
Bukan begitu om,maksud aku,aku tidak nyaman di sini,aku ingin kita melakukan nya di tempat lain yang lebih romantis agar lebih n1kmat" alasanya terlintas dan terlontar begitu saja tanpa pikir panjang. yang bisa dia lakukan sekarang bagaimana membuat om Broto ini membawanya ke luar .
Om Broto tersenyum mendengar alasan Tiara,dengan senang ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tut,Tut
"Hallo" ucap seseorang di seberang sana
"ah ya halo,apa bisa saya membawa pesanan saya ini ketempat lain,seperti hotel atau villa mungkin ? untuk bayarannya nanti kita bicarakan " ucap om Broto.
",,,,,"
"Baiklah jika begitu , terimakasih,besok saya pulangkan ke sini dengan aman," ucap pak Broto.
setelah menutup telepon,pak Broto berjalan ke arah Tiara ,ia memegang wajah tiara dan berkata..
" Bersiap siaplah,kita berangkat sekarang,Cup " ucapnya dengan sempat mencium pucuk kepala Tiara
"Hoek" Tiara muntah tak berusaha akan perlakuan pak Broto yang menurutnya menjijikkan.
Sedang di tempat lain, seseorang tersenyum mendapat telepon dari pak Broto yang ingin membawa pesanannya ke tempat lain,
"Semoga ini caramu agar bisa keluar dari tempat itu Tiara," gumamnya dalam hati,
Dialah Johan,yang baru saja mendapatkan telepon dari om Broto jika dia meminta izin membawa tiara ketempat lain,ia langsung mengizinkan nya,
"untung aku yang mengangkat teleponnya bukan Jihan " lanjutnya bergumam dalam hati merasa senang
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri ! " ucap Jihan mengejutkan Johan
"Tidak ada apa apa " jawabnya
"kamu terlihat kaget gitu,ada apa,siapa tadi telpon ? " lanjutnya bertanya
"oh itu,pak Broto Yeng telpon ! " jawabnya
"kenapa pak Broto,apa wanita j4l4ng itu, barulah lagi? Awas saja aku samperin sekarang " geram Jihan bergegas keluar ingin menghampiri Tiara .
"jihan,Jihan dengar dulu " cegat Johan menarik tangan jihan
"APA,,jangan coba coba kamu membatu dia Johan,aku sudah peringatkan kamu,jika kamu berani membantunya sedikitpun kamu tau kan apa akibatnya"
"ia aku tahu,tapi kamu dengar dulu,pak Broto menelpon tadi dia cuma memberi tahu jika Tiara kini sudah mau melayani tanpa melawan, " jelas Johan .
"terus kenapa kamu tersenyum ? " tanya Jihan lagi
"aduuuh alasan apa lagi ini " gumamnya dalam hati tak tau alasan apa.
__ADS_1
"diem kan " cemberut Jihan
"yaa karena,,karena,ya karena aku sadar wanita seperti Tiara tidak pantas untukku,dia memang pantasnya jadi pela*** ,secara dia cantik dan masih muda banyak om om jutawan bahkan miliarder akan tertarik dengannya, dan kita akan semakin kaya ! bukan begitu sayang " johan membuat alasan selogika mungkin agar dia tidak ketahuan membantu Tiara keluar dari basecamp mereka.karena sejak awal tidak ada satu orangpun yang boleh membawa pelayan sana keluar sejengkal pun dari basecamp itu.
"ach ia,kamu benar kak, aku akan melihat situasi di sana sekarang " jawab Jihan girang ingin melihat keadaan di basecamp mereka .
"tidak tidak,kamu tidak perlu kesana ," cegah Johan
"Kenapa? kamu kenapa sih aneh,kenapa kamu halangin aku ke sana,apa yang kamu sembunyikan" tebak Jihan jika Johan sedang menyembunyikan sesuatu darinya
"kamu terlalu berfikir negatif,aku hanya ingin menghabiskan malam ini bersamamu,aku kangen sama kamu jihanku " bisik Johan tepat di telinga jihan dengan sedikit g1g1t4n ,
Nafas Johan terasa hangat di telinga jihan,Jihan memejamkan mata merasakan kehangatan nafas Johan yang bisa membuatnya lupa diri itu .
Rencana Johan berhasil meski harus menghabiskan malam bersama Jihan sang adik dia rela asal Tiara bisa keluar dari tempat itu,minimal sampai besok lah,Johan berharap besok pagi Jihan sudah bisa melarikan diri dari om Broto itu( fikir johan )
Johan mengajak Jihan bermalam dan menghabiskan malam mereka bersama dengan berc1nt4 sampai pu**.
***
"Om, boleh berhenti di apotek sebentar ? " tanya Tiara yang kini sedang di dalam mobil dengan posisi memeluk lengan om Broto dan bersender di pundaknya.
"Untuk apa?" selidiki nya.
"aku hanya ingin membeli pil,agar aku tidak hamil dan aku kau membeli obat kuat" bisiknya pada telinga Broto.
"kan ada dua bodyguard yang menjaga ku,aku tidak akan kabur om " centilnya pada om Broto
"baiklah,berhenti di apotek terdekat " printah om Broto.
"baik " jawab pak supir yang sekaligus bodyguard nya
"Silahkan nona" ucap satu bodyguard membuka pintu mobil dan mengikuti Tiara dari belakang.
Tiara kembali dengan tersenyum kepada om Broto,
"sudah? mana yang kamu beli ,aku mau lihat !" ucap Pao Broto
"aman bos,sudah sama saya " bukannya Tiara yang menjawab malah bodyguard nya yang menjawab
"oke " jawaban singkat sang bos.
sesampainya di kamar hotel,para bodyguard itu dengan setia menunggu dan berdiri di belakang bosnya,melihat kemesraan mereka,
"Om,semalam om memberikan aku uang dan kartu kredit, untuk apa ? " Tiara berbasa basi agar mengulur waktu .
"bukankan sudah jelas apa yang aku katakan dalam surat " jawab om Broto
__ADS_1
"ah ya,aku lupa " polosnya
seketika ia mengingat jika belum mendapatkan pun dari kartu kredit itu.
"ah ya om,untuk PINnya? " tanya Tiara yang kini sedang bersandar pada pundak om Broto sambil memeluk perut buncit om Broto ,
"aku akan kasi tahu jika nanti selesai kita bersenang senang sayang" jawab om Broto sambil mengend** l3h3r Tiara
Tiara yang geli hanya bisa menahan agar ia mendapat apa yang ia mau , sebelum melancarkan aksinya.
"Apa harus melakukan nya lagi,eeyuuuu gue jijik " ucapnya dalam hati tapi dia tidak boleh egois,
"kalian keluar "
"Baik bos"
"Om,kasi PINnya donk,aku kau beli sesuatu dulu biar kaya pengantin baru " rayu Tiara
"jangan macam macam kamu,apa yang mau butuhkan agar bodyguard ku yang membelinya" jawabnya
"aku mau beli lingerie om sayang" jawab Tiara
"ah ya, lingerie,kenapa aku tidak kepikiran membelikan mu tadi " ucap om Broto.
"tidak perlu repot repot om,om cukup kaos tahu saja PINnya agar aku bisa membeli sendiri,di temani bodyguard om pastinya " jawab Tiara langsung minta di temani bodyguard nya agar dirinya di berikan izin .
"tadi aku lihat di bawah sana ada boutique " cemberut Tiara membuat om Broto tidak tega
(pintar kamu Tiara)
"baiklah ,kalian temani dia "
"baik bos "
"yes aku sudah mendapat PINnya, tinggal rencana selanjutnya " seringainya dalam hati
setalah sampai ia kembali ke kamar hotal dengan membawa paper bag dan kantung plastik.
"apa itu ? "tanya om Broto
"Hanya sedikit makanan dan minuman,bukankan sedikit pesta akan menambah kenikmatan malam ini ? jelas Tiara
lagi dan lagi dia berhasil mengelabui om Broto dengan keahlian merayunya entah sejak kapan ada padanya.
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
__ADS_1
salam kity-kity 😻