Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 117


__ADS_3

(Zelda salah faham,Karena terburu buru mengira Revin telah membuangnya)


Dan Zelda pun kembali kerumahnya dengan menangis tak henti,ingin marah tapi gak bisa marah dengan Revin,ingin mencaci maki tapi seperti mulutnya juga enggan untuk mencacinya,karena Zelda sangat mencintai Revin.


Zelda merasa terlalu bodoh dalam hal ini,begitu besar cintanya sama Revin hingga mendengar kata jika Revin akan menerima perjodohan itu,dia sudah langsung down dan tak mendengar kalimat selanjutnya yang di ucapkan Revin,hingga ia memilih untuk menjauh dari kehidupan Revin, coba saja jika ia tidak buru buru mengambil kesimpulan,pasti ia akan jadi nomer satu untuk menjatuhkan Cindy,sifat ceroboh yang dia miliki


Beruntung bagi Revin, kesalah fahaman nya dengan Zelda membuat dia berkesempatan untuk memberikan Zelda surprise,dan surprise itu berhasil , berhasil menyatukan mereka meski hanya sekedar bertunangan.


pertunangan dadakan yang sangat sederhana,namun itu tak membuat Zelda merasa tidak berarti bagi Revin,ia juga yang menginginkan agar tidak ada yang tahu Hubungan mereka terkecuali orang orang terdekat mereka, terlebih jika akhir akhir ini Zelda merasa seseorang sedang ingin bermain kucing kucingan dengannya .


"Kapan kamu siap menikah dengan ku honey?" tanya Revin yang kini sedang memeluk Zelda dari belakang,pemandangan markas yang mengarah ke hutan yang cukup gelap,menjadi titik pandang Zelda saat ini, di atas langit bintang bintang bersinar terang seperti ikut berbahagia atas cinta mereka,


"honey,bersabarlah sedikit,"tolak Zelda halus


"Baiklah,"


"Aku ingin lihat,sesabar apa prince Revin ini menghadapi wanita! " ucap Zelda melepas pelukannya dan meninggalkan Revin yang diam mematung di balkon itu.


"Eeh apa apaan ini,main tinggal saja"


**


"Eeeuh..aah" d3s4han itu terdengar sampai luar ruangan itu


"sebentar lagi sayang" ucap lelaki itu mempercepat gerakannya


"Iyah, , uuh" desisnya lagi


"eerrrkkkk,"


"aaaah"


teriak mereka berdua menabur ribuan benih ke dalam rahim perempuan itu,lelaki itu tak kunjung menarik tubuhnya,ia malah menyukai posisi ini,dan malah hampir tertidur.


"hei,bangun, , awas" ucap pelan wanita itu


"awas ih, berat " ucapnya lagi namun tak mendapatkan jawaban.


"Johan,minggir" kesalnya langsung mendorong tubuh Johan yang masih menindih nya.


"Aduuh,gangguin aja kamu"


"Kamu mau bunuh anak kita? " tanya Jihan sambil mengelus lembut perut ratanya


Johan mendengar itu sontak saja membuat dirinya langsung terbangun dan menatap Jihan dengan tatapan yang takbiasa.


"Apa kamu bilang?" tanya Johan


"Emangnya kenapa? sampai kapan pun aku gak mau gugurin anak ini Jo" sahut Jihan yang tahu kemana arah Johan berbicara,


"Jihan, please, , mengertilah dengan keadaan," ucap Johan sedikit meninggi


"mengerti dengan keadaan katamu? , br3ngs3k kamu Johan, dengan kamu meminta dilayani setiap hari dan tidak menggunakan pengaman,? apa bisa kamu mengerti dengan keadaan hah?" balas Jihan tak kalah berteriak.


"Jihan DIAM!" bentak Johan

__ADS_1


"Kamu yang diam,kamu tidak pernah berfikir ribuan benih yang kamu semprot setiap harinya ke dalam rahim aku,apa kamu fikir itu tidak akan berimbas apa apa,? kamu salah Johan,dengan kamu melakukan nya bahkan hampir setiap hari tanpa pengaman 99.9% kemungkinan ku akan hamil anak kamu, dan sekarang aku sudah hamil kamu seenaknya menyuruh aku menggugurkannya?, ,di mana hati loe" bentak Jihan panjang lebar sambil menatap tajam Johan yang masih tak mengenakan apapun ,


nafas mereka memburu, seperti ikut maraton saling salahkan,


"Gugurkan!" ucap datar Johan kemudian dia meninggalkan Jihan yang masih terduduk di pinggir ranjang.


"Aarkh" teriak Jihan menangis tak ingin menggugurkan janin nya.


"Johan kamu mau kemana?" tanya Jihan


"gugurkan atau aku tidak akan kembali" ancamnya.


"Br3ngs3k loe Han, " gumam Jihan


sesampainya di luar Jihan mendengar percakapan Johan.


"Bawa Tiara malam ini juga ketempat yang aku kasi tahu" ucapnya.


Raut wajah Jihan berubah menjadi marah,kala mendengar nama Tiara di sebut oleh Johan,


"Br3ngs3k kamu Tiara,awas loe" Jihan mengepal erat tangannya,dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sementara di rumah desa,Tiara sedang latihan bersama bagus dan juga pelatih mereka.


"Tiara" teriak buk ananda memanggil.


"Iya buk!" sahut Tiara menghampiri


"Ra,bantu ibuk beli ini di minimarket dekat sana ya,ibu lagi gak enak badan lagi" ucap buk Ananda sambil memegang tengkuknya yang sedikit merasa pegal.


"iya nak, terimakasih ya,"


"Astaga buk,kaya sama siapa saja bilang terima kasih segala " sahut Tiara sembari Berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


beberapa menit Tiara telah mengganti pakaian nya dengan jeans pendek,serta sweater Hoodie moca,tak lupa ia menggunakan topi,Tiara kali ini mengendarai motor yang di sediakan di rumah desa untuknya dan untuk pak pelatih agar mudah kesana kemari.


Tiara memparkir motornya di tempat parkir minimarket itu,ia segera masuk dengan memasukan kedua tanganya di kantong depan sweater nya,ia mengangkat kuncung bajunya ke kepala nya namun masih tetap menggunakan topi.


drrrt


drrr


"hallo buk" jawab Tiara


" , , , "


" iya buk,Tia juga kangen sama ibu,nanti kalau ada waktu tia pulang ya" ucapnya ,tangan satunya masih di dalam kantung sweater itu.


", , , "


"Iya buk,Tiara baik baik saja,ibu gak usah khawatir ya" jawab Tiara


"ya sudah buk,Tia tutup dulu ya,ada keperluan" lanjut Tiara menutup telponnya dan kembali berjalan menyusuri minimarket itu untuk mencari apa yang di pinta buk ananda.


setalah selesai berbelanja,Tiara langsung pulang,namun saat dirinya sampai di pertengahan jalan yang lumayan sepi, terlihat sebuah mobil dari arah berlawanan terlihat berhenti di pinggir jalan, kemudian seorang wanita keluar dan memeriksa kedepan dan kebelakang,Tiara memandang ke arahnya,wanita itu terlihat kebingungan,

__ADS_1


"Permisi, , mobil nya kenapa mbak?" tanya Tiara mendekati wanita itu


"Eem, , itu , , anu, , gak tau, tiba tiba saja mati" ucap wanita itu sedikit menengadahkan matanya ke arah Tiara ,wanita itu terlihat memperbaiki mobilnya


"Bisa mbak?" tanya Tiara.


"Hehe,gak ngerti" ucapnya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"em , , sini saya coba liat,boleh?" tawar Tiara


"Boleh, silahkan" jawab wanita itu.


Tiara terlihat memeriksa beberapa mesin dari mobil itu,


"kayaknya air radiator nya habis mbak,! punya air gak?" tanya Tiara


"eeh oh ada, di dalam mobil,di jok belakang," jawab wanita itu


"Bisa di ambilkan?" pinta Tiara


"Eeh, , mm..oh sebentar" jawabnya


terlihat wanita itu sedikit kebingungan,dan sedikit ketakutan.tapi ia berusaha sembunyikan dari Tiara,saat sampai di pintu belanja tiba tiba Tiara melihat wanita itu sakit kepala dan hampir pingsan,


dugh


dia bersandar pada Tiara,


"mbak gak apa apa? tanya tiara


"cuma sedikit pusing!" jawab wanita itu,


"Ya sudah mbak duduk ada dulu di dalam mobil,saya cari sendiri airnya" ucap Tiara membantu wanita itu duduk di kursi depan.


Tiara berjalan ke arah jok belakang,ia membuka pintu,dan sedikit menunduk untuk mencari air mineral yang tadi di kasi tahu wanita itu ,namun saat dirinya sedang mencari cari sebuah tangan menelusup ke arahnya dari belakang dan berhasil membuat kesadaran Tiara hilang,


"Hahah,tidak susah juga membawa wanita ini pada bos" tawa lelaki itu


"hei,kalian mau apakan dia" tanya Wanita itu gemetaran


"loe diam saja,dan sekarang loe bisa balik,nih uang buat loe untuk membayar operasi nyokap loe" jawab lelaki itu melempar sebuah amplop coklat ke arah wanita itu,


wanita itu segera mengambil nya dan mengecek isinya,


kemudian dia berlalu begitu saja meninggalkan Tiara bersama para lelaki itu,


"Mbak,mbak orang baik, maafin saya ya,tapi saya lebih sayang sama ibuk saya,kalau saya tidak dapat membayar biaya operasi ibuk,nanti ibuk semakin parah,maafin saya ya mbak!" gumam wanita itu sedikit merasa bersalah


"Aku akan mencari mbak nanti,untuk menjelaskan semuanya" lanjutnya bergumam kemudian pergi dari sana dengan taksi .


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2