Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 67


__ADS_3

"Awas aja kalian gue hukum kalian nanti" lanjutnya bergumam dalam hatinya .


"kalian percaya kan sama Tante? " tanya mama Erland kembali membuyarkan lamunan mereka.


"hmm,baiklah, tapi Tante percaya kan sama kita?" tanya Zelda balik,di balas anggukan mama Erland.


"Sebenarnya,kita adalah ,,,"


Ukhuk


ukhuk


ukhuk


Semua menoleh ke arah sumber suara.


"sayang"


"Kak Erland"


"land"


semua memanggil namanya dan menghampiri dirinya.


"ma,mama" tangis Erland pecah melihat sang mama ada di depannya dengan selamat.


"iya sayang ini mama nak,ini mama" tangis mama Erland.


"mama gak apa-apa kan?"


"tidak,tidak,mama tidak apa apa,kamu gimana sayang,apanya yang sakit,di mana he" tanya mama Erland sambil melihat seluruh tubuh Erland yang terluka


"isssh,gak apa apa ma, Erland gak apa, Erland baik baik aja" jawabnnya melihat kecemasan mamanya


"kamu ini ,makanya jangan pernah main yang macem macem lagi,jadi gini kan akibatnya," kesal mamanya dengan memukul pelan pundak erland


"aaarkh" ringisnya saat pukulan pelan mamanya


"aduuh,ma'afin mama sayang" ucapnya lagi mencium kening Erland


"Malu ah ma kaya anak kecil aja"


"gimana keadaan Lo" tanya Zelda


kemudian dia baru sadar jika semua temannya ada di depannya saat ini.


"kalian,! " bingung Erland menatap ketiga temannya .


kemudian dia mengingat semuanya sebelum ia tak sadarkan diri.


"Apakah mereka kesini untuk menghukum ku karena telah mengambil secara sembunyi senjata itu?" fikir erland dalam hati


"Ma'af" hanya 1 kata yang keluar dari mulut Erland dan tak berani menatap semua teman temannya.


"Ma'af?! " tanya Zelda


"ma'af buat apa?" Zelda sengaja bertanya seperti itu pada Erland,karena Zelda mau tahu bagaimana reaksi Erland saat ini.


Erland kembali menatap temannya,ia berfikir ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat.


"Ma'afin aku atas semuanya,aku tau aku salah,aku tau aku khilaf,aku akan tanggung jawab atas apa yang aku perbuat,aku siap kalian hukum,aku siap,tapi asal kalian tahu aku melakukan itu karen, " ucapan Erland terjeda


"sejak kapan loe ngomong sama kita sekaku itu,pake aku kamu,kalian,sejak kapan bodoh" pukul Zelda pelan kening Erland.


"aaark " sakit

__ADS_1


"jadi,? kalian?" tanya Erland sambil menunjuk temanya.


Zelda mengangguk seakan tau apa yang erland fikirkan.


hiks


hiks


hiks


fokus Erland pada temannya terpecah saat mendengar ringisan itu,ia menoleh


"Kak Erland jahat,hiks hiks.."


"Ngambek lagi nih anak" goda Andi


"huaaaaaaa,huaaaa" tangis Tiara makin pecah dan berhamburan memeluk erland.


Erland pun membalas pelukan Tiara,


"Cengeng amat loe"


"Diam le" kesal Tiara


"Kenapa nangis ?" tanya Erland


"Kamu jahat,aku kira itu hari terakhir aku liat kamu,huaaaaa"


"kamu juga jahat ,aku di sini kamu gak liat? beneran sayang bukan sih? " adu Tiara tanpa melihat siapa di sekitarnya,bahkan mama Erland pun tak ia perduli kan karena dia benar benar sangat menghawatirkan erland.


"Enggak,siapa yang jahat,aku beneran gak liat" dusta Erland


"Bohong!"


"beneran,aku gak liat kamu tadi" dustanya lagi,padahal sejak tadi orang yang pertama dia lihat setelah mama nya adalah Tiara tapi Erland sengaja tidak menegur Tiara dan menyebut namanya,Erland ingin tahu bagaimana reaksi Tiara saat Erland mengacuhkannya,dan triknya berhasil,ia berhasil membuat Tiara kesal dengan tidak di tegur olehnya,itu artinya bahwa Tiara benar cinta sama dia.


"apaan sih" ucapnya melepas pelukannya dan memukul pelan dada bidang Erland.


"Emang kamu enggak? " tanya Erland sambil menggoda Tiara,


baginya sikap malu malu Tiara membuatnya gemas dan menggoda Tiara akan jadi hobi baru baginya saat ini.


Tiara benar benar di buat Malu,di depan semua temanya terlebih saat ini ada malaikat tak bersayap Erland juga ada di sekitar mereka.


***


tok


tok


tok


"sayang,Jihan buka pintunya" teriak Johan dari luar,


sejak kejadian itu Jihan tak pernah keluar kamarnya,rasa sakit hati dan trauma akan perlAkuan kakaknya membuatnya enggan melihat dunia luar seperti sebelum kejadian,terlebih saat Jihan tau dirinya kini sedang hamil,


Jihan sangat enggan menyahuti bahkan untuk melihat Johan pun rasanya ia muak.


"PERGI !!! " Teriak Jihan dari kamarnya.


"Jihan please,dengerin kakak" bujuk Johan


PRANGG


PRANG

__ADS_1


"PERGI!" teriak Jihan untuk ke sekian kalinya,semua barang di dekatnya ia hancurkan .


"gue benci sama loe kak,gue benci" tangis Jihan


Johan pun lebih ingin mengalah,sebelum hati Jihan membaik.


"Ini semua gara gara Tiara,dia harus balas sakit hati gue" geramnya dalam hati.


Tut ,Tut


Jihan terlihat menghubungi seseorang.


",,,,"


"gue ada tugas buat kalian "


",,,,"


"bonus besar jika kalian berhasil"


"Lo harus rasain apa yang gue rasain Tiara ,Lo harus tau bagaimana rasanya elo tidak di hargai sama skali,seperti Johan tidak menghargai gue setelah elo hadir di kehidupan kita." ucap jihan dalam hati.


Jihan dendam pada Tiara karena semenjak Tiara ada dalam hidup mereka,Jihan jadi di nomer duakan oleh saudaranya Johan.


***


keesokan harinya.


"Woey,lepasin gue " teriak seseorang yang tak lain ialah paman Leon.


yah,paman Leon di bawa ke penjara bawah tanah untuk mendapatkan hukuman,tapi bukan dari Zelda ataupun Revin,melainkan dari Erland sendiri.


"DIAM,jangan banyak bicara " bentak para penjaga.


"Lepasin gue,kalau enggak kalian tau sendiri akibatnya"


"Udah di dalam sel aja masih sombong,gimana reaksinya nanti jika dia ktmu sama Anggel" ucap salah satu penjaga di penjara itu.


"Udah lah biarkan saja,apapun yang dia katakan tidak usah kota dengar," sahut temannya.


Tak


tak


tak


" selamat siang Anggel" sapa salah seorang di luar


di balas anggukan kecil sang Anggel.


Zelda terus berjalan memasuki lorong kecil yang cukup untuk orang berdua saja,dari luar seperti istana,namun semakin ke dalam semakin gelap dan semakin sempit, pencahayaan juga hanya di dapat dari lampu obor lorong itu,semakin ke dalam suasana lorong semakin dingin,kelam dan pastinya horor.


namun bukan hanya itu, ternyata di balik ke Susana horor penjara itu,terdapat beberapa ruang rahasia,di dalam ruang rahasia itu terdapat beberapa senjata,senjata yang akan di gunakan untuk menghukum seseorang,karena siapapun yang keluar masuk penjara itu,tidak di perbolehkan membawa senjata apapun,karena sifat ruangan itu sangatlah privasi,hanya beberapa orang yang boleh mendekati ruangan itu,bahkan masukin harus memiliki izin dan harus di periksa terlebih dahulu,senjata yang boleh di gunakan di ruangan itu ada dalam ruangan rahasia yang di mana Zelda kini berada di depan ruangan itu,Zelda menarik tiang obor yang menempel di salah satu tembok penjara itu,pergerakan tak terbaca dan tak terdengar pun terjadi,


seperti sebuah tembok Yang terbelah menjadi dua. dan di dalamnya lagi ada sebuah tombol untuk memasuki ruangan senjata itu, ruangan senjata itu cukup dalam,harus melewati lorong kecil lagi,setelah beberapa saat tibalah Zelda tepat di depan pintu ruang senjata itu,


dengan menekan beberapa tombol Zelda berhasil memasuki ruangan itu.


"Hmmm,, pilih yang mana ya buat ngerjain om om genit" geli Zelda mengucapkan kata om genit


"aah,yang ini saja" ucapnya mengambil salah satu senjata untuk di gunakan untuk sedikit bermain dengan paman Leon.


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu

__ADS_1


salam kity-kity


__ADS_2