Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 58


__ADS_3

"jahat loe kak,jahat loe ,gue benci sama loe" ucapan itu terus di lontarkan jihan sampai ia merasa sudah tak kuat lagi sampai akhirnya ia tak sadarkan diri..


Sementara itu di tempat lain,zelda dan teman temannya kini sedang berada di markas mereka,


"loe yakin mau bawa Tiara kesini sel? " tanya Andi penasaran


"loe meragukan gue? " tanya balik Zelda menatap tajam Andi


"hehe,bukan gitu tapi,," belum sempat Andi melanjutkan perkataannya seseorang telah lebih dahulu berkata.


"Kenapa tidak,gue liat dia punya kemampuan yang bisa di bilang lumayan,hanya saja masih perlu banyak latihan mental dan pendengaran,jika dia bisa mengalahkan beberapa preman dalam satu waktu gue yakin dia bisa lebih mengimbangi kalian nanti" jelas Revin sambil berjalan mengarah ke mereka dan duduk bersebelahan dengan Zelda.


"nah,kak Revin benar,gue juga pernah liat skill dia pas di mall kemarin ! " lanjut Diwa


"terus kapan rencana loe bawa dia ke sini zel? " tanya Sinta


"hari ini kalian bisa kan bawa dia kesini" perkataan Zelda merupakan sebuah perintah,mau tak mau mereka harus menjalankan apa yang sudah Anggel mereka titahkan.


"kenapa loe diem aja land?" tanya Andi


Erland hanya melirik dan kembali menatap meja sambil menjentikkan jarinya seperti tengah berfikir.


"aaah basi loe " lanjut Andi sambil melayangkan tangan ke udara.


"udah lanjut makan aja,habis ini kita jemput Tiara,loe juga land makan tu makanan jangan di liatin doang nanti di sambar lalat tau rasa loe" lanjut Sinta.


mereka pun melanjutkan makan siang mereka,dan setelahnya Andi,Diwa dan Sinta pun berangkat ke tempat Tiara berada,


Zelda dan Revin berjalan bersama sambil melihat para mafiosonya sedang berlatih,


ha,hu,ha,hu


dor


dor


syuut


syuut

__ADS_1


Ada yang latihan beladiri,menembak dan memanah,adapun yang latihan insting agar panca Indra mereka berfungsi lebih tajam dari sebelumnya.


Mereka berdua terlihat sedang mengamati setiap latihan dari mafiosonya dan membenarkan apa yang harus di benarkan ,entah cara mereka menembak,posisi tangan mereka saat memanah dan bagaimana cara menajamkan pendengaran saat ada suara tertentu di belakang,agar lebih mudah untuk mengenali sumber suara,


Revin dan Zelda memang king dan Anggel dalam Mafia ini,tapi mereka tetap ikut turun tangan dalam hal apapun,karena mereka tidak ingin ada yang merasa canggung pada mereka yang membuat para Mafioso terlihat seperti menakuti King dan Anggel mereka,mereka mau dalam situasi apapun mereka tetaplah satu kesatuan agar lebih kuat.


Erland,entah apa yang terjadi dengannya sejak kedatangan ke markas membuat dia lebih dingin dari sebelumnya karena di TBW yang terkenal dingin hanya REVIN,ZELDA dan ERLAND.


Meski di balik sifat dingin mereka jika mereka sudah berada dalam mode yang sama sifat dingin itu bukan lagi milik mereka,entah di buang kemana sifat itu, sifat dingin mereka hanya di tunjukan pada orang yang tak di kenal mereka termasuk rekan kerja mereka,tapi jika sudah berada dalam ruang lingkup dunia MAFIA, sifat dingin yang mereka miliki entah di sembunyikan di mana,


para Mafioso menjuluki mereka RATU,RAJA,DAN PANGERAN BUNGLON,karena bunglon bisa merubah warna sesuai tempat mereka berada untuk melindungi diri,sama halnya seperti King Revin, Anggel Zelda dan Erland,mereka bisa berubah sesuai posisi dan keadaan mereka.


Erland duduk sendiri di taman belakang markas,sambil menyesap rokok ia menatap kosong tembok Markas yang menjulang tinggi,Zelda melihat itu sekilas dan mulai memperhatikan Erland dari kejauhan,kemudian menatap Revin dengan sekali anggukan Revin memahami arti tatapan itu,iapun melanjutkan untuk mengawasi setiap latihan para mafiosonya serta Zelda berjalan mendekati Erland.


"Land,loe gak ikut yang lain jemput Tiara?" tanya Zelda Sambil menepuk pundak Erland dari belakang


Erland terkejut dengan sentuhan tangan Zelda,


"eeh elo zel,kenapa apa tadi yang loe bilang?" tanya Erland yang memang sedang melamun Karena rasa kagetnya ia tak mendengar pertanyaan Zelda


"loe lamunin apa, ? gue tadi tanya loe gak ikut sama yang lain jemput Tiara?" tanya Zelda kembali


Zelda mengamati tiap kata yang keluar dari mulut Erland,entah mengapa Zelda merasa Erland sedang menyembunyikan sesuatu.


"oh,oke kalau ada apa apa kasi tau gue ya,jangan sungkan,kita sahabat,gue gak mau ada yang elo maupun yang lain tutupin dari kita" jelas Zelda kemudian meninggalkan Erland sendirian.


"eh,iya " hanya itu jawaban Erland saat ini.


Zelda berjalan kembali ke arah tadi bersama Revin,


"selidiki Erland dan laporkan segera" perintah Zelda sembari berjalan pada salah satu anggotanya yang bertugas di luaran sana untuk menghandle situasi di luar markas.


Melihat Zelda kembali latihan, Erland berdiri dan berjalan keluar menggunakan motornya,


Bruumm


bruumm


bruumm

__ADS_1


Begitu nyaring di telinga saat Erland keluar markas,dengan motor gedenya,


Zelda yang mengetahui itu kembali memperintahkan bawahannya untuk mengawasi Erland


"ikutin dia jangan sampai ada yang tau!"


"...."


Erland terus mengendarai motornya ke berbagai tempat,singgah sebentar kemudian pergi lagi,dan masih tetap di ikuti oleh anak buah Zelda.


Erland terlihat seperti menghubungi seseorang dan berjalan kembali,tak lama ia berhenti di sebuah tempat yang sepi,ia melihat sisi kiri dan kanan tak menemukan siapapun,ia kembali merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang kembali,tak lama kemudian segerombolan orang datang dengan mobil dan juga motor mengepung Erland.


"Mana barang yang bos gue minta ! " ucap salah satu orang itu yang kemungkinan dia adalah bosnya di sana.


"Cuih,gue gak Sudi kasi barang itu ke kalian, sebelum kalian membebaskan nyokap gue dalam keadaan sehat tanpa tergores sedikitpun" jelas Erland


"hahahaha,berani basa basi loe ternyata!" sambung preman itu


"gue bakalan menepati janji gue asal bos loe datang ke sini dan langsung minta ke gue," lanjut Erland


" jangan pernah coba bermain dengan kita anak ingusan, hahah jika loe gak mau nyokap kesayangan loe masih bernyawa,dan ingat jangan pernah loe kasi tau siapapun tentang semua ini jika tidak orang yang ada di video ini bakalan kreeeek " seringainya dengan tangan mengarah ke leher terlihat seperti menggorok.


Dalam video terlihat nyokap Erland di sekap dengan kaki dan tangan di di ikat,bukan hanya itu bahkan sebuah ranjaupun telah terpasang di atas kepala sang mama,jika dia menginjak sedikit saja tali yang melingkar di sekelilingnya maka pisau tajam yang mengarah ke bawahpun siap menusuk ubun ubunnya.


"Jangan,,jangan sakiti mama saya, ku mohon " pinta Erland dengan menitikan air matanya sambil memohon kepada bos preman itu.


"jika begitu gue kasi Lo waktu 3 hari lagi untuk menyerahkan apa yang bos gue minta,paham "


dugh


preman itu pergi dari sana meninggalkan Erland sendirian dengan keadaan berlutut sambil menangis,tak lupa ia tinggalkan bekas kaki panjangnya di permukaan pipi kiri Erland hingga membuat Erland terjatuh ke aspal tanpa perlawanan.


"aaarrkk, b3r3ngsek,4nj1ng loe" geram Erland tak tau harus bagaimana


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2