Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 59


__ADS_3

preman itu pergi dari sana meninggalkan Erland sendirian dengan keadaan berlutut sambil menangis,tak lupa ia tinggalkan bekas kaki panjangnya di permukaan pipi kiri Erland hingga membuat Erland terjatuh ke aspal tanpa perlawanan.


"aaarrkk, b3r3ngsek,4nj1ng loe" geram Erland tak tau harus bagaimana


Erland sangat frustasi menghadapi segerombolan orang itu,di satu sisi nyawa malaikat tak bersayap nya sedang dalam bahaya,satu sisi lagi ia tak mampu menghianati para sahabatnya,ia bingung harus bagaimana jika menggunakan para mafianya tentu akan sangat membahayakan nyawa ibunya,dia harus berfikir dua kali untuk meminta bantuan pada Zelda dan yang lainnya,Demi nyawa ibunya dia berusaha melawan mereka sendirian,


ia pun pergi melajukan motornya pulang kerumahnya,setelah di rasa Erland sudah di rumah barulah orang yang di tugaskan mengikuti Erland itu mengirim hasil penyelidikannya pada sang Anggel,kemudian diapun berbalik menuju markas,


sesampainya di rumah Erland melempar segala sesuatu yang ada di dekatnya sambil berteriak.


"aaaark brengsek loe," geramnya mengingat beberapa waktu lalu sesaat sebelum kejadian.


**flash back


Beberapa hari yang lalu, Erland sedang berkeliling mencari sarapan pagi untuk ibu tercinta,saat dirinya telah balik halaman rumah dan seisi rumah pun sudah hancur bagaikan kapal pecah, Erland yang khawatir pun langsung masuk dan memanggil nama sang ibu,


"maaah,mama" teriak Erland sambil berlari ke kamar sang mama namun tak menemukannya


"****,sial" geramnya melayangkan tangan kosong ke udara,iapun berbalik keluar kamar mencari ke setiap sudut rumahnya namun hasilnya nihil,


BRAK


Erland dengan kasar membuka kamar pembantu yang terkunci, erland terbelalak saat dirinya melihat ARTnya di ikat dengan bibir di tutup serbet,


" bik" Erland berlari menghampiri dan melepaskan ikatan ARTnya,


"bik ada apa?" tanya Erland panik melihat tangis ART nya pecah


"ibuk den,ibuk hiks.." tangis nya


"iya bik,ibuk di mama,mama mana?" tanya Erland sudah tidak sabaran


"mereka membawa ibu gak tau kemana den,dia hanya menitipkan itu buat Aden! " jelas pembantunya sambil menunjukan walkie talkie yang sengaja di letakkan di atas nakas samping kasur pembantu.


Erland berjalan dan meraih benda tersebut,terdengar suara jeritan dari kejauhan,


"mama ! " panggil Erland


"hahaha,nyokap loe sama gue" jawab seseorang dari seberang sana.


"siapa loe,jangan pernah sentuh nyokap gue,atau nyawa loe akibatnya " ancam Erland


"hus hus hus,jangan buru buru anak kecil,mari kita bermain main haha" tawa renyah kembali terdengar dari nya


"apa urusan loe sama gue,apa mau loe hah" tanya Erland


" ini yang gue suka, serahkan senjata kedap suara yang tempo hari di acara pelelangan " jelasnya.

__ADS_1


"APA!?? " Tanya Erland


"Gak,gak mungkin gue serahin itu ke kalian,siapa sebenarnya kalian hah" jawab Erland


"Jika elo tidak bisa memberi apa yang gue mau,jangan harap loe ketemu nyokap loe dalam keadaan bernafas hahaha" ancamnya lagi setelah itu walkie talkie itu sudah tak bersuara lagi.


"aarkh brengsek" geram nya sambil melempar alat itu ke kasur dan bergegas pergi untuk meminta bantuan Zelda untuk menemukan ibunya.


saat perjalanan,deringan ponselnya membuat ya untuk menepikan motornya,di sana terlihat seseorang mengirim gambar dan video serta ancaman agar Erland tak memberi tahu siapa pun jika masih menginginkan ibunya untuk tetap bernafas,di video tersebut juga memperlihatkan bagaimana kejamnya para penculik itu terhadap ibunya,


"aaaark,,sa-kit,tolong lepaskan saya " ibu Erland meronta saat dirinya di cambuk sekali oleh penculik itu.


"aaark SIAL,brengsek 4nj1ng loe " geram Erland saat melihat ibunya tersiksa,tak tau harus bagaimana iapun berjalan tanpa arah dan tujuan akhirnya sampai di BAR yang bukan bar biasa mereka datangi,


Di sana Erland menenangkan dirinya dengan meminum wine yang banyak,agar bisa tenang dan melupakan sejenak tentang penyiksaan ibunya,agar lebih bisa berfikir bagaimana untuk menyelamatkan nyawa ibunya,tapi ia salah, ia terus menerus minum sampai ia mabuk berat,


ia keluar Bar dengan linglung dan memaksakan diri untuk menaiki motornya,Belum jauh dia mengendarai motornya erland terjatuh dari motor,tepat saat itu Tiara yang baru saja ingin pulang dari membeli sesuatu di apotek melihat orang terjatuh dan langsung menghampiri,


"astaga mas,mas tidak apa apa? " tanya Tiara panik


"tolong pak,tolong !!" teriak Tiara karena dirinya tak sanggup mengangkat motor gede milik Erland.


beberapa orang berlari ke arahnya dan langsung membantu mengangkat motornya,


"kenapa dek? " tanya para warga


"mas ini jatuh dari motor pak," jelas Tiara


"tapi pak kasihan, bagaimanapun juga dia kecelakaan" jelas Tiara yang masih belum melihat wajah lelaki yang kini masih setengah sadar itu


"ayok bantu saya memapah dia" ajak Tiara


mau tak mau wargapun ikut membantu untuk mendudukkan Erland


"Astaga,kak Erland " kaget Tiara melihat lelaki itu adalah erland sahabat Zelda.


"mbak kenal? " tanya warga


"ia pak,dia sahabat teman saya" ucapnya menjelaskan kepada warga.


"ya sudah kalau gitu,mbak kan kenal jadi kita aman ya,ya sudah mbak kita pergi" ucapnya lagi


"iya pak ,mas terimakasih ya!" ucap Tiara


"ia mbak sama sama" ucap mereka kemudian pergi meninggalkan Tiara dan Erland.


"aduh,kak kok bisa kaya gini,yang lain mana?" tanya Tiara namun tak mendapatkan jawaban dari Erland,

__ADS_1


Tiara merogoh kantongnya namun lupa membawa ponselnya,kemudian dia mencoba mencari ponsel milik Erland setelah ketemu dia bingung karena ponsel Erland terkunci dengan sandi bukan dengan sidik jari,


"aark sial,sial " desis Tiara


"gimana bisa menghubungi teman teman " Tiara gelisah saat ini karena jam sudah menunjukkan jam tengah malam, jalanan juga terlihat sepi,ia berusaha membantu Erland berjalan menuju sebuah gubuk kecil di pinggir jalan,


setelah beberapa saat akhirnya Tiara sampai di gubuk itu,ia melepas pelan tubuh Erland yang masih pingsan,aroma alkohol pun sangat menyengat di Indra penciuman nya,


"aaah berat banget sih,mana gak bawa hape,hp kak Erland juga pake sandi gimana bisa pulang,gue juga gak bisa pake tu motor gede" monolog Tiara kebingungan,


Ctarrrrr


ctarrr


kilat serta petir pun bergemuruh serta hujan turun sangat lebat,


"aaark" teriak Tiara saat petir terdengar memekik telingata


ia bersembunyi di sudut gubuk itu dengan duduk memeluk lututnya,tanganya gemetar


hampir 2 jam lamanya hujan tak kunjung reda,Tiara masih setia dalam posisinya dan Erland sedikit tersadar tapi Tiara tak menyadari pergerakan Erland,


CTAAARR


Petir kembali menggelegar dan Tiara kembali berteriak


"aaark"


Erland yang baru bangun pun terkejut mendengar suara wanita histeris saat mendengar petir,saat kemudian dia mau menghampiri tiara dia meringis kesakitan pada kaki dan kepalanya


"aaaw iiish" jerit Erland


Tiara mendengar itu kemudian mendongak dan melihat Erland sudah bangun dari pingsan nya.


"Kak Erland Sudah bangun?" tanya Tiara


"Tiara,ngapain kamu di sini?" tanya Erland kebingungan.


"aku,aku tadi habis dari apotek kak beli obat,tapi pas di jalan aku liat kak Erland jatuh dari motor makanya aku bantu Kakak bawah kesini,aku gak bawa hape kak aku juga gak tau sandi hape Kakak makanya aku bingung," jelas Tiara


Erland kembali mengingat kejadian sebelum dia kehilangan kesadaran tadi,ia mengingat saat dirinya keluar Bar dan tidak mengingat lagi,


"terimakasih" ucap Erland


"kak" ucap Tiara


(bersambung)

__ADS_1


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻


__ADS_2