Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 120


__ADS_3

Di dalam kamar dua pasangan itu saling menikmati satu sama lain ,sedangkan di luar Diwa dan Sinta terlihat sedang asyik menikmati makanan dan tontonan horor mereka,di temani secangkir coklat panas mereka duduk manis sambil sesekali melirik ke kamar yang di mana terdengar jelas suara suara horor lainnya.


"Bisa tidak tu kamar di pasangin peredam suara,agar suaranya gak kemana mana!" ujar Diwa sambil menyomot makanany


"Habis ini gue butuh gigol* tamvan kayaknya ahahaha" sahut Sinta yang terdengar geli sendiri dengan ucapannya.


"Gila loe!" sahut Diwa


"pakai ini aja! " ucap Sinta memberikan sepasang headphone kepada Diwa.


"Ide ang bagus" ucapnya sambil memasang headphone itu dan melirik beberapa orang berpakaian serba hitam yang duduk berselonjoran dengan kaki dan tangan di ikat ,meraka saling bersandar pada punggung masing masing , terlihat mereka juga sangat sengsara mendengar jeritan kenikmatan dari dua kamar itu,ada yang susah payah menelan ludahnya,ada yang lebih memilih memejamkan matanya ada pula yang burungnya sudah berdiri tegak ,terlihat wajah kepanikan dari mereka semua,yang seharusnya mereka akan menikmati pesta malamnya malah menjadi pendengar yang setia dan di awasi gadis gadis cantik di depannya ini,


mereka sedikit menyesali diri karena kalah oleh tangan dan kaki para gadis di depannya,


",S14l, , kita tidak jadi pesta malam ini,padahal aku sudah memesan wanita cantik malam ini jadi teman gue,eeh malah sekarang cuma jadi pendengar, kasihan kamu Jhonny" gumamnya menangisi burung kecilnya terbangun dan tak di beri santapan.


Yach,Johan menghadiahkan mereka untuk berpesta dengan keberhasilan mereka membawa Tiara ke rumah itu,tapi sayang seribu sayang,sebelum itu terjadi Erland,Sinta dan Diwa sudah lebih dahulu menerobos masuk dan berhasil mengalahkan mereka semua,


malam semakin larut ,Sinta dan Diwa terlihat tertidur pulas di depan televisi,


Erland mengerjapkan matanya dan memandang wajah polos di balik selimut putih nya, Erland tersenyum melihat wajah tenang Tiara yang beberapa jam yang lalu terlihat Sangat kesakitan dan kepanasan, meski melakukan nya lagi sebelum menikah ,tapi Erland berjanji akan segera menikahi Tiara dalam waktu dekat ini,


Erland mengusap pelan wajah Tiara yang lembut,dan mengelus pelan bibir merah Tiara yang terlihat seksi ,dengan tersenyum Erland bergumam " bulan depan kita menikah ya!" kebunucap pelan Erland,setelah puas menatap wajah itu di terbangun dan mengambil pakaiannya yang tergeletak di bawah kemudian mengenakannya,


cklek


Pintu kamar itu di buka Erland,ia melihat lurus kedepan di sana ia melihat sebuah pemandangan lagi yang membuat dirinya tersenyum,bagaimana tidak di depan matanya Diwa tertidur dengan kaki di atas meja dengan memeluk sebuah toples makanan,sedangkan Sinta tidur dengan kaki di atas perut Diwa dengan tangan terlentang bebas ,bahkan dengkuran mereka terdengar jelas di telinga Erland.


sedang di pojokan sana terlihat beberapa pria yang berpakaian serba hitam itu saling memunggungi dengan ikatan di tubuh ,kaki dan tangan mereka,mereka juga tertidur dengan menunduk dan mengorok besar.


Erland menghampiri mereka


"Ssst,, bangun!" panggil Erland pelan agar yang lain tidak terbangun.


"sin,wa , , bangun" guncang Erland lagi pada tubuh mereka


keduanya mengerjapkan matanya ,Sinta memperbaiki duduknya dan Diwa masih dengan posisinya dan menatap Erland lekat dengan menengadahkan kepalanya,


"Amis loe,habis en*-en* gak mandi?" tanya Diwa yang tak tahu malunya.


Erland sedikit memerah,entah mengapa ucapan memalukan itu saat ini membuatnya sedikit merasa tidak enak pada teman temannya,melihat sikap Erland yang berubah itu ,Sinta langsung saja mengalihkan pembicaraan,


"ssst diem bawel, nanti mereka kebangun," ujar Sinta membekap bibir Diwa.


"Tiara mana?" tanya Sinta


"Masih tidur,ayok pergi" ucapnya pada mereka,

__ADS_1


"oke ,kita tunggu di mobil ya,gue siapkan mobil dulu" ucap Sinta dan mereka langsung keluar dari rumah itu.


"oke" ucapnya seraya kembali ke kamar itu,


di dalam kamar Erland tak tega membangunkan Tiara,dia inisiatif memakaikan Tiara pakaiannya dan menggendongnya,


"pingsan tu anak? loe kekencengan kali , hahaha" tawa Sinta


"Berisik loe,jalan aja ayok" ucap Andi


"Iya sabar,gilirn yang tadi aja loe lama banget" ledek Diwa


"Pantes tu anak pingsan" goda Sinta lagi


"bisa diam gak !" bentak Erland


"Enggak" ucap mereka berdua di lanjutkan tawa dari mereka.


"mau kemana nih?" tanya Sinta yang menyetir


"Markas aja lebih aman" jawab Erland


"Oke siap! "


"Kalian tidur aja kalau mau lanjut tidur" ucap Sinta


"Oke kalau gitu kita dugem aja gimana?" usul Sinta


"loe gak liat Tiara masih tidur" sahut erland dari belakang


"ya sudah gak akan" balas Sinta.


mereka pun kembali ke markas,dengan keadaan markas yang masih sepi karena saat mereka kembali masih pukul 2 pagi.


sesampainya di markas Diwa dan Sinta ke kamar mereka da erland ke kamarnya,dia merebahkan tubuh Tiara pelan dan menyelimuti nya sampai di dadanya.


Erland kembali menatap lekat wajah itu,dengan tenang ia juga merebahkan dirinya dan tidur miring menghadap Tiara dengan tangan menyangga tubuhnya di kepalanya.


Erland perlahan mengulurkan tangannya ke wajah Tiara,dari mata,hidung dan juga bibir Tiara tak luput di belainya lembut.


sementara di rumah Johan,pagi pagi sekali sudah riuh karena kemarahan papa dan mama Johan,


"JOHAN ,JIHAN APA APAAN INI !!" geram papa Johan


"ASTAGA KALIAN" kaget mama Johan melihat kedua anaknya meringkuk dengan tanpa busana.


"Bangun,Johan bangun!" bantak papanya tapi tidak membuat mereka bangun

__ADS_1


"Astaga apa apaan ini!" ucapnya lagi ketika ia berbalik keluar mendapatkan semua bawahan Johan tertidur dengan ikatan .


"Buka ikatan mereka ," ucap papa Johan pada supirnya


supir itu dengan patuh membuka kan ikatan para bawahan Johan.


"Ambilkan saya air" ucapnya ,salah satu dari mereka langsung saja bergegas ke dapur mengambil air.


"Jangan lupa pakai ember" ucap papa Johan lagi membuat nya mengerutkan keningnya


"kenapa Paka ember ya!" gumamnya namun masih melanjutkan langkahnya.


"ini pak !" ucapnya menyerahkan seember air


Byuuur


"Aaaa" teriak keduanya saling menatap


Jihan segera saja menutupi tubuhnya dengan selimut itu kala tatapanya mengarah ke mama dan papanya


"Pa,ma" ucap Johan terlihat senang


sedetik kemudian senyuman itu menjadi wajah herannya,kenapa Jihan yang ada di sana bukan Tiara.


"Jihan" kaget Johan mendapati Jihan di dekat nya


"Kemana dia" gumamnya


"Apa, apa yang kalian lakukan hah?" teriak mama nya.


"kalian ini bersaudara,SADARLAH NAK!!! " ucap mamanya


mereka hanya diam,


"kalian sangat keterlaluan,sampai kapan kalian akan kaya gini hah" bentak papanya.


"Kalian seharusnya tidak seperti ini,anak macam apa kalian" teriaknya lagi,


Hoek


Hoek


DEG


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu

__ADS_1


salam kity-kity 😻


__ADS_2