
Revin dan Zelda kini berada di dalam mobil menuju sekolah Zelda,beruntung kegiatan mereka di kamar mandi tidak membuat merek telat ,
dari kejauhan,Zelda melihat sekelompok orang sedang mengejar seorang anak bersama seorang wanita.
terlihat wanita dan anak itu sudah kelelahan dan tanpa sengaja berjalan ke arah mereka.
"Kak.." ucap Zelda mengkode dengan mengangkat kepalanya ke arah wanita yang berlari tadi
semakin dekat posisi mereka dengan mobil milik Revin,Revin tau harus berbuat apa, perempuan itu dan anak kecil itu tak sengaja berlari ke pinggiran jalan membuat Revin dengan mudah mendekatinya ,
lCKIIIITTTTTTT....
Tiba tiba Revin menginjak rem tiba tiba membuat suara ban seakan mencekit telinga,
"aaaark..." teriak keduanya sambil menutup matanya
Revin berhenti tepat di depan wanita itu,jarak antara mobil Revin dengan wanita itu hanya beberapa senti saja.
wanita itu masih memejamkan mata sambil memeluk si anak kecil.
"hahahaha...mau kemana lagi kamu, " teriak salah satu preman itu.
"ikut cepat" ucapnya sambil menarik perempuan itu
"gak...saya gak mau....saya gak mau" ia meronta tak ingin ikut
preman yang satu lagi sudah tidak ingin berdebat lagu dengan wanita ini
Plak
plak
"aaaach..." ringisnya sambil menangis kala preman itu menamparnya berkali kali.
Zelda dan Revin yang melihat itu sedikit geram,Zelda ingin keluar namun di tahan Revin.
"kita liat saja apa yang akan di lakukan oleh preman itu pada wanita itu" ucap Revin
"tapi kak tu preman udah kelewatan,dia sudah menyakiti wanita itu" lanjut zelda
"sudah. .biar anak buah kakak yang nanganin mereka ujianmu lebih penting " ucap Revin sambil mengelus pipi Zelda sayang
"astaga..iya...ini sudah jam 8:40 menit,,," ucapnya mengingat ujianya jam 9 tepat.
Revin mengetik sesuatu yang ada di mobilnya,ia menekan tombol dan langsung tersambung pada anak buahnya.
"sebentar..." ucap Revin lalu keluar mobil menghampiri sang perempuan bersama preman.
"woey..ada apa nie...jangan main kasar sama perempuan, " ucap Revin
"mas tolong saya mas...tolong anak saya" iba wanita itu,
sebenarnya Revin tidak tega namun ujian Zelda lebih penting dan ia juga ada meeting penting sejam lagi,untuk itu dia meminta anak buahnya mengikuti sang perempuan.
"siapa loe hah..jangan ikut campur urusan kita sama wanita ini" ucap salah satu preman
"mau gue bunuh loe..!" ucap salah satu preman yang lain sambil menodongkan pisau nya.
Revin angkat tangan
"wowowow...oke .oke..gue gak akan ikut campur...
__ADS_1
buk...adek..maaf Yach saya gak bisa bantu ibu,saya takut "
ucapnya sambil menepuk punggung wanita itu sambil berbisik,
"ibu ikuti saja mereka,saya akan datang tepat waktu,saya janji" ucap Revin yang ternyata memasang alat penyadap suara dan alat pelacak di punggung ibu itu yang di rancang nya sedemikian rupa agar tidak mudah di Ketahui siapapun,alat itu bisa berubah warna sesuai warna tempat ia di tempelkan.untuk itu prempuan itu tidak merasa apapun saat Revin menepuk punggung nya, ukuran nya juga sangat kecil,.yang ibu itu tangkap hanyalah ucapan Revin yang menyuruhnya ikut dan dia akan datang tepat waktu.
Revin pun meninggal kan wanita itu,dan wanita itu menurut apa apa kata Revin,entah kenapa dia begitu percaya pada ucapan revin yang berjanji akan menolongnya,
"saya percaya ,anda akan datang menolong saya dan anak saya dari pria kejam itu" ucapnya dalam hati
sementara Revin di dalam mobil, menghubungi anak buahnya yang langsung tersambung pada GPS yang di pasang nya itu
"kalian cepat ikuti arah GPS itu dan pantai mereka,kalian tau apa yang akan kalian lakukan bukan"ucap Revin pada anak buahnya.
.
"baik prince " sahutnya dari seberang sana
"kakak terbaik DECH" ucap Zelda pada Revin di balas senyuman manis dari Revin.
*bugh...
"Daah kakak " teriak Zelda
"Na..na...na...na..." suara nyanyian Zelda sambil berjalan berhasil membuat banyak siswa di dekatnya menoleh padanya.
"woey...tumben amat,kesambet apa?" sapa Andi menghampiri Zelda yang tersenyum sendiri sambil berjalan
"apaan si loe ....biasa aja" elak Zelda
"biasaa apanya be**...noh liat semua orang menatap aneh ke arah loe...gak sadar neng? cercah Andi memutar kepala Zelda ke arah para siswa yang melihatnya aneh
"hehehe..iya Yach...bodo amat lah" ucapnya berlalu meninggalkan Andi ke kelasnya
"noh liat,tu anak kenapa Senyam senyum Kaya orang gila,ucap Erland menyenggol punggung Sinta dengan jari telunjuknya.
Sinta yang di senggol tak bergeming sedikitpun dari arah dia berdiri,sedang Diwa sudah memperhatikan Zelda sejak baru masuk ruangan.
"gue rasa tu anak lagi kasmaran Dech " comot Diwa sambil mengunyah makanan.
" nyomot aja kerjaan loe wa" balas Erland sambil merampas makanan Diwa
"woey makanan gue 4nj1ng...." teriak Diwa di balas gelengan kepala dari Sinta melihat kelakuan kedua sahabatnya itu .
mereka kini telah menghampiri Zelda yang tak kunjung menyadari jika teman temanya sudah datang di depannya.
" eh land..nie anak kesambet apa gimana,? kok kita di sini dia gak noleh,dia gak sadar kita di sini" ucap Sinta heran
"iya...kita kagetin yuk" ucap Erlang
satu.
dua
tiga
"WOEY." Teriak mereka berhasil membuat Zelda berjingkrak kaget.
"hahahaha..." tawa mereka pecah
"untung gue gak bawa pistol..kalau enggak mampus kalian semua" geram Zelda di kagetkan
__ADS_1
"elo sih melamun kaya orang kesurupan,seenyam senyum gak jelas,....lagi kasmaran ya" tanya Sinta yang paling sensitif tentang cinta.
Zelda melirik mereka satu persatu ,Zelda tersenyum kembali sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya tak menghiraukan ocehan sahabatnya .
Guru pengawasnya pun datang dan mereka menjalankan ujian dengan tenang dan santai.
Zelda dkk kini tengah berada di kantin,masih dengan suasana yang sama Zelda kembali menopang dagunya dengan kedua tanganya sambil tersenyum.
"Ni anak kenapa sih" kesal Andi
"dari tadi pagi sikapnya aneh.." lanjut Andi
"gue tau ..." ucap Sinta mengkode temanya agar sikap Zelda tak lagi aneh.
"bagaimana? " tanya Sinta
"markicob...mari kita coba" ucap mereka bersamaan
"khem khem...eh lan ..tau gak kemarin nieh pas gue sama diwa jalan jalan ke mall,gue liat KAK REVIN jalan sama CEWEK,CANTIKKKK BANGET" ucap Sinta sambil menekan kata kak Revin,cewek cantik banget,
Zelda yang mendengar itu sedikit menoleh namun kembali tersenyum.
"Waah KAK REVIN sudah punya PACAR sekarang" lanjut Andi bertanya
"sepertinya sih Gitu... soalnya gue liat Mereka MESRAAAAA banget....kaya udah lama kenal gitu" Jawab Sinta dengan sedikit berteriak agar Zelda mendengarnya.
alhasil membuat Zelda membulat ,dan menoleh para mereka satu persatu...
"hahahaha..." tawa mereka bersamaan
" tu kan gue bilang apa,nih anak lagi kasmaran...pasti karena kak Revin..iya kan .." tebak sinta emang selalu benar
"maksud loe apa bilang kak revin ada pacar dan lagi jalan di mall terus mesra mesraan hah..maksud loe apa..mau gue patahin tu tulang " kesal Zelda pada temanya.
"lha loe denger zel,!? tanya erland
"gue punya kuping kali, " lanjut Zelda
" ya elah zel..gak usah baperan gitu kali....kita cuma bercanda .cuma mancing elo agar tidak melamun terus sambil senyum..nanti lama lama kesambet ,baru nyaho' loe" sambung Sinta
"eh tapi beneran loe lagi kasmaran sama Kak Revin??" tanya Diwa
"mmmmmmmm....." Zelda menatap merek satu persatu
lalu tersenyum..
"Yach .anggel mafia lagi kasmaran..." ucap Andi berhasil membuat Zelda menyumpal mulutnya dengan bakwan
yang lain hanya tertawa melihat Andi kesusahan makan bakwan yang penuh di mulutnya.
"lain kali jaga tu mulut....ember amat" ucap Diwa
" kagak ada yang bakalan dengar be**..orang gue ngomng nya pelan,emang ada penyadap suara apa di sini sampai mereka bisa dengar ucapan gue" sergah Andi memang dia berkata sangat pelan bahkan jarak 2 meterpun mereka tidak akan mendengar ...
tiba tiba Zelda teringat sesuatu
"ASTAGA..... GUE LUPA" teriaknya membuat Mereka semua menautkan alis mereka tak paham apa yang di katakan Zelda
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
__ADS_1
.salam kity-kity 😻