
Zelda gemetar mendengar bentakan Revin ,namun Revin tak menyadarinya karena saat ini yang hanya ia inginkan untuk tidak menyakiti dan menodai wanitanya saat ini, meskipun ia sangat menginginkan nya tapi ia tak mau janji yang sudah ia ucapkan ia langgar begitu saja karena *****,tapi Zelda tetaplah Zelda yang keras kepala dan ceroboh,ia tak bergeming dari tempat berdirinya,
Revin kembali menatapnya dan ia berdiri menatap Zelda sebentar
"Tidak mau pergi,aku yang pergi " lirih Revin
Zelda menahannya lengan Revin dengan tanganya
Aku bantu " ucapnya tepat di telinga Revin dan Langsung mendorong Revin hingga punggung nya membentur tembok,
Dan kini hanya suara menakutkan saat ini terdengar di kamar mandi itu.
***
Diwa,kini dia sudah berada di rumah ananda,meski sedikit ogah ogahan tapi jika Zelda yang menyuruh itu merupakan sebuah kewajiban bagi dia,bukan hanya dia Sabahat dan para Mafioso pun bahkan Revin yang notabene nya adalah king dari mafia itu tidak berani menolak apa yang di inginkan Zelda sang Anggel.
"Kak,bagus boleh ikut? " bagus berjalan dari dapur dengan membawa sebuah nampan berisi jus kesukaan Diwa
Ananda dan Tiara juga kini berada di ruang tamu menemani Diwa,Tiara hanya diam tak bersuara.
"Boleh donk,kan biar rame " semangat Diwa menyambar gelas yang di bawa bagus
" gak usah Gus,bagus di rumah aja kan tuh temennya pada latihan,masak mau di tinggal " seru ananda memberi penjelasan pada anaknya.
"issshh ibuk mah " bagus meninggalkan mereka sambil menghentakkan kakinya
"Bik gak apa apa kali,jika bagus mau ikut"
"Gak usah nak,ibu gak mau nanti dia keterusan " jawab ananda.
" Oke sudah,ayok berangkat" ucapnya sambil menepuk kedua pahanya dan mengangkat bokongnya
"Kami juga ikut " serunya saat dirinya kini berada di depan Tiara,tanpa menoleh dan hanya melirik dengan ekor matanya di Sertai dengan nada sedikit ketus.
"Gue ?" tunjuk nya pada dirinya sendiri
"Ya iya lah siapa lagi !" kesal Diwa
"Ngapain gue ikut,gue di rumah aja " jawabnya.
"gak usah nyusahin deh,berlagak gak mau ikut, ayok jalan " sahut Diwa berjalan dahulu tanpa menoleh belakang
"Udah ayok ikut aja " lanjut ananda.
TIN
TIN
"Bisa cepet gak sih " teriak Diwa dari dalam mobil saat dirinya melihat Tiara hanya memandang mereka dari teras rumah.
"eh iya iya " dengan cepat dia berlari ke arah mobil
**
"Apa lagi bik ?" tanya Diwa
__ADS_1
"kayaknya udah cukup nak belanjaan ibu " jawab ananda
"oke ,yok kita bayar " lanjutnya ke kasir.
Tiara hanya mengekor saja dan melihat lihat sekitar.
Setelah selesai berbelanja kebutuhan di rumah,Diwa mengajak mereka ke sebuah Mall yang ada di dekat sana,
"Kita gak langsung pulang? " tanya ananda
"Gak bik,kita mampir dulu ya bentar " jawab Diwa
Setelah sampai di mall mereka masuk di sebuah boutique terkenal di sana,yang kebetulan langganan mereka juga.
"kamu mau beli baju nak Diwa? " tanya ananda
"Bukan aku tapi dia ! " tunjuknya pada Tiara yang hanya mengekor di belakang mereka
"Aku? " tunjuknya pada dirinya
"Iya ,kamu " jawab Diwa
"Eeh..gak usah,aku gak punya uang buat beli pakaian,lagian di sini pasti sangat mahal banget " ucapanya sambil melihat sekitar yang menurutnya sangat mewah bahkan dalam hatinya mungkin mimpi saja ke tempat ini kayak ya tidak mungkin.
"udah pilih aja mana yang cocok buat loe ,borong semua jika mau " jawab Diwa
"Oh ya,bibik juga boleh mau beli baju pilih aja " lanjut Diwa.
"Waah kalau bibik gak cocok nak beli di sini, cari di tempat lain aja yang lebih murah " jawab ananda
Sekita 15 menit tiara memilih namun belum juga dapat satu barang pun,Diwa memperhatikan dari kejauhan,
"bagus," ucap Tiara memilih satu jeans panjang robek robek di bagian depannya, " tapi,mahal huft,gak jadi " lanjutnya menaruh lagi barang itu setelah melihat harga yang sangat menurutnya tidak pantas barang seperti itu berharga sebesar itu .
Dia lanjut mengambil baju kaos ,namun masih sama dia kembalikan setelah melihat harganya,
sudah 30 menit saat ini ,namun belum ada satu barang pun di ambil Tiara saat ini
"Mbak,jadi ambil yang mana? " tanya pegawai boutique di sana
"Emm, mbak di sini gak ada yang lebih murah dari harga harga segini? " tanya Tiara ke pegawai boutique itu
"tck,,ck,,ck..mbak mana ada yang harga murah di sini,di sini batang branded semua,jika tidak punya uang mending keluar aja deh mbak! " jawab nya ketus
"oh ,iya deh " jawab Tiara biasa saja tanpa rasa kesal setelah di remehkan.
"Sini bajunya,miskin kok pengen baju branded," pegawai boutique itu merampas pakaian yang di pegang Tiara.
"Ada apa ini? " tanya Diwa menghampiri
"ini Loh mau baju branded tapi tidak punya uang,bikin malu saja, "
"mbak mending keluar deh dari sini,nanti pelanggan sini risih sama kamu, penampilan mu aja kampungan gini,sok sok an pengen baju mahal " lanjut nya sambil menilai penampilan Tiara dari bawah sampai atas
"Oh,,apa orang miskin gak boleh belanja di sini ? " tanya Diwa menghadap pegawai boutique itu
__ADS_1
Aura diwa saat ini bukan lagi gadis manja dan ataupun gadis pada umumnya,nada bicaranya juga 100% berbeda dari sebelumnya,
"Bik bawa pakaian untuk anak anak ini ke kasir, " Diwa menyuruh ananda membawa baju pilihannya buat anak anak di rumah. Sedang pegawai boutique itu hanya diam melihat tatapan Diwa yang menyeramkan.
"JAWAB ! " bentak Diwa membuat pegawai itu kaget dan hanya menatap lantai
"Jangan hanya karena dia terlihat miskin kalian bisa seenaknya saja pada pelanggan,cih kaya kamu paling hebat saja,jadi pegawai boutique aja sudah sombong, apalagi jadi bos," ucapan Diwa membuat beberapa orang melihat ke arah sana .
suara derap langkah pun terdengar,
"Ada apa ini? " tanya seseorang berpenampilan mewah ,dan dia adalah Della pemilik boutique itu.
"maaf buk,ini mbak ini saya liat hanya melihat dan menaruh nya lagi sampai beberapa kali dan hampir satu jam,saya tanya malah dia minta yang murah " jelasnya
"hahahaha,mau cari murah? noh Toko sebelah ada barang bekas,murah murah,di sini hanya barang branded terkenal,
pantas tidak sanggup beli, penampilan saja kaya gembel" ucap Della juga meremehkan,
"siapa kamu? " tanya Diwa
"Aku manager sekaligus pemilik boutique ini ! " jelasnya
"Oh begini cara pemilik boutique menyambut pelanggan? " sahut Diwa
"Emang dia tidak pantas berada di sini, PERGI !! " Usirnya sambil menunjuk dengan tangan kiri ke arah pintu keluar
sambil mendorong Tiara,
"Gak usah kasar mbak " sahut Tiara
"Gak usah kasar jadi orang " bentar Diwa pada wanita itu
sambil menepis kasar tangan nya yang tadi mendorong tubuh Tiara
" b3r3ngsek loe " ucapnya dengan melayangkan tanganya hendak menampar Diwa,namun dengan cepat Tiara menangkap tanganya dan menggenggam nya keras
"Jangan pernah sentuh dia seujung kuku pun " ucap Tiara lalu menepis kasar tangan wanita itu
"saya diam bukan berarti saya tidak bisa melawan,hanya saja saya menghormati anda sebagai pemilik boutique ini." jelas Tiara
"Gak usah sok hebat kamu gembel," sahutnya
"Kalau gembel emang kenapa? " ucap Tiara dengan nada menantang
"kurang ajar , pengawal " teriak nya
beberapa orang berbadan besar menghampiri.
"seret dia dari tempat ini " printahnya.
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻
__ADS_1