Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 169


__ADS_3

Revin menutup matanya mendengar suara tembakan yang begitu dekat denganya, jika saja mobil yang di gunakan itu adalah mobil biasa pasti kini peluru itu sudah tembus menembus tubuhnya.


Terlihat darah segar dari luar kaca membuat Revin merasakan pernah berada di fase ini,pernah bertempur dan pernah menggunakan senjata tajam


"Siapa yang harus aku percaya?" tanya Revin pada dirinya sendiri


"Tapi jika di lihat dari cara ucapan mereka,aku seperti yakin jika mereka yang tadi menghampiri ku adalah orang baik" gumam Revin kembali.


ia kembali menatap keluar,melihat darah segar itu,namun saat ia semakin memperhatikan keluar tuba tiba tubuh seseorang mental tepat di depan wajahnya.


BUGH..


"Daddy, , , ! " teriak gadis melihat Daddynya yang kini sudah terkapar dengan serangan Erland.


Bukan Erland yang tertembak,melainkan salah satu anggota TBW yang mengorbankan diri nya demi menyela akan atasnya nya,dia rela mati demi bos mereka,karena sejak awal menginjak tanah Turki mereka siap apapun resiko yang akan mereka dapatkan,termasuk nyawa mereka.


"Hebat,dia masih hidup" gumam Revin menatap senyum pada erland.


terlihat gadis memeluk Daddy nya dan berusaha membangunkan nya ,darah segar dari mulut dan hidungnya pun masih setia menghiasi wajahnya.


Masing masing anak buah dari mereka sama sama menyerang satu sama lain ,hingga saat kejadian di mana ada gadis satupun tak ada bawahan mereka di sana,hingga membuat erland gampang melumpuhkan seorang Mr.zain,baginya Mr.zain bukan lah tandingannya.


Erland melihat Dion sedang berlari bersama Tamara tak lama Andi menyusul mereka,mereka berdua segera masuk ke dalam mobil itu,dan Erland langsung masuk ke dalam kemudi mobil, kemudian menyalakan masin mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Tinggalkan semuanya,kalian bubar" ucap Erland pada para bawahannya.


seketika mereka pun berlari keluar dari sana ,dan mereka hendak mengejar para anak buat TBW,tapi mr.zian menghalangi mereka.


"Cukup,biarkan mereka pergi" ucapnya pada anak buahnya.


"No Daddy..! mereka bawa Revin, aku gak mau pisah sama Revin Daddy, , huuuuu, , ,huu , " tangis Gadis pecah


"Sayang, dengarkan Daddy dulu.." ucap Mr.zain


",Daddy jahat, , " teriaknya lagi


"Daddy tahu kan aku sudah cinta sama dia,memang awalnya aku hanya ingin balas dendam,tapi seiring berjalannya waktu aku suka sama dia Daddy" gadis mengakui rasa sukanya


Mr, Zain memang sudah tahu jika anaknya suka sama revin,makanya mr.zain tidak langsung menghabisi Revin sejak menculik nya di ruang operasi.


"Sayang, dengarkan Daddy, , kita atur lagi biar bisa membalas dendam mu dan juga menjadikan Revin milikmu,saat ini biarkan dia di bawa pergi,lagipula obat yang sering kamu kasi ke dia agar ingatannya tidak kembali itu dosis lama sayang,di konsumsi sebulan saja efeknya sampai berbulan bulan,apalagi ini sudah lama kamu kasi,pasti dia tidak akan ingat siapapun di sana,hingga saat itu kita pakai untuk masuk ke dalam kehidupan mereka " ujar Mr. Zain


seketika raut wajah gadis berubah." Itu artinya aku akan kembali ke Indonesia? "ucap gadis terlihat sedih


"Sayang,Daddy tau semua itu akan sulit,tapi ingat tujuan utama kamu pasti kamu bisa!!" ucapnya lagi menyemangati gadis


gadis terlihat menyeka air matanya dan mengangguk." Aku gak mau mereka tenang di sana,aku mau berangkat besok dan aku gak mau main kucing kucingan lagi" ucap gadis.


"sayang jangan gegabah,kalau kamu mau rencana kita sukses,kita harus bermain cantik,meski membutuhkan waktu lama" ucap Mr. Zain kembali

__ADS_1


"Pokoknya aku mau berangkat besok" ucap gadis tidak bisa di ganggu gugat.


***


"Sepertinya mereka tidak mengejar kita,Land" ujar Andi memberitahu sambil menengok kebelakang


"Dion ,siapkah helikopter,kita terbang sekarang " ucap Erland


Dion langsung menelpon bagian penerbangan.


"Pak saya .." ucap Tamara di sambut ucapan dion


"Kamu ikut saya,saya sudah siapkan juga keberangkatan kamu" ucapnya


"Eeh,tapi pak!"


"Saya tidak terima bantahan," ucap Dion menekan.


"Khem" ucap Erland


"Maaf pak" jawab Dion


Tamara pun hanya diam,dan Erland melihat usaha Dion selama ini pun dalam membantu mereka membiarkan sikap Dion yang seperti ini,dia melihat Dion menyukai wanita itu.


setalah beberapa saat ,Mereka tiba di bandara,meraka bersiap untuk pulang ke Indonesia,bagitupun dengan para anggota TBW mereka juga sudah tinggal Naim pesawat karena orang orang bagian penerbangan sudah menyiapkan tiket bagi mereka untuk kembali ke Indonesia.


***


"Aww , ,aww, , ssshh" desis tertahan Zelda tiba tiba merasa sakit di pinggangnya


tubuhnya oleng hingga membentur di tembok,sebisa mungkin berdiri dan berpegangan pada tembok.


"Aduuuh, , sakit banget, , aduuuu, , huuuu, , ,huuu" ucap Zelda kesakitan menahan sakit di pinggangnya.


"Bik, , , sin, , perutku sa-ki-it , , " teriak Zelda sebisa mungkin dengan terbata.


"Aduuuh, , ,huuu, , huu"


Zelda saat ini sendirian di villa,bik mah lagi belanja keperluan dapur di temani Sinta,sedangkan yang lain juga masih sibuk dengan urusan masing masing,,hanya ada pak satpam di luar gerbang villa ,dengan setia berdiri sambil mendengarkan lagu dangdut kesukaannya.


ia terlihat menggunakan handset sambil bergoyang kecil di pagar villa.


Zelda berusaha keluar villa dengan berpegang dengan tangan kiri,sedangkan tangan kanan memegang pinggangnya .


"Pa-ak, , too-loong" teriak Zelda melambaikan tanganya Sasa sudah sampai pintu,namun pak satpam tidak mendengar karena dia menggunakan headset hingga tak mendengar apapun.


"Aaawww, , adduh sak-kit banget" teriak Zelda lagi.


***

__ADS_1


Degh


"Aarrk" teriak Revin terbangun dari tidurnya selama di perjalanan,tubuhnya keringat dingin,ia seolah mimpi wanita yang sering di ingatannya mengalami kesusahan dia hendak di tolong.


"Asstaga,Pak Revin, , " teriak Tamara melihat kecemasan dalam diri Revin


"Pak Revin kenapa?" tanya Dion


"Gak tahu,dia tadi tidur dan bangun seolah mimpi buruk" ujar Tamara.


Erland dan Andi terlihat menghampiri.


"Ada apa? " tanya Andi panik


"Wanita itu, , wanita itu , , " ucap Revin cemas


"Wanita mana,wanita siapa?" tanya Andi lagi


"Wanita yang sering di mimpi saya, dia kesusahan,cepat tolong dia" ungkap Revin membuat Andi dan yang lain bingung.


"Vin loe tenang,loe hanya mimpi,bentar lagi kita sampai,oke" ucap Andi menenangkan


Tamara terlihat memberi minuman pada Revin,Dan Andi membantu Revin meminum nya.


Erland mendekat dan mencoba bertanya stelah beberapa saat Revin terlihat tenang


"Vin,loe mimpi apa? tanya Erland.


Revin menatap mereka,dan berkata " saya mimpi wanita yang sering di mimpi saya lagi kesusahan,dia kesakitan,tidak ada yang menemani!" ucapnya tercekat dengan rasa kecemasan hingga detak jantungnya berdetak tak karuan.


"Loe tenang dulu, , tarik nafas dan buang dari mulut" ucap Andi


Revin menurut, dan kembali mengingat mimpinya" wanita itu Harus segera di tolong," ucapnya lagi semakin membuat yang lain kebingungan.


Beda dengan Erland,dia Terlihat berfikir apakah mimpi Revin ada hubungannya dengan kenyataan?.


"Coba sebutkan ciri cirinya" ucap Erland


Revin kembali menatap Erland,sejenak sampai ia berkata.


"Dia sedang hamil besar" ungkapnya


Deg


***


next


ketemu di bab selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2