
Cup
cup
Revin mengecup singkat bibir Zelda,dan kembali mantap wajah mungil itu dengan penuh kasih sayang,di elusnya wajah Zelda dan di raihnya tengkuk Zelda,
Cup
Lama Revin di posisi itu membuat Zelda kehabisan nafas,Revin segera menarik b1b1rnya dari b1b1r Zelda, memberikan ruang bagi Zelda kembali menghirup oksigennya.
"Jangan pergi" lirih Revin dan menarik tubuhnya dan membawa Zelda kepelukan nya.
Zelda tercengang mendengar suara lirih dari Revin yang mengatakan dirinya " Jangan pergi".
"Kak Revin kenapa?" gumam Zelda masih di peluk Revin.
semakin lama pelukan Revin semakin keras ,hingga Zelda kesulitan bernafas,
"Iiih kak,mau bunuh aku ya?" rengek Zelda berusaha menjauhkan diri dari Revin.
"Eeh,maaf" ucap Revin yang tersadar tanpa sadar menyakiti Zelda
"Kenapa sih ,aneh banget" ujar Zelda memperbaiki duduknya,
Revin menatap sejenak dan berkata" honey,apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin aku" ujar Revin.
"Kak Revin kenapa sih,aneh banget,mana mungkin aku ninggalin Kakak,gak mungkin kak,kita kan sudah sepakat untuk berjuang bersama agar mama papa kakak menyetujui kita" jelas Zelda.
Revin sangat lega mendengar penjelasan dari Zelda,ia akhirnya bisa tenang melanjutkan pekerjaan nya.
sebelum itu Revin mendekati Zelda dan memegang kedua tangan zelda.
"Apapun yang terjadi?" tanya Revin lagi
Zelda menatap Revin sebentar dan menghela nafas berat nya.
"kakak gak percaya sama zel?"
"Gak gitu,sini" ucap Revin memeluk Zelda hingga aktivitas mereka terhenti saat ketukan pintu terdengar dari luar.
Terlihat Dion masuk tanpa ada persetujuan dari Revin,dion melihat adegan ini segera menunduk dan meminta maaf.
"Maafkan saya" ucapnya penuh penyesalan dan merutuki dirinya kenapa begitu bodoh.
"Mau di pecat? masuk tanpa izin?" geram Revin,
"maafkan saya pak," ucapnya kembali karena seperti biasa jika dia sudah mengetuk sebanyak 3 kali ada atau tidak ada sahutan Dion pun masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
"Sudah lah kak,sana,jangan di permasalahkan," ucap zelda
Revin kembali ke meja kerjanya,dan duduk di kursi kebesarannya.
"Ada apa?" tanya Revin
"Untuk berkas yang tadi saya kasi ke bapak? jadi perusahaan mana yang akan kita panggil untuk presentasi besok ?" ucap Dion
Revin baru mengingat jika Dion sempat memberinya puluhan berkas dari puluhan perusahaan yang meminta nya bekerja sama dengan perusahaan miliknya.
"Tuh berkasnya belum saya lihat,coba kamu pelajari semuanya dan kamu pilih mana yang menurut kamu cocok untuk bekerja sama dengan perusahaan kita" ucap Revin kembali mempercayakan semuanya pada Dion.
"Gila,gue di suruh baca tu puluhan berkas sekarang juga,? tau gitu gue baca ada dari tadi" gumam Dion
"Kenapa masih di sana?" ucap Revin sedikit meninggi dan kembali fokus pada pekerjaan nya yang tadi sempat terbengkalai akibat keduanya.
"Maaf pak,baik saya kerjakan sekarang" ucapnya berjalan menuju meja dekat sofa tempat Zelda duduk manis.
Zelda sekilas menatap beberapa berkas yang sedikit berantakan akibat ulak keduanya tadi,fokus Zelda pada salah satu berkas yang terletak di antara beberapa berkas yang berantakan.
Sebelum Dion mengambilnya,Zelda lebih dahulu menarik berkas itu dan membukanya.
"Menarik?" ucap Zelda membolak balik berkas itu,
Revin yang mendengar ucapan Zelda segera menatapnya dari mejanya.
"Aku mau perusahaan ini datang juga besok buat presentasi!" ucap Zelda
"Tidak salah honey,? " tanya Revin ragu atas pilihan Zelda Karena menurut nya proposal yang tadi di baca Zelda tidak sesuai dengan apa yang Revin inginkan.
"Jelas honey,pokonya perusahaan cabang milik SANJAYA GRUP yang berpusat di Malaysia harus datang besok dalam presentasi,dan jangan lupa untuk memberitahu CEO cabang SANJAYA GROUP,agar pemilik resmi dari SANJAYA GROUP yang harus hadir sendiri" ucap Zelda
Revin kembali mengecek nama perusahaan yang berkasnya dia pegang saat ini,dan yach,salah satu perusahaan yang mengirim proposal kerja sama dengan perusahaan Revin adalah SANJAYA GROUP, perusahaan milik papanya BOY.
"oh ya,aku juga mau besok sediakan kursi buat aku, boleh kah honey?" ujar Zelda berjalan mendekati Revin dan. mengambil alih berkas itu untuk ia kasi ke Dion.
"Dan satu lagi, bagaimana pun caranya BOY Sanjaya juga harus bisa hadir di sini,bilang saja untuk mendapatkan kerja sama pewaris dari perusahaan mereka juga harus hadir,karena kerjasama ini bukan cuma sebatas pada 1 proyek saja,bisa jadi jika melihat pewaris perusahaan mereka juga aktif dan berkompeten,maka perusahaan ini akan menjalani kerjasama selamanya dengan nya,Gampang kan?" ujar Zelda lagi.
"Waw,bakalan ada pertunjukkan kan lagi kayaknya" gumam Dion dalam hati.
"Kamu pinter honey,apapun buatmu" ucap Revin mengecup singkat pucuk kepala Zelda,
"Baik saya laksanakan dan segera mengirim kabar ke perusahaan Tersebut" ucap dion pamit
Zelda pun pamit dari sana dan langsung mengurus segala sesuatu untuk pertemuan besok.
Tanpa di sangka,Dion mengundang sekitar 20 perusahaan besar yang mengajukan berkas kerjasama untuk datang ke presentasi besok,dia beralasan untuk memberikan semua dari mereka kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan milik Revin.
__ADS_1
tok
tok
tok
"Permisi pak,ini daftar perusahaan yang akan ikut serta dalam meeting besok" jelas dion memberikan berkas daftar perusahaan mana saja yang ia setujui untuk ikut.
"Sebanyak ini?" tanya Revin menyeritkan alisnya.
"Bukan kah lebih bagus pak ,saya rasa Nona Zelda mempunyai pertunjukkan yang harus di tonton banyak orang Bukan?apalagi perusahaan yang saya pilih adalah perusahaan perusahaan besar di negara ini." jelas Dion
Revin berfikir sejenak"kamu pintar juga" pujinya
"Huh,bos saja yang baru sadar,apa karena bos terlalu bucin sampai lupa memiliki assisten sei genius aku" gumamnya pelan
"Kamu mengumpat saya? " tebak Revin mendengar gumaman Dion
"Ti-Tidak pak,mana berani saya! " gugupnya
"Ya sudah,kamu bisa kembali bekerja" ucap Revin
"Aah,aman aman, baru di puji pinta saja otak loe udah Bolot lagi dion,dasar bodoh" ucapnya merutuki dirinya sendiri sambil berjalan ke ruangannya.
**
"aku mau semuanya besok pagi siap" ucap Zelda memperintahkan seseorang untuk mempersiapkan semuanya untuk besok
"Bagus,tinggal menunggu besok? apa Loe masih bisa menghina dan mencaci gue boy setelah loe tau siapa gue sebenernya" seringai Zelda mengingat betapa jijiknya dia akan boy yang menghina dan merendahkan dirinya sebelum mencaritahu kejadian sebenarnya dan malah memercayai papanya.
**
Hari sudah sore,Tiara terlihat sedang istirahat setelah mengikuti beberapa latihan di markas,ia duduk di rerumputan taman sambil menatap langit dengan menutup matanya ,kedua tanganya di belakang menumpu tubuhnya dan kaki terulur ke depan berselonjoran.
"huuh capek juga" gumamnya pelan sambil meraih sebotol air mineral di dekat tasnya.
Ting
suara pesan masuk dari ponselnya,Tiara mengulurkan tanganya meraih ponsel itu dan membuka pesan dan beberapa video yang terkirim ke nomernya.
Tiara tanpa sengaja membuka video itu
(bersambung)
3 bab untuk hari ini cukup lah ya , lanjut part selanjutnya,
di tunggu like, komen,dan vote nya guys agar author bisa lebh semangat berkarya.
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻