Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 85


__ADS_3

"satu lagi,jika berani macam macam dia akan membongkar semuanya di depan media dan di depan pihak berwajib" ujar Zelda kembali sebelum benar benar berbalik keluar.


cklek


belum sempat Zelda keluar,lebih dahulu seseorang membuka pintu ruang kerja itu.


"kenape awak di sini?" tanyanya


"Eeh,tadi aku mau ke toilet kan,dan nyasar malah ke sini" ujar Zelda


sementara papa boy membereskan lembaran demi lembaran foto yang sempat di lemparnya tadi,


boy menoleh ke arak sang papa.


"Iya boy,temanmu nyasar ke sini,jadi papa ajak mengobrol sebentar iya kan,,,! ucap papa Zelda menggantung


"Baby om,panggil baby" sahut Zelda


"Iya baby,benarkan yang om katakan baby" tanya papa boy


"yups,sangat benar" jelas Zelda


terang saja boy lama menunggu Zelda tak kembali dari toilet,ia merasa khawatir dan memeriksa di toilet tidak ada,hingga saat dirinya berpapasan dengan sang mama yang mau memanggil papanya ,boy inisiatif untuk memanggil sang papa sekalian mencari Zelda karena makam malam sudah siap.


"kawanmu Mane boy?" tanya mama Renata


"Di toilet ma,mama nak kemane? tanya boy


"Mau panggi papamu lah,makan malam susah siap,ajak lah kawanmu kita makan bareng ya" ujar mama Renata.


"ah jika begitu,boy saje yang panggil papa,mama balik kitchen lah" usul boy


"Oke,lekas datang ya" ucap mama renata.


itulah di mana boy mendapatkan Zelda berada di ruang kerja papa boy.


"pa,baby,makan malam sudah siap,yuk kite makan malam" ajak boy


"oh ia,baiklah ayok" jawab Zelda


"Papa nanti menyusul" jelas papa


"Jangan lama pa,boy laper lah" ujar boy layaknya bocah minta di belikan Permen.


**


Sementara itu di maja Makan,papa,mama,boy dan Zelda kini sedang satu meja,papa boy terlihat tidak Nyaman Karen ada Zelda di sekitar mereka, bayangan tentang Zelda membunuh para orang orang suruhannya sedang melayang di pikirannya.foto foto dirinya yang lagi di ranjang dengan bermacam macam wanita pun tak luput dari pikiran nya,bahkan bisnis gelapnya yang sering menyelundupkan narkotika itu pun tak lupa di absen otaknya saat ini.


mama Renata melihat ekspresi suaminya,


"pa,kenape Pucat sangat?" khawatir mama Renata

__ADS_1


"tidak apa apa sayang,kayaknya kurang enak badan saja" ujarnya


"Istirahat lah pa kalau sakit?" ujar boy


"ya sudah ma,anter papa ke kamar ayok,gak apa apa kan kalian lanjut makan malamnya,maaf papa merusak acara kita " ucap papa boy


"gak apa apa kok om, istirahat saja" ujar Zelda senyum ,senyum yang berbeda saat dirinya menatap mama Renata dan senyum saat dirinya menatap papa boy.


mama Renata membawa suaminya ke dalam kamar ,sedangkan Zelda dan boy kembali melanjutkan makan malam mereka.


"Enak!" senang Zelda di samping makanan memang enak Zelda juga senang bisa bertemu dengan papa boy


"Kau suke?" tanya boy


Zelda mengangguk


***


sementara itu di tempat lain ,Tiara kini sudah sampai di rumah desa, segera ia bersihkan tubuhnya dan dan berbaring di kamarnya,matanya melayang menatap langit langit kamarnya.


Tak terasa air mata Tiara menetes dari sudut matanya.lama ia di posisi itu,ia baru teringat akan janjinya pada Erland,kini sudah pukul 10 malam yang seharusnya bertemu Erland jam 8 malam,2 jam lamanya mungkin saja Erland sudah tidak di caffe itu, ia bangun dan berniat mengambil ponselnya di depan meja riasnya,ia fokus pada wajah dan lehernya yang terkena pisau dan kepalan tangan para anak buah Jihan.


"Jihan,segitunya kamu mencintai kakak kandung mu sendiri, menjijikkan" ujar Tiara merasa jijik pada Jihan


ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan jika dirinya tidak bisa menemui Erland karena dirinya merasa tidak enak badan,pesan chat itu berbalas telpon dari erland.


"iya" jawab Tiara


"kamu di mana Ra" tanya erland.


"Baiklah tunggu aku di sana"


"Jangan,jangan ke sini,aku gak apa apa hanya butuh istirahat saja" tolak Tiara


"Ra,kamu gak lagi menyembunyikan sesuatu kan dari aku" suara Erland di seberang sana


"Eeh,enggak Kok kak ,aku gak apa apa beneran!" jawabnya lagi


"Jika begitu aku kesana sekarang"


tut


Tut


Tut


Erland mematikan telpon sepihak membuat Tiara mendengus


"Hmm,ya sudahlah" ujarnya Kembali menatap dirinya melalui cermin,


sangat terlihat jelas bibir lebamnya dan bekas sayatan di lehernya.

__ADS_1


ia berbaring di ranjang dan menyelimuti tubuhnya,sengaja ia menggunakan syal agar saat Erland datang dia tidak curiga dengan bekas sayatan di lehernya,mengenai lebam nya Tiara bisa mencari alasan kecelakaan saat latihan dengan pelatih di desa.


***


"Dari mana kamu Jihan" suara bariton terdengar menggema di seluruh ruangan apartemen nya


"Main main?" jawab santai Jihan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


"Jihan" panggil Johan


Jihan berhenti dan menoleh


"Iya?" jawabnya


"Kamu masih marah sama kakak?" ujar Johan


Jihan kembali sendu ingin sekali ia menitikan air matanya mengingat itu semua.


melihat Jihan terdiam, Johan mendekat dan memegang kedua tangan Jihan


"Jawab Kaka Jihan,kamu masih marah sama kakak?" tanya Johan kedua kalinya


Jihan masih menatap mata johan mencari kejujuran dari mata itu.kemudian Jihan menggeleng.


melihat Jihan menggeleng Johan memeluk adiknya yang sudah lama tidak mau menatap mukanya itu,jujur saja Jihan sangat menantikan waktu ini,waktu di mana dirinya bebas memeluk Johan kapan saja,tapi rasa sakit hatinya mendorong nya untuk mengatakan belum siap memaafkan Johan.


Jihan membalas pelukan Johan,ia sebenarnya juga sangat kangen dan sudah lama ia merindukan aroma tubuh Johan yang bisa membangunkan gair*h bir**inya.


merasa Jihan membalas pelukannya,Johan semakin mengeratkan pelukannya dan mengendus leher sang adik,merasakan aroma tubuh Jihan yang sudah sangat ia kenali membuat dirinya lupa diri.


Johan perlahan mengecup leher jenjang jihan,sambil mengendusnya


"eemmm" lenguh Jihan mendapat kecupan kecil dari Johan


Bibir Jihan ingin menolak ,takut kejadian itu terulang lagi,tapi bahasa tubuhnya sangat welcome pada perlakuan Johan saat ini.


"Maafin kakak sayang" bisik Johan pada telinga Jihan dengan sedikit menggigit nya.


Tubuh Jihan menegang,ia merasakan tubuhnya baru saja di sengat aliran listrik yang membuat dirinya tak bergeming.Sementara bibir berbisik tangan Johan mulai bergerak nakal di pinggang Jihan.


Jihan dalam diam tersenyum,merasa dua kali menang hari ini,


pertama ia berhasil memberi Tiara pelajaran dan yang ke dua di berhasil membuat Johan kembali padanya,merasakan sentuhan lembut Johan dan menikmati kebersamaan nya dengan johan.


"Aku menang Tiara! aku akan membuat kak Johan melupakan mu,dan bahkan membuat kak Johan merasa jijik dengan mu" gumamnya dalam hati sambil menikmati sentuhan demi sentuhan yang di ciptakan oleh Johan.


"Aku merindukan mu " bisik Johan kembali di telinga Jihan


(bersambung)


lanjut ke bab selanjutnya ya, terimakasih buat kalian yang setia membaca novel ini dan tinggalkan saran serta komentar kalian ya agar author bisa perbaiki yang mana yang harus di perbaiki, terimakasih

__ADS_1


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻


__ADS_2