
jika ada yang masuk bagaimana? " lanjutnya dalam hati sambil melirik pintu
Cklek
Ting
suara pintu ruangan itu terbuka,
Erland yang tadinya berniat bermain di area tembak ingin mengambil senjata untuk ia gunakan,
namun setelah pintu terbuka pemandangan yang tak ingin di lihatnya terpampang nyata,
Zelda dan Revin pun tersentak mendengar suara dentingan pintu yang terbuka secara otomatis itu.
"Haiiiisssh....aku salah masuk..." ucap Erland terkejut.
"Land..." panggil Zelda sambil mendorong tubuh revin
"sekalian panas panasin aah..." jahil Revin dalam hati.
"gak jadi...tadinya gue mau ngambil beberapa senjata buat gue ikut latihan sama anak anak,tapi gak jadi,sorry " ucapnya berbalik lalu pergi
Revin bukanya melepas malah semakin menempel .
"apaan sih kak..sengaja ya ngerjain Erland? " tanya Zelda saat Revin menjarak dengannya.
"tidak ...aku tidak tau jika dia di sini..! " santai revin,sedang dalam hati ia berjingkrak kesenangan.
**
"Haiiisss....bodoh bodoh...kenapa nyelonong masuk gitu aja sih loe Erland....? rasain loe..malu kan" dumelnya sambil berjalan ,sedang tanganya tak henti henti mengutuk dirinya dengan jarinya
"kenapa loe land....mana sini senjata gue " ucap Diwa yang ingin mengganti senjatanya.
"aduuuuhhh " ucapnya sambil menepuk jidatnya.
"hmm...tadi gue...." gelisahnya tidak tau mau bicara apa
"mana sini...! " teriak Diwa mulai tak sabaran.
"iiisssh...ia bentar bentar " ucapnya berbalik
Haappp
Erland berbalik langsung menangkap senjata yang di lempar Zelda dari arah belakang.
"pake itu ,loe cobain yang mau di bawa ke pelelangan besok" ucap Zelda sambil berjalan di susul Revin yang Senyam senyum menatap Erland.
"nih buat loe" ucapnya melempar senjata satunya lagi ke Diwa.
"wiihh...keren nieh.." girangnya.
"MARKICOB...( mari kita coba ) " teriak Diwa.
"awas awas... Minggir kalian." teriaknya sedikit pelan sambil berjalan menyenggol beberapa Mafioso yang sedang berlatih
suaranya membuat para Mafioso lainnya menoleh dan meenatapnya.
Zelda dan Revin hanya mengangguk pada mafiosonya.
kini semua berkumpul pada satu area di mana Erland dan diwa sedang berdiri berdampingan di tengah tengah mereka yang mengerumuni.
posisi mereka saat ini para Mafioso berdiri berdampingan,sedang Erland dan Diwa berada di tengah lengkap dengan senjata di tangan mereka,Andi dan Sinta berada di samping sedang Revin dan Zelda berada di belakang Erland dan Diwa.
__ADS_1
" bagaimana...sudah siap?" teriak Bimo memimpin
"siap.." jawab Erland dan Diwa tegas.
kini semua mata tertuju pada mereka berdua
Di mulai dari erland.
Siiiuuuuuutt
jleeeb...
tepat sasaran,mereka semua bertepuk tangan dengan kehebatan Erland terutama kekedapan suara senjata itu (sangat sunyi).
kini giliran Diwa.
Yang terlihat hanya Diwa menarik pelatuk senjatanya dengan sedikit pergerakan di tangan ,
tanpa terlihat peluru itu langsung menembus objek Patung yang sengaja di dirikan sebagai sasaran Diwa.
siuuuutt...
DUAAAR..
bukan suara tembakan yang membuat mereka terkaget,melainkan objek patung yang di jadikan sasaran hancur seketika manjadi keping kepingan kecil,tidak sedikit dari Mafioso yang berada tidak jauh dari lokasi objek sasaran kena cipratan patung itu.
"BERHASIL....YEEEEEEE" teriak Diwa kegirangan sampai loncat loncat.
" yes.." ucap Erland,Andi dan Sinta bersamaan.
sedang Revin dan Zelda hanya tersenyum kecil melihat keberhasilan mereka merakit senjata .
"Gila..bagaimana jika terkena manusia,hancur sudah tubuhnya" ucap salah satu mafia yang berada di kerumunan.
"waah..hebat sekali senjatanya " sahutan yang lain
"Dengar kalian semua " teriak Revin membuat semuanya seketika terdiam.
"senjata rakitan TBW ini akan di lelang ke pasar bawah tanah besok,,!
Ucapan Revin membuat mereka bertanya tanya kenapa harus di lelang, bukankah senjata kedap suara itu khusus untuk mereka gunakan saat beroperasi?
"kalian akan tau kenapa senjata ini harus di lelang nanti saat pelelangan di selenggarakan." ucap Revin mendengar banyak dari mereka kenapa harus di lelang.
"kalian boleh beristirahat," lanjutnya
semuanya pun bubar terkecuali Zelda dkk dan Revin tentunya.
"kita keruang meeting " ucap Revin.
***
di tempat lain
"kak..bagaimana besok eum" ucapnya pada sang kakak yang kini sedang berbaring di sampingnya,sembari tanganya sibuk menggambar di dada sang kakak.
"apanya?? "tanyanya masih enggan untuk membuka mata.
"acara besok.. gimana rencanamu " tanyanya lagi.
"seperti yang kakak bilang kemarin sayang.!! " jawabnya membuka mata sambil membelai wajah sang adik.
"aku ikut yaaa....! ? " rayunya.
__ADS_1
"beneran mau ikut? " tanya nya lagi
"iya..aku mau menemani kakaku tersayang ini besok, aku yakin di sana banyak wanita cantik,aku gak mau ya kamu di rayu rayu,aku gak rela" ucapnya manyun
"idiih..gitu amat,gini gini kakak ataupun kamu juga harus nikah loe dek"
"haiiiisssh..nikah lagi nikah lagi....! gerutunya.
"meskipun kakak nikah,kita tetap bisa kok seperti ini! " jelasnya membuat sang adik merasa senang .
"aach..baiklah...akupun begitu,jika aku menikah nanti,aku juga akan dapat bagian darimu" ucapnya lanjut memeluk sang kakak.
Di balas pelukan hangat dari sang kakak membuat mereka berdua terlelap di atas ranjang di bawah satu selimut yang sama,sedang mereka tanpa busana
Bukan kali pertama bagi mereka melakukan hubungan su4m1-ist3r1,hampir setiap malam bahkan setiap waktu mereka habiskan bersama,
Johan dan Jihan memang saudara kembar, namun pergaulan mereka yang terbiasa akan hal yang terlarang menjadikan hubungan mereka juga menjadi hubungan terlarang.
Awal hubungan terlarang mereka saat di apartemen,ketika Duo JJ berpesta n4rk*** yang di adakan mereka dan para rekanya atas keberhasilan mereka menyelundupkan barang h4r** tersebut sampai ke tangan pelanggan sesuai rencana,tanpa halangan satupun,mereka minum dan mengkonsumsi barang ha*** tersebut sampai semua temannya tepar di tempat.Jihan yang sudah oleng ingin masuk ke kamarnya untuk beristirahat,Johan Yang melihat adiknya kesusahan berjalan membantunya,ia hanya minum sedikit sehingga dia tidak begitu mabuk saat itu,ia memapah kembarannya itu masuk ke kamarnya,saat ingin meletakkan sang adik ke ranjangnya tiba tiba Jihan memuntahkan isi perutnya tepat di kemeja putih Johan.
"Haish..menyusahkan " ucapnya pergi ke kamar mandi milik Jihan kemudian melepas bajunya,
setelah berbalik ia sudah melihat Jihan yang duduk di lantai bersandar di pinggiran ranjang,dengan penuh muntahan di bajunya.
"astaga..ini nih..akibat terlalu over minum..jadi kaya gini kan...untung kakak minum cuma dikit,jika tidak kakak gak bisa bantu kamu dek" dumelnya sambil memapah adiknya lagi untuk ia bawa ke kamar mandi.
"haiissh...kakak Ku sayang,maaf yah menyusahkan mu..' ucapnya terbata karena mabuk.
"iya udah sini makanya Kakak bersihin dulu bajumu" ucapnya masih memapah adiknya sedang tangan kanannya membuka keras wastafel di kamar mandi itu.
Johan dengan telaten membersihkan kotoran di baju sang adik dengan kain yang di basahkan dahulu,
Jihan yang masih sedikit sadar terus terusan mendumel ,entah apa yang di dumelkannya, ia merancau kesana kemari.
"diam dek..kalau gerak terus kapan bisa bersihnya" omel Johan
"kamu berat tau" lanjutnya.
tak di sangka,Jihan yang mendengar ocehan kakaknya itu berdiri seketika dan langsung membuka dress-nya yang hanya setengah paha itu, membuatnya kini hanya menggunakan Br4 dan c3l*** d4**m saja.
sontak membuat mata Johan membulat melihat tubuh mulus dan seksi di depan matanya,
ia menelan kasar ludahnya melihat tubuh milik sang adik yang hanya di tutup bagian intinya saja .
"su...sah ..banget bersihin doang.....gi..ni..kan beres...sudah,,ber... sih kaaan..." ucapnya terbata sambil berbalik keluar kamar mandi dengan olengnya.
Johan masih terpaku di tempatnya,ia belum sadar sepenuhnya, Jihan yang keluar dengan sempoyongan hampir terjatuh, Johan sadar langsung menarik nya agar tidak terjatuh ke lantai.
ia kembali membawa Sang adik ke pembaringan, jihan menggeliat sambil mengerang.
"aaarh..." des4hnya sambil mencari posisi nyaman di tidurnya.
sedang johan yang mendengarnya seketika membuat telinganya panas mendengar des4h4n adiknya itu.
Johan masih bisa menahan dirinya,ia memutuskan untuk menyelimuti adiknya, ia menarik selimut sampai ke leher Sanga adik dan bergegas ingin pergi meninggalkan adiknya itu, namun ketika ia beranjak ia menarik tangan sang kakak ke bu4h d4d4ny4, ketika Johan ingin melepas selimut nya.
"aa-aahh.."desahnya lagi sambil menggeliat membuat selimut nya melorot sampai perutnya.
"**** " umpat Johan.
( bersambung )
lanjut part selanjutnya
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻