Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 134


__ADS_3

Revin Segera membawa Zelda kerumah sakit,mobil yang membawa Zelda dan juga membawa Jihan sampai dengan bersamaan, brangkat mereka juga beriringan,hanya saja Jihan langsung di bawa ke ruang operasi sementara Zelda di larikan ke UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama atas luka yang di alaminya.


setelah beberapa saat dokter keluar dari ruang UGD.


"Keluarga Nona Zelda?" panggilnya.


"iya dok saya " dengan cepat Revin menghampiri dokter itu.


"Pasien tidak apa apa,hanya saja dia kecapean,dan untuk lukanya sudah saya periksa dan obati, , selebihnya kita menunggu pasien sadar dan menanyakan keluhannya,nanti bisa kita simpulkan boleh pulang langsung atau harus opname." jelas dokter itu pada Revin.


Revin mengangguk paham," silahkan jika ingin menjenguk pasien" ujar dokter itu.revin langsung menerobos masuk tanpa menunggu dokter itu selesai berbicara.


dokter itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah Revin yang berlebihan itu ,


Revin mendekat dan duduk di pinggiran tempat tidur Zelda,"Honey!" panggilnya


Zelda membuka matanya dengan pelan,merasakan pusing dan juga sedikit sakit akibat luka di wajahnya.


"iya" jawab pelan Zelda.


"Mana yang sakit?" tanya Revin perhatian


"tidak ada honey, , Jihan mana?" ujar Zelda langsung berdiri mengingat Jihan dan juga bayinya.


"Untuk apa menghawatirkan dia,?" tanya Revin


"Honey,dia hamil, , di perutnya ada bayi,mana tega aku melihat bayi tak berdosa menderita" ujar Zelda sendu


"Haish, baiklah baik , , nanti aku suruh Bimo mencari tahu keadaan dia, yang jelas sekarang kamu harus sembuh," ujar Revin


"No honey,kita , , se-ka-rang" ucap Zelda menggeleng dan turun dari ranjang ingin menemui Jihan


"Gak, , kamu belum boleh kemana mana, , kata dokter harus istirahat yang cukup," jelas Zelda


"Aku sudah baik Baik saja honey, tidak udah khawatir" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Revin


mau tak mau Revin mengikuti langkah Zelda, sesampainya di luar, " mau tunjukin jalan atau aku tanya langsung?" ucap Zelda berhenti tiba tiba dan tanpa menoleh


"Haish, ,iya iya" ucap Revin langsung menarik pinggang ramping Zelda dan berjalan bersamaan menuju ruang operasi.


"Hei mau kemana? loe kan masih sakit" ujar Diwa sambil berlari kecil melihat Zelda dan Revin berjalan ke arah ruang operasi.


"dari mana saja?" tanya Zelda tak menoleh


"so-ry gue baru bangun" jawab Diwa sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"kalau gue baru dari luar,baru mendapatkan informasi kalau Sinta sama boy Sekarang" jawab Erland dan juga Andi mengikuti di belakang.


Zelda melepaskan rangkulan dan berhenti dengan bersedekap dada,ia membalik badannya


"Bagus ya, ,begini cara kalian sekarang hah" ucap Zelda menghakimi mereka.


"Haish, , jangan marah kita juga langsung gercep Dateng pas kak Revin kasi tau!" ujar Andi


"APA! kak Revin yang kasi tahu kalian?" ucap Zelda mengulang.


"Iya" jawab Diwa polos.

__ADS_1


Zelda berbalik menatap Revin ,Revin yang di tatappun langsung memalingkan wajahnya


"Ayok kita ke ruang operasi!" ucap Revin setengah mengalihkan pembicaraan.


ia menarik tangan Zelda,tapi Zelda enggan untuk melangkah,". ayok" ajaknya menarik tangan Zelda


"No, ,no, , ,jelaskan " ucap Zelda


Revin menatap tajam ke arah mereka bertiga,mereka bertiga pun seolah tak menghiraukan nya,Diwa mengangkat tangannya ,andi melihat ke tembok dan atap mencari sesuatu,dan Erland bersiul sambil melirik kesana kemari.


"Awas kalian" gumam Revin


"Apa ?'" tanya Zelda mendengar gumaman Revin.


"Oke oke, , baiklah, , " ucap Revin mengalah.


Revin menarik nafas dalam dalam sebelum memberi tahu jika Revin menaruh alat pelacak di cincin yang di berikan ya tempo hari.


Revin menarik tangan Zelda,dan melirik mereka bertiga " pergi" arti tatapan itu


mereka bertiga memilih untuk pergi meninggalkan Zelda dan juga Revin.


"honey, ," ucap Revin


",yeah" jawab Zelda mengangguk


Revin menggenggam tangan Zelda dan mengusap cincinnya,revin menjelaskan bahwa di cincin itu ada alat pelacak bahkan bisa mendeteksi jika pengguna cincin itu mengalami kecelakaan,terlebih jika pengguna cincin meminum alkohol, mengkonsumsi narkoba atau terkena bius bahkan obat perangsang pun cincin itu akan mengeluarkan signal berbeda tergantung di dalam tubuh di penggunaan mengandung apa, Revin yang merancang sendiri alat itu,dia pelajari GPS yang di rancang dulu oleh Sinta dan juga Diwa kemudian dia aplikasikan dengan pengetahuan nya yang di pelajari di luar negri beberapa waktu yang lalu dan hasil penelitian nya ini berhasil bisa mendeteksi berbagai macam racun,bahkan bukan hanya di tubuh di makanan pun bisa,jika cincin itu di celupkan di makanan atau minuman yang beracun maka makanan atau minuman itu akan menjadi hitam,jika begitu maka otomatis makanan itu mengandung racun.


"Penemuan sebesar ini tidak kasi tau aku? hm!" ujar Zelda menatap Revin dengan memiringkan kepalanya sedangkan tanganya masih di genggam erat oleh Revin.


"Tapi kan ada untungnya, , coba aku tidak menempatkan nya di cincin ini,aku tidak akan tahu kamu di mana dan aku juga tidak akan tahu kamu dalam bahaya,lihat saja begitu banyak orang yang aku tempatkan untuk selalu mengawasi mu tapi mereka semua bisa membawamu pergi,Dan aku tidak mau itu terjadi" jelas Revin panjang lebar


"Iya , , iya , , terbaik deh" senang zelda,dia bersyukur bisa mendapatkan Revin yang begitu menyayangi nya.


" sini" peluk Revin dengan sayang,


*** Di tempat lain


"Aaaaaa" teriak Sinta mendapati dirinya tertidur di pelukan boy.


boy dengan cepat menutup mulut Sinta dengan tanganya


"Mmmmmm"


"Ssstt , , diam, please" ucap boy pelan.


Sinta menarik tangan boy,dan menghempaskan nya " ngapain loe di sini? loe apain gue?" tunjuk Sinta pada boy


Sinta menerima pakaiannya " aman" leganya,tak sampai di sana sinta kembali mengangkat selimut nya,merasa pakaian nya masih aman aman saja ia juga merasa lega" huh, , aman" ucapnya


"Aman, , aman, , memangnya kau harapkan ape? " tanya boy


"Apaan sih, , ngapain loe di sini gue tanya?" tanya Sinta lagi


boy menggaruk kepalanya,"saye ,, malam tu saye nak bawa kau pulang, tapi tak tahu rumah kamu di Mane, ya saye bawa ka sini" ucap boy


"APA ! Gue di kamar loe?" ucapnya melihat sekitar.

__ADS_1


"Iya" jawab boy


"Terus loe ngapain tidur si sini,cari kesempatan banget, , iiih, , pergi pergi pergi!!" usir Sinta sambil memukul mukul boy


"Aduh , , aduh, , stop lah,. ,dengar dulu" ucapnya menarik tangan Sinta dan menggenggam nya erat


"apa" juteknya


"Malem tu saye nak ambil bantal kan,nak tidur di sofa sana,tapi kamu tarik saye dan peluk saye," jelasnya


mendengar itu Sinta terlihat memerah menahan malu,sebisa mungkin dia mengelak" Gak gue gak percaya" ucapnya


"ya sudah kalau tak percaya" jawabnya.


"lepasin " ucapnya melihat tanganya masih di genggam boy,Boy langsung saja melepaskan tangan Sinta


Sinta kemudian bangkit dan ingin keluar,boy langsung saja berdiri dan menghalanginya


"Stop!"


"Awas gue mau pulang" jutek Sinta


" tak bise !" tolak boy berdiri di belakang pintu menghalangi Sinta untuk keluar.


" mama tak tau kau nak sini" ucap pelan boy membuat Sinta yang hampir marah langsung meneduhkan tatapanya,


"What?"


Boy mengangguk, ," kamu bise mandi dulu,lepas tu saye liat mama jika sudah pegi kamu boleh keluar" usul boy.


Sinta terlihat berfikir


kreok


kreok


sinta kelaparan,dia seketika memegang perutnya yang lapar dengan wajah yang malu,


boy hampir tertawa mendengar perut sinta yang keroyokan minta jatah "Lapar?" tanya boy,Sinta diam tak menjawab


"Sana ,mandi dulu saye nak ambilkan makanan di bawah," ucap boy


Sinta dengan patuh melangkahkan kakinya ke kamar mandi boy,


setelah selesai Sinta keluar kamar dengan mengendap,melihat jika boy tidak ada di kamar itu baru dia keluar.


"Gue lupa gak bawa ganti,masak iya pakai baju yang kmrn ,iih bau" monolog nya


iye memutuskan untuk membuka lemari boy," sekali boleh lah, ,boy gue pinjam baju loe ya" monolognya " iya" jawabnya sendiri mengeluarkan suara seperti orang lain,


Sinta terkekeh sendiri mendengar ocehannya,dan ia memilih kaos hitam boy,


"Gila tu cowok, bajunya gede amat" gumam Sinta melihat kaca menatap tubuhnya yang seakan tertelan oleh kaos hitam polos milik boy


CKLEK


"Aawww" ringinsya

__ADS_1


__ADS_2