Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 53


__ADS_3

Ting


Perlahan pintu terbuka layaknya sebuah lift terbuka.


Revin berdiri tegak setelah masuk dan menatap lurus ke arah orang orang di depannya yang kini juga tengah menatapnya.


mereka semua mengeluarkan senjata mereka,setelah melihat Revin yang masuk mereka kembali melanjutkan selancaran mereka yang tertunda.


"kalian ternyata ? bagaimana bisa? "


mereka bukanya menjawab malah berbalik menyelesaikan sesuatu yang belum selesai.


"Mengganggu saja !" ketus Zelda


"jelaskan " ucapnya


"iya bawel,nanti ya,ini sebentar lagi lho" santai Zelda sedang yang lain masih fokus pada layar masing masing.


setalah beberapa menit akhirnya "LOCKED "


"YEESSSS ..Akhirnya " senang mereka saling tatap dan saling berpelukan


"khem khem.." Revin mendehem.


segera mereka melepas pelukannya beralih menatap revin


"Jelaskan " ucapnya sekali lagi


Zelda tersenyum dan berjalan ke arah Revin,Zelda menatap kedua sahabatnya itu dan memberi kode agar mereka bisa keluar,dan dengan begitu mereka langsung keluar


"Kita tunggu di luar " ucap Andi


Setelah mereka pergi dari ruangan itu,Zelda kembali menatap Revin


"apa? penjelasan apa ?" ucap Zelda


" apa perlu aku mengulang pertanyaan yang sama Zelda meiisya Handoko ! " sahut Revin


"Huh,,kamu lupa siapa sebenarnya gadismu dan teman temanya ini,heh " ucap Zelda mendekati Revin Hinggan jarak di antara mereka hanya beberapa senti saja.


"apa perlu di jelaskan lagi kak Revin ku sayang " goda Zelda dengan menggambar abstrak pada dada Revin.


"kamu tidak akan bisa menyembunyikan apapun dariku " ucapnya lebih ke menakutkan,tapi Revin malah tersenyum akan keagresifan Zelda.


"Begitukah gadisku sayang ? " lanjut Revin memiringkan kepalanya menatap Zelda.

__ADS_1


Revin menarik pinggang zelda hingga tak ada jarak antara tubuh Zelda dan tubuh revin saat ini,mata mereka saling memandang,tangan Zelda di lingkarkan ke leher Revin saat ini.


"Adakah hadiah untukku dan teman temanku ? " tanya Zelda.


" Sangat ada, terimakasih sayang ,,cup " ucap Revin mengecup singkat bibir Zelda.


"Aku akan memberikan hadiah untuk gadisku dan sahabatnya,apapun yang dia mau " lanjut revin


"Apapun? " tanya Zelda kembali


" Apapun " ucap Revin ulang


cup


cup


"euummmmmmmm " lama dalam posisi itu, Revin lebih dahulu melepas c1umanya,ia menatap Zelda yang memejamkan matanya,kemudian membuka perlahan matanya dan langsung menatap mata Revin,Revin tersenyum dan menggendong Zelda ala bridal style keluar dari ruangan itu,


Masih dengan mata saling menatap,Revin membuka kode kunci yang ada di sana dan kembali ke dalam lemari pakaian Zelda,tanpa merubah posisinya yang sedang menggendong Zelda Revin keluar dari sana menuju kamar Zelda dan mendudukkan Zelda di atas meja yang ada di kamar itu,Zelda masih enggan dengan posisinya di mana tangannya masih di kalungkan di leher Revin,sedangkan tangan Revin kini memegang pinggang zelda,


"Aku mau hadiahku sangat istimewa,di banding keuntungan dari perusahaan mu,aku minta helikopter pun tidak akan ada tandingannya bukan ? "ucapan Zelda membuat kening setra alis Revin mengerut


"Tapi,aku masih baik hati Loh kak,aku tidak minta helikopter,aku hanya minta ,,,,,"


"cup"


"cup"


kecupan tiga kali pada bibir Zelda membungkam bibirnya kembali berucap.


"Ini tidak akan kalah istimewanya di bandingan benda benda berharga di luaran sana bukan? " kali ini Revin yang berbicara panjang lebar


"eummmm,tidak buruk " jawaban Zelda kembali membuat Revin mengangat keningnya,heran sekaligus senang,dengan begitu ia merasa itu adalah lampu hijau untuknya,


Ia kembali melu***t bib** Zelda dengan lembut,Zelda pun membalas nya, Revin memperdalam c1um4n nya dengan menelusuri setiap rongga mulut Zelda, bertukar Saliva,mengabsen tiap inci sudut bibir luar dan dalam Zelda,Revin melepas c1umanya memberi ruang untuk Zelda bernafas,


"Masih manis" ucapan Zelda membuat dirinya tersenyum malu dan muka merah Zelda bak kepiting rebus seakan jadi hiburan tersendiri bagi Revin,


"Gemas" gumamya dalam hati


kini,bukan bibir Revin yang nakal,melainkan tangan nya juga ikut berkeliaran menelusuri baju bagian dalam Zelda,Zelda tidak menolak,ia lebih menikmati setiap sentuhan dari Revin,ia memejamkan matanya kala tangan Revin kini menemukan squisi kemb4r kesukaannya,ia m3r3m4s dengan kedua tangannya sedang b1b1r mereka masih bersatu, perlahan Zelda melingkar kakinya di pinggang Revin sembari mengeratkan posisi mereka dengan kakinya,tangan Zelda ikut bergerak kesana kemari seakan mencari sesuatu di balik kemeja Revin, terlebih dahulu ia membuka jas milik Revin dan melempar nya kesembarang arah,kemudian membuka satu persatu kancing kemeja Revin dan kini tanganya Zelda m3r4b4 dada bidang milik Revin,


Entah belajar dari mana Zelda lebih agresif saat ini,ia melepaskan c1um4nya dan kini ia menelusuri l3h3r Revin dan turun ke d4d4 Revin,ia m3nghi*** dan menji*** d4d4 revin membuatnya ikut memejamkan mata sedang tanganya masih berselancar di d4d4 Zelda, Revin melepas d4d4 Zelda beralih ke mengangkat bok*** Zelda,Zelda dengan reflex melingkar kan tangannya ke leher Revin,sedang wajahnya kini ia sembunyikan di leher Revin,


"Kenapa? " ucap Revin melihat tingkah Zelda yang seakan malu, Revin masih berjalan ke arah kasur king size kamar Zelda.

__ADS_1


Zelda hanya menggelengkan kepalanya,ia tak menjawab,


"bodoh,bodoh malu gue, kenapa seagresif ini sih sama kak revin ? " gumamya dalam hati


Revin merasakan kaki Zelda semakin mengeratkan pegangannya di pinggang Revin,dan ia merasakan setiap nafas Zelda di lehernya seakan memancing sesuatu di bawah sana semakin terbangun,


"Jangan memancingku zel" ucap Revin pelan seakan menahan sesuatu agar tidak kebeblasan.


Zelda seakan senang menggoda Revin,ia tidak tahu bahwa revin susah payah menahan juniornya agar tidak memasuki bibir bawah Zelda,tapi Zelda semakin menggoda nya,Revin ingin melepaskan dirinya saat ini namun Zelda masih dengan erat berada dalam pangkuan Revin,


Zelda sangat malu saat ini pada Revin,ia malu karena terlihat sangat agresif,untuk itu ia sangat tidak ingin melepas pelukannya pada Revin saat ini,tapi Zelda tidak sadar jika terus seperti ini Revin akan semakin terpancing dan bisa jadi ia lupa diri saat ini,ia mencoba untuk melepaskan diri dari Zelda,tapi Zelda tetap dalam posisinya.


"Zel,udah ya,kakak mau ke kamar mandi,kakak tidak tahan " bisik Revin


Zelda menggeleng,tidak ingin di lihat Malu


"Jika aku bisa bersembunyi di bawah tanah,aku sudah melakukannya dari tadi," gumamya masih bersembunyi.


"Zelda " ucap Revin mengeras namun tak menggubris Zelda


"Gak,aku gak mau " ucap Zelda.


"Baiklah jangan salahkan aku jika aku tidak bisa menahan diri lagi " ucap Revin


Mata Revin kini memerah,pertanda ia sudah berusaha menahan diri tapi kali ini tidak lagi,ia harus menuntaskan nya,tadinya ia berfikir bermain sendiri di kamar mandi dengan sabun ,tapi Zelda tidak ingin melepaskan dirinya.


"Pokoknya aku gak mauuuuuuuhh aarrkk" ucapan Zelda terpotong dengan des4h4n yang tak sengaja keluar dari mulutnya,


Revin dengan mata merahnya kini bisa di bilang tidak bisa menahan lagi,ia mer3m** bu** da** Zelda dengan keras membuat Zelda kaget dan mend3s4h ker4s juga.


"Kaaak " Zelda memberanikan diri untuk menatap mata Revin yang memerah,


tanpa jeda Revin langsung melum** b1b1r Zelda,kini bukan hanya sekedar melu*** ,melainkan mengh1s4p b1b1r,beralih ke l1d4h Zelda dengan nafas memburu seakan sedang lari maraton.


"Mampus gue " gumamnya dalam hati,ia tahu saat ini apa yang di rasakan Revin,ia pernah mendengar cerita para sahabatnya,Andi, Andi pernah bilang jika laki laki sudah di luar batas dan tidak bisa menahan diri,maka harus di tuntaskan ,jika tidak si laki laki akan kesakitan akibat tidak bisa mengeluarkan cairan nya.


"Gua harus gimana? " lanjutnya dalam hati


"apa gue.....? "


( bersambung )


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2