
tut
tut
"Aaark, , kenapa tidak bisa di hubungi" geram Andi masih mencoba menghubungi nomer Dion maupun Revin.
***
Setelah gempa itu ,para pasien di rumah sakit itu segera di evakuasi, terlihat 3 pengawal termasuk orang kepercayaan Dion menghampiri Dion,mereka mengalami luka luka si sekujur tubuh mereka akibat tertimpa sesuatu di luar sana saat berlari keluar .
"Pak Dion bapak tidak apa apa?" tanya salah satu dari mereka.
"Tidak ,kalian tidak apa apa?" tanya Dion balik
"Hanya sedikit luka saja pak"
"Kalau begitu obati luka kalian ,jangan biarkan"
"Bagaimana pak Revin" ucap salah satu dari pengawal itu
Dion segera berlari ke arah ruangan operasi, terlihat rumah sakit di sepanjang jalan mengalami kerusakan dan keadaan di sana sangat kacau,Dion sampai di depan ruang operasi yang terlihat terbuka,
Dion memiliki perasaan yang tidak enak,dia segera menendang pintu itu dan berlari masuk,
Deg
jantung Dion seakan berhenti bernafas sejenak,mengingat bahwa pas gempa terjadi lampu ruang operasi masih menyala,menandakan bahwa masih terjadi mau proses operasi,namun saat ini di depan mata Dion hanyalah sebuah brangkar kosong tidak ada orang di dalam sana.
"Kemana pak Revin" kaget Dion mencari ke segala arah namun tidak menemukan Revin.
Dia merogoh ponselnya dan menelpon,tapi percuma signal ponsel satupun tidak ada sekarang,
"Sial,ada apa ini? kenapa tidak ada signal" ucap Dion
yang lain juga mengeluarkan ponselnya dan hasilnya sama ,tidak ada signal.
Dion juga baru sadar jika lampu masih mati,Dion segera berlari dan menemukan dokter yang berlari ke arah mereka
"Dokter di mana bos saya" tegar Dion
"Maaf pak,tadi kamu baru selesai operasi dan belum sempat mematikan lampu operasi saat gempa datang,untuk itu kami menyelamatkan diri kami dahulu" ucap dokter itu
"Brengsek,"
BUGH
"dokter macam apa kalian, meninggalkan pasien lemah di ruang operasi dan kallian malah menyelamatkan diri kalian?" marah Dion
"Jaga sikap anda pak,anda tidak tahu anda di mana?" ucap dokter itu terlihat kesal
"Sabar pak,ini bukan negara kita" bisik orang kepercayaan Dion
__ADS_1
Dion segera mengatur nafas dan berusaha meredam emosinya
"Jika kami tidak berlari menyelamatkan diri kami,kami tidak akan bisa menyelamatkan pasien kembali" ucapnya
"Apa yang mau anda selamat kan hah,lihat pasien yang akan kalian selamatkan tidak ada di ruangan itu" mata Dion kembali mendengar keteledoran dokter
"Apa,tidak mungkin " ucap dokter itu kemudian berlari ke dalam ruang operasi.
"kita cek CCTV" ucap dokter itu
"Maaf dok,semua koneksi dan media mati total sementara," ucap salah satu suster itu.
"Terus kita harus bagaimana?" ucap dokter itu
"Cepat kerahkan semua rekan kalian dan cari bos saya,saya tidak mau tahu dan saya tidak perduli di mana Sekarang" bentak Dion membuat dokter itu sedikit ketakutan.
"Kalian ikut saya,cari pak Revin Sekarang '" ucap Dion mulai mengajak anak buahnya mencari.
**
"Bagaimana Andi" ucap Erland berlari ke arah Andi,di susul oleh Diwa dan Sinta
"Pak Erland,kami sudah mengerahkan para anggota TBW mencari tahu di mana pak Revin" lapor Bimo
"Bagus," ucap Erland dan kembali fokus pada layar yang sudah terputus koneksi
Erland dan yang lain masih fokus pada layar depan mereka untuk mendapatkan kembali koneksi di sana,namun hasilnya tetap sama.
"Jika di sana masih mati lampu,kita tidak akan bisa menebus jaringan di sana land" ucap Sinta
"kita harus tetap coba,aku yakin mereka semua masih memperbaiki juga di sana" ucap Erland
"loe benar land,mereka pasti akan cepat bisa memperbaiki kekacauan di sana." lanjut Andi
dan mereka masih dengan kesibukan mereka mencari koneksi untuk menemukan Revin dan yang lain.
keesokan harinya ,mereka semua belum menemukan titik terang,keadaan Turki masih sama seperti kemarin,lampu masih padam dan juga koneksi internet belum tersambung. keadaan Zelda masih belum terkontrol,papa Handoko dan juga papa Revin masih mencari kesetiap lokasi rumah sakit di Turki,namun belum menemukan pasien bernama Revin.
Andi,Sinta,Diwa dan Bimo juga masih bergelut dengan layar transparan di ruangan rahasia itu,sementara yang lain juga ikut mencari keberadaan sang bos mereka.sungguh keadaan TBW kacau karena sumber kekuatan terbesar mereka adalah jaringan koneksi Internet,jika koneksi internet sudah normal bisa di pastikan Revin dan juga Dion dengan muda mereka temukan
"ma,gimana kak Revin mam?" tanya Zelda masih dengan tangis nya.
"Sayang,papa,teman teman juga anak buah kamu sudah terbang mencari Revin,tapi kita yakin Revin masih hidup,dia kuat sayang,kamu juga harus yakin" ucap mama Selena menenangkan anaknya.
"iya sayang,mama juga yakin Revin anak yang kuat,dari kecil kan kamu tahu sendiri dia kuatnya seperti apa" ucap mama revin.
"zel,loe makan ya,loe harus sehat biar nanti kak Revin pulang dia gak marah sama kita" ucap Tiara pelan
selang beberapa lama,buk ananda dan jiga bik Maya datang menjenguk Zelda,mereka kasihan juga ikut sedih melihat keadaan Zelda seperti ini.
buk ananda mencoba mendekat," sayang makan ya" ucapnya membujuk
__ADS_1
Zelda masih menggeleng
"Kamu harus makan nak,kalau tidak nanti kamu gak bisa pulang dari sini" ucap bik ananda.
"iya zel,kalau loe sehat kan loe juga bisa ikut cari kak Revin" ucap Tiara
"Yakinlah,Revin tidak apa apa,hanya koneksi di sana saja yang masih terputus,bahkan pihak sana tidak berani menerbangkan pesawat jika keadaan di sana masih kacau" ucap bik Maya kembali
segala bujukan akhirnya Zelda mau makan dan sedikit bisa tenang,
***
"Ketemu" teriak Diwa
keadaan di Turki sudah ada kemajuan,sekarang lampu di sana sudah menyala kembali .
Erland dan Sinta serta bimo berlari ke arah diwa,
"Bagaimana" tanya erland
"Titik lokasi terakhir dari ponsel Revin di sini,tapi kok hilang " bingung Diwa
"coba lagi wa ! " ucap Andi
Diwa mencoba kembali tapi tetap sama ,koneksi yang sempat terhubung kembali terputus.
"Sial" geram Erland,
"ini pasti ada apa apanya" ucapnya lagi
"loe kok bisa bicara seperti itu" ucap Sinta.
"Loe lihat gimana kacaunya Zelda saat sebelum mendapatkan kabar tentang kak Revin?" ucap Erland kembali menerawang.
"terus apa hubungannya?" tanya sinta
"jadi,loe berfikir ada sesuatu yang lain terjadi sama kak Revin dan itu di sengaja?" tebak Diwa
"Gue baru berfikir ke arah sana,kita belum punya bukti yang kuat untuk mengatakan hal itu" ucap Erland melemah,
"coba kalian cek milik pak Dion" ucap Bimo
"biar gue wa,loe fokus ke punya kak Revin aja dulu,siapa tahu nanti tersambung kembali" ucap Sinta
sinta berlari ke arah layar miliknya dan berselancar di sana untuk mengetahui keberadaan Dion.
"Ketemu " teriak Sinta mendapati koneksi Dion tersambung.
Next.
happy reading
__ADS_1