Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 27


__ADS_3

Dia masih percaya akan pertolongan dari Revin,entah dari mana kepercayaan nya itu sangat kuat, sebentar lagi dia akan di selamat oleh Revin.( fikirnya)


"nak... sebentar lagi penderitaan kita akan berakhir" ucapnya dalam hati kembali sambil menatap anaknya sendu.


hingga akhirnya Ananda tertidur dalam lelahnya.


"Byuur"


"byuur"


"Br3ngs3k loe...bangun...." teriak Jihan membuat Ananda mengerjabkan matanya,


"ampun non...ampun...sakiiitt" jerit bagus yang di tarik paksa oleh Jihan akibat ia tertidur terlalu lama.


"gue bawa elo kesini bukan untuk main main saja..sekarang elo kerja buat gue...sini loe" tarik nya pada punggung baju bagus.


"jangan sakiti anakku...aku mohon...." Isak tangis dari Ananda melihat anaknya di tarik paksa di depan matanya.


"ini akibat loe udah berani macam macam sama gue" geramnya pada Ananda


"mama...mama....mama...." teriak bagus memanggil ibunya karena di seret keluar


"baguus......baaaagguuuuuussss" tangisnya pecah namun ia tak bisa melawan.


"seret dia keluar bersama yang lain " perintah Jihan pada anak buahnya.


"baik nona" jawab anak buahnya .


****


BRAK


"kurang ajar mereka" geram Zelda.


Revin dan yang lainya juga ikut emosi mendengar alat penyadap itu,meski kecil suaranya namun earphone milik mereka bukan earphone sembarang,suara sekecil apapun masih terdengar jelas pada earphone nya.


namun untuk saat ini mereka hanya bisa memantau keadaan sebelum pelelangan selesai,karena mafia TBW ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh duo JJ itu .


sembari menunggu hari itu tiba,anak buah Revin membantu mereka dengan cara halus.


mereka menyamar menjadi salah satu anggota mereka,bodohnya duo JJ mereka tidak mengenali sama sekali anggota merek dengan teliti,hanya menggunakan pakaian yang sama dan 1 tanda keanggotaan sudah di anggap anggota mereka,( bodoh memang😂,menurut Zelda)


penyamaran mereka sangat mulus,1 orang di tempatkan di tempat wanita itu ,dua lainnya di suruh mengikuti anak anak kecil yang lain.


Tut .Tut...


Panggilan dari layar besar di hadapan mereka terpampang.


sesekali geser sudah terhubung dengan orang yang melakukan telpon itu.


"apa yang kau dapatkan " tanya Zelda tanpa menunggu Revin terlebih dahulu.


"mereka mengumpulkan beberapa anak umur sekitar 10 tahunan,di turunkan ke jalan untuk mengemis anggel." Lapor anak buah Revin


Tut...tut...


panggilan lain pun masuk , Andi kembali menggeser ikon hijau pada layar besar itu kemudian sambungan telpon pun berlangsung..


"bagai mana keadaan di sana" tanya Zelda


"keadaan wanita ini sudah mendingan anggel,mereka menyerahkan nya pada saya dan asisten nona jihan untuk memantau keadaanya,kayaknya ada seesuatu yang tidak beres anggel" lapornya lagi.


"Baiklah kalian lakukan tugas kalian, serta kumpulkan beberapa bukti untuk di jadikan senjata tambahan buat kita nanti " ucap Revin

__ADS_1


"baik prince" jawab mereka berdua kemudian sambungan pun terputus.


"mereka sangat kejam ternyata,menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang" geram Erland


"apa yang harus kita lakukan anggel,prince " tanya Sinta


"kita tunggu sampai pelelangan di laksanakan" ucap Zelda


"Bimo,,siapkan daftar siapa saja yang ikut pelelangan lusa " ucap Revin.


"sebentar prince" sahutnya keluar ruangan.


setelah menunggu Bimo pun datang dengan membawa berkas daftar orang orang yang ikut serta untuk barangnya di lelang.


"sudah ku duga...." gumam Zelda.


"Suruh mereka mempersiapkan segalanya,jangan ada penyusup masuk, jangan sampai lengah" perintah Zelda.


"baiklah kami permisi" balasnya.


*****



Andi,Diwa,Sinta dan Erland Kini sedang di area latihan para Mafioso.


Andi terlihat sangat gagah sedang memegang pistolnya di arahkan ke 1 objek di depanya,dia terlihat fokus menembak di ikuti para Mafioso lainnya untuk di latih dalam menembak jarak dekat dan jarak jauh.



Sinta pun ikut latihan dengan yang lainya untuk menembak.


Sinta memang lebih memilih menggerai rambutnya jika ia latihan,beda halnya jika berada di lapangan,dia lebih memilih untuk mengepang rambutnya,agar dirinya bebas bergerak.



Erland hanya fokus melihat mereka saja di bangku dekat area latihan,dia menatap Sinta yang sedang latihan menembak



Sinta dan Diwa baru baru ini ikut ke lapangan ,karena keduanya lebih menghabiskan waktu mereka di ruang rakitan senjata dan di ruang rahasia mereka,


Sinta dan Diwa yang sangat ahli dalam bidang retas meretas dan menciptakan suatu penemuan seperti merakit senjata sampai merancang alat alat penyadap,


mereka yang di sibukkan dalam latihan itu fokus pada area yang sama,beda halnya dengan Revin dan Zelda,Meraka kini berada dalam ruang senjata rahasia milik TBW.


Revin terlihat duduk santai sambil menatap Zelda yang sedang memegang senjata sambil menunduk duduk di kursi meeting ruang senjata itu.




Zelda terlihat sedikit berfikir,


"lagi mikirin apa" tanya Revin sambil menghampiri Zelda.


"aku hanya tidak sabar memberantas mereka semua,semuanya sampah negara yang harus di basmi" jelas Zelda.


Zelda kembali menyeringai.


"aku gak sabar melihat peluru kesayanganku ini menembus tubuh mereka," seringainya sambil menj1l4t senjata apinya.


__ADS_1


"kita ikuti permainan mereka dahulu, baru kita bertindak sayang" ucap Revin mengambil alih senjata Zelda.


Revin menaruh senjata tersebut dan kembali mendekati Zelda dengan tatapan bu4snya.


"kenapa di ambil" ucapnya ke arah Revin


"karena itu tidak pantas mendapat j1l4t4n l1d4h manis mu" jawab Revin sambil mendekatkan dirinya ke wajah Zelda.


Zelda yang melihat pergerakan Revin sedikit mundur,semakin Zelda mudur semakin Revin maju tidak melepas pandanganya pada setiap inci wajah milik Zelda.


Zelda menelan kasar salivanya saat melihat Revin yang kian mendekat,sampai akhirnya dia bersandar pada lemari senjata yang terpajang di dalamnya,


Revin menyudutkannya ,semakin dekat jarak mereka berdua sampai akhirnya Zelda menutup mata


CUP


CUP


Revin mengecup kilas b¹b1r ranum milik Zelda,yang di kecup hanya menutup matanya sebentar setelah itu ia buka kembali matanya,terlihat jelas senyuman Revin yang sangat manis di depan matanya membuatnya candu akan rasa manis kecup4n bibir Revin.


"manis " ujar Revin


Zelda yang semakin hari merasa semakin candu,kini berani untuk memulainya duluan.


Cup


cup


cup


Zelda sedikit memasukan bibirnya ke dalam seakan merasakan sesuatu di bibirnya


"lumayan manis" ucapnya sambil mengangguk angguk.


Revin melihat reaksi Zelda hanya tersenyum penuh kemenangan .


"aku tidak akan rela siapapun merasakan manisnya b1b1r ini selain aku" ucapnya pelan sambil mengusap b1b1r bawah Zelda dengan jempolnya.


"termasuk senjata tadi" dagunya di arahkan ke senjata yang tadi dia taruh kembali.


"sekarang buka mulutmu...." printah revin


"ngapain? " tanya Zelda


"nurut aja bisa gak?" tegas Revin membuat Zelda mengalah dan membuka sedikit mulutnya


"keluarin L1d4hmu? " ucapnya lagi


Zelda dengan nurut menjulurkan l1d4h nya,dengan sekejap Revin mel4hap dan menj1l4t setiap inci di dalam mulut Zelda.


"SIAL..." rancau Zelda dalam hati,bukan ia tak suka melainkan ini Bukan tempat yang pas buat mereka bermain main.


"jika ada yang masuk bagaimana? " lanjutnya dalam hati sambil melirik pintu


Cklek


(bersambung)


jangan lupa vote,komen, and likenya ya...


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2