
Zelda dan Revin kini berada di taman rumahnya,sedang menikmati suasana yang bersahabat dengan mereka, suasana yang tenang,nyaman dan merasa bahagia,
"Jadi,kapan bersedia menikah?" tanya Revin
"honey,bukankah aku sudah bilang jika aku akan menemui mu langsung dan membicarakan hal ini?"
"Iyah,tapi aku sudah, , "
"Ssst , ,jangan bicara apa apa lagi , aku juga harus menyelesaikan apa yang seharunya aku selesaikan" ucap Zelda beranjak,namun tangan besar milik Revin menariknya dan Zelda pun jatuh ke pangkuannya dan memeluk erat pinggang rampingnya.
"ada apa menahan ku honey?" ucap Zelda seraya mengalungkan lengannya pada leher Revin
"Tidakkah , , "
cup
Zelda langsung mengecup wajah Revin sebelum Revin meneruskan ucapannya,
"Jangan di sini,banyak nyamuk!" bisik Zelda sambil melirik degan ekor matanya.
Rupanya ada seseorang yang sedang mengintainya,dan bersembunyi di atas pohon samping rumahnya.
"Tidakkah kau mau jelaskan" ucap Revin sambil mencium cium wajah mungil zelda.
Zelda beranjak " tidak di sini" jawabnya sambil berjalan ke dalam
"Hei,aku belum selesai bicara honey" teriak Revin
dug
"Awas loe" gumam seseorang yang sedang mengintai rumah Zelda dengan kepalan tangan meninju pohon.
" siapapun elo,gue tidak akan diam" geramnya melihat kebahagiaan Zelda .
di tempat lain,seorang laki laki yang menggunakan motor sport terlihat sedang di keroyok beberapa orang,
"Seerahkan semua barang berharga loe" ucap salah satu dari mereka yang kini sedang menginjak tubuhnya.
"aarrkk, , ," ringisnya kesakitan saat kaki orang itu menginjak tubuhnya
"cepat" ucapnya lagi yang tak langsung mendapatkan jawaban.
"Ini, ambi semue" serahnya
"bagus" ucap nya kemudian mengangkat kakinya untuk meninggalkan laki laki itu seorang diri,
namun saat dirinya hendak menggunakan motor sports itu,terlihat seorang perempuan yang tak lain ialah Sinta mendatangi dan langsung menghajar orang orang itu.
"aaark" teriak seseorang yang hendak menggunakan motor itu
"beraninya keroyokan" ucap Sinta
"siapa loe hah?" tanya orang itu
"Gue, ? gak perlu kalian tahu,yang pasti kalian semua pecundang,beraninya keroyokan" ucap Sinta
"Cuih, , kurang ajar loe , serang" Teriak nya
laki laki yang tadi sangat memperhatikan gerak gerik Sinta melawan para lelaki yang merampok nya tadi.
__ADS_1
Sinta dengan lihai menangkis dan menghajar mereka,
Dug
dug
DUAG
satu persatu dari mereka terkapar,salah satu dari mereka mengeluarkan senjata berupa pisau kecil dari saku celananya,ia melirik Sinta yang lagi menghajar temanya habis habisan,
"rasakan ini" gumamnya pelan sambil berdiri dan mengarah ke sita
"Awaaas" teriak lelaki itu yang melihat perampok itu mengeluarkan pisau dan mengarah ke Sinta.
sontak saja Sinta mendengar teriakan itu dan menoleh cepat.
"Aaaaaaa" teriaknya sambil mengarah ke Sinta
Sinta langsung menunduk dan menendang ************ laki laki itu,laki laki itu mudur dan mendarat di aspal dengan keras,pisau yang di tanganya terlepas begitu saja dan langsung terlempar ke depan lelaki yang di keroyok itu.
lelaki itu mengambilnya,dan melihat ketajaman pisau itu,ia bergidik ngeri membayangkan jika tubuhnya terkena pisau itu,dia melirik Sinta yang mengulurkan tanganya meminta pisau itu.
laki laki itu langsung saja melemparnya,sedetik kemudian pisau itu sudah ada di tangan Sinta.
"Huh, , menyusahkan saja kalian," ucapnya sambil melirik pisau itu membolak balik nya seakan mengabsen apa saja bahan pembuatannya.
"Siapa loe sebenarnya?" tanya salah satu dari mereka yang masih bisa berbicara namun sudah tidak bisa berdiri.
tanpa menjawab pertanyaan itu Sinta langsung saja menerobos baju salah satu dari mereka.
srekk
laki laki itu mendadak merinding dengan gerakan cepat dan tepat sinta menggunakan pisaunya
"Lain kali,jika belum bisa menggunakan pisau dengan baik dan benar,jangan bermain main paman " ucap Sinta meninggalkan mereka.
ia berjalan ke arah lelaki itu dan membantunya berdiri dan mencari tempat untuk beristirahat sebentar.
"aaw" ringis nya merasakan perih saat Sinta mencoba mengobati lukanya
"Cemen loe,gini doang merasa sakit" ucap Sinta meledek
"perih!" jawabnya
"loe cowok jangan kaya cwek dong"
"dan elo cewek,kenapa kaya laki laki?" tanya boy
yah dia adalah boy,teman balap Zelda yang kemarin bangkrut dengan adanya kasus sang papa yang terkena narkoba dan banyak kasus lainnya.
"nih obati sendiri" ucap Sinta melepas kasar kasa yang di gunakan untuk mengobati boy
"eeh, ,tak bisa" ucapnya
"kenapa gak bisa?" tanya Sinta
"macem Mane nak obati ,aku tak tahu di mana lukanya" ucapnya
"Haaish, , ya sudah sini" ucap Sinta mengambil kembali
__ADS_1
"tapi jangan teriak,malu" ucapnya
Sinta pun kembali mengambil obat merah nya kemudian menumpahkan sedikit ke kasa steril yang di gunakan untuk membersihkan luka,terlebih dahulu ia bersihkan luka boy dengan air.
boy berusaha menahan diri agar tidak teriak saat Sinta menempelkkan obat itu ke lukanya.
boy terlihat menggigit gigit bibir bawahnya menahan sakit,
"Fffffhhhh, , hahahaha" Sinta tak kuasa menahan tawa melihat ekspresi boy saat menahan sakitnya.
boy menyeritkan keningnya melihat Sinta tertawa,
"kenape?" tanya boy
" Lo itu Lucu juga ya,hahaha" tawa Sinta lagi
"orang kesakitan malah tertawa" gumam boy
"heeemm, , ,sorry" ucap Sinta merasa bersalah telah mentertawakan boy.
"Sudah " ucap Sinta
"thanks, " ucap boy
hening sejenak,Sinta menatap seorang anak kecil yang sedang bermain dengan kedua orang tua ya.
boy menatap ke arah tatapan Sinta,boy menilai Sinta bahwa dia gadis yang suka anak kecil
"kamu, , _ ucapnya mengambang saat sinta menoleh padanya.
"Gue Sinta,teman Zel, , ,eeh baby,!" sahut Sinta mengetahui bahwa boy pasti akan menanyakan namanya.
"oh ya, ,aku pernah tengok kau di tempat itu,aku ingat" ucap Boy mengangguk tanda mengingat Sinta
"Yups, ," jawab Sinta yang kini posisinya duduk di sebuah bangku di taman,tanganya menumpu pada bangku sedang kakinya di ayun ayunkan ke tanah.
"Btw,thanks atas bantuan mu tadi" ucap boy
"tidak masalah,gue tahu loe siapa,jadi gue milih buat bantu" jawab Sinta kembali menatap ke arah anak anak yang tadi sembari tersenyum.
boy memperhatikan sinta yang tersenyum,tapi beberapa saat kemudian senyuman itu berubah menjadi tatapan kekecewaan,
boy melihat lagi ke mana arah tatapan Sinta,ternyata anak yang tadi di pandangnya sudah berjalan pergi dengan orang tuanya .
"Kau suke bocah cilik.?" tanya boy
Sinta tersenyum" sangat,karena akan kecil tidak memiliki beban apapun,dia bebas melakukan apapun semampunya dan semua orang akan senang dengan apa yang di lakukannya,bahkan apapun yang dia lakukan akan terlihat gemas dan lucu ,jadi gue merasa akan bahagia jika melihat anak kecil juga bahagia,rasanya gue mau balik lagi jadi anak kecil,tanpa beban!" jelasnya panjang lebar.
"Anak macam kau punya problem juga" tanya boy
"Gila Lo,loe kira gue malaikat yang tak punya masalah,?" tanya Sinta
"bukan gitu,sebab saye rasa kau tu tak memiliki masalah ,jike di tengok dari siape kamu yang nyate" ucap boy
"gue juga manusia kali," Jawabnya entah mengapa dia merasa nyaman bercerita pada Boy saat ini.
"Ya sudah gue balik" ucap Sinta
namun tangan boy menahannya.
__ADS_1
"wait.,.,."