
" Apa, ,selamat ya boy, , gue bilang juga apa,banyak yang suka sama masakan di resto loe?" ucap Sinta senang mendengar kabar kalau restauran milik boy di booking oleh salah satu undangan pada pernikahan Zelda kemarin,
"yes, , acara mingu depan, kau ikut tak?" tanya boy
"Iya iya,gue ikut gue bantu loe ,tenang saja" ucap Sinta lagi
"Thanks ya sin,kamu dah bantu saye buat bangun Restauran ini!"
"Santai boy,gue akan selalu dukung loe" ucap Sinta memberi semangat sama boy
Sinta dan boy semakin dekat,terlebih saat boy mengucapakan bahwa Sinta adalah miliknya,boy selalu memberitahu Sinta dahulu apapun yang di lakukannya.
Restauran boy semakin terkenal sejak acara d resepsi pernikahan Zelda dan Revin,banyak yang menyukai masakan dari Restauran itu,terlebih mereka bisa melihat cara dan kebersihan dapur yang boy gunakan saat memasak membuat para penikmat makanan berat itu sangat menyukai nya, kini restauran boy sudah membuka cabang di luar kota , tepatnya di Bandung.
"Boy, mama fikir,mama yang pegi ke Bandung,kamu jaga Resto di sini saje,mama yang akan urus semue cabang restoran kite" ucap mama boy
"Ma,ape mama tak pe pegi jauh buat urus semue?" tanya boy memandang sang mama
"Boy,kite harus berusehe buat hidup kite,lagi pun mama ingin cari suasana baru buat hidup mama" ucap mama boy
"Baiklah,jika Ade sesuatu,telpon boy" ucapnya.
"Iya sayang" jawab mama boy,
"Tante" panggil Sinta menghampiri ibu dan anak itu
"Iye sayang," jawab mama boy
dia sudah kenal sama Sinta saat membeli rumah yang boy tempati sekarang,mama boy dan Sinta juga dekat sejak saat itu.
"Sinta minta orang Sinta buat anterin Tante ya" usul Sinta
"itung itung irit ongkos Tan" ucap Sinta lagi saat melihat mimik wajah mama boy seperti akan menolak
"Hmm,ya sudah Tante mau " ucap mama boy akhirnya.
mama boy pun berangkat ke Bandung dengan di antar oleh supir dari Sinta yang kebetulan juga anggota TBW.
"Sin, thanks" ucap boy
"apaan sih boy, tidak ada kata lebih menarik apa selain kata terima kasih " ucap Sinta melotot boy seakan bosan mendengar ucapan terimakasih dari boy.
"Sayang " ucap boy
__ADS_1
"Eeh, , " kaget Sinta..bukan itu maunya ,tapi ucapan boy membuat sinta memerah.
"Aah,sudahlah terserah loe saja" ucapnya lagi meninggalkan boy untuk melayani pelanggan di restoran itu.
Sinta memang bekerja di sana bukan sebagai pelayan tetap, melainkan hanya membantu boy sampai boy bisa membayar pelayan untuk bekerja di restoran nya,dan kini boy memiliki 4 orang karyawan,satu chef,satu kasir dan tiga orang pelayan termasuk Sinta.
Boy di dapur memasak berdua dengan chef-nya ,Sinta membantu melayani pelanggan.
Sinta senang bisa membantu boy mengembangkan usahanya hingga memiliki satu cabang di luar kota.
" pelayan" teriak seseorang
Sinta berlari ke arah sumber suara dengan tergopoh-gopoh "beh,elo gue kira siapa, tau gitu gue gak buru buru tadi " kesal Sinta saat tahu siapa tamunya.
"hahah,lagian elo kaya gak fokus kerja,sibuk pacaran " ledek diwa yang saat ini bersama Tiara dan juga Erland serta Andi.
"Kalian berempat saja?" tanya Sinta
"pengantin baru juga ikut,tuh di Belakang" ucap Diwa mengisyaratkan Zelda dan juga Revin di belakang mereka.
"Ada angin apa nih sampai pengantin ikut hadir" ucap Sinta
"Katanya penasaran" balas Tiara.
"Hai sin" panggil Zelda
Revin dan Zelda berjalan berdampingan dengan Revin mengeratkan lengannya pada pinggang Zelda,istrinya.
"pengantin baru nempel terus" ucap Sinta melihat revin tak melepas Zelda,
" sirik aja Lo" ucap Andi .
"Heheh,kalian mau pesan apa?" ucap Sinta dengan cengirannya memberikan dua buah daftar menu pada mereka.
mereka menempati satu meja besar yang cukup untuk mereka ber 6.
"Yang paling spesial saja sin,gue penasaran soalnya kemarin pas acara banyak banget yang bicarakan makanannya boy" seru Zelda.
"Oke kalian tunggu saja ya" ucap Sinta bersemangat untuk melayani para sahabatnya.
boy dari dalam sana melirik sinta yang sedang berbincang dengan sahabatnya,di juga menghampiri.
"Selamat datang ,Mr,Revin ,selamat datang ba , Zelda dan kalian selamat datang " ucap boy membungkuk mengucapkan selamat datang pada mereka .
__ADS_1
", Gak usah sungkan gitu kali boy,kaya siapa saja" ucap Zelda melirik Revin yang hanya diam mengangguk.
boy tidak enak dengan Zelda,dan juga Revin ,bagi boy Revin adalah tuan muda terpandang untuk itu dia sangat bersyukur orang kalangan atas seperti Revin Sudi datang untuk makan di restoran nya.
"Sorry, bab, , maksud saye zel, sorry...saye dah terbiase panggil kau dengan baby." ucapnya lagi
"Gak apa apa,gak usah kaku gitu,ya kan honey" ucap Zelda kembali melirik Revin dengan memeluk lengan suaminya itu.
Revin hanya membalas dengan senyuman nya.tak lama Sinta datang dengan dua orang pelayan lainnya membawa makanan pesanan mereka.
"silahkan di nikmati" ucap salah satu dari mereka kemudian meninggalkan tempat itu.
"Silahkan di makan ,semoga suka" ucap Sinta
"Loe gak makan sin?" tanya Diwa melirik Sinta
"Gampang gue nanti makan belakang" ucap Sinta
"Gak apa apa,sini sama kita ,lagian juga loe kan bukan pekerjaan di sini" ucap Diwa menarik satu kursi buat Sinta.
sinta dengan patuh menurut dan menarik kursi itu kemudian mendudukkan tubuhnya di sana,
"Gimana kak makannnya?" tanya Sinta sama Revin
"Enak,pantas saja banyak yang suka" ucap Revin sambil mengunyah makanannya.
"Oh ya hari ini,mama boy sudah berangkat ke Bandung buat mengurus Restauran cabang di sana" ucap Sinta
"Oh ya, bagus dong,itu artinya restauran boy banyak kemajuan" ucap Diwa senang
"iya itu semua karena mama,mama ya g ngusulin kemarin buat pakai masakan dari sini di tempat acara loe zel" terang Sinta
"Gue yakin selera mama pasti banyak di minati orang,buktinya sekarang Restauran ini tambah maju" ucap Zelda
"Kenapa gak buka cabang di dekat sini dulu" ucap Erland kali ini
"Minggu depan restoran boy di booking oleh rekan kerja papa loe zel yang di Bandung,untuk acara pernikahan anaknya katanya,makanya sekalian buka cabang dulu di sana sama bulan depan juga ada bookingan buat acara ibu ibu pengajian dia Bandung juga" jelas Sinta
"Wah,bagus itu, kenapa gak buka cabang di luar negri juga," ucap Zelda
"mungkin boy mau,tapi kayaknya belum cukup biaya" ucap Sinta lagi sambil ikut makan.
"gue akan menjadi investor nya" ucap Revin.
__ADS_1
Happy reading.
jangan bosan buat baca ya