
Ma,papa yakin Revin adalah orang yang pantas untuk Zelda,papa percaya Revin orang yang tepat menjaga dan melindungi anak kita" balas papa Handoko
"ya sudah yuk kita turun,kasihan zuita sarapan sendiri" ucap papa Handoko
Papa Handoko dan mama Selena pun turun kembali,
"Mana kak Revin sama kak zel?" tanya zui penasaran karena orang tuanya pamit untuk memanggil mereka,yang ternyata sedang bercanda ria di atas,tak ingin mengganggu kesenangan sang anak akhirnya mama dan papa Zelda turun kembali.
"Ah,itu em,kak zel susah bangun ,biarkan saja kak Revin nanti sarapan sama kak zel,kita sarapan duluan ya sayang" jawab Mama Selena yang sebenarnya tidak ingin memberi tahu zui kejadian sebenarnya
"Iya kan pa" tanya mama Selena kembali setelah melihat tatapan mata zuita yang seakan bertanya apakah perkataan mamanya itu benar.
"Iya sayang,ayok lanjutkan sarapan zui" ujar sang papa.
zuipun langsung menghabiskan sarapan nya dengan lahap tanpa menunggu Zelda ataupun Revin.
sementara itu,dua insan yang sedang kejar kejaran tadi sedang tertidur terlentang berdampingan di atas kasur king size milik Zelda,menatap lampu kamar di hiasi manik manik cantik bak berlian.Revin termenung begitupun dengan Zelda yang terlihat melamun.
Revin memutar sedikit kepalanya menatap gadis yang kini di sampingnya sedang melamun,merasa zelda tak menyadari aktivitas nya Revin pun membalik tubuhnya ke samping dengan tangan kiri sebagai bantalan untuk menopang kepalanya.
"Cantik!!" puji Revin sambil menatap Zelda
"Aku tau" jawab Zelda tiba tiba,sontak membuat Revin terkejut karena Zelda berdiri dan langsung menuju ke kamar mandinya.
Zelda meninggalkan Revin tanpa pamit.
"Kebiasaan" gerutu Revin melanjutkan lamunan nya menatap kembali langit langit kamar milik Zelda,kamar yang menurutnya sangat berperan terbalik sama kepribadian Zelda.
Kamar zelda di dominasi warna merah muda cerah,dengan hiasan dinding bercorak hitam,putih.
kamar yang semestinya cocok untuk zuita yang masih SD.
Revin tersenyum memandang sekeliling kamar itu,
"Gadis kecilku yang manis,sekarang sudah besar" gumam Revin dalam hati.
"aku gak akan biarkan kamu pergi dariku zel" lanjutnya bergumam.
tak lama kemudian.
cklek
__ADS_1
pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Zelda dengan kimono mandinya yang menyeritkan alisnya,melihat revin masih di sana dengan gaya yang sama saat dirinya meninggalkan Revin.
Zelda tak menghiraukan Revin ,ia berjalan ke arak lemari pakaiannya dan memilih pakaian yang cocok untuknya,
saat dirinya hendak memilih satu pakaian untuk ia gunakan,tangan kekar Revin mengagetkan dirinya yang tiba tiba muncul dari sisi kepalanya yang sedang memilih pakaian.
"pakai yang ini aja,pasti cantik" ujar Revin menarik satu dress berwarna hitam polos.
Zelda menegang saat Revin tanpa suara mendekatinya.
"nih," ujarnya lagi memberikan Zelda pakaian itu .
"gak yang ini aja kak" jawab Zelda mengambil jeans selutut dan baju kaos kesayangan nya.
",no,no" geleng Revin mengambil alih pakaian itu dan menaruhnya lagi.
"pakai yang ini,atau mau aku pakaikan," goda Revin
"iya,iya sini aku pakai!" jawab Zelda langsung mengambil alih pakaian itu
Entah kenapa semenjak penolakan Zelda di keluarga Revin membuat Zelda sedikit menjaga jarak dengan Revin.dan Revin menyadari itu,tapi dia sadar dan dia tau alasan Zelda tidak ingin terlalu dekat dengannya,seperti hal yang sering di lakukannya saat sebelum membawa Zelda ke orang tuanya.
"gak mau" jawab Revin
"kak please" lanjut Zelda
"Zelda please,jangan kaya gini,kakak gak bisa" Revin mengutarakan perasaannya yang beberapa waktu lalu saat Zelda tak mau di sentuh olehnya,Zelda hanya sekedar mau di peluk oleh Revin,selebihnya Zelda menolak.
Zelda membalik arah tak mau memandang Revin,Zelda menangis dalam diam berusaha agar Revin tak melihatnya.
"Kakak kangen" lenguh Revin mendekati Zelda dan langsung memeluknya erat.
Zelda terisak dan tak bisa menahan air matanya,tak bisa di pungkiri jika dirinya juga kangen sama Revin.namun ia merasa tidak pantas mendapatkan perlakuan spesial dari Revin semenjak penolakan itu.
"Kakak kangen sayang" bisik pelan Revin di telinga Zelda,kemudian menyelusup kan wajahnya pada Curug leher jenjang Zelda.
Zelda mengambil tangan Revin di perutnya dan semakin menggenggam nya dengan gemetar,gemetar karena isakan tangis Zelda tak tertahankan.
Revin merasakan genggaman Zelda mengerti jika Zelda juga merasakan hal yang sama dengannya,perlahan Revin membalik tubuh Zelda hingga berhadapan dengannya.Revin menggenggam wajah Zelda dengan kedua tanganya, revin menghapus air mata Zelda dengan telunjuknya.revin menggeleng saat Zelda menengadahkan pandangannya hingga mata mereka bertatap lekat.
"No,jangan kaya gini lagi ya,! kakak gak bisa zel!" ujar Revin menggeleng pelan.
__ADS_1
Revin berusaha tegar namun dalam hati ia sangat rapuh,entah kenapa Zelda sudah memborgol hatinya,dan ia merasa sangat di butuhkan oleh cintanya sama Zelda.
"Kita berjuang sama sama ya!" aku yakin papa dan mama nanti akan menerima kamu sebagai menantunya! " ucap Revin
zelda semakin terisak dan langsung memeluk Revin.
"Maafin zel kak,zel sempat putus asa dan berfikir kalau zel gak bisa bersama kakak lagi "
"Ssstt jangan pernah berfikir kakak akan meninggalkan kamu,apapun yang terjadi meski Kk di hapus dari kartu keluarga kakak terima,asal bisa sama sama kamu" jelas Revin.
Zelda mengangguk semakin dalam ke dalam pelukan Revin.
Tak di sadari air mata Revin terjatuh, dengan cepat ia hapus sebelum Zelda menyadari jika dia juga menangis,ia tak mau terlihat lemah di depan wanita impianya saat ini,ia hanya ingin memperlihatkan dirinya yang kuat,tangguh,dan tegar pada Zelda,agar Zelda merasa nyaman jika berada di dekat superhero nya( begitu pemikiran revin).
Zelda bisa merasakan Revin sedikit bergetar,ia menengadah pandangannya dan melihat revin tersenyum padanya,zelda tau dari tatapan itu jelas terlihat Revin sedang menangis,tapi Zelda tak ingin memperbesar nya,di biarkannya prasaan itu,yang jelas dirinya kini memutuskan untuk menata kembali hubungan nya yang sempat renggang,ia bertekad berjuang untuk membuktikan pada orang tua Revin jika dia (Zelda ) pantas untuk Revin.
"Sudah jangan nangis lagi,masak iya Anggel mafia terkuat di beberapa negara ini menangis cengeng haha" ejek Revin membuat Zelda melepas kasar pelukan Revin.
"lho kenapa? kan aku gak salah?" bela Revin
"jangan menggodaku lagi kak" kesal Zelda
"ya sudah ganti baju mu,pakai yang aku pilihkan tadi jika tidak aku yang akan menggantinya,mau" goda Revin lagi.
"Gak mau,keluar sana ,kalau kakak di sini nanti lama ganti bajunya" usir Zelda
"oke oke baik,aku tunggu di luar " jawab Revin dan melenggang keluar kamar Zelda .
Ia turun ke bawah melihat orang tua Zelda sudah menunggu mereka,
"Zelda mana?" tanya mama Selena
"masih di atas,lagi ganti baju?" jelas Revin
"APA!!! kalian?? " kaget mama Selena sambil menunjuk Revin dan beralih menunjuk kamar Zelda yang masih tertutup rapat.
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻
__ADS_1