Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 113


__ADS_3

Zelda perlahan melepaskan genggaman tanganya dan menatap sahabatnya dengan senyum paksaan ,dan berakhir tangisan yang memilukan di dalam mobil yang kini sudah berjalan meninggalkan rumah mewah itu


"Selamat jalan " gumam Zelda dalam hati ...


"Yah gimana nih" ucap Sinta resah melihat kepergian Zelda,


"tenang semua sudah di atur kok" jawab Diwa santai


"Loe di mana?" tanya Diwa melalui earphone nya


"Gue sudah standby di tempat gue" jawab Tiara


"Yang lain mana?" tanya Diwa


"sudah masuk, sebentar lagi pertunjukan di mulai" jawab Tiara .


"Oke gue siap siap ya ambil mobil dulu,sin siapkan handphone loe,10 menit lagi hubungi Zelda" ujarnya


"oke siap!" jawab Sinta.


di tempat pesta,cindy sedang duduk berdua bersama papanya di kamar pengantin nya.


"Sayang,kamu yakin ?" tanya papanya membelai wajah anaknya


"Yakin dong,kan aku mau semua harta kekayaan milik keluarga Revin jatuh ketangan ku" ucapnya,kini tangannya mulai memegang tangan sang papa.


"Dan anak ini akan punya papa,jadi papa gak usah khawatir dengan semuanya," ujarnya lagi menarik tangan papanya ke perutnya.


"anak pintar,diam diam ya di perut mama," ujarnya sambil mengelus perut Cindy


"Papa akan menunggu kehadiran mu meski kamu tidak menganggap papa adalah papamu" ucapnya mulai berbisik sambil menunduk di perut rata milik Cindy.


"tapi, ,papa gak rela liat kamu tidur seranjang dengan nya" ucap papanya secara tiba tiba bernada dingin


"Pah,bukanya papa juga tetap tidur satu ranjang dengan mama,Hmm, , aku baik baik saja" ucap Cindy


"Itu kan beda sayang"


"tetap saja, papa bisa memeluk dan mencumbu mama setiap saat ,setiap malam" ucap Cindy kembali membuat papanya terdiam


"Tapi setelah ini,kamu masih mau kan bersama papa lagi ?"


"jelas dong, apapun buat papa Cindy turuti,yang penting anak kita sudah memiliki papa,biar kecurigaan mama hilang " bisik Cindy kembali.


Pak Susilo adalah papa tiri dari Cindy,papa kandung Cindy sudah meninggal sejak Cindy masih SMP, setalah SMA mama Cindy menikah dengan pak susilo pengusaha batu bara di kota itu,Cindy sejak kecil sudah berbakat menjadi model , wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang berisi di bagian bagian tertentu dengan Tinggai yang setara dengan model,kulit mulus,semua ada pada Cindy,sejak remaja Cindy memang selalu menggunakan pakaian ketat hingga menonjol kan lekuk tubuhnya dan bagian tubuhnya yang membesar seiring meningkatnya usianya.

__ADS_1


tepat saat Cindy SMA,seminggu setelah pernikahan mama Cindy ,Cindy sedang sendirian di kamarnya,mamanya sedang keluar bersama si mbok pembantu rumah tangganya,di rumah itu hanya ada Cindy dan papa tirinya serta pak satpam yang standby di pagar depan,


Cindy berteriak ketakutan,ada kecowa di bawah kasurnya,ia berjingkrak ketakutan sampai menangis , baju yang Cindy gunakan saat itu celana jeans pendek sepaha atas sama baju kaos tanpa lengan di atas pusar,jelas memperlihatkan lekuk tubuhnya apalgi di saat usia yang memang lagi pubernya,kelas 1 SMA.


"Hai,ada apa Cindy" tanya pak Susilo selaku papa tiri nya yang baru seminggu menjadi papanya.


"Kecoa pah" teriak Cindy menunjuk kecowa itu.


papanya mendekat,


"Mana?" tanya papanya sambil merentangkan tangannya melihat kesana kemari tidak ada kecowa,


Cindy melirik ke bawah dengan menunduk,pak Susilo sontak saja menatap gundukan kembar milik Cindy yang menonjol di balik baju tipisnya,melihat itu membuat pak Susilo dengan susah payah menelan ludahnya.


"eeh,mana dia ?" tanya Cindy yang mulai turun ke bawah ranjang menginjak lantai,berputar putar melihat kecowa itu memang tidak ada,hingga dia menyingkap sedikit seprai yang menggantung sampai ke lantai,kecowa itu keluar dari sana membuat Cindy begitu ketakutan dan malah meloncat ke pinggang papa tirinya.


"Huaaaaa, itu kecoa nya pah" teriak Cindy ketakutan tanpa basa basi meloncat ke pinggang kuat papa tirinya,ia langsung melingkarkan lengannya pada papa tirinya,sontak saja dengan pelukan yang keras tanpa sengaja wajah pak Susilo menempel pada gundukan kembar itu .


pak Susilo menegang, dan diam membeku,Cindy tiba tiba tersadar dan merasakan kecupan kecil dari celah gundukan nya,sontak ia melepaskan pelukannya dan langsung turun,


"Pa,, ,papa kenapa, , mmmppp". baru saja Cindy berteriak ingin memarahi sang papa,papa tirinya itu langsung saja menutup mulutnya dengan bibirnya sendiri


"Mmmmppph" Cindy meronta tapi tangan kuat pak Susilo tak tinggal diam,ia mendorong tubuh Cindy ke kasurnya dan menghimpit tubuh Cindy dengan tubuhnya sedang tanganya menahan tangan cindy yang mencoba melawan.


"Paa,stop, , ! ucap Cindy saat papa tirinya menarik bibirnya kembali


"Kalau mama liat bagaimana?"


"siapa yang mulai duluan,? yang loncat loncat dan peluk duluan?"


"ada apa ini?" tanya mama Cindy yang tiba tiba masuk,ia telah pulang dan mencari anak dan suaminya.


"Mama" ucap gelagap Cindy yang tak tahu harus bagaimana.


"Sayang" ucap pak Susilo


"kamu kenapa Cindy?" tanya mamanya lagi


"Itu loh sayang,anak kamu ketakutan tadi ya aku panik makanya aku lari ,taunya dia liat kecowa di sini!" jelas pak Susilo.


"Terus kecoa nya mana?" tanya mamanya.


"kecoa nya, , !" ucap Cindy


"Huaaa...itu dia maaaaa" teriaknya lagi melihat kecowa itu di dekat ranjangnya sedang berjalan jalan.

__ADS_1


dengan sigap pak Susilo mengusir kecoa itu dengan menginjaknya,dan membuangnya.


"Sudah sudah gak usah teriak teriak! tu kecoa nya udah mati" ucap namanya.


sejak saat itu di mulainya hubungan Cindy dan papa tirinya itu,sampai sekarang dan ia hamil anak papa tirinya dan ingin menjadikan Revin papa dari anak yang di kandung nya,itu salah satu alasan Cindy sangat membujuk mama revin agar segera menikah kan dia dengan Revin.


"Kamu terbaik, , cup,!" ucap papa Cindy sedikit mengecup singkat bibir Cindy .


"Ya sudah papa balik ke aula ya,mama kmu Pasti sudah mencari papa" ucapnya


"ia pa,sana sana" usirnya


kini Cindy hanya sendirian di kamar itu,dengan tersenyum licik memandang pantulan dirinya dari cermin itu,sambil menatap dan mengelus perutnya yang masih rata.


"Sayang, sebentar lagi kamu akan memiliki papa,dan papa kamu orang kaya loh,jadi apapun yang kamu minta pasti mama kabulkan" gumamnya .


cklek


"Sayang ayok ,kamu sudah di tunggu" sambut mama nya dan papanya kini yang akan mendampingi dirinya menuju aula pernikahan nya ,


Cindy sudah sampai di tempat sakral itu,tapi para tamu undangan sudah mulai berbisik bisik


"Di mana calon pengantin prianya"


"Kok cuma pengantin wanita,mana mempelai prianya?" .


"iya yah, seharusnya yang pria menunggu mempelai wanita ,bukan malah wanita yang menunggu mempelai pria"


bisik bisik tetangga mulai terdengar di telinganya.


"cepat cari Revin" printah sang mama


"Baik buk" jawab nya


"Awas kamu Revin kalau sampai kamu menghancurkan semuanya" geram mamanya bergumam


"Revin kemana sih?" Cindy mulai gelisah menunggu hampir 15 menit lamanya.


tiba tiba


BRAK


prank


bruk

__ADS_1


duak


(bersambung)


__ADS_2