Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 41


__ADS_3

"Hei,apa yang kamu lakukan ?" Johan mendorong Jihan yang mulai menciumnya brutal di depan Tiara


"apa apaan ini? " tanya Tiara terkejut


"seperti yang kamu lihat " jawab Jihan santai,ia kembali duduk di pangkuan Johan dengan tangan di lingkarkan ke leher johan.


"Ji,han lepasin kakak " bentak Johan sambil mendorong Jihan agar dirinya tidak lagi di pangkuannya.seketika itu membuat Jihan merasa sangat marah pada Johan.


"Lepasin kamu bilang,GAK ya,AKU TIDAK SUKA BERBAGI ! " teriaknya.


"JIHAN STOP! ! " Bentak Johan membuat Jihan terkaget,baru pertama kali dalam hidupnya di bentak oleh kakaknya itu.


"Kamu bentak aku kak,?" tunjuknya pada dirinya sendiri


"hanya karena wanita j4l4ng ini " lanjutnya menunjuk ke arah Tiara


"Bukan begi,,! " ucapan Johan di potong dengan Jihan


"Apa,,?" sergah Jihan mengangkat dagunya


"Dan kamu " lanjutnya menunjuk dan menatap tajam Tiara


"Dengar baik baik,Johan memang kakakku,Dia miliki dan selamanya akan seperti itu," teriaknya pada Tiara


"kami memang kembar,dan perlu kamu tahu satu hal ,kami sering melakukannya,melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang kamu lihat tadi,jadi jangan coba coba buat dekat dengan Johan,Karena dia MILIKKU " lanjut Jihan dengan emosinya dan menekan kata MILIKKU sebagai tanda ia mengklaim jika Johan adalah miliknya,


Johan sudah tidak bisa berkata apa apa lagi,ia memang jatuh cinta pada Tiara sejak pertama kali bertemu,tapi tak di sangkanya niat di balik persetujuan Jihan membawa Tiara ke Jakarta akan seperti ini,ia tahu jika Jihan tidak akan melepaskan nya,berbeda dengan Johan yang hanya menganggap hubungan intimnya dengan Jihan hanya untuk menuntaskan ***** saja,tanpa embel embel ingin memiliki bahkan lebih dari itu,berbeda jauh dengan harapan Jihan,


Sedang Tiara kini sudah tidak lagi berdiri tegak seperti tadi,ia merosot ke lantai saat satu persatu kata yang keluar dari mulut Jihan membuatnya tidak habis fikir akan kedua kembaran itu,JIJIK itu sangat ia rasakan saat menatap keduanya bergantian, ia sangat percaya akan perasaan Johan,tapi saat semuanya terucap dari mulut Jihan seolah menatap Johan pun ia enggan,ia tak kuasa menahan tangis nya,ia tak ingin menangis namun air mata tak kuasa berada dalam bendungan kelopak mata itu,sehingga tumpah begitu saja,Johan yang melihat Tiara menangis berusaha untuk menjelaskan.


"Tiara,dengar penjelasan aku dulu " ucap Johan mendekati Tiara


"STOP ! jangan Dekat dekat ,jangan Deket deket lagi, Aku JIJIK melihat kalian berdua,aku jijik mendengar kelakuan kalian berdua," teriak Tiara.


" Aku mau pulang ! " ucapnya berjalan melewati Johan.


"Apa loe bilang? pulang? Mau pulang pake apa heh," Ucapan Jihan membuat Tiara berhenti.ia baru ingat jika ia di sini untuk bekerja dan ingin mengangkat derajat keluarganya di kampung.

__ADS_1


"Miskin aja belagu,loe di sini mau kerja kan,sini gue bawa loe ke tempat kerja loe " ucap Jihan menarik kasar tangan Tiara


"Jihan,please stop! kamu mau bawa Tiara ke mana ? " teriak Johan yang sudah sangat yakin jika Jihan akan membawanya ke tempat pela****n itu.


Jihan berhenti,dan langsung memanggil orang kepercayaan nya,Zoya.


"Zoya bawa dia ketempat yang seharusnya ia tinggalin" printahnya pada bawahannya itu


"Baik bos" jawab Zoya lalu menarik tangan Tiara kasar dan membawanya ke tempat tinggal khusus buat kupu-kupu malam.


"aku mau bicara sama kamu " ucap Jihan pada johan dan menarik tangan Johan ke dalam kamar .


"Aku tau kamu cinta sama dia,tapi aku tidak mau jika kamu di milikinya ,aku tidak mau berbagi" tangis Jihan pecah kala mengungkapkan perasaan nya


"Aku cinta sama kamu Johan! " tegasnya langsung memeluk Johan


Johan mendengar semua itu langsung tersentak dan melepas pelukannya.


"Gak ,kamu gak boleh memiliki prasaan seperti ini,tidak boleh,apa kata mama dan papa jika tahu hah,apa kata orang juga nanti" ucap Johan mencoba menjelaskan


"aku tidak perduli kak,aku mau menikah sama kamu " teriaknya


"ia aku sudah gila karena kamu,karena caramu dan karena keperkasaan mu,hahaha" lanjutnya di ujung perkataan nya ia tertawa miris.


"kita memang sering melakukan itu,tapi bukankah kita sudah membahasnya,kita bahkan sudah berkali kali membahas ini Jihan,kita saudara,tidak sepantasnya kamu memiliki perasaan seperti itu "


" AKU TIDAK PERDULI "


"Aaarkh " Johan frustasi dan membanting semu yang ada di nakas dekat ia berdiri


prang


prang


"aaaark" teriak Jihan saat Johan membanting semuanya.


Johan tidak perduli saat ini akan adiknya,ia berjalan keluar

__ADS_1


"mau ke mana kamu ?" teriak Jihan


Johan berhenti sejenak " aku mau menemui Tiara dan meminta maaf serta mengatakan jika aku mau menikah dengannya " jawab Johan tanpa menoleh ke Jihan dan melanjutkan langkahnya


"Berani keluar kamar ini ,aku robek nadiku sekarang juga " ancam Jihan mengambil pecahan kaca di lantai dan meletakkan pecahan kaca itu tepat di nadinya.


Alangkah terkejutnya Johan melihat Jihan seperti itu,ia nekat ingin bunuh diri demi dirinya ( kembarannya)


"Jihan stop! apa yang kamu lakukan, letakkan pecahan kaca itu sekarang juga" sarkas Johan sambil mengangkat tangannya .


"Gak,aku tidak mau ,jika aku tidak bisa memiliki mu aku lebih baik mati dan kamu akan di salahkan sama mama papa" ucap Jihan mengancam,


"Oke oke,aku tidak akan keluar dari sini,tapi please jauhkan tanganmu dari beling itu " lanjut Johan, perlahan ia berjalan dan langsung menepis tangan kanan Jihan agar beling itu terlepas dari tanganya,ia langsung memeluk adiknya.


"Maafin kakak, maafin kakak" ucap Johan berkaki kali sambil mengelus punggung Jihan.


"Janji kakak tidak akan meninggalkan aku ? " tanya Jihan menengadah kan tatapannya ke arah Johan


Johan menunduk,menatap dalam mata sembab Jihan " iya,kakak janji " jawabnya sambil mengeratkan pelukannya.


"kakak janji pelan pelan akan memberikanmu pengertian agar kamu bisa menerima kenyataan ini " gumam Johan dalam hati,


lama dalam posisi seperti itu,sampai akhirnya Johan merasa kan hembusan nafas Jihan yang teratur,ia sedikir berat dan Johan melepas pelukannya saat ia merasakan Jihan tertidur dalam pelukannya.


"Akhirnya tidur juga," monolog Johan kemudian mengangkat tubuh berisi Jihan dan membawanya ke atas kasur, sebelum beranjak ia menyelimuti Jihan dan mengelus kepala nya.


"Fikiranmu harus bisa di luruskan,tidak mungkin seperti ini,semoga kamu suatu saat paham " gumamya lalu beranjak,


saat ia ingin pergi Jihan menahannya,


"jangan pergi kak,temani aku di sini,tidur di sini " ucap Jihan perlahan membuka matanya,


tatapan itu membuat Johan tidak tega dan akhirnya ia memilih untuk menemani Jihan ,ia berbaring di dekat Jihan dan memasukkan tubuhnya dalam satu selimut dengan Jihan,


" baiklah,Kakak temani, cup " Johan mengecup singkat kening jihan dan membawanya dalam dekapannya.


( bersambung )

__ADS_1


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻


__ADS_2