
"Masuk" ucap Mr.zain saat mendengar suara ketukan dari luar,
Tamara dengan gaya elegant nya memasuki ruangan itu dan langsung duduk di pangkuan Mr.zain
"Apa sudah membuat keputusan?" ucap Mr.zain.
"Apapun aku lakukan buatmu My bos" ucapnya dengan berbisik di kata terakhirnya.
"Baiklah jika begitu,kau akan tetap jadi wanita ku" ucapnya dengan menarik pinggang Tamara yang masih duduk di pangkuannya dan langsung ******* bibirnya.
Tamara sebenarnya sudah jijik dengan Mr.zain tapi demi tujuannya dia akan berpura pura baik dan menuruti semua keinginan Mr.zain ,bos sekaligus teman kencannya.
"Apa sudah Makan?" tanya Tamara
Mr.zain menggeleng, " Aah , , ,jika begitu aku akan memasak untukmu,khusus buatmu" ucap Tamara
"apa sudah bisa pulang?" ajak Tamara
"Aku ingin memasak sesuatu yang spesial di rumahmu" ucapnya .
"Baiklah sayang,kita pulang sekarang" ucap Mr.zain
Mereka keluar dengan bergandengan tangan,tapi saat di luar jarak di antara mereka merenggang,karena para bawahan nya tidak ada yang tahu mengenai hubungan bos dan sekretaris nya itu.
Di mobil
"Apa Ucapan mu bisa kamu buktikan sayang?" ucap Me.zain masih ragu dengan keputusan Tamara,
semalam saja Tamara sangat kekeh untuk tidak menggugurkan kandungannya,namun hari ini dia katakan akan mengikuti ucapannya, bukankah itu mencurigakan?
Namun bukan Dion namanya jika tidak memikirkan semuanya dengan matang,dia sudah mengatur semuanya,bahkan Tamara dengan santai menghubungi dokter di depan Mr.zain agar dirinya percaya
Mr.zain menoleh dan tersenyum,
"Apa tidak mau mengantarku nanti?" ucapnya
"Tapi bayarannya mahal sayang,aku tidak mau terlihat sakit setelah melakukan nya" ucap Tamara
"Berapapun biayanya aku akan bayar" ucap Mr.zain
Sesampainya di rumah,Tamara langsung menuju dapur dan langsung memasak,
kebetulan sekali saat ini semua pelayan sedang libur,untuk itu Tamara terlihat santai saat tangannya mulai memasang sebuah alat pemyadap di dapur,ruang tamu,juga di teras depan tempat semua penjaga sering berjaga.
Karena alat penyadap suara TBW sangat canggih,seperti bunglon bisa berubah warna,untuk itu rasanya aman aman saja ,tidak akan ada yang curiga bahwa di sana terdapat alat penyadap.
"Tinggal di kamar Zain dan juga ruang kerjanya,bagaimana bisa masuk ke kamar itu?" gumamnya
"Kalau ke kamar bisa saja aku merayunya dengan tubuhku,tapi dengan ruang kerja aku tidak yakin,karena ruang kerja Zain tidak sembarang orang bisa masuk."Gumam Tamara lagi dalam hati sambil memikirkan bagaimana caranya untuk masuk ke dalam ruang kerja Mr Zain.
"Sepertinya aku harus ke sini sesering mungkin?" gumamnya.
Setelah selesai makan,Tamara meletakkan makanan itu ke meja makan dan menunggu Mr.zain keluar
setelah beberapa saat,mr.zain tidak kunjung datang ,tamara berinsiatif langsung memanggilnya.
tok
tok
tok
"Sayang, , makanan sudah siap" ucap Tamara memberitahu.
__ADS_1
"Kok sepi?" gumam Tamara mencoba mendorong pintu yang tak di kunci
Tamara masuk dan memanggil lagi " sayang"
"iya" sahut mr.zain dari dalam kamar mandi
"Sepertinya dia mandi" gumamnya Tamara
"Ayok turun makanan sudah siap!" teriak Tamara.
"iya,aku turun 5 menit lagi" ucapnya
"Aku tunggu di luar ya" teriak Tamara.
"Hmm" hanya itu jawaban mr.zain
"Sepertinya ini waktu yang tepat,tapi di mana?" gumam Tamara melihat sekitar di mana cocoknya untuk menaruh alat itu.
Tamara memilih menaruhnya di bawah kasur,baginya itu tempat yang sangat aman.
"Tinggal satu tempat" gumamnya lagi langsung keluar menuju ruang makan dan duduk setia menunggu Mr.zain keluar
sesaat Mr.zain keluar dan langsung menuju ruang makan " MMM seperti nya enak!" ucap mr.zain
"Ayok cobain,kalau kamu suka boleh aku sering kesini?" ujar Tamara
"supaya aku bisa masakin kamu!" lanjut Tamara sebelum mr.zain menyahuti nya.
" Terserah kamu,asal anakku tidak tahu" ujar mr.zain
Gadis memang tidak ingin orang mendekati papanya,untuk itu papanya tidak pernah berniat untuk menikah,karena Dia sangat menyayangi gadis,layaknya anak kandung sendiri.
**
dengan begitu mereka akan dengan cepat mendapatkan informasi mengenai Revin
malam harinya Erland dan Andi tiba,Dion segera menjemput nya dan langsung membawanya ke apartemennya.
"Bagaimana hasil kerja wanita itu?" Erland tanpa basa basi langsung ke topik pembicaraan.
"dia sudah berhasil menempelkan alat itu di berbagai tempat bos" ucap Dion
"Bagus kalian terus awasi,dan kalian langsung ke alamat Mr.zain " ucap erland lagi menyuruh anak buahnya
***
"Zel,gimana keadaan loe" sapa Sinta pada Zelda yang lagi menata kamar bayinya.
"Eeh kalian,kapan datang?" tanya Zelda
"Di tanya malah tanya balik, loe apa kabar?" tanya Sinta lagi
"Seperti yang loe lihat sin,gue gini gini aja, , " ucap Zelda masih fokus dengan memilih baju baju yang kemarin di belinya bersama Erland.
"Erland sama Andi mana?" tanya Zelda
"Eeh,mereka, , "
"Mereka ada urusan di luar kota" ucap Diwa menyahuti tak ingin membuat Zelda kepikiran.
Zelda menatap kedua temannya dengan tatapan yang sedikit berbeda.
"Zel,tatapan loe seakan ingin nerkam gue aja " ujar Sinta
__ADS_1
"Kalian gak ada yang sembunyikan sesuatu kan?" ujar Zelda
"Heh" ucap mereka berdua saling menatap.
"Apaan sih,gak ada zel,jangan mikir macam macam" ucap Sinta ikut memilih baju baju dan menatanya di lemari bayi.
Zelda pun memilih tak mau terlalu memaksa mereka untuk bicara," mungkin mereka takut gue drop" ucap Zelda dalam hati dan melanjutkan kegiatannya merapikan kamar calon anaknya.
"Zel,loe gak usah mikir macam macam ya,loe fokus aja sama kesehatan loe dan debay nya,biar pas lahiran kalian berdua sehat." ujar Sinta memperingati Zelda
"he'em" ucap Zelda mengangguk.
***
Sementara itu di mansion terlihat raut wajah ketakutan. dari gadis,melihat dokter memeriksa Revin.
"Bagaimana dokter?" ucap gadis
"Dia hanya pingsan saja,dia mencoba mengingat masa lalu ya" ucap dokter itu.
"Sebentar lagi juga akan bangun" ucap dokter itu
"Baiklah terimakasih " ucap gadis mempersilahkan dokter itu kembali di antar para bawahan nya
"Sial,kenapa dia bisa mengingat sedikit masa lalunya sedangkan gue sudah memberikan obat itu setiap malam" gumam gadis dalam hati sambil memainkan ponselnya di dagunya.
"Gue harus cari Dady" ujarnya langsung ingin menemui papa angkatnya.
Gadis segera melajukan mobilnya ke rumah papanya, sesampainya di rumah.
"Pak Dady di dalam kan" tanya gadis pada satpam itu
"Iya non, tuan Zain di dalam,silahkan masuk non" sapa pak satpam pada gadis dan membukakannya gerbang tinggi itu.
" Daddy, ," teriak gadis
"Sayang,kamu kenapa gak kasi tahu dady kalau kamu akan kesini?" ujar Mr.zain
"Apa harus lapor dulu kalau aku mau berkunjung " ucap gadis sambil memeluk papanya.
"Oh,tentu tidak sayang,"
"Katakan ada apa? Daddy yakin kalu kesini pasti ada maunya" ujar nya
Gadis mengangguk " pa,kenapa obat yang gadis kasi ke Revin tidak bereaksi sekarang,malah dia bisa ingat sedikit tentang masa lalunya" tanya gadis.
Deg
tak di sangka seseorang tengah tersenyum mendengar penuturan itu.
siapakah dia???
yuks komen di bawah
Hi guys, author Pengen tahu readers ASM ini asalnya dari mana,
perkenalkan Nama author "ERIN, dari Lombok, Lombok timur.
kenalan sama author yuk...!
KOMEN DI BAWAH YA...!!!
SEMANGAT MENUJU TAMAT !!!!
__ADS_1