Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 140


__ADS_3

keesokan harinya,Zelda dan yang lain ke gedung tempat Johan di rawat,


"Selamat pagi Anggel, selamat datang " sapa salah satu penjaga di sana


Zelda hanya memberikan senyuman tipisnya tanpa menghentikan langkahnya,


"Kalian masuk dahulu,Tiara ikut gue" ucap Zelda


sesuai arahan yang lain langsung ke ruangan Johan , sedangkan Tiara mengikuti langkah Zelda,ke suatu tempat yang ia sendiri pun tidak tahu itu tempat apa.


sesampainya di dalam Tiara sangat terkejut melihat begitu banyak senjata api maupun senjata tajam,mulai dari yang kecil,sedang,besar bahkan bentuknya seperti raksasa.


"Wah keren banget" Tiara merasa takjub melihat semuanya


"Silahkan pilih senjata yang mana yang ingin kau gunakan" ucap Zelda mempersilahkan Tiara memilih sendiri.


"Aku!' tunjuknya pada dirinya sendiri.


"Haish, siapa lagi?" jawab Zelda.


"Aah baiklah" jawabnya langsung berjalan menuju ratusan bahkan ribuan senjata itu tersusun rapi di tempatnya .


"Setelah ini persiapkan dirimu melanjutkan balas dendam loe pada target loe yang selanjutnya " ucap Zelda membuat Tiara yang tadinya memilih milih senjata menggantikan tangannya dan menatap Zelda.


"Dari mana loe tahu" tanya nya


"loe lupa siapa gue " ucap Zelda


"dan setelah urusan loe selesai gue akan kasi loe hadiah syang besar " ucap Zelda


"Haish, jangan buat gue makin merasa berhutang Budi dodol" ujar Tiara


"Kan bukan elo yang minta,gue yang ingin memberikan itu sama elo" jawab zelda


tiara kembali memilih senjata yang dia pergunakan untuk menghukum Johan,


"HEH, , Gue rasa ini cukup buat gue" ujarnya.


sementara itu, Erland,Andi,Sinta dan Diwa kini sudah berada di ruangan Johan,


"Hai Jo, , apa kabar?" sapa Andi yang memang pecicilan.


"ngapain kalian di sini?" tanya Johan sedikit gemetar dan ketakutan


"Ckckck, , bukanya berterimakasih malah sinis" ujar Andi


"Ngapain kalian di sini" teriaknya lagi


ia ingin pergi dari sana tapi Erland langsung menghalanginya,


"Mau kemana?" tanya Erland


"pergi kalian" teriaknya lagi


"Pergi, , kayaknya ucapan itu lebih pantas buat elo " sahut tiara yang baru masuk beriringan dengan Zelda.

__ADS_1


Tiara melangkah dengan memberi tatapan tajam pada Johan,Johan melihat itu dan semakin ketakutan ,ia tahu Tiara sangat marah dengan nya


"Ra, , " panggilnya.


Tiara tak merespon


"Gue minta maaf" ucapnya pelan.


Tiara mendekat sementara yang lain berdiri di samping ranjang milik Johan.


johan ingin pergi tapi sudah terlambat,sejak ia sadar di jam ke lima,ia melihat sekeliling dengan penuh pertanyaan,


"Gue di mana?" gumamnya sambil berusaha melihat dengan jelas


tak seberapa lama dokter yang menanganinya datang dan kembali memeriksa kondisinya,dokter itu hanya memberikan catatan hasil pemeriksaan pada Johan ke pada suster di sampingnya,suster itu mengangguk dan langsung keluar,


"Saya di mana?" tanya Johan pada dokter itu.


dokter itu enggan menjawab,hanya mengambil sebuah obat dinakas dan memberikan nya pada Johan


"Dokter,saya di mana?" tanya nya lagi


tapi dokter itu tak mau membuka suara, akhirnya Johan melempar gelas berisi air dan juga obat yang di pegang oleh dokter itu ,hingga gelas itu pecah dan obat itu berantakan,


"Jangan pernah macam macam, cukup diam makan dan minum obat" ucapnya dengan penuh penekanan,


Johan tak lagi melawan,dia lebih memilih diam dan mengikuti apa yang di ucapkan dokter itu.


"Gue harus minum obat ini agar gue punya tenaga buat mencari tahu gue di mana " gumamnya dalam hati


"Sial, dari mana dia tahu apa yang gue fikirkan" gumam Johan.


tanpa kata apapun dokter itu meninggalkan Johan sendiri di ruangan itu,tak seberapa lama Andi dan yang lain pun datang menghalangi niat awal Johan yang tadi ingin mencari tahu tempat apa ini.


"Apa kabar Jo" tanya Tiara .


"Ra, ,maafin gue ya" ujar Johan mencoba menarik tangan Tiara,tapi di tepis langsung oleh Tiara.


erland yang melihat itu sedikit geram,dan merasa senang saat melihat Tiara langsung menepis kasar tangan Johan yang mencoba mendekatinya.


"Singkirkan tangan kotor loe dari gue" ujar Tiara


"Ra,oke gue salah tapi gue minta maaf" ujar Johan kembali belum tahu ia berhadapan dengan siapa.


"Heh,sorry tidak ada maaf buat loe Johan"


seret


"Aaaark" ringisnya mendapatkan sayatan kecil di pipinya.


"Apa apan Lo bangs4t" geram Johan sambil memegang wajahnya yang mulai mengeluarkan darah segar


"Apa apaan loe bilang? loe gak liat gue lagi menghukum orang yang bersalah?" tanya Tiara


"Ra ini bukan elo " gelang Johan

__ADS_1


"IYA, INI BUKAN GUE,TAPI ELO YANG MEMBUAT GUE SEPERTI INI" teriak Tiara kembali menyayat wajah Johan satunya lagi.


"aaaaa, , hentikan " teriak Johan .


Johan mulai mengamuk,ia melepaskan selang infus nya dan menerobos Diwa dan Sinta yang berdiri di sampingnya.


"woey mau kemana loe" teriak Tiara melihat Johan berlari keluar.


Johan terkesiap melihat di luar ruangan gelap gulita ,yang ada hanya pencahayaan dari obor saja,


ia mengambil salah satu obor itu untuk digunakan sebagai penerangan jalan nya.


"Sial ini tempat apa?" gumam Johan masih berusaha berjalan dengan memegang obor itu.


sementara Tiara ia berlari dengan memegang pisau kecil yang di pilihnya tadi.


"Gue temani,ini bukan tempat biasa" tawar Erland..


Zelda dan yang lain hanya mengangguk dan menunggu di sana.


"Biarkan meraka bermain ,kita cukup jadi penonton saja" ujar zelda.


"ide yang bagus" ujar Andi langsung meniduri tempat tidur yang di pakai Johan tadi.


"huh gak seru dong" sahut Sinta ingin ikut bermain.


" iya ih" sahut Diwa


"itu bukan urusan kita" jawab Zelda.


"Haish" jawab mereka berdua serempak.


sementara Johan berusaha kabur, Erland dan Tiara dengan santai berjalan ,dengan tangan Tiara masih memegang pisau kecil itu,


"Johan, ,elo di mana ,sini ikut" ucap Tiara memanggil Johan.


Johan mendengar itu seketika bulu kuduknya berdiri,Johan memilih bersembunyi.


"sial,gue harus bisa keluar dari sini" ucap Johan di dalam persembunyian nya.


"Jo, , Han , ,!" panggil tiara lagi dengan. nada horor


" keluar loe ,elo tidak akan bisa keluar dari sini" teriak Erland


Johan berusaha menahan nafas agar tidak di temukan,sementara itu Erland melihat pergerakan kecil Johan di balik bebatuan hiasan ruangan gelap itu.


"Kita ke sana!" bisik Erland


Tiara dengan patuh mengikut langkah Erland menuju tumpukan batu hias itu.


"Johan, , jangan sampai gue bunuh loe Jika elo gak mau keluar,' ucap Tiara


Tangan Tiara di angkat dengan tajamnya pisau itu membuat Tiara semakin menyeramkan.


"Elo mau kemana?, , ,KELUAR!"

__ADS_1


__ADS_2