Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 146


__ADS_3

Sinta kembali mengucek matanya merasa bayangan boy di belakangnya memang hanya halusinasi nya.


"Saye bukan hantu" ucap boy


"Aaaah" kaget Sinta membalik badannya


boy dengan segera membekap mulut Sinta dengan tangannya seraya berbisik " ssst jangan keras keras,saye tak mau di gebukin kawan kau" .


Sinta mengangguk dengan begitu boy mulai melepaskan nya " ngapain loe di sini" selidik Sinta yang kini sudah menghadap boy


boy dengan seenaknya berbaring di ranjang Sinta "tak bolehkah saye datang main?" tanya boy


" bukan begitu,ngapain loe ngendap endap masuk kamar gue kaya maling?" ucap Sinta.


"Saye hanya ingin jumpe kau" jawab boy santai masih berbaring dengan kedua tangan sebagai bantalan.


"haish ada ada saja" ucap Sinta tapi tak di sangka kini wajahnya sepeti tomat


tiba tiba saja boy menariknya hingga ia juga ikut tertidur di kasurnya,


"aaaah" teriaknya kembali ,seketika boy langsung menindih tubuhnya dan membekap mulutnya dengan tanganya,


Jantung Sinta berdetak sangat kencang saat ini,ia menatap dalam mata boy yang membuatnya semakin memiliki perasaan yang berbeda saat dekat dengan nya.


"haish rasa apa ini? kenapa matanya membuatku Tak bisa berhenti memandangnya" gumam Sinta dalam hati


"mau apa loe boy" ucap Sinta tiba tiba


boy diam menatap Sinta dengan penuh arti,di ulurkan tanganya menyentuh wajah Sinta dari kening ,hidung,dan berhenti di bibir.


" boy, , "


"ssst,. jangan cakap apapun " pinta boy menggeleng sambil menempelkan jari telunjuknya pada bibir Sinta.


di usapnya pelan bibir itu,kemudian tanganya boy teralih menarik tengkuk Sinta


cup


Sinta melebarkan matanya mendapatkan kecupan dari boy,Sinta ingin melawan tapi tubuh boy sangat kuat mengunci tubuhnya.


"manis" ucap boy


Sinta dengan susah menelan ludahnya,ingin mencibir boy dengan kelakuannya pun tidak bisa,bibirnya sampai Kelu tak bisa bersuara, akhirnya dia hanya diam menikmati rasa berbeda si sekujur tubuhnya,terlebih sesuatu di bawah sana yang lagi menindih tubuhnya tiba tiba terasa mengeras,Sint berusaha melepaskan dirinya


"jangan gerak,jika tak ingin adik saye menancap di sana" ucap boy melirik ke bawah


ucapan itu membuat Sinta semakin tak bisa berkata apapun,hingga dirinya hanya bisa diam dan menatap tajam boy.


tok


tok


tok


"sintaaaa" teriak Diwa dari luar kamar


"kenapa di kunci sih, loe ngambek ya" teriaknya lagi


boy langsung bangkit di ikuti Sinta,kini posisi mereka berhadapan, "saye balik,jangan biarkan siapapun menyentuh Ape yang sudah jadi milik saye " ucap boy berbisik


"maksud loe apa?" tanya Sinta akhirnya.

__ADS_1


"kau adalah milik saye,tidak seorang pun yang boleh menyentuh kau" ucap boy membuat Sinta semakin. terkejut mendengar pernyataan itu.


boy melangkah melewati Sinta,tapi sebelum nya dia sempat menyentuh wajah Sinta sambil berlalu,tangan boy terlihat lentur menyentuh wajah,turun ke dada Sinta yang semakin menonjol,dan berakhir ke pinggang Sinta, kemudian dia hanya berlalu dan pergi dari sana keluar melewati jendela kamar itu.


Sint di buat tak bisa berkata apa apa, sentuhan boy terrads hangat di tubuhnya,terlebih saat boy sedikit meremas bagian dadanya membuat Sinta sedikit memejamkan matanya dan mengepal kedua tangannya di bawah sana.


"Sintaaaaa"teriak Diwa


"Gue dobrak ya" teriaknya lagi


satu


dua


tiii


cklek


Sinta keluar dengan wajah yang basah,"apaan sih ribut banget loe" ucap Sinta


"lagian di panggil gak nyahut,sama siapa Loe hah" ucapnya melirik ke dalam kamar Sinta.


Sinta mendorong Diwa" gak ada siapa siapa,gue tadi boker di kamar mandi,makanya gue kunci gue gak mau loe gangguin gue " bohongnya.


"siapa suruh lama"


"yang namanya juga lagi asyik menikmati yaa wajar" ucapnya


"iiiih jijik gue" ucap Diwa berjalan dahulu.


"kenapa tu anak?" tanya Andi


"mau ikut boker,mau cebokin gue kali" ucap Sinta sembarangan.


",Hahahaha" tawa mereka bersamaan.


hari Minggu telat tiba,di mana hari itu Sinta menemani boy meresmikan tempat usaha barunya "Malaysian food"


di sana tersaji semua makanan khas Malaysia,tentunya di padukan dengan khas Indonesia,ruangan yang ke Indonesia,menunya lebih ke Malaysia,


suasana di sana sangat ramai bahkan ada yang sudah mengecap Restoran ini langganan mereka,


"boy rame banget hari pertama!" senang Sinta


"iye saye tak sangka,akan rame macem nie" jawab boy


"ya sudah ayok kerja lagi" semangat Sinta membantu untuk melayani para para pengunjung di sana


sementara itu Diwa , Erland dan Andi niat ingn mengganggu mereka dengan mendatangi tempat itu,dengan sedikit penyamaran ,


Sinta menghampiri " silahkan mas,mbak mau pesan apa,ini menunya" ucap Sinta sopan


"saya pesan semuanya tapi gratis boleh" ucap Diwa


Sinta menoleh dan membuka penyamaran mereka "aaaw aw sakit begok" teriak Diwa mendapatkan tinjuan kecil di kepalanya.


sebagian besar orang orang menatap nya


"mohon maaf ,ini adik saya yang jail lagi mau gangguin daya bekerja" ucap Sinta agar semua pengunjung tidak mengecap Restoran yang baru buka ini mendapatkan cibiran karena pelayannya memukul pelanggan.


"elo aaah , , resek" kesal Sinta

__ADS_1


"nih pesan yang mana mau kalian ,gue yang teraktir" ucap Sinta.


"Assyikk gitu dong" senang mereka.


"Tiara Mana kok cuma kalian bertiga" tanya Sinta


"lagi ngurus bagus sakit lagi dia" jawab Erland


"ohh" jawab Sinta singkat.


"ya sudah tunggu makanan kalian ya,gue kesana dulu " balas Sinta


"ok pelayan" ucap Diwa


"haish" kesal Sinta namun tetap berjalan ke dapur untuk mengambilkan makanan pesanan mereka.


"kenape?" tanya boy


"mereka " jawab Sinta memesan pesanan mereka di pantry.


"nih makanan kalian " ucap sinta maletakkan semua makanan yang pesanan teman temannya ,kemudia ia menarik satu kursi untuk dia duduki .


"ciyeee yang lagi PDKT" goda Diwa kembali


"Diwa jangan kencang kencang,banyak orang,lagian juga siapa yang PDKT" sangkal Sinta.


"udah makan aja,orangnya datang tu" ucap Andi melirik boy menghampiri mereka.


"hai bro, , enak tak makanannya?" tanya boy


"enak bangeeeet " jawab Diwa.


"kalian mau tambah tak? hari ini free buat kalian " ucap boy


"boy gak usah ,masa usaha baru buka udah mau gratisin orang " ucap Sinta menarik tangan boy


"ssst tak pe,mereka kawan kau dan baby,jadi kawanku juga " ucap boy


"iya boy gak usah,ini saja cukup,gak usah repot repot,kalau mau traktir lain kali aja " jawab Erland.


"iya tuh bener kata Erland,mending loe balik lagi sana,tuh banyak pelayan yang belum dapat pesanan" ucap Sinta.


boy menoleh dan melihat beberapa orang yang baru masuk" oke lah,saye ke sana dulu" pamit boy.


"haish cakepnya nih pelayan,buat aku bawa pulang ya" genit emak emak itu melirik boy.


"pasti yang punya restoran ini ya?" tanya salah satu dari mereka menghampiri boy dan mencubit gemas wajah boy


"iye,saye punye,silahkan nak pesan ape?" tanya bos sopan .


sinta melihat itu seketika wajahnya berubah menjadi marah,tatapan tajam menatap emak emak sosialita yang genit itu, diwa melihat tangan Sinta mengenggam erat di meja " ada yang cemburu nih" goda Diwa.


Erland dan Andi pun melihat hal yang sama ,Sinta kembali melirik teman temannya dengan tatapan tajam,


tiba tiba...


BRAK


BRAK


AAARKK

__ADS_1


teriak orang orang ketakutan


__ADS_2