Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 87


__ADS_3

"Katakan pada Anggel,aku siap" ujarnya membuat dokter itu berhenti sejenak dan tersenyum saat mendengar penuturan orang itu,tanpa menoleh dokter itu keluar dan langsung menemui Zelda.


"Dia bersedia" ujarnya membuat Zelda tersenyum penuh kemenangan.


"Siapkan semuanya untuk paman Leon,besok Erland menemui nya" ujar Zelda


"baik Anggel" jawabnya


***


"buk,Tiara di kamar kan?" tanya Erland yang kini baru sampai di rumah desa


"Iya di kamar dari tadi gak keluar keluar" jelas buk ananda.


"Erland izin ke dalam ya" ujar erland


"Iya sudah sana" jawab buk ananda.


tok


tok


tok


"Rara,kakak masuk ya!" ucap Erland sedikit berteriak


Erland pun masuk ke kamar Tiara, kemudian ia menutup pintu kamar itu,terlihat Tiara masih memejamkan matanya dengan selimut yang tidak terlalu tebal.


Erland duduk di sisi ranjang dengan Tiara memunggungi dirinya,Erland menyentuh pundak Tiara dan sedikit mengguncangnya.


"Ra,Rara sayang bangun" ucap Erland pelan


Tiara merasakan sentuhan dari Erland,ia membuka matanya dan perlahan mengarah ke Erland,dengan posisi Erland kini tubuhnya duduk di sisi kiri Tiara dan tangan kirinya di sisi kanan tangan Tiara.tangan kiri Erland ia gunakan untuk menumpu tubuhnya agar tetap imbang.


"Sakit apa sih" ujar Erland ingin membuka selimut Tiara,tapi di tahan oleh tiara.


"Kenapa?" heran Erland.


"gak apa apa,cuma gak enak badan aja sedikit" ucapnya.


"Aku gak percaya" ucap Erland,sambil memaksa untuk membuka selimut Tiara.


"Ini kenapa kaya gini" ucap erland melihat lebam di wajah Tiara .


"Gak apa apa kok,cuma tadi pas latihan aku telat menghindar jadinya ya kena dikiit,tapi udah gak apa apa kok," ucap Tiara


"Mending kamu pulang,aku mau tidur" alasan Tiara Agara Erland cepat cepat pergi dari kamarnya.


Erland terdiam,ia menatap mata Tiara melihat ada sebuah kebohongan,Erland pun mencoba mendekat kan bib¹rny4 ke bib¹r Tiara,Tiara memejamkan matanya


Cup


cup

__ADS_1


bib¹r Tiara terasa dingin di b1b1r Erland,tubuhnya hangat,Erland mengusap kening Tiara sampai ujung rambut nya,


"Sebentar,aku ambil air untuk kompres dulu ya" ujar Erland


Tiara mengangguk.


selang beberapa menit Erland sudah terlihat kembali dengan sebuah nampan berisi air dingin dan sebuah handuk kecil untuk mengompres luka Tiara.


"Ssshhh" jerit Tiara menahan sakit saat Erland sedikit menekan lukanya.


",sakit banget ya?" tanya Erland


Tiara hanya menggeleng,ia masih cukup kaku jika terlalu dekat dengan lawan jenis,meski pernah melakukan itu dalam keadaan terpaksa dan dalam keadaan yang tidak di harapkan.


Tatapan Erland fokus pada leher Tiara yang di tutupi syal ,ia mencoba membuka nya tapi tangan Tiara menghentikan tanganya.


Tiara menggeleng lagi,dan Erland kembali fokus pada luka di sudut bibir Tiara yang,bibirnya sedikit meringis membuat Erland tak sabar untuk mencicipi nya.


cup


cup


"Mmmpph" lenguh Tiara saat Erland Melu*** bibirnya


Erland melepaskan Tiara saat melihat nafasnya hampir habis,Tiara bangun dari tidurnya dan memperbaiki syalnya agar tetap di tempatnya.


Erland yang melihat itu sedikit curiga pada Tiara, Erland kembali menempelkan b1b1rnya lagi,dengan tidak terbaca Erland menarik syal Tiara,Tiara hampir di buat jantungan Karena terkejut dengan gerakan tiba tiba Erland.


"Aaarh" jerit Tiara saat Erland menarik paksa syalnya sampai lukanya sedikit berdarah kembali.


"Ra,jelaskan" ucap erland mendingin ,kini ia duduk di pinggiran ranjang dengan menyatukan kedua tanganya saling bertautan dan menaruhnya di atas kedua pahanya ,bersiap untuk menunggu jawaban Tiara .


Tiara gemetar dan jantungnya seakan mau copot dari tubuhnya,


"Rara" panggil Erland lagi


"i,-nii,,, " ucap Tiara terbata


"Jawab Ra" tegas Erland.


"In-ni eemmm"


"JAWAB" bentak Erland membuat Tiara memejamkan matanya melihat sisi lain dari erland yang seperti sekarang ini.


"Iya,maaf ini semua karena jihan,Jihan yang mencegatku dan menyuruh preman untuk melukai aku dan merobek pakaian yang kamu kasi ke aku" jelas Tiara.


"APA!!!" Jihan" ucapnya geram


Tiara mengangguk, pernyataan bahwa Tiara di jahati Johan membuat Erland sedikit merasa terbakar hatinya,


"Wanita s14lan" geram Erland mengepal kedu tangannya.


dan Tiara juga menjelaskan kenapa dia tidak sampai di tempatnya janjian

__ADS_1


Erland semakin geram mengingat Jihan dan Johan, Erland memutuskan untuk membuat perhitungan dengan duo JJ itu.


"Kak sudahlah gak usah di ladenin,yang penting aku gak apa apa dan aku juga tidak ada hubungan apa apa sama Johan" jelas Tiara


"Ya sudah kamu istirahat ya,kakak kesini besok lagi" ucap erland sembari mengusap pucuk kepala Tiara


"Iya bawel,sana pergi" usir Tiara sambil mendorong tubuh Erland


"Eeh beneran aku di usir ini?" jawab erland


"Iya lah,"


"Gak mau di temenin sampai pagi sama aku" goda Erland sambil mengedipkan sebelah matanya,


"Oh my God ,kedipannya membuat ku jedag jedug aja" gumam Tiara merasa malu


"iya ih sana" ucap Tiara lagi


"tapi aku mau tetap di sini gimana?"


"Ya sudah kalau gitu,di situ aja sampai pagi ,aku mau tidur" ucap Tiara langsung merebahkan tubuhnya dan memasukkan dirinya ke dalam selimut nya.


"Ra,,,Rara gak mau bagi selimut sama aku" guncang Erland pada selimut Tiara


Tiara merasa sangat senang dan senyum senyum sendiri mendengar rengekan Erland seperti anak kecil .tapi Tiara tidak menggubrisnya ia tetap tak mau bergeming.


"Raa,,,RAra sayang " rengek erland lagi


"Ra ,Kaka tidur sini ya "


"Gak," Teriak Tiara dari dalam selimut


Bibir berkata tidak,tapi hati berkata (mau banget),


"Jangan enggak di bibir doang Ra,kalau di hatimu bilang silahkan kak Erland sayang " ucap Erland meniru suara Tiara.


"Iih apaan sih kak Erland" teriaknya lagi dengan sedikit membuka selimutnya dan mengarah ke Erland yang masih duduk di pinggirnya.


"Tapi bener kaan" goda Erland lagi berhasil membuat Tiara memerah layaknya udang rebus yang memerah jika terkena panas.


dan sekarang Tiara merasakan panas oleh kata kata lebay Erland yang berhasil membuat wajahnya panas dan pipi memerah.


"Iiih wajahnya merah gitu"


"Aaaa kak Erland usil banget,iiih kesel dh" kesal Tiara melempar bantal ke Erland.


"Lucu deh kamu kalau malu gitu" ucap erland memuji


"sini ,mau peluk" lanjutnya lagi kemudian memeluk Tiara,


lama di posisi itu membuat Tiara memejamkan matanya, Erland pun sama,kini mereka tidur satu ranjang lagi dengan posisi Erland duduk bersandar di ranjang dengan posisi erland memeluk Tiara dan Tiara dengan nyamannya melingkarkan tangannya ke pinggang kokoh milik erland,dan menelusup kan wajahnya ke dada bidang erland,mencari kenyamanan satu sama lain dalam heningnya malam dan dalam derasnya hujan malam itu.


(bersambung)

__ADS_1


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻


__ADS_2