Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 97


__ADS_3

Jihan termenung menatap punggung Johan,ada rasa perih dan sakit ia rasakan,ia tahu bentul Johan tak akan memberi hatinya sepenuhnya untuk Jihan,karena Jihan adalah kembaran nya,jauh dari orang tua memang keputusan mereka, hubungan terlarang mereka sudah di ketahui oleh orang tuanya,untuk itu orang tuanya tidak lagi Sudi menganggap mereka anak kandung mereka.sejak saat itu Jihan hanya punya johan begitupun Johan dia hanya memiliki Jihan,saking dekatnya hubungan mereka tanpa di sadari ketertarikan satu sama lain membuat mereka menciptakan dunia mereka sendiri meski tau akan resiko kedepannya, terlebih saat ini Jihan tengah hamil,ia belum berani memberi tahu Johan tentang kehamilan nya,ia takut Johan akan meninggalkan dirinya,dan membuangnya.


Jihan memantapkan hatinya untuk menegur Johan dan membawa segelas air putih yang sudah ia campurkan dengan serbuk putih itu.


"kak,ngapain di sini?" tegur Jihan


"Gak ada hanya menghirup udara segar saja" bohong johan


"Nih minum! " ucapnya menyodorkan minuman ke Johan


"Gak baik angin malam,yuk masuk" ajaknya


Johan pun menurut dan minum air yang di berikan Jihan, kemudian ia duduk di pinggiran ranjang,tiba tiba Jihan merasa mual.


Hoek


Hoek


Jihan menutup bibirnya dan berlari ke kamar mandi,segera ia kunci agar Johan tak masuk dan melihatnya muntah .


johan melihat adiknya mual itu pun segera menyusul Jihan.


"Jihan,kamu gak apa apa? " teriak Johan saat ini sambil mengetuk pintu kamar mandi itu


tidak ada jawaban dari Jihan,Johan kembali berteriak


"Jihan,buka " teriaknya lagi


cklek


Jihan membuka pintu toilet dengan tangan masih menutup bibirnya dan tangan satunya lagi memegang perutnya.


"Ah syukurlah,kakak kira kamu kenapa kenapa? " ujar johan merasa lega dengan keadaan Jihan.


Jihan menatap Johan intens,membuat Johan mengerutkan keningnya dan beralih menatap tangan kiri Jihan yang mengelus perutnya.


"Jiihan,ka-muuu, , , , ?" ucapan Johan menggantung.


Johan mulai merasa gerah di sekujur tubuhnya,ia mulai menggaruk seluruh badannya terutama di bagian bawahnya,


"Jih-haaan" lenguhnya.


"Aaarkh..gatal" Johan terus saja menggaruk garuk tubuhnya


Jihan yang melihat itu langsung saja mencoba membantu Johan


"sini biar ku bantu" tawarnya sambil menarik Johan duduk di pinggiran kasur,

__ADS_1


Johan bukannya menurut ia malah melempar tubuh Jihan,langsung *****4* b1b1r Jihan,


"hhee,kita mulai sayang" gumamnya dalam hati membalas c1um4n Johan,


Johan mulai kehilangan kesadaran,baginya saat ini hanya tubuh Jihan, d3s4han Jihan,j3rit4n Jihan,


Dan malam itu,penyatuan antara adik dan kakak itu terjadi lagi.


**


"pah,apa kita sangat keterlaluan dengan Zelda?" tanya mama revin saat ini mendatangai kantor suaminya.


"Menurut mama?" tanya balik papa Revin


"Adduhh pa,kok tanya mama lagi ,mama sampai datang ke sini karena ingin pendapat papa,apa mama kerumahnya ya ?"


"Terserah mama aja,papa ikut aja,kan semuanya karena mama, menilai seseorang dari penampilan nya" jelas papa Revin


"lho kok malah nyalahin mama sih,kan papa juga yang menolak nya kemarin?" ujar mama revin


"Ya itu karena papa fikir mama akan membawa wanita yang baik dan sesuai kriteria kita,tapi nyatanya apa? lebih baik Zelda kemana mana! "


"Papa kan gak kenal sama Cindy, apa jangan jangan papa diam diam menyelidiki siapa Cindy?" tebak mama revin


"Menurut mama?" tanya balik papa Revin


"sudahlah ma, mending mama pulang, sebentar lagi papa ada meeting," ujar papa Revin sembari mengangkat bokongnya meninggal kan mama revin.


***


Tok


tok


tok


"Masuk" sahut pria berjas navy dari ruang kerjanya.


"Ini ada beberapa berkas yang ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita pak?" ujar sang asisten.


"Kamu taruh aja di sana,nanti saya periksa" ujar sang bos


"Baik , permisi" pamitnya


Pria berjas navy itu belum menyentuh sama sekali berkas itu,ia fokus mengerjakan pekerjaan yang di depannya saat ini .


Ia tak bisa fokus hari ini,terlihat sebentar bentar melihat ponselnya, sebentar sebentar menatap layar laptopnya.

__ADS_1


sedetik kemudian ia mengambil ponselnya dan mencari satu kontak yang tertera paling atas di daftar kontaknya,ia menekan ikon warna hijau di ponsel itu,


Tut


Tut


Tut


"Honey! akhirnya kamu angkat juga" Revin kini merasa lega karena sejak pagi tadi ia belum menerima kabar dari sang penakluk hatinya.


"ia,kenapa?" tanya Zelda di seberang sana


" huh,kamu gak kangen sama kakak?" tanya Revin


"Enggak tuh" jawab Zelda


"Serius honey?"


"Iya,aku lebih serius honey,aku tidak kangen tuh"


Revin berjalan ke arah jendela ruang kerjanya,ia menatap ke arah view di sana,dari kantornya yang berdinding kaca sangat jelas gedung gedung menjulang tinggi dan bahkan rumah rumah warga sekitar terlihat jelas,Revin menghela nafas berat mendengar jawaban datar dari Zelda.


"Honey," panggil Revin pelan


"Hmm" jawab Zelda singkat


Revin semakin gelisah terlebih saat dirinya mengingat mimpi buruk semalam,ia khawatir mimpi itu jadi kenyataan,


Zelda meninggalkan dirinya di karenakan tidak mendapat restu dari orang tua Revin.


"Jangan tinggalin aku" ucapan itu terlontar begitu saja,revin menatap pemandangan di depannya dengan mata Kosong,seolah olah jiwanya tidak lagi bersama dirinya saat ini.


saking fokusnya menatap jendela,Revin tak menyadari jika seseorang sudah masuk ruangan nya dan berdiri di belakang nya.


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" jawab Zelda langsung.


Revin tersadar dan menoleh kebelakang,di belakang nya Zelda berdiri manis dengan dress selutut berwarna peach, bermotif kotak kotak,


Revin langsung saja memeluk Zelda dengan bernafas lega,Zelda kaget dengan serangan tiba tiba dari Revin tanpa Zelda bisa mengontrol dirinya hingga ia terjatuh di sofa dekat dirinya berdiri.


BUGH


posisi mereka saat ini,Revin sedang menindih tubuh mungil zelda,mata mereka saling beradu,tatapan rindu,senang dan gelisah Revin tercampur jadi satu,sungguh tak bisa ia bayangkan jika Zelda benar benar meninggalkan dirinya,


Zelda menatap mata Revin yang membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama sejak kejadian belasan tahun silam,ide beralih ke wajah tegas Revin yang ia kenal dari masih SMA Kalla itu kini masih terlihat tampan mempesona,tidak pernah dirinya merasa bosan menatap wajah tegas milik Revin hingga saat ini,Di tambah lagi dengan Revin yang selalu ada dan selalu menepati janjinya untuk selalu ada dan selalu mendampingi Zelda dalam setiap misi balas dendam nya,karena tujuan Zelda menjadi seorang mafia adalah untuk membalas dendam dan untuk menegakkan kebenaran,sungguh membayangkan jika Revin di jodohkan dengan orang lain sangat membuat dirinya terpukul dan tak bisa menerima,jika mengingat dirinya seorang mafia ,dia bahkan bisa saja langsung menghabisi orang orang yang menyentuh miliknya,tapi Zelda bukanlah orang jahat,ia akan bertindak jika orang itu sudah melampaui batas,zelda akan melakukan hukuman pada seseorang jika orang itu bersalah,entah hukuman apa yang akan mereka terima itu semua tergantung pada kesalahan mereka masing masing,jika memang harus membunuh,itu berarti kejahatan mereka tidaklah bisa di anggap remeh,itu salah satu alasan kenapa Cindy masih bisa bernafas dengan tenang sampai sekarang,karena sampai saat ini Cindy tidak ada pergerakan untuk mencoba merebutnya Revin darinya,entah besok atau lusa Zelda tak tahu .


(bersambung)

__ADS_1


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻


__ADS_2