung itu
__ADS_1
Erland pun melanjutkan ceritanya tentang obat perangsang yang di gunakan Johan,dan Jihan mengganti kan posisinya untuk membantu Johan mengobati obat perangsang itu,
"Sedangkan obat perangsang yang di berikan ke kamu itu,obat perangsang yang berupa cairan yang di semprot kan,dan efeknya itu bisa smpai semalaman tidak bisa mencium aroma dan rasa ingin se*s itu lebih besar bahkan sebelum semuanya tersalurkan akan terasa gerah bahkan sampai tubuh memerah bahkan ibaratnya kucing rumahan yang kalem jika terkena obat perangsang itu bisa menjadi singa liar dan galak lho " jelas Erland sedikit menggoda Tiara.
Tiara dengan serius mendengarkan dan sampai akhirnya cerita Erland terjeda,Tiara melihat Erland dengan ekspresi yang berbeda
"Jadi, , , !" tanya Tiara menatap Erland
Erland tahu kemana arah pencapaian Tiara,diapun mengangguk tanda mengiyakan
"Jadi kita berdua?" tanya Tiara lagi sambil menunjuk dirinya dan lanjut menunjuk Erland
Erland mengangguk lagi,
"aku sama kamu?" tanya Tiara lagi
di balas anggukan Erland lagi
"Aaaaa" Tiara sangat malu mengingat dirinya yang dari cerita Erland dia sudah membayangkan dirinya begitu rakus malam itu,Tiara bersembunyi di balik selimut tebal milik Erland itu,
Erland berusaha menariknya tapi Tiara enggan untuk membukanya,Erland semakin suka menggoda Taira
"Mau tau gak semalam itu ,ada seorang wanita yang begitu rakus mencium bahkan menggigit bibirku ,dia sangat seksi dengan goyanganmya dan juga gaya gayanya yang bikin nagih" ucap Erland
meski Tiara di dalam selimut tapi dia mendengar jelas apa yang di ucapkan Erland
"Terus anaknya gak mau berhenti coba,untung saja tubuhku yang kuat ini bisa mengimbangi dirinya yang begitu rakus dan tak memberiku jeda sekalipun" goda Erland lagi
Tiara semakin tak mau membuka selimutnya saking malunya,Erland masih berusaha menarik selimut itu tapi Tiara masih enggan membukanya,
"Gak usah malu gitu, aku sudah liat semuanya kok " ucap erland lagi
"Gak mau" balas Tiara dari dalam selimut.
"Hmm,harusnya pagi ini aku mendapatkan ucapan terimakasih lho dari wanita itu,tapi apa yang aku dapatkan pagi ini,dia buang muka gak mau melihat aku" ucap Erland lagi
Tiara berfikir sejenak,ucapan Erland memang benar,jika bukan Erland yang menyelamatkan nya malam itu,pasti Johan sudah berhasil menjalankan rencana liciknya itu,
dengan kejadian ini juga Tiara semakin semangat latihan demi membalas kan dendamnya pada orang orang yang sudah merusak hidup nya.
perlahan di bukanya selimut itu ,dan ia menatap wajah khas Erland baru bangun membuat dirinya terpesona,laki laki yang begitu tampan yang memiliki lesung pipi yang jika tersenyum sangat manis ini telah menyematkan dirinya dan berhasil mengambil hatinya dan menerima dia apa adanya dengan latar belakang keluarga dia yang tidak punya apa apa.
"Terimakasih" ucap Tiara akhirnya
__ADS_1
Erland tersenyum dan langsung memeluk Tiara lagi.