
Maafin kakak,kakak hanya ingin kamu lulus dengan nilai maksimal,untuk mereka serahkan sama kakak, semuanya akan aman kakak janji " bisik Revin
Zelda menghembuskan nafasnya kasar
"aku tahu" jawabnya singkat
"eeh" ucap Revin melepas pelukannya dan beralih menatap Zelda.
Zelda pun tersenyum
****
Dua bulan kemudian,Zelda dkk kini telah lulus SMA,mereka kini telah mendaftarkan diri di universitas ternama di kota itu,dengan kompaknya mereka kini berada di universitas yang sama,Revin sangat puas akan pencapaian mereka,
"ma,pa zel langsung berangkat ya " teriak Zelda seperti biasanya di rumah megah keluarga Handoko
"Hati hati jalanya sayang nanti kesandung " teriak mama Selena tak kalah keras melihat anak pertamanya itu berlari layaknya bocah
"iya mah .. muach..muach..muach " Zelda mencium pipi mamah,papa,dan adiknya Zuita dan Zelda langsung keluar dengan hati senang mengendarai mobilnya menuju kampusnya.
Papa Handoko hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya itu,
"anak itu sudah dewasa tapi kelakuan masih bocah" dumel nya di sela sela ia meminum air putih.
"tapi kakak hebat kan ma,pa? " ucap Zui seketika membuat mama dan papanya saling tatap seolah paham apa yang di katakan anaknya itu,
Mama Selena melepas garpu dan pisau rotinya,kemudian mengelap bibirnya dengan tissu beralih menatap Zuita.
"kenapa adek bicara seperti itu? " tanya mama Selena
Papa Handoko pun di buatnya menatap Zuita dengan menautkan kedua alisnya heran. Zuita melepas sarapanya dan menatap orang tuanya bergantian,
"Tidak usah menatap adek seperti itu ma,pa,adek tau siapa sebenarnya kak Zelda," ucap Zuita menekuk wajahnya sedih
"Maksudmu? " lagi lagi mama Selena memberi pertanyaan,bukan tak paham hanya saja ia tak ingin anaknya mengetahui semuanya di usia yang masih sangat kecil,ia tak mau Zuita terbayang bayang dan mempengaruhi tumbuh kembang nya yang masih kelas 3 sekolah dasar.
Zuita menghembuskan nafasnya kasar mendapat pertanyaan yang seharusnya sudah di mengerti oleh orang tuanya.
"Huh,aku sudah tau ma,aku tau semuanya sejak kak zel bertanya padaku tentang kakaknya temanku yang meninggal itu,kak zel tidak yakin kakak temanku itu meninggal bunuh diri" jelas Zuita panjang lebar
"kak zel janji pada zui akan membantu teman zui untuk menangkap pelakunya,dan zui mendengar percakapan kakak dan teman temannya di kamar pas zui mau balik ke kamar" lanjutnya
"sayang " ucap mama Selena beranjak memeluk anaknya menenangkan nya
"Kamu tidak apa apa setelah mengetahui semuanya?" tanya mama Selena serius
Zuita menggelengkan kepalanya,
"zui tidak apa apa ma,pa,zui juga tidak takut,zui percaya kakak bisa jaga zui,mama,dan papah dengan baik" jawabnya
__ADS_1
Zuita memang anak kecil yang masih belasan tahun,tapi ia sangat pintar bahkan pemikiran nya layaknya anak yang sudah dewasa,semenjak mendengar semuanya Zuita mencari tahu segala sesuatu yang menyangkut kakaknya di kamarnya,dan ia sedikit paham setelah mendapatkan beberapa informasi di laptop milik kakaknya serta tau kenapa ada banyak sekali orang yang menjaga di rumahnya, dan kemanapun ia pergi ia akan selalu melihat beberapa menguntit kemanapun ia pergi,
"ya sudah ma,pa,zui berangkat dulu " ucapnya lalu mencium mama dan beranjak mencium papahnya
"hati hati sayang " teriak mama dan papa Handoko bareng.
"pah,kenapa zuita tidak takut dan tidak khawatir setelah mengetahui semuanya? " tanya mama Selena yang kini sudah kembali duduk berhadapan dengan suaminya Handoko.
"Papa juga tidak tau ma,papa heran kenapa anak anak papa sangat tidak tertebak?,apa karena dulunya pas mamah hamil papa ingin anak laki laki yang kuat ya haha" tawa renyah papa Handoko membuat mama selena yang tadinya heran dengan anaknya manjadi kesal dengan suaminya
"huh,papa di tanya apa di jawab apa,sudahlah mama mau ke supermarket dulu mau bantu bik man belanja bulanan" jawab Mama Selena ketus
"ma sudah tua ,gak boleh ngambek ! " ledek papa Handoko
"ma,mama gak ngantar papa ke luar,papa mau berangkat kerja nih " teriaknya lagi
"iya pa,ayok " sahut mamah Selena yang memang sebentar sebentar lembut, sebentar sebentar ketus,sama seperti Zelda yang suka berubah ubah.
***
Di perjalanan menuju kampus,Zelda menghubungi Revin namun tak mendapatkan jawaban,Zelda tak ambil pusing dan beralih memanggil sahabatnya dalam panggilan grup WhatsApp,beberapa deringan satu persatu mereka mengangkat nya,
"Pagi " sapa erland yang lebih dahulu mengangkat panggilan grup itu
"pagi land,elo di mana ?" tanya Zelda
"gue udah di kampus nih,nungguin kalian " jawabnnya
"yang lain mana ? " tanya Diwa lagi
"Hai " sapa Andi dan Sinta yang sudah sampai juga menghampiri Erland,
"nih merek sudah sampai " lanjut Erland
"oke deh,gue 15 menit lagi kayaknya sampai " ucap Zelda
"oke deh..hati hati " sahut Diwa
"iya zel,hati hati ya,kita tunggu di sini" lanjut Erland
Panggilan pun terputus,Zelda kembali fokus menyetir dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan lagu kesukaan nya, saat dirinya sedang fokus ,pandanganya teralih pada satu objek,di mana ia menangkap sesuatu,di seberang sana ia melihat seseorang di ganggu beberapa orang berpakaian layaknya preman yang menyeretnya, perempuan itu meronta namun tenaganya tak kuat dan orang orang di sana tak berani menolongnya,
Zelda menepi,dan menyebrang jalan memperhatikan mereka,
"Lepaskan " teriak wanita itu
"tidak akan bisa,, j4l4ng macam kamu pantasnya di tempat momy n Dady,tidak pantas diluaran,sekali p3l4*** maka akan tetap pel****,makanya jangan coba coba kabur jika kamu tidak mau keluarga mu di kampung menderita,paham " jawab preman itu sambil menyeret paksa wanita itu
"aku tidak mau balik kesana lagi,aku tidak mau " teriaknya lagi
__ADS_1
"Jangan banyak b4cot loe " orang yang menyeretnya mengangkat tangannya ingin menamparnya,namun sebelum tangan lelaki itu mendarat di pipi wanita itu, seseorang lebih dahulu menendang nya sehingga membuat nya tersungkur dan teman temannya terkaget.
Bugh
bugh
"S14lan,siapa loe hah,berani beraninya loe ganggu urusan gue" teriaknya sambil berdiri
Teman temannya sudah sigap,mengambil ancang ancang untuk melawan,
"heh,bencong kalian semua,jika tangan kalian sudah berani menyentuh perempuan,gak pantes kalian di katakan laki laki" ucap Zelda tenang sambil tersenyum kecut menatap nanar satu persatu dari mereka yang berjumlah empat orang itu.
"br3ngs3k loe,4nj1ng" marahnya langsung menyerang Zelda
Wanita itu mundur bersembunyi di dekat semak semak yang ada di sana,sedang Zelda dengan santainya ia bertarung dengan mereke,
bugh
bugh
bagh
dugh
pukulan,hantaman,mereka dapatkan dari Zelda yang hanya seorang gadis,tak menghabisi tenaga banyak ,para lelaki itu terkulai lemas di Atas trotoar jalan,
mereka bangkit dan kembali menyerang Zelda satu persatu,namun sayang mereka tak akan bisa mengalahkan Zelda, Zelda melayang di udara dengan kaki di angkat dan melayang ke arah muka para orang jahat itu,
bugh
bagh
duah
"Aaarrkh" jerit mereka bersamaan
Zelda berdiri tegah di atas trotoar jalan,dengan mengibaskan tanganya seolah menyingkirkan kotoran di tangannya,
"Huh,gak seru,hanya segitu kemampuan kalian hah,Cemen,blweek " ledek Zelda sambil menjulurkan lidahnya ke arah para lelaki itu,
Zelda beranjak ke arah wanita itu yang ketakutan,
"ayok ikut aku kak" ucap Zelda mengulurkan tangannya memapah wanita itu,
saat mereka sedang berhadapan,tiba tiba wanita itu berteriak
"Awaaasss" teriaknya
(bersambung)
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻