Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 128


__ADS_3

pagi harinya revin telah sampai di Turki,di sana dirinya di jemput oleh oleh orang yang sudah di tugaskan untuk mengantarkan dirinya ke tujuannya.


"salam Presdir Revin,saya june perwakilan dari perusahaan TURKI TWINS CORPORATION" Ujar june


"Terimakasih tuan june, " sapa ramah Dion selaku kaki tangan Revin.


june mengangguk dan mengarahkan ke mobil mewah di dekatnya,


"silahkan!" ucapnya membukakan pintu untuk Revin,


Dion segera masuk dahulu untuk mengecek,setelah itu memperbolehkan Revin masuk.


"Silahkan tuan!" ucap Dion


Revin dengan gagahnya masuk ke dalam kabin mobil jemputan dari TURKI TWINS CORPORATION atau lebih di kenal dengan T2 CORPORATION.


saat ini Revin menggunakan stelan jas hitam,dari celana,kemeja,jas serba hitam dengan model slimfit,model yang di gunakan Revin membuat dirinya semakin gagah dengan di lengkapi jam tangan berwarna senada dengan pakaian nya ,tak lupa juga kacamata hitam bertengger di hidung mancung nya,


june melakukan mobil dengan sedikit gugup,melihat di belakang orang yang sangat berpengaruh membuat dirinya harus ekstra hati-hati untuk sampai ke tujuan dengan selamat,


"Mohon maaf jika saya telat menjemput anda Presdir!" ujar june membuka suara agar situasi di mobil tidak mencekam seperti sekarang.


june menoleh kebelakang melihat revin tak merespon sama sekali,


"tidak apa Mr.june, ,kami juga baru sampai" jawab Dion selaku assisten Revin.


june menelan ludahnya melihat kedinginan Presdir yang memang terkenal dengan dingin dan juga tegas,dari cara duduknya dan gaya nya sudah memperlihatkan siapa dirinya di mata orang orang .


"Bener kata orang orang,dia bukan orang sembarangan" gumamnya.


"Khem" Dion mendehem melihat june melirik Revin dari kaca mobil di depannya.


june segera saja melakukan mobilnya Tanpa ada satu patah kata Mun,membuat mobil itu hening tak bersuara.


"Silahkan tuan ,sudah sampai" ujar june membuka kan pintu mobil


Revin keluar dari mobil itu dengan gaya cool nya.membuat siapapun melihatnya akan meleleh dengan aura dari Revin,terlebih dengan menggunakan stelah jas yang dia gunakan saat ini menambah aura ketampanan dirinya.


Revin berjalan mengikuti langkah june,tak seberapa lama seseorang wanita cantik menghampiri,jika di lihat dari penampilannya bisa di tebak dia adalah assisten CEO perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan nya.


"Tuan Presdir" sapanya ramah mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Revin ,


segera Dion menepis pelan tangan wanita itu,dengan berkata


"Bisakah kita langsung bertemu dengan bos kalian?" dingin Dion menatap Revin yang terlihat tidak suka dengan assisten calon client nya.

__ADS_1


"Ah ya silahkan" jawabnya seraya melangkah menuju ruangan VVIP yang di pesan di hotel itu.


Revin menjalin kerjasama dengan perusahaan T2 CORPORATION dalam pembangunan pusat perbelanjaan terbesar di sana,untuk itu Revin datang langsung ke Turki dan mengecek langsung lokasi pembangunan,karena kelak pusat perbelanjaan terbesar di Turki ini akan menjadi hadiah buat anak pertamanya kelak,untuk itu ia sangat antusias menjalankan kerjasama dengan Perusahaan terkenal dengan bahan dan hasil bangunan yang super keren.bahkan akan menjadi pusat perbelanjaan termewah dan termegah di Turki.


Setelah berjalan beberapa saat Revin sampai di tempat yang di tuju.


"Silahkan tuan Presdir" ujar wanita itu dengan sedikit menundukkan tubuhnya membuka pintu kamar VVIP itu,


ia sengaja melakukan itu agar belahan d4da besarnya terlihat jelas oleh Revin,tapi Revin seperti nya hanya fokus pada pintu yang perlahan terbuka itu.


"Aku harus bisa menggoda nya" gumam wanita itu


Dion yang melihat gerak gerik wanita itu seakan tahu apa yang di fikirkan wanita itu,saat melewati nya Dion berbisik


"Jangan pernah berani mengganggu serigala tenang,jika tidak rubah peliharaan srigala itu akan menggigiti seluruh tubuhmu sampai habis" bisik Dion saat melewati wanita itu


mendengar itu ,wanita itu jadi bergidik ngeri dengan ucapan Dion yang mengancam nya seperti itu.


"Hmm menyebalkan,tidak bolehkan aku bersenang senang sebentar dengan khayalanku?" gumamnya dalam hati sambil mengikuti langkah kaki Dion ke dalam.


"Selamat datang Presdir Revin,senang bertemu dengan anda!" ucap CEO Zain mengulurkan tanganya ke Revin


Revin membalas uluran tangan itu dengan sedikit tersenyum,


"Aah tuhan,izinkan aku memiliki nya semalam saja jika tidak bisa selamanya" pinta wanita itu dengan hayalan tingkat tingginya.


"Silahkan tuan tuan ,silahkan duduk" ujar Zein mempersilahkan mereka duduk


sementara wanita itu sangat mengagumi Revin dari cara bicaranya,suaranya, postur tubuhnya,senymannya bahkan saat Revin membuka kacamata nya membuat wanita itu seakan terbang melayang di langit ke tujuh,jika tidak menyadari posisinya saat ini pasti dia akan memilih Untuk terjun langsung ke pangkuan Revin.


Revin dan juga Zein membahas tentang kerja sama yang akan di lakukannya, dengan segala pertimbangan dan juga penelitian terlebih dahulu tentang perusahaan ini Revin pun menandatangani surat kontrak kerja itu.


"Terimakasih Presdir,atas kesempatan nya untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan kami,kami janji kami akan melakukan semuanya dengan maksimal dan juga seperti yang Presdir Revin inginkan" ucapnya.


"Bagitu seharusnya" jawab singkat Revin


"untuk itu silahkan kami sudah menyiapkan kamar untuk anda dan juga untuk assisten anda tuan,di kamar 502 di lantai 32" ujar nya


"Terimakasih, kamu permisi " jawab Dion


"Silahkan Presdir saya antar ke kamar anda" ujar wanita itu


Revin dan juga Dion pun mengikuti langkah wanita itu untuk segera ke kamarnya.


"Silahkan Presdir ini kamar anda ,dan kamar sebelah kamar anda tuan , , , " ujar wanita itu tidak mengetahui nama Dion

__ADS_1


"Terima kasih" jawab Dion segera membukakan pintu untuk tuannya.


Dion terlebih dahulu masuk memeriksa keadaan di sana.


"silahkan tuan ,anda bisa beristirahat" ujar Dion.


"Jika tidak ada yang penting,jangan ganggu saya" ujar Revin pada Dion


"Baik tuan saya permisi" ujarnya segera keluar dari kamar Revin.


"aah dia bisa bicara banyak juga ternyata,mmm pengen ,, , " gumamnya dalam hati sambil tersenyum menguping pembicaraan Revin dan juga Dion.


"Menguping pembicaraan orang itu tidak sopan," ujar Dion mengagetkan wanita itu


"Haish menyebalkan" gerutu wanita itu dan meninggalkan Dion sendiri.


di dalam kamar,Revin melepaskan jasnya dan di letakkan di kasur nya dan juga meletakkan ponselnya di nakas dekat ranjang itu,ia segera berjalan ke arah kamar mandi,terlebih dahulu dia meminta Dion membawakan baju ganti untuknya .


setelah beberapa saat Revin sudah selesai mandi,namun ia masih menggunaka piyama mandinya,rambut basahnya membuat dirinya terlihat lebih segar Dan juga semakin tampan.


drrrt..dddrrrt


ponselnya berbunyi,melihat nama yang tertera di sana hati Revin berbunga bunga dan segera menekan ikon hijau di ponsel itu


"Honey, , kamu sudah sampai tidak memberi tahuku,kamu lupa aku menunggu kabarmu dan kau malah tenang tenang saja di sana ?" omel Zelda panjanh lebar membuat Revin tersenyum.


"Maaf honey,tadi ponsel ku mati,untuk itu aku menyuruh dion untuk mengisi daya ponsel,dan ini aku baru selesai mandi " ujar Revin ia segera mengalihkan panggilan suara itu ke panggilan video


"ya Tuhan,kenapa belum pakai baju honey? ingin menggodaku?" ujar Zelda melihat wajah segarddan juga rambut basah Revin ,tak luput pandangannya ke dada besar Revin yang sedikit terbuka, memperlihatkan bulu bulu halusnya yang membuat dirinya terlihat seksi


"apa kangen?" tanya Revin


"Haish, , jangan tanya" ujar Zelda


"aku baru meminta Dion mengantarkan pakaianku ,jadi aku masih menunggunya " ujar Revin


"Ya sudah aku tutup ya,"


"eeh apa apaan ,menelpon hanya untuk mengomeli lu?" ujar Revin


"honey,aku akan tenang jika sudah melihatmu hari ini,bye " ujar Zelda langsung mematikan ponselnya.


Revin tersenyum menatap layar datar itu,dan melepas ponselnya kemudian berbalik


"Siapa yang menyuruh kamu masuk ke kamar saya tanpa izin?"

__ADS_1


__ADS_2