Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 70


__ADS_3

Permisi" jawab pelan Zelda.


Zelda berlari sekencang mungkin dengan dedaunan air mata


"Kalian keterlaluan" geram Revin


"Kamu yang keterlaluan,berani melangkah keluar mengejar nya jangan harap kamu bisa pulang" ancam papa Revin.


"AKU GAK PERDULI" balas Revin menyusul Zelda


yah,memang dalam keluarga Revin ataupun Zelda mereka layaknya orang biasa, berbeda saat mereka berada di dunia mafia,mereka bagaiman barang antik tak boleh retak sedikitpun dengan apapun,


papa Revin merasakan jika Zelda bukan orang smbarangan,di lihat dari tatapannya yang tajam membuat siapa saja bisa dalam sedetik merasakan bagaikan di tusuk benda tajam, begitulah yang di rasakan papa Revin saat menatap mata Zelda,ia merasa Zelda bagaikan malaikat pencabut nyawa,tapi jabatan dan martabat keluarganya mengalahkan rasa takutnya,orang tua Revin sering mendapatkan candaan yang sangat menyakiti hati mereka saat bersama kolega bisnis mereka, Meraka yang hanya memiliki satu anak dan sampai sekarang belum mempunyai cucu,itu yang membuat orang tua Revin menjodohkan Revin dengan salah satu anak client nya yang cantik,**** dan sangat menarik .


Hujan turun begitu deras,Zelda masih berlari tak memperdulikan dirinya yang tak bisa terkena hujan terlalu lama.


"Zel,zel Kamu di mana?" teriak Revin


Zelda berlari tak tentu arah tujuan di bawah derasnya hujan.


rasa kecewa dan direndahkan saat ini ia rasakan,rasa penolakan yang sangat menyayat hati,jika yang menyakitinya saat ini bukan orang tua dari lelaki yang di cintainya,sungguh saat ini mereka berdua hanya tinggal nama,tapi Revin menyelamatkan nyawa mereka,Revin lelaki yang di cintainya,tidak mungkin baginya untuk melukai orang yang sangat berarti dalam hidup lelakinya.


Revin tak menemukan Zelda, hingga malam pun tiba,Revin masih mencari Zelda dengan pakaian masih basah karena hujan tak di hiraukannya.


hingga saat Revin melihat sebuah mobil menghampiri dirinya.


"prince" sapanya kemudian membuka pintu mobil dan mengantar Revin ke apartemennya.


Revin diam tak bersuara membuat para penghuni mobil itu enggan untuk bersuara,tapi salah satu di antara mereka berani membuka suara.


"Prince,Anggel di markas," ucapnya


Revin menatap tajam mereka


"maaf prince , Anggel yang menyuruh kami untuk tidak memberi tahu,tapi prince Revin harus tahu dan Anggel tidak mau di temui siapapun saat ini" jelasnya


"baiklah," ucap Revin setelah sampai ia langsung turun dan langsung meninggalkan semuanya memasuki apartemen nya.


"prince Revin bucin juga hehe"


"kaya elo gak aja" sahut yang lain


'Hus gak baik gosipin bos sendiri,mau nyawa Lo melayang hah"


"iiih ngeri gue" ucap mereka.


sementara itu di tempat lain


"Selidiki gadis itu,aku mau laporannya harus ada 2×24 jam dan harus lengkap" printah seseorang pada bawahnya, seseorang yang tak lain dan tak bukan ialah papa Revin.


"siap bos" jawab nya meniggalkan sang bos..

__ADS_1


"siapa dia sebenarnya sampai sampai tatapan tajam itu seperti aku sangat kenal" gumam papa Revin sambil memikirkan Zelda,seperti seseorang yang dia kenal dahulu tapi siapa? dia tak tahu .


Revin sangat menjaga privasinya,sampai sampai para sahabat Zelda pun tidak ada yang tahu kejadian ini,hanya Zelda dan Revin saja yang memendam permasalahan ini.


***


pagipun tiba,seorang gadis mungil masih bersembunyi di balik selimut tebalnya yang beberapa waktu lalu tak pernah ia temani,rasa nyaman tak ada tandingannya jika sudah berada di rumah sendiri.


tok tok tok


"Non,bangung" ujar bik mah membangunkan Zelda.


"eeeeeerrrrkggggh" Zelda menggeliat.


"ayok non bangun, semuanya sudah menunggu di bawah" ujar bik mah lagi sambil menggoyangkan tubuh Zelda pelan


*Di ruang makan


"Kakak mana sih,lama banget,zui udah laper nih,? gerutu zuita


"sayang sabar,kakak pasti turun sebentar lagi" ucap sang mama


Revin terlihat sudah bergabung,


"Pagi kakak" sapa zuita


"pagi sayang,pagi om,Tante!" sapa Revin


"iya ma,pa"jawab Revin.


"Zelda belum bangun?" tanya Revin


"kebiasaan anak itu,susah bangunya" jawab papa Handoko


"tapi pa,zui laper banget" rengek zuita


"Ya sudah ,adek Zui,papa sama Mama sarapan aja dulu ya,Revin izin bangunin Zelda ya,nanti Revin sarapan sama Zelda aja" ujar sopan Revin


"ya sudah ,kamu urus anak itu" jawab papa Handoko


"baiklah,kamu bangunin kebo itu,kali aja kamu yang bangunin dia bisa bangun" ucap mama Selena.


"Kak nih bawa air biar di guyur aja" ucap ceplos zuita memberikan Revin secangkir air putih


"hus gak boleh gitu sayang" ucap mama Selena di balas cengiran zuita..


Revin berjalan menaiki tangga kamar atas tempat Zelda.


tok tok tok


bik mah menoleh

__ADS_1


"bik,biar Revin aja,bibik balik ke dapur aja ya" ucap pelan Revin.


"ya sudah den,bibik tinggal ya,maaf merepotkan" ucap bik mah


"Gak apa apa bik" balas Revin


bik mah pun keluar kamar Zelda,Revin mendekat dan duduk di pinggiran zelda tertidur pulas dengan gaya tengkurap.


"anak gadis tidurnya tengkurap,tidak ada cantik cantiknya" senyum Revin melihat gaya Zelda tertidur,


Revin mendekatkan wajahnya pada wajah Zelda yang masih terpejam


"sayang bangun" bisik Revin


"eeegggghhhh masih ngantuk bik" rengek Zelda sembari membenarkan selimut nya


Revin mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk menjahili Zelda,setelah ketemu dia kembali duduk di samping Zelda dan memulai aksinya mengelitik Zelda dengan memasukan benda itu ke hidung Zelda.


"aaarhk Hacccim" Zelda bersin


"Iiish bauu" ucap Revin menutup hidungnya..


mendengar suara yang sangat dia kenali Zelda membuka lebar matanya,ia mendapatkan Revin sedang menahan tawa di depannya.


"aaaark kak Revin aaaaaa" kesal Zelda melempar bantal ke arah revin,Revin tak menhindar melainkan menangkap banyak itu


"bangun woey,bau tau iiih" geli Revin puas melihat Zelda seperti kepiting rebus yang siap di makan.


"Biarin " kesal Zelda


"gemas banget sih " ujar Revin mentoel pipi Zelda yang kemeraahan menahan rasa malu.


"sudah bangun sana,yang lain sarapan duluan menunggu tuan putri tak kunjung turun" ucap Revin masih tertawa kecil


"Gak mau,kak Revin rese"


"oh gak mau,mau kakak temani tidur" goda Revin mengedipkan matanya


Zelda semakin mengeratkan selimutnya,Revin pun menaiki kasur milik Zelda dan menggelitik Zelda layaknya anak kecil,tak di sangka seseorang di luaran sana menyaksikan aksi kocak mereka yang seperti anak anak .saling pukul saling kejar bahkan saling pukul.


Rasa lega dan haru di rasakannya saat ini


"pah,anak kita sudah besar dan sudah memiliki kekasih,kok mama gak rela ya melepaskanya secepat ini" ujar mama Selena


"Ma,papa yakin Revin adalah orang yang pantas untuk Zelda,papa percaya Revin orang yang tepat menjaga dan melindungi anak kita" balas papa Handoko


"ya sudah yuk kita turun,kasihan zuita sarapan sendiri" ucap papa Handoko


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu

__ADS_1


salam kity-kity 😻


__ADS_2