
"Apa hubungannya kalian Sama anakku? apa salah anakku hah? " tanya Mina ibu Erland.
"loe mau tau? oke gue kasi tahu,dengar baik baik" ucapnya tepat di telinga ibu Erland
kring
kring
suara telpon si preman berdering
"hallo bos!"
",,,,,"
"oke"
telpon pun di tutup dan preman itu langsung pergi ,
"habisin makanan loe,jangan sampai gue balik loe masih belum menyentuh makanan itu,tau sediri akibat nya." ancamnya kemudian berlalu pergi meninggalkan ibu Erland
"hei,mau kemana kamu,kamu belum kasi tau aku apa hubungan kalian sama anakku sampai kalian menculikku ?" teriaknya
**
sementara itu,keesokan harinya di tempat yang tersembunyi 3 pasang mata sedang mengamati suatu objek di depan mereka.
Ting
"bagaimana ?" tanya Zelda yang baru saja masuk melalui pintu rahasia di ruangan itu
"coba deh cek dulu ! " jawab Andi namun mata masih mengamati apa ada yang kurang
Zelda pun mengambilnya dan meneliti dengan cermat,dan teliti.
"bagaimana menurut loe? " tanya Sinta
"kerja yang bagus,kalian sangat hebat dalam waktu kurang dari 24jam bisa membuatnya sangat sempurna" puji Zelda
"terus apa yang harus kita lakukan dengan benda ini? " tanya Diwa penasaran.
Zelda mendekat dan berbisik
",,,,"
"WHAT!!!!" histeris Diwa mendengar nya
"loe gak salah kan,mana mungkin ?" tanya nya lagi
"sudahlah kita akan tau nanti,kalian harus lakukan semuanya dan persiapkan diri kalian," ucapnya berlalu meninggalkan mereka .
"akhirnya,bisa istirahat " Sinta mengangkat kedua tangannya meluruskan otot otot tegang selama beberapa jam yang lalu berkutat dengan mesin canggihnya.
setelah melakukan perintah sang Anggel barulah mereka bisaa pulang kerumah mereka kerumah masing masing.
__ADS_1
***
Ting
"waktu loe tinggal besok,kalau sampai jam 1 pagi loe tidak datang tamat sudah riwayat nyokap Lo ! "
sebuah pesan masuk dari nomer tak di kenal membuat Erland semakin frustasi,tak lama kemudian sebuah video pun terkirim ke ponselnya.
dalam video tersebut,seseorang bertopeng telah berdiri memegang senjata tajam dan Senjata api yang sudah siap kapanpun menembus kepala sang ibu.
"Gue harus bisa ambil senjata itu sekarang juga,tapi gimana caranya ,aaark " geram Erland.
"apapun resikonya gue harus bisa,nyokap gue taruhannya," setelah memutuskan untuk tetap mengambil senjata itu barulah ia berangkat menuju markas,tentunya tujuan utamanya ruang senjata.
**
"Bik,kok sepi? yang lain kemana? " tanya Erland
"lho bukanya lagi di rumah desa nak,kamu gak ikut,? semuanya lagi ke sana jenguk mbak ananda yang sudah seminggu ini sakit" jelas buk Maya
"Tumben,mereka gak ngajak gue,Tiara juga gak bilang apa apa?" gumamnya
"Eh tapi bukanya ini bagus,kesempatan gue buat ngambil senjata itu sekarang," girangnya
Erland pun langsung menuju ruang senjata tanpa memikirkan akibat yang akan di terimanya,karena Zelda sama Revin Tak pandang bulu dalam memberantas kejahatan ataupun penghianatan.
"yang penting sekarang nyokap gue selamat,urusan belakang gue akan tanggung akibatnya" lanjutnya
Langkah Erland terhenti saat beberapa Mafioso berjalan di sekitarnya.
"siang mas"
berapa di antaranya pun menyapa sopan seperti keluarga dekat ,dan sapaan mereka pun di balas anggukan kecil Erland,
setelah di rasa aman barulah dua masuk dan mengambil langsung senjata itu,kemudian i bawanya pergi di masukan ke dalam tas hitam miliknya,setelah itu dia keluar dari markas dengan motor gedenya.
"mah,tunggu aku" monolognya
tak di sangka air mata Erland terjun begitu saja di pipi mulusnya
Erland pulang kerumahnya untuk menggantikan pakaiannya dan mempersiapkan dirinya,dia yakin di sana banyak sekali ancaman untuk nyawanya,
Ting
ponsel erland kembali berdering
Sebuah lokasi tempat ibunya berada telah di kirim kepadanya,dengan cepat erland berangkat.
setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Erland kini telah sampai di sebuah hutan belantara,tapi maps masih mengarahkan dia semakin dalam dan lebih dalam lagi ke tengah hutan.
hingga saat maps di ponselnya telah berada di titik lokasi ia menyeritkan alisnya,ia tak menemukan apapun,yang ada hanya Hutan seperti tak berpenghuni.
"Sial,mereka bermain main sama gue" geram Erland dalam hati.
__ADS_1
"Woey, pecundang di mana loe,gue sudah sampai ketempat yang loe tuju,gue sudah bawa apa yang loe mau,keluar baj1ng4n" teriak Erland
tak lama kemudian ponsel nya pun berdering.
"di mana loe 4nj1ng" geram Erland
"hahaha,santai anak muda, ikutin arahan gue,tatap arah jam 5 di jam tangan Lo sekarang,dan temukan ada sebuah cahaya merah" ucap seseorang misterius menelepon dan langsung mematikan ponselnya.
"SIAL"
setalah menemukan apa yang di cari,iapun terpengarah melihat sebuah mobil di dalam semak semak itu,ia pun memeriksa mobil itu dan memasukinya,di dalam mobil tenyata ada sebuah peta kuno mengarak ke suatu tempat.
di balik peta itu terdapat tulisan yang hanya bisa di baca ketika di hadapkan ke cermin.
Erland yang sudah berpengalaman dalam dunia bawah tanah tentu tidak kesulitan sama skali dengan tulisan itu.
setelah mendapatkan petunjuk, Erland pun melanjutkan perjalannya menuju sebuah gubuk tua di tengah hutan,ia memarkirkan kendaraannya dan berjalan masuk dan langsung menendang pintu gubuk itu.
tak di sangka, seseorang bertopeng tengah menunggu kedatangan nya dengan duduk Manis di sebuah kursi kebanggaannya,di temani asap rokok yang khas menambah kewibawaan dalam dirinya,aura kejahatan pun semakin terasa ketika melihat sekelompok orang berpakaian serba hitam mulai mengepung dirinya.
"Akhirnya kamu sampai juga, keponakan ku sayang" suara khas itu sangat ia kenal.
"Bulshit,jadi ini semua ulak paman?" kaget erland tak terima di balik semua ini adalah seorang yang sangat dia kenali,ialah adik dari almarhum papanya Erland yang otomatis adalah adik ipar dari mamanya.
"ah iya, ternyata keponakan ku sayang ini masih sangat mengenali pamannya ini ya," balasnya
dengan langsung melepaskan topeng nya dan di lemparkan ke sembarang arah.
"apa salah mama dan aku Paman?" tanya Erland sedikit mengangkat suaranya
"BANYAK!" bentak pamannya sambil melempar kan rokoknya dan menendang meja di depannya.
"Mamamu tidak pernah melihatku sedikit pun,meski aku bersujud di kakinya untuk ia bersamaku dahulu dia tetap memilih Hendro papamu "
"Aku membenci kalian yang hidup bahagia di atas penderitaan ku yang sangat mencintai tapi tak terbalas"
"Apalagi setelah aku melihat dengan mata kepala aku sendiri jika kamu berada dalam sebuah organisasi mafia yang terkenal di dunia bawah tanah,aku semakin ingin membunuh kalian,kamu selalu membuat rencana ku gagal,"
"Jika aku tanpa sengaja melihatmu saat di pelelangan sedang memasuki ruangan CCTV dan aku mengawasi mu aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya,dan kau tau akulah yang merusak acara itu dengan mencoba merampok senjata itu,tapi dengan adanya kamu yang memantau CCTV semua rencana ku gagal" geramnya pada Erland.
"dan apa kau tahu,aku tidak akan puas Sebelum kalian semua mati di tanganku" lanjutnya dengan nada penuh kebencian.
"Jangan bilang paman yang sudah membunuh papa? tebak Erland ketika mendengar penjelasan pamannya itu .
(bersambung)
***Ma'af jika ceritanya bertele tele,author berusaha up 1 bab malam ini,di karenakan masih belum bisa mikir lama lama,kumat lagi deh sakitnya,
jika ada waktu nanti di perbaiki ya, terimakasih
jangan lupa tinggalkan komentar kalian,
love u***
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻