Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 54


__ADS_3

Mampus gue " gumamnya dalam hati,ia tahu saat ini apa yang di rasakan Revin,ia pernah mendengar cerita para sahabatnya,Andi, Andi pernah bilang jika laki laki sudah di luar batas dan tidak bisa menahan diri,maka harus di tuntaskan ,jika tidak si laki laki akan kesakitan akibat tidak bisa mengeluarkan cairan nya.


"Gua harus gimana? " lanjutnya dalam hati


"apa gue.....? " fikiran Zelda sudah kemana mana saat ini,


"Aaark,,bodoh bodoh " Zelda merutuki dirinya saat ini akan kebodohan nya.


"sssshhhhh " di sela sela pemikiran nya ia kembali mendesis pelan akibat serangan Revin yang semakin menjadi,


"eummm"


Revin puas bermain atas,kini ia bermain bawah,di buka paksa pakaian Zelda,ia h1s4p ker4s squisi kembar Zelda,dan ia membuat bekas kepemilikan di sana,


"euuuhhhh" Zelda kembali mendes4h dengan kaki menggeliat merasakan sesuatu di bawah sana sudah siap memasukinya.


Revin menghentikan gerakannya sebentar ,ia menengadah ke arah Zelda yang kini sedang memejamkan matanya,sadar dengan Revin yang berhenti sejenak Zelda membuka matanya dan menatap ke bawah ke arah Revin,di lihatnya mata merah Revin seakan siap menerkam nya saat ini,


"Jangan salahkan aku " 3 kata keluar dari mulut Revin seakan memberitahu jika bukan keinginan dia melainkan atas keras kepala dirinya yang tidak ingin melepas Revin saat Revin memintanya di lepas


Zelda pasrah saat ini,apapun yang terjadi emang ini salahnya,iapun memutuskan untuk membantu Revin saat ini karena memang dia juga sudah sangat menikmati permainan ini.


setelah menatap Zelda sebentar ia kembali mengarahkan tanganya ke bawah menyentuh sesuatu di balik kain segitiga itu,jari jemarinya mulai bergerak mencari benda kecil yang ada di sana,di rasa sudah menemukan nya ia menggos** goso**** j4rinya awalnya pelan lama kelamaan semakin keras membuat Zelda di batas kewajaran nya.


"eeuuuhh..aaarkkk..eeeehh..eeemmm..." des4han Kecil lama lama keras dan kencang seakan irama nyanyian yang sangat indah bagi pendengaran Revin.


Ia semakin mempercepat gerakannya dengan tangan kiri tak masih di d4d4 Zelda dengan remasan ker4s,sedang bibirnya berkeliaran di l3h3r jenj4ng Zelda hingga tak sadar akan banyak cup4ng** yang ia tinggalkan di sana.


Revin semakin tak kuat,ia mulai melepaskan kain segitiga milik Zelda dan melempar nya kesembarang arah,ia mulai mengarahkan juniornya untuk bertemu jodohnya,


1 detik


2 detik


3 detik

__ADS_1


Zelda memejamkan mata,saat merasakan g3s3k4n² kecil jun1or Revin,lama g3s3k4nnya yang awalnya keras kini seakan melemah, Zelda pun merasakan itu,ia perlahan memberanikan diri membuka matanya pelan,ia melihat ada kebimbangan dalam diri Revin,keraguan jelas terpancar dari mata dan perlakuannya sebelum itu,


"Aaaark SH** ! " umpat Revin memukul keras kasur sebelah Zelda membuat Zelda memejamkan mata bukan karena takut tapi karena dekatnya kepalan tangan Revin di samping wajahnya. Revin berjalan ke arah kamar mandi dan dengan. kasar ia menutup pintu kamar mandi itu


Zelda kini sedikit tidak mengerti,apa yang harus dia lakukan saat ini,apa dia salah? apa dia tidak bisa memuaskan Revin?apa dia tidak bisa membantu Revin saat ini? apa dia gagal jadi wanita Revin ? begitu banyak pertanyaan dari dalam diri Zelda membuatnya bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.


ia membuang jauh rasa egoisnya dan rasa gengsinya saat ini pada temanya,ia memilih untuk menghubungi Sinta lewat chat,


"Shin gue bingung,gue harus apa saat ini? " chat Zelda pertama pada sinta


kemudian ia menceritakan semuanya pada Sinta,tapi ia salah ,saat ini bukan pada Sinta ia bercerita,tetapi pada chat grup mereka berlima ,Sinta,Diwa,Andi dan Erland serta dirinya.


"tumben ratu mafia galau karena cinta " ejek Diwa


"Pantesan loe lama di dalam,elo lagi en4 - 3na sama kak revin " pesan chat Andi membuat Zelda tersadar


sedang Erland terlihat biasa saja,bahkan tak membalas pesan chat itu,


"aaaark br3ngs3k,gue salah kirim lagi " grutu Zelda kesal


"Bantuin kak Revin lah,loe mau dia kesakitan ? " Sinta muncul membalas voice note Zelda dengan voice note juga.


"Bantuin bagaimana sih gue gak paham? apa gue harus ....


aaaaark sudahlah gue tau apa yang harus gue lakuin saat ini " ucap Zelda mengirim voice note lagi dan meninggalkan ponselnya yang di lemparkan ke sembarang arah.


Zelda berlari ke arah kamar mandi tak memperdulikan dirinya yang sedang tak mengenakan busana apapun.


tok tok tok


"Kakak,kak Revin buka! " teriak Zelda dari luar namun tak ada jawaban,


"kakak buka " teriak Zelda lagi dengan nada cemas.


Revin,di dalam kamar mandi ia berjongkok dengan lutut menumpu tubuh atasnya sedang kaki di tekuk kebelakang dengan air shower membasahi seluruh tubuhnya,ia meringis kesakitan pada perut bagian bawahnya yang kini tak dapat menuntaskan junior nya. perlahan dia mengambil sabun mandi dan mengarahkan ke juniornya dengan pelan ia gos** ***Okan maju-mundur sambil memejamkan matanya,ketukan dari luar dan teriakkan Zelda tak ia hiraukan saat ini,yang ia inginkan saat ini hanyalah mengeluarkan apa yang seharusnya keluar sejak beberapa menit lalu, namun berbagai macam cara ia lakukan tetap belum membuatnya klim***.

__ADS_1


BRAK


DUG


Suara pintu kamar mandi terbuka keras,ia melihat Zelda masuk dan langsung menutupnya kasar,


"STOP !" Zelda diam menatap Revin yang sangat tidak baik baik saja saat ini,


"Kak, " suaranya parau mendengar kerasnya suara Revin padanya.


"Jangan mendekat," lanjut Revin mengkode dengan tangan kirinya sedang yang kanan masih berperan di bawah sana.


Zelda Tak menghiraukan ucapan Revin,ia berjalan ke arah Revin dan berdiri tepat di depan Revin ,air sudah membasahi tubuhnya terlihat saat ini Revin menatap kaki Zelda yang sudah di depanya,Revin menoleh melihat kaki Zelda naik ke atas sampai mata mereka bertemu,mata merah Revin semakin terlihat jelas dari sebelumnya,


"Pergi " satu kata itu berhasil menusuk hati Zelda saat ini,tapi ia sadar ini salahnya hanya dia yang bisa menyelesaikan semuanya.


"aku tidak mau "


"Pergi zel "


"Aku tidak mau kak " teriak Zelda


"PERGI SEKARANG, " bentak Revin membuat Zelda terkejut dan menutup matanya saking kerasnya bentakan Zelda


Zelda gemetar mendengar bentakan Revin ,namun Revin tak menyadarinya karena saat ini yang hanya ia inginkan untuk tidak menyakiti dan menodai wanitanya saat ini, meskipun ia sangat menginginkan nya tapi ia tak mau janji yang sudah ia ucapkan ia langgar begitu saja karena *****,tapi Zelda tetaplah Zelda yang keras kepala dan ceroboh,ia tak bergeming dari tempat berdirinya,


Revin kembali menatapnya dan ia berdiri menatap Zelda sebentar


"Tidak pergi,aku yang pergi " lirih Revin


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2