
DUUUUAAAR
DUAAARRR
"aaaarkh" teriak Tiara yang belum pernah mendengar ledakan sedahsyat itu tepat di dekatnya.
kemudian mereka memutuskan untuk membawa Erland kerumah sakit terdekat
sementara itu ,Zelda sendiri sedang menuju sebuah villa yang tak jauh dari lokasi hutan tersebut,ia berkendara sendiri dengan mobil sport nya.
ia memarkir mobilnya sedikit renggang dari villa itu guna untuk bisa masuk lebih aman ke tempat mama Erland di sekap.
Zelda turun dengan mempersiapkan beberapa senjata yang menempel di tubuhnya.dengan pakaian serba hitam rambut di kuncir kuda,ia menggunakan jubah yang sedikit besar untuk menutupi tubuh mungilnya,namun siapa sangka di balik jubah itu terdapat beberapa senjata untuk ia pergunakan di dalam sana.
Zelda mengendap memasuki pekarangan villa yang sangat luas,jika di lihat seperti sebuah lapangan kecil,namun sangat kotor jauh dari kata layak untuk di tempati, terlihat di sana beberapa orang sedang berjaga di pintu masuknya.
Zelda melihat sekitar untuk mencari tahu tempat yang akan ia pergunakan untuk membasmi mereka satu persatu,di rasa sudah tahu harus kemana Zelda kembali melangkah,tak ada yang menyadari keberadaan nya,dengan mudah ia sampai di depan pintu.
"Hei siapa kamu" teriak salah satu dari ke empat penjaga itu
"UPS,astaga,hai paman?" Zelda berpura pura menutup bibirnya dan melambaikan tangannya.
dengan cepat Zelda menyerang satu persatu dari mereka,
tak membutuhkan waktu lama mereka semua terkapar pingsan,dengan gaya elegant nya Zelda masuk ke dalam ruangan itu.
matanya menelusuri setiap sudut dengan kaki berjalan semakin dalam,ia memeriksa setiap sudut ruangan itu,
ia bersembunyi saat beberapa orang berlalu dan melewatinya,dan melanjutkan perjalannya,saat di mana kini hanya tersisa sat ruangan saja, seseorang berteriak di belakangnya.
"hei berhenti,angkat tanganmu" teriak seseorang itu
Zelda pun seketika menghentikan langkahnya dan mengangkat kedua tanganya tanpa menoleh kebelakang.
"Siapa loe?! " ia bertanya dan Zelda membalik badannya dan langsung menyerang dengan beberapa senjata yang mirip seperti jarum,tapi mematikan,Zelda melemparnya satu persatu ke arah para penjaga itu,dan reaksi jarum kecil itu sangat cepat membuat mereka pindang di tempat.
*Aaark
*aaark
tak banyak bisa berteriak kesakitan setelah merasakan dirinya tertancap benda mematikan itu.
CIUUUTT
CIUUUTTT
JLEB
JLEB
Zelda terus melempar benda kecil itu mengarah ke mereka yang sudah mengetahui keberadaan nya,aksinya berhenti kala kaki panjang berhasil membuat sasaran selanjutnya melesat salah sasaran,tubuh mungilnya terhuyung ke samping dan hampir terjatuh saking kerasnya tendangan itu,tapi Zelda tak menghentikan serangannya semakin banyak yang berdatangan Zelda semakin siaga tapi tetap tenang,dengan gaya kasualnya dia mulai mengeluarkan belati kesayangannya,
"Serang dia"
hiyaaaa
SYUT
SYUT
__ADS_1
DUGH
DUGH
DUAG
DUAG
berkelahi dengan banyak orang tak membuat Zelda cepat kelelahan,justru semakin membut dia bersemangat karena terhitung lumayan lama ia tak berkelahi seperti ini,
Tenaga Zelda yang lincah dan tubuh mungilnya serasa seperti melayang di udara saat dirinya mengangkat satu kakinya dan berhasil membuat beberapa orang mendapatkan bagaimana rasanya di tendang oleh kaki Mungil gadis kecil di depannya ini.
mereka langsung terkapar setelah tendangan Zelda mendarat di pipi mereka,kemudian melanjutkan aksinya dengan menendang belati kecilnya hingga menusuk ke perut bagian kiri sedang tangan Zelda langsung menghujani mereka dengan tembakan tembakan peredam suaranya,hingga tak menimbulkan suara tembakan,salah satu dari mereka berlari ke arah pintu ruangan di mana mama Erland di sekap pamannya,tapi Zelda dengan cepat mengejar sebelum dia sampai membuka pintu Zelda lebih dahulu menghujaninya dengan kepalan tangan mungilnya tapi terasa sangat berdenyut saat hantaman demi hantaman terasa ngilu di kepalanya.
"Jangan coba coba mendahului ku paman jelek" ejek Zelda .
kemudian berbalik arah dan langsung menembaki mereka yang tersisa dengan tembakan nya.
setelah semua di atasi baru lah Zelda menuju ruangan yang di gunakan untuk menyekap mama Erland.
BRAK
Zelda masuk dengan mendobrak pintu ruangan itu, paman Leon kaget beserta dua penjaga nya merasaa siaga melihat kedatangan sang Dewi kematian ada di depan mereka.
"Siapa kamu berani nya masuk ke rumah orang tanpa permisi,!" ucap paman Leon sambil menghentikan kegiatannya.
"hmmm,mmmmm" mama Erland meronta dengan air mata menghujani pipinya.
"tangkap dia " ucap paman Leon
mereka berdua pun sigap menangkap Zelda.
"Hanya gadis kecil,tapi cantik juga " seringainya.
"Heran,kenapa kamu bisa masuk dengan mudah melewati semua anak buah saya" ucapnya masih santai.
"anak buah om semua nya payah" ejek Zelda membuat paman Leon mengerutkan alisnya,
"gak usah bingung om ,anak buah om memang payah,buktinya mereka semua mati di tanganku" bangga Zelda
"Apa kamu bilang,tidak mungkin " ucapnya tak percaya
"Kamu periksa keluar" perintahnya pada salah satu anak buahnya kemudian dia keluar,
setelah dari luar wajah sang anak buah pun terlihat sangat pucat melihat mayat berceceran, darah segar pun di mana mana,bau amis menjadi ciri khas baru ruangan itu.
"kenapa loe pucet kaya gtu" tanya sang bos
"ga-dis ini ben-nar bos" jawabnya gugup,hampir pipis di celana
"Gak mungkin" ucapnya tak percaya langsung keluar melihat situasi.
"Aaaark,kurang ajar,bunuh gadis ini!" printah sang anak buah namun nyali mereka menciut setelah melihat banyak temanya jadi korban.
"Kenapa kalian diam aja?,CEPAT BUNUH DIA!!!" ucapnya skali lagi kepada anak buahnya,
Tapi reaksi kedua anak buahnya yang tersisa masih sama,diam tak bergeming di tempat.
"Keparat kalian aaaarkh" geramnya mulai memukul anak buahnya,sedang Zelda mundur ke belakang untuk melepaskan ikatan mamanya Erland.
__ADS_1
"Tante gak pa2?" tanya Zelda
"Terima kasih nak!?" ucap mama Erland memeluk Zelda.
"Tante diam di sini ya,jangan kemana mana" ucapnya meninggalkan mama Erland di pojokan ranjang .
Zelda menekan sesuatu di telinga nya.
"Cepat datang ke lokasi XX,!!!" ucapnya.
"Banci kalian,lawan bocah ingusan kaya ini aja takut" ucapnya lagi
sementara melihat itu Zelda duduk manis di sofa dekat kasur.
"wah, ternyata aku benar ya Paman,anak buahmu sangat sangat payah " ejek Zelda dengan memainkan mimik wajahnya yang imut.
"Diam kamu! Cuih,,apa kemampuan mu bisa mengalahkan aku hah" ucapnya sambil menunjuk wajah Zelda sambil meludah ke sembarang arah
"menurut mu?" bukanya geram malah semakin mengejek
itulah Zelda,orang orang tidak ada yang tahu jika dia adalah sang Anggel dari TBW termasuk paman Leon.
"Kurang ajar haaaaaa" semakin geram dengan sikap santai Zelda membuat paman Leon semakin marah.
Zelda nampak berdiri dan langsung menghindari serangan paman Leon.
tangan dan kaki paman Leon terlihat lincah saat menyerang Zelda namun Zelda bukanya membalas melainkan menghindar.
DUAG
satu tendangan Zelda membuat om Leon terkapar dan berhasil membuat meja di dekat sofa itu terbelah menjadi dua.
"boleh juga " ucapnya kembali bangkit dan langsung menyerang dengan pisau di pinggangnya .
SYUUUT
SYUUUT
Zelda dengan ringan menghindari setiap serangan,hingga fokusnya terpecah saat paman Leon sengaja mengarahkan senjatanya ke arah mama Erland,namun dengan cepat ia berbalik dan Zelda menghindar tapi tidak terlalu menghindar,hingga lengan bagian kirinya terkena pisau tajam pan Leon,
"Aaark" teriak mama Erland
"iissssh" ringis Zelda saat lengannya terkena pisau itu,darah pun mulai keluar.
tapi sedikit serangan itu tak membuatnya melemah,melainkan semakin tertantang untuk mengalahkan paman Leon.
"Hahah,segitu saja kemampuan mu anak manis" ucapnya kemudian menyeret mama Erland untuk di jadikan Sandra agar Zelda tidak bisa berkutik.
"Berani melangkah,nyawanya melayang" ucapnya mengancam
(bersambung)
***mau tau cara Zelda menyelamatkan mama Erland dan bisa mengalahkan paman Leon?
yuks tinggalkan komentar kalian ya,
jangan lupa kritik dan sarannya.
terimakasih***
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻