
Dooorrr
Satu tembakan menghabiskan 5 orang skali Gus,tapi itu tidak mudah karena lawan dan kawan sengaja menggunakan pakaian Sama,hanya cincin dan gelang TBW yang membuatnya berbeda.untuk itu semua harus jeli dalam menaklukan lawan.
"Zel awas" teriak Sinta yang melihat ke arah Zelda seseorang sedang melempar pisau dari jarak jauh dan memposisikan di tubuh Zelda,tapi dengan cepat Zelda menghindar dan pisau itu hancur Tak berbentuk lagi.
"Mau main main denganku?" seringai Zelda
Zelda beralih menatap orang itu dan langsung berlari ke arahnya dan dengan cepat Zelda menyayat tubuhnya dengan belati miliknya yang ia simpan dalam jubahnya
sreeet
"eerrrkkkk" jerit nya saat belati itu menusuk lehernya
Zelda terpengarah mendengar sesekali dirinya secara samar di arahkan ke kanan, Zelda merasa itu adalah felling,diapun menatap ke arah kanan dan tentu saja satu peluru sedang berjalan ke arahnya
dor
syuuuuuutttt
bise di lihat olehnya peluru itu berjalan ke arahnya dengan cepat,Zelda menghindar dengan membalik tubuh 90°, sangat terasa di kulit mulus Zelda angin yang membawa peluru itu menuju sasarannya,
Zelda kembali mengarah ke si penembak yang lagi Ingin menembak sekali lagi tapi senjata Zelda lebih cepat mengarah ke dadanya,seketika ia mati di tempat,
"Sudut toilet 3 orang masih terjaga" begitu suara yang samar itu lagi terdengar di telinga Zelda,
ia kembali mengikuti arah dari suara itu,dan yah tentu saja semuanya memang benar.
"ayok cepat" teriaknya lagi
"Kak zel pasti bisa" lanjutnya membuat Zelda jantungan,dari mana Zelda bisa tau posisinya saat ini,tapi itu segera di tepisnya dan kembali fokus, masalah itu bisa ia tanyakan nanti,toh ada keuntungan nya juga jika Zui memberi tahu posisi posisi Lawan yang siap menyerang dirinya .
Zelda kembali mengintip orang orang itu,mereka terlihat mulai memposisikan dirinya untuk menyerang ,menunggu waktu yang tepat untuk mereka keluar tapi sang Dewi pencabutan nyawa sudah siap di belakang untuk memisahkan raga dan jiwa mereka dari tempatnya .
"hai,ngapain main petak umpe" ucap Zelda membuat mereka terkejut dan mengarahkan senjata miliknya ke arah Zelda.
"eiits gak usah buru buru kawan,santai ..uuh aku capek" ucap Zelda santai mengajak mereka mengobrol.
"Hahaha,anak gadis ingin bermain " tawa mereka.
"mending ikut Abang dek,yok main di kasur lebih mantap" ajaknya sambil tertawa.
"jangan mimpi"
syuuuttt
JLEB
JLEB
JLEB
mereka semua klengeer di tempat mendapatkan anak panah menancap di tubuh mereka.
"Kuu-rang_ aaa-jar" geramnya saat dirinya hampir mati di tempat
dia sempat mengambil senjata nya dan menekan sekali tapi sayang salah sasaran karena tubuhnya sudah melemah dan ia menutup mata.
"huh menyusahkan" grutu Zelda melewati mayat mayat yang berserakan di lantai.
Sinta ,Diwa dan Andi masih menikmati pertarungan mereka dengan yang lain,
"Awas sin" teriak Diwa mendorong Sinta
dor
__ADS_1
"aarkk" Diwa tertembak
"Diwaaa"
"Diwaaa"
Revin dan Zelda mendengar teriakan itu,kemudian berlari ke arah mereka.
"B4jing4n" marah Zelda melihat darah segar di tubuh Diwa,
Zelda membabi buta menyerang lawan,dengan semua kemampuan yang ia miliki ia mampu menghabisi semua yang ada di sana,
JLEB
JLEB
BRAK
DUAAARRR
DUAG
Zelda dalam sekali serang berhasil melumpuhkan sisa dari para pembuat onar itu,hingga tersisa satu orang
"Siapa yang menyuruh kalian " tanya Zelda
"Aampunn"
"JAWAB,siapa yang menyuruh kalian melakukan ini" bentak Zelda sudah siap menembak
"Ampun,ampuni saya,biarkan saya hidup,anak dan istri saya menunggu saya pulang " ujarnya memohon.
"jangan banyak bicara jika mau nyawa kamu selamat,Siapa yang menyuruh kalian,CEPAT JAWAB" Bentak Zelda lagi
"Pak,fir-mam" ucapnya
"siap anggel" ucap mereka membawa orang itu .
Kemudian Zelda berlari ke arah diwa yang sudah di bawa ke ruang persembunyian yang tadi di tempati oleh orang tua Zelda dan Revin..
cklek
pintu terbuka ,mereka semua menidurkan Diwa di kasur,
"Cepat panggil dokter" teriak Revin
tak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa Diwa.
BRAK
Zelda membuka pintu itu dengan kasar
"Bagaimana keadaannya" panik Zelda.
"pasien Harus segera di operasi" jawab dokter
"KENAPA DIAM SAJA ,LAKUKAN SEKARANG" bantak Zelda
membuat dokter itu terkejut merasa sekujur tubuh nya melemah,tapi mau tak mau dia harus segera membawa Diwa ke rumah sakit terdekat.
"Bantu saya bawa dia ke mobil" ujarnya kemudian berlalu.
orang tua hanya memandang diam pertunjukan yang di hadapannya ini
Revin memeluk Zelda erat.
__ADS_1
"aku yakin Diwa kuat" ucap Revin
"Harus," tegas Zelda
ia berbalik arah menatap orang tua masing masing lalu berhamburan memeluk mereka
" ma,pa,zel kalian gak apa apa kan" tanya Zelda sambil memeluk mereka bergantian.
"Pa,ma kalian gak apa apa" tanya Revin pada orang tuanya.
"Kamu ini main main dengan yang bahaya gimana mama baik baik saja" ucap mama revin menangis.
"Sudah yang penting aku baik baik sekarang" ucapnya
banyak pertanyaan yang harus di tanyakan pada Revin saat ini tapi ia urungkan karena merasa waktunya tidak tepat,jadi mama Revin memutuskan untuk bertanya jika waktunya sudah pas.
"Kita pamit kerumah sakit" jelas Zelda
kemudian mereka semua keluar dari sana ,sebelum Zelda menghilang Zelda berbalik dan berkata.
"Nanti akan ada orang yang menjemput dan mengantar kalian pulang sampai rumah " jelas Zelda.
dan tentu saja setelah kepergian mereka, berapa orang datang untuk menjemput dan mengantar kedua keluarga itu pulang ke rumah dengan selamat.
di perjalanan
"pah,kok mama merasa bersalah sama Zelda,dia anaknya mandiri dan baik" ucap mama revin
"Sudahlah ma,makanya jangan menilai orang sembarangan" jelas papa Revin
"ih kok mama,Kan papa juga" bela mama revin
"Tante kok ngomong gitu?" sahut Cindy
"diam kamu!" ucap mama revin membuat Cindy terdiam tak berani membuka suara.
"jadi ini,kenapa data data Zelda tidak ada yang bisa melacak" gumam papa Revin dalam hati
"Sudah ku duga dia bukan orang yang sembarangan " lanjutnya lagi.
"Eh kamu,kamu di suruh Zelda nganterin kami?" tanya mama revin pada sopir yang sedang mengantarnya.
"eeh,itu-anuuu, , ,!" ucapnya ragu
"ngomong yang jelas " sahut mama revin
"Iya nyonya maaf,lebih tepatnya saya bekerja sama Anggel Zelda sudah lama sebagai sopir " jelas sopir itu
"ooh,gitu" jawab mama revin singkat.
"Menurut kamu Zelda orangnya kaya gimana?"
"semua sifat baik yang ada pada wanita ada pada dia" jelas sopir itu membuat Cindy tidak suka mendengar nya.
"Tante sudahlah jangan ngomongin Zelda terus,aku kesel nih" ujar Cindy cemberut.
"Ma sudahlah,mungkin dia punya batasan membicarakan atasannya" ucap papa Revin
Sang supir tersenyum
"Untung saja papa king Revin paham" gumam sopir itu
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
__ADS_1
salam kity-kity 😻