
Tante," rengek Cindy
"Udah biarkan saja,ayok jalan " ajak mama revin menggandeng lengan Cindy.
***
Suasana hotel saat ini sudah mulai rame,beberapa tu undangan berdatangan,tentunya dengan mengisi buku undangan terlebih dahulu,tak lupa juga beberapa dari anak buah Zelda berjaga jaga dan memeriksa satu persatu tamu undangan,berharap tidak ada kekacauan di dalam pesta ini.
Zelda ingin acara ini berjalan lancar tanpa gangguan apapun,dia mau hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuknya dan keluarganya.untuk itu Zelda tidak tanggung tanggung menempatkan orang orangnya di berbagai penjuru hotel,ada yang jadi satpam,ada yang jadi pelayan ,ada yang jadi cleaning servis dll.
Zelda beserta keluarga datang dan langsung menyambut para tamu yang baru maupun sudah datang terlebih dahulu.
"Selamat malam pak handoko,selamat atas anniversary pernikahan kalian serta selamat atas makin jayanya hotel bapak ini,semoga keberuntungan juga berpihak pada kami " sapa salah satu kolega bisnis pak Handoko.
Revin dan Zelda memisahkan diri mereka dari para orang tua yang basa basi gak penting bagi Zelda,tapi bagi Revin itu akan sangat penting,tentunya bukan Revin yang nyamperin mereka,melainkan mereka yang menghampiri Revin.
"selamat malam pak Revin,aah tidak menyangka jika bertemu anda di sini, senang bertemu dengan anda tuan Revin " sapa salah satu undangan yang merupakan rekan bisnis dari Revin juga.
"selamat malam juga pak" sapa Revin singkat dengan sedikit senyuman.
"Wah,wanita ini cantik banget,kekasihnya ya pak?" tanya nya lagi berbadan basi sambil melirik dan memandangi Zelda dari bawah sampai atas,tentu itu membuat Revin tak suka,
"Jaga pandangan anda tuan,jika tidak mau berurusan dengan saya"
sontak membuat orang yang menyapa tadi menjadi merinding dan melesat pergi dari hadapan mereka.
"Gak usah terlalu keras kak,kasihan orang itu" ujar Zelda
"aku gak suka milikku di usik ataupun di pandang orang asing" jelas Revin membuat Zelda terkekeh kecil.
selang beberapa waktu rombongan Erland pun datang,
"Hai zel," teriak Sinta di susul yang lain di belakang.
"Hai,aku kira kalian gak akan kesini" ujar Zelda sedikit manyun
"Bibir lu gak usah manyun gitu kali zel,jelek amat loe" ujar Andi di balas tatapan tajam dari Revin
"Eh kak Revin,maaf kak gak bermaksud kok" jelas Andi
"eh gimana keadaan loe land" tanya Zelda
"Yah, seperti yang loe liat zel,gue udah sehat dan baik baik saja" jelas Erland
Zelda melihat lengan Erland yang di gandeng Tiara,Zelda tersenyum berniat menggoda Tiara,
__ADS_1
Tiara yang melihat arah pandangan Zelda segera melepaskan pegangannya pada lengan Erland, Erland merasakan nya dan langsung menatap Tiara yang terdiam dan menunduk.
"Udah gak udah malu" ujar Erland kembali mengambil tangan Tiara dan meletakkan nya di lengannya
"Iya ih ,ngapain malu" sahut Diwa
"Gak apa apa kok" jelas Tiara
"Zelda mukanya seram ya? " ledek Andi di balas tatapan membunuh dari Zelda
"Tuh kan seram amat iiih" lanjut andi
"Andi stopp!" sahut Sinta .
"sudah sudah ayok duduk di sana" ajak Revin .
mereka pun mencari tempat yang nyaman untuk duduk, sementara itu papa dan mama Zelda sibuk menyambut tamu Zelda dan temanya sibuk berdiskusi,Revin menghampiri client nya untuk sekedar sapa sapaan,dia pamit meninggalkan yang lain karena kolega bisnis nya yang dari luar negri sudah datang,kebetulan dia juga kenal dengan papa Zelda,makanya dia di undang di acara pesta malam ini.
"bagaimana situasi di luar?" tanya Zelda dengan duduk manis layaknya wanita feminim
"Gaya loe beda banget zel,tapi cantik kalau kaya gini" ujar Andi tak menjawab pertanyaan Zelda.
"gue gak suka ya bertanya tapi gak di hiraukan! " ucap Zelda serius.
"iya iya maaf, semuanya aman semua sudah menyebar di berbagai tempat,kita juga menggunakan cincin yang sama yang lebih mencolok agar bisa di amati dari jauh," jelas Andi sambil memperlihatkan cincin yang sengaja merek gunakan untuk menjaga jaga jika ada suatu kejadian mereka bisa melihat mana teman dan mana lawan.
"Tenang aja " jawab Andi,
"Eh gue ambil minum dulu ya" ucap Sinta,kalian mau di bawakan gak?" tanya nya pada teman temannya sambil mata mengarah ke meja hidang.
"Gak usah,nanti kalau mau tinggal minta aja ada pelayannya kok" sahut Zelda.
"oh ,oke kalau gitu gue kesana dulu" lanjut Sinta
"udah di bilang gak usah,tinggal panggil pelayan aja b*g*" sahut Andi tapi tak di hiraukan oleh Sinta ,sinta berjalan ke Arah meja saji tempat minuman,berbagai minuman tersedia di sana,air putih,jus, smoothies bahkan minuman beralkohol pun ada tersedia di sana.
Sinta mengambil jus anggur sambil menatap seseorang yang berdiri tak jauh dari tempatnya,seperti nya dia kenal,tapi siapa?
"Ah dia,mau apa dia di sini? apa mungkin dia salah satu tamu penting papa Zelda?" gumam Sinta dalam hati sambil memperhatikan dia dari tempatnya.
Tak lama kemudian dia menatap Sinta dan sita juga lagi menatapnya, senyum sinis Sinta sebagai kata sapaan,sedang dia juga tersenyum kecil menanggapi senyum sinis Sinta.
Sinta berjalan mendekati nya,dari kejauhan Zelda melirik dengan ekor matanya tampaknya dia tau kenapa Sinta lebih memilih untuk mengambil minumannya sendiri.zelda memperhatikan dengan baik tanpa ada yang curiga begitupun temanya yang lain masih asyik mengobrol,
"Selamat malam tuan,kita berjumpa lagi setelah beberapa waktu lalu" sapa sinta manis
__ADS_1
"Selamat malam juga nona,ku rasa kau sangat bahagia malam ini bersama teman temanmu " sapanya sambil melirik rombongan Zelda dkk yang sedang asyik mengobrol.
"Oh tentu saja tuan,kami sangat sangat bahagia malam ini"
"mm baiklah jika begitu saya mau balik lagi ke tempat teman teman saya,selamat menikmati pesta anda tuan" ucap Sinta berjalan melewatinya dan sempat berhenti tepat di sampingnya,Sinta berbisik
"Jangan pernah macam macam di sini,kalau tidak kita berurusan" ancam Sinta
"Hehehe, kita liat nanti" balasnya.
Sinta pun meninggalkannya dengan perasaan kesal,kenapa bisa ada dia di dalam acara ini,dia pun memutuskan untuk bertanya pada Zelda.
Tak
"Astaga sin,loe ngagetin kita tau gak" kesal Diwa kena cipratan air yang di letakkan secara kasar oleh Sinta tadi.
"Tau nih,Lo kenapa balik ngambil minum malah kesel gitu" sahut Andi
"kamu kenapa sin?" tanya Tiara kali ini buka suara
"coba kalian liat belakang" ucap Sinta
merekapun mengikuti arah tatapan dari Sinta,sontak membuat mereka mengerutkan kening
"Kenapa dia ada di sini?" ucap Diwa
"kan pesta,mungkin dia tamu penting juga di sini" jelas Erland yang selalu menganalisa dengan berbagai pendapat nya yang masuk akal.
"Tapi gue tadi sempat ancam dia untuk tidak macam macam,dan loe tau apa yang dia bilang? dia bilang "hehe kita liat saja nanti" dan entah gue gak tau dia di sini mau apa" jelas Sinta
"kalau kita ingat ingat,dia memang menginginkan senjata kedap suara kita yang sempat jadi pancingan pas pelelangan" ucap Andi
"Apa mungkin dia kesini juga mau menghancurkan acara pesta dan mau mengambil senjata itu?" tebak Andi
"Bodoh banget si loe" sergah Erland sambil memukul pelan kepala Andi
"Aw,sakit tol**" desisnya
Zelda yang tadi hanya diam saja dan kini dia buka suara
"Ada yang mau jelaskan ?" ucap Zelda membuat semuanya menyeritkan keningnya tak mengerti siapa yang akan menjelaskan ap?
"GUE" ucapnya kemudian semua mata tertuju padanya
(Bersambung)
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻