Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 91


__ADS_3

"Urus jenazah nya dan hapus permanen semua data tentang LEON ANUGRAHA" jelas Zelda melalui earphone nya saat dirinya berjalan ke arak keluar


***


Sore harinya,setelah beristirahat sebentar,Zelda dkk menuju kamar penjara kaki tangan pak firman yang kemarin di sekap di tempat yang sama,zelda berjalan dahulu di ikutin mereka yang lain,semua para penjaga di sana menyapa mereka dengan hormat


"Selamat sore"


"selamat sore"


Mereka hanya membalas dengan senyuman kecil saja,Zelda berhenti di salah satu penjaga itu


"Bagaimana semuanya?" tanya Zelda


"Aman Anggel" jawab nya sopan sambil menundukkan pandangannya.


"good job" puji Zelda.


cklek


Zelda dkk memasuki ruangan itu, seperti biasa Zelda menepuk tangan dengan seketika lampu ruangan itu jadi terang benderang.


"Salam Anggel!" sapa kaki tangan pak firman itu,, kita sebut saja bang jarot ya!!?


Bang jarot kini bukan lagi tahanan yang diikat seperti paman Leon,ia berpakaian rapi dan tempatnya juga layaknya kamar biasa,ada kasur dan lemari .


"sudah siap?" tanya Zelda.


bang jarot mengangguk pertanda telah siap untuk melanjutkan Misi mereka.


"Baiklah sampai ketemu nanti malam" ujar Zelda setelah beberapa saat berbincang dengan bang jarot.


"Dan kalian persiapkan diri kalian,kita bermain malam ini lagi" ujar Zelda.


Sedangkan di tempat lain, terlihat seseorang sedang duduk di pangkuan pasangannya sambil memeluk lehernya


"Mas,tumben kamu kesini tidak bilang bilang?" ujarnya seraya telunjuk nya menggambar abstrak di dada lelaki itu.


"aku kangen sama kamu,apa kamu tidak merasakan yang sama?" balas lelaki itu dengan lembut membelai rambut dan wajah si wanita


"ah,jika begitu bisakah sekarang aku beli lingerie baru untuk bermalam denganmu?" godanya


"Tentu,tentu saja,silahkan kamu pergi belanja sepuas mu dan tunggu aku di apartemen xx nanti malam?" ujarnya kembali


"Baiklah Mas,jika begitu mana sini uangnya" pintanya


"Pakai saja sepuasmu" ujarnya memberikan sebuah kartu kredit tanpa batas ke si wanita ini.


Dengan senang hati si wanita ini menerima kartu itu,dan sontak saja ia langsung bangkit ingin segera pergi shopping,tak lupa kecupan singkat ia tinggalkan di bibir lelaki itu.


"mmmuah,manis sekali" ujarnya kemudian pergi meninggalkan kantor lelaki itu.


si lelaki kembali mengambil ponselnya dan mencari sebuah kontak lagi kemudian menekan tombol hijau pada layar ponsel itu.


"Hallo sayang,aku kangen nih,aku tunggu di apartemen ku ya" ucap seseorang di seberang sana l


"Baiklah jika begitu, tunggu aku" ujarnya kemudian pergi meninggalkan kantornya.

__ADS_1


"Sis,undur sampai besok jadwalku hari ini" ujarnya belum sempat mendengar jawaban dari sekertaris nya itu.


Lelaki ini pergi mengendarai mobilnya ke arah apartemen si perempuan itu,tak lama kemudian dia sampai di lingkungan apartemen yang di maksud.


"Papa" gumam boy melihat papanya turun dari mobil dan masuk ke arah apartemen itu


tanpa sengaja boy mengikuti papanya,yah lelaki itu ialah papa boy,om firman.


tapi sayang jarak antara papanya dan dirinya sangatlah jauh hingga ia kehilangan target,


"kemane papa ni"


"bukan kah harusnye ini adalah hari ulangtahun mama,atau mungkin papa ingin kesi suprise ke mama?" tebak boy


"Ah mungkin saje,ya sudah aku ya perlu ikut kemane papa" monolog nya kemudian berlalu dari gedung itu.


***


"Honey, tidaklah capek mengurus itu semua?" tanya Revin melihat Zelda tengah bersiap siap untuk bermain malam lagi.


"Tidak apa honey,aku sengaja agar aku gampang mengingat letak senjata ku" ujar Zelda sambil tersenyum ke Arah Revin


"Sini aku bantu" ujar Revin mendekat dan mengambil alih semua senjata yang di pegang Zelda untuk di kemas di jubah nya.


dengan telaten Revin memasangkan Zelda pengaman dan meletakkan dengan baik senjata itu,


setelah itu dia juga bersiap untuk ikut menyelesaikan misi mereka.


***


Zelda dan Revin berjalan di depan dan mulai melangkah ke arah Markas


team di bagi 3,Zelda langsung menuju ruang depan,Revin ke ruang belakang sedang Diwa dan Andi si samping kiri gedung,dan erland dan Sinta di samping kanan, mereka tidak sendiri,tentunya banyak mafia darinya yang ikut serta tanpa ketahuan oleh siapapun


"Woey siapa di sana?" teriak seseorang dari arah samping dengan cepat Sinta melempar nya gas yang bisa membuat siapapun yang menghirupnya langsung pingsan seketika.


"eeuuuh periih" jeritnya langsung terkapar.


"Huh,menyusahkan " ujar Sinta dengan menginjak tubuh lelaki itu kemudian melanjutkan perjalanan nya.


"Hei siapa kamu" teriak satunya lagi melihat erland dan Sinta masuk melalui pintu samping


"UPS" Sinta berhenti


"Woey,siapa kamu" teriaknya membuat seisi markas itu berlari ke arah sumber suara.


"O'o " ujar Sinta melihat beberapa orang berlari ke arah dia dan Erland


"Oh ****" gumam Erland dengan membalik badan dan


syuuut


Ttug


Erland terhenti saat dirinya merasa sesuatu baru saja melewati dirinya,dan benar saja sebuah pisau tertancap di tembok dekat dirinya berdiri saat ini,salah sedikit pisau itu pasti akan mengenai kepala erland.


"Aark b4ngsat" geramnya kemudian berlari dan menghajar orang itu.

__ADS_1


"Rasakan ini .. haaaaaa" teriak Erland sedikit pelan..


BUGH


prank


suara tubuh terkapar dan berhasil membuat meja itu terpercah.


"Aaaaarrk" ringisnya pelan


syuut


BUGH


panah kecil menancap di tubuhnya seketika ia kenang kejang dan langsung meninggal.


Zelda berjalan santai melewati para penjaga di sana


"Woey siapa loe,?.ada keperluan apa kamu ke sini hah?" tanya orang itu dengan nada sinis


tanpa di sadari tangan mungil zelda melempar sesuatu yang bisa membuat orang di pingsan dalam waktu 1 hari.


ckleeeek


kreeeeaaakk


suara pintu di buka pelan oleh Zelda,ia mendengar arahan dari seseorang melalui earphone miliknya.


Zelda berjalan lurus dan menemukan tongkat besi,kemudian ia ketuk 3 kali tongkat besi itu,dan Yach,ternyata tongkat itu adalah kunci untuk memasuki ruangan rahasia di markas itu.


"Good jobs" ujarnya memuji orang yang mengarah kan ia jalan.


Zelda kembali berjalan lurus memasuki ruangan tak berpenghuni,namun ia lagi lagi menemukan tongkat yang sama,ia kemudian mengetuk tongkat itu Sebanyak 2 kali ,sontak saja ruangan tempat Zelda tadi berubah menjadi sebuah ruangan laboratorium dengan alat canggih yang bisa di gunakan membuat atau memproduksi barang haram usaha paman Leon.


"MMM,sempurna" gumam Zelda


Baru berjalan setengah,Zelda mendapatkan informasi jika harus mencari sesuatu yang berbentuk runcing,tipis,dan panjang,


Zelda menemukan tombak berwarna perak,kemudian ia kembali ke arah tengah tombak itu,


"Aku apakan tombak ini? jelas Zelda.


"Tombak itu bukan sembarang tombak,tombak itu terbuat dari perak,dengan senang hati Zelda mengambilnya dan menancapkan nya di tengah tengah ruangan itu,


dan sontak saja sebuah lemari dengan sendirinya keluar dari sana,di lemari itu begitu banyak narkotika dan sejenisnya yang siap untuk di edarkan.


(bersambung)


maaf jika kurang bagus dalam menulis, insyaallah nanti kita revisi aja mana yang mesti di revisi.


maaf kan juga malam ini cukup 1 bab ya, author kurang sehat soalnya.


HAPPY READING


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2