Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 33


__ADS_3

Wanita itu hanya tersenyum padanya,dan berbalik badan menghadap para tamu undangan


prok


prok


prok


suara tepuk tangan terdengar renyah di telinga,


"Baiklah,jika tidak ada yang menawar lebih dari 1 milyar,maka Anggel lah jadi pemiliknya" suara lantang MC Della


"selanjutnya kita beralih ke pelelangan terakhir,silahkan tirai di buka" lanjut MC


"wow cantik sekali"


"sungguh indah"


"menakjubkan"


"dek,lihatlah senjatanya,bukannya ini senjata yang sangat kakak inginkan selama ini,dengan senjata itu kakak bisa menjadi yang nomer satu di negara ini,haha,kakak harus memilikinya " ucap Johan pada jihan.


"kakak benar,jika begitu kita akan semakin kaya " sumringah Jihan


mata semua pengunjung sama takjubnya melihat senjata yang sangat mungil serta tertata rapi,dan sengaja di desain semini mungkin agar peminatnya banyak,


Salah seorang maju dan menjelaskan kegunaan dari senjata kedap suara milik TBW tersebut.


prok


prok


prok


semua bertepuk tangan melihat kehebatan dari senjata milik TBW tersebut,


"penawaran pertama 250 milyar " ucap seseorang itu kemudian turun kembali dan berdiri di posisi semulanya


"semua,bersiap " ucapnya pelan pada earphone miliknya


semua anggota yang bersembunyi dengan cepat siaga dan meneliti setiap sudut ruangan itu,


Andi juga kini tengah bersiap di ruangan rahasia tempat mengintai para musuh yang menyusup ke dalam acara,


300 milyar


420 milyar


430 milyar


"Gila,ini sih gila,bagaimana bisa kakak mendapatkan nya kalau gini caranya " kesal Johan mendengar nilai fantastis dari sebuah senjata kedap suara,


"Sudahlah jika itu bukan jodoh kakak " pasrah Jihan karena memang mereka tidak memiliki uang sebanyak itu untuk memiliki senjata itu.


Namun dengan tekat yang kuat Johan tidak patah semangat bagaimana pun caranya senjata itu harus menjadi miliknya,Johan terlihat memikirkan sesuatu.


"Bagaimana,ada penawaran lagi ?" Tanya MC


semua hening saling menatap satu sama lain,dan seketika seluruh lampu di sana mati,sebagian orang terkejut bagaimana bisa dalam acara besar ini bisa mati lampu,sebagian lagi masih tenang tenang saja dan ada yang menyalakan ponselnya sebagai pencahayaan agar bisa melihat,


"Periksa saklar nya " perintah seseorang


semua anggota TBW kini sudah siaga dan bisa membaca apa yang akan terjadi setelah ini,


"semua bersiap Pasang kacamata" perintah Sinta pada semua rekanya


kacamata yang di maksud Diwa adalah sebuah alat berbentuk kacamata transparan yang sengaja dia rancang bersama Sinta,kacamata yang bisa melihat dengan jelas meski dalam keadaan gelap sekalipun,


semua kembali siaga dan menggunakan kacamata mereka masing masing.


"Hei, cepat lah nyalakan lampunya " teriak salah satu pengunjung


"Berisik "


"diamlah kau "


"sudah diam saja"


"siapa sih itu berisik skali"


begitulah sedikit banyak suara yang membuat sedikit keributan di sana,


terlihat dari kacamata mereka ada seseorang yang berjalan menuju senjata itu di pajang,dan ketika tangannya sudah ingin menyentuh benda itu salah seorang langsung bertindak


DOR


DOR


DOR


aaaarrk


aaaa


"tiarap"

__ADS_1


"tiarap"


"keluar semua"


"keluar"


sebagian dari mereka keluar terbirit birit tanpa melihat kebelakang lagi,dan sebagian lagi bersembunyi di tempat yang menurut merek aman.


semua anggota TBW keluar bersama segerombolan orang yang juga menggunakan senjata yang siap melawan mereka,


terjadilah perang senjata,


Diwa dan Sinta dengan lihainya senangkis dan menghindari setiap serangan lawan,sampai ketika pandanganya mengarah suatu tempat yang membuat dia sedikit hilang konsentrasi nya,alhasil membuatnya terkena pukulan.


BUGH


SIALL....geramnya.


Diwa bangun dan bersiap melawan


"kau...sini " ucap Diwa sambil menjentikkan jari telunjuknya


Ia siap menyerang ke arah Diwa


dor


dor


"aaaaarrrrrkkkk." teriak seseorang


Diwa menoleh ke samping langsung kena muncratan darah dari lawan yang tadi ingin menembaknya.


"ckckck..menyusahkan " celetuk Zelda sambil membereskan para penyusup sambil berjalan menginjak tubuh tubuh yang sudah tergeletak tak bernyawa itu,


Sedang yang tadi di tantang Diwa kembali beraksi dengan pisau di tangannya namun Sinta lebih dahulu menangkisnya dengan sekali tendang dan satu hantaman tepat mengenai dagu sang penyusup.


Prang....


Bugh....


"Aaaaarrrrrkkkk...." teriak nya


"Bagaimana....kalian tidak apa apa " tanya Zelda


" Aman anggel " jawab mereka serempak.


Di sela sela perkelahian,lampu yang masih sangat redup Johan mencoba untuk mengambil senjata itu dengan Tangannya sendiri,namun sebelum sampai di tujuan Johan terlebih dahulu melihat seseorang yang mendekat dan langsung menyambar senjata itu,namun belum sempat ia pegang Johan melihat seseorang itu seperti tersengat listrik dan langsung terkapar di lantai,


"wah wah tidak bisa kaya gini" ucap Johan menggeleng melihatnya namun masih ingin mengambil senjata itu,dengan cepat Jihan menarik tanganya dan membawanya keluar dari tempat mengerikan itu.


Saat semua anggota TBW menggunakan senjata dan berkelahi dengan musuh, lain halnya dengan Revin,Revin lebih memilih untuk tidak menggunakan tenaganya,ia lebih memilih menembak jarak jauh saja tanpa ikut membuat tubuhnya bergerak kesana kemari,Karena Revin sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk keselamatan para anggotanya,serta mengamankan senjata kedap suara itu sampai tak seorang pun bisa menyentuhnya dengan tangan kosong,dan tembakan yang Revin gunakan juga bukan sembarang tembakan,sekali tembak bisa membuat hancur tubuh sang lawan berkeping keping.


Revin mendekati Zelda dan merangkul pinggang nya.


"Amankan semua jasad yang ada di sini semuanya" perintah Revin melalui earphonenya kala pertarungan nya dengan orang yang ingin mencuri senjata kedap suara itu tewas di tempat dengan kakinya terpisah dari tubuhnya.( sungguh sadis kau Revin 😂)


"Anggel, prince, sin,wa,kalian gak papa kan " tanya Erland berlari menghampiri mereka di susul Andi di belakangnya.


"awwww...." ringis Andi kala kepalanya di celetuk Sinta.


"be** loe dari mana aja baru nongol hah? " kesal Sinta kala pertarungan dia tak melihat kedua sahabatnya itu ikut bertarung.


"Lha gue kan tugasnya di sono noh " jawab Andi melirik ke arah CCTV yang ada di setiap sudut ruangan.


"sudah sudah,bersihkan diri kalian kita pulang " lanjut Zelda


Revin mengekor di belakang membuat mereka ber empat geleng geleng kepala.


*****


"Huh....akhirnya capek juga " Sinta merebahkan dirinya ke atas kasur milik Zelda.


"Iya Yach ...capek sekaligus menegangkan " lanjut Diwa


"Siapa suruh ikut?" sahut Zelda yang baru keluar dari kamar mandi.


"salah siapa yang gak pernah ngajak hah" jawab keduanya membuat Zelda tertawa lepas


"hahahaha.....Kalian lucu deh " ucap Zelda


" iya lucu,tapi dulu, kalau sekarang orang mah pada takut liat kita " jawab Sinta


"hahaha" tawa mereka kembali


"sudah sudah,sana balik kamar kalian gue mau istirahat" usir Zelda pada temanya


"ampun deh,baru bentar di sini udah di usir aja " gerutu Diwa


"gue denger waaa " teriak Zelda


"iya gue tau,loe paling segalanya pokoknya " sahut Diwa di telan pintu kamar Zelda yang tertutup


Zelda hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu .


Tut

__ADS_1


Tut


"iya mah"


"kebiasaan kamu ya kak,mama gak telpon kakak gak hubungi mama,nih adek nangis pengen temu kakak" cerocos mamah Selena


"astaga ..zel lupa mah hehe...sini mana adek,biar zel yang bicara" jawab zelda


"kakak....hik...hik...zui kangen sama kakak " tangis Zuita


" adeknya kakak kenapa ? kok tiba tiba kangen ?...kan tiap hari kita ketemu sayang " jawab zelda


"zui takut kak" adunya


" takut?" Zelda bertanya sambil menautkan alisnya


"zui takut kakaknya teman zui kan sama perempuan ,kemarin dia meninggal ,dia hilang dulu terus ketemu tapi meninggal huaaa...huaaaa..." tangia Zuita makin pecah menceritakan kejadian kakak dari temanya yang di temukan meninggal dengan cara mengenaskan.


"sssst.... sssst....sudah ya ...jangan nangis lagi,besok kakak janji kakak pulang ya! v zui juga janji bobok sekarang besok kan sekolah " ucapnya memenangkan sang adik.


"kakak janji yaa? " ucap Zuita


"iya janji,ya udah sana bobok,kasi hpnya ke mamah " lanjut Zelda


"mah besok aku pulang,ada yang harus aku bicarakan sama mama" ucap Zelda tiba tiba serius.


"ya sudah hati hati ya kak ,kakak juga istirahat bye..." jawab Mama Selena


"bye ma mama juga istirahat " lanjut Zelda


***


tok.


tok


tok


"masuk " teriak Revin


"kak aku mau ngomong " ucap Zelda


"gak bisa besok? kamu harus istirahat zel" ucap Revin


"ini penting kak" jawab zelda


"baiklah sini duduk " ucap Revin menepuk kasur sebelahnya


Zelda menurut


Zelda pun menceritakan apa yang membuat hatinya menjanggal selama ini kepada revin,Revin tampak berfikir dan memutuskan.


" oke..besok kita panggil anak anak,setelah ujianmu selesai kita lanjut semuanya " ucap Revin


"gak bisa langsung ? " keluh Zelda


"dasar bocah ...ujian mu lebih penting sayang " ucap Revin mengacak rambut Zelda


"sana balik kamar " usir Revin


Zelda diam tak bersuara,malahan terlihat menunduk dan cemberut,timbul rasa iseng Revin


"atau mau tidur si sini? " goda Revin


Zelda menatapnya dan segera melangkah namun tanganya di tarik Revin


"bobok sini ya" ucap Revin


"gak mau " jawab zelda sambil menepis tangan Revin dan langsung berlari keluar kamar Revin


Bugh


"astgaaa...zel " Revin kaget sampai mengelus dada


"Rasain...mesum sih " monolog Zelda sambil berlalu ke kamarnya.


******


"huaaaaaaaaa" teriaknya


( bersambung )


gak bisa 1000 kata 😭😭😭


ini aja d paksakan udah 3 coba ketik kali baru bisa 700 kata,tangan masih gemetar an gak kuat ,Mata berkunang kunang, pusing


mencoba up biar gak terlalu kosong daftar upnya,tapi apalagh daya ,dapet 20 kata pusing , dapat 100 kata lagi pusing ...


maaf


di loloskan Alhamdulillah, jika tidak nanti di refisi ulang setelah badanku benar benar fit kembali,


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2